THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label creepy pasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label creepy pasta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2016

LUCID DREAM

aku kan tukang tidur dan dah mengalami banyak kejadian tidur kayak sleep paralysis, astral projection dan juga ini. hm luar biasa ne boboku ya sampe mimpinya pun bisa meramal segala haha. aku mo bahas ini dulu, ntar yang lainnya nyusul...





Lucid Dream adalah keadaan dimana kita sadar kalau kita sedang bermimpi. Dengan kata lain, tujuan penelitian ini adalah membuat seseorang dapat masuk ke keadaan lucid dream secara sadar dan sesuai keinginan. Lucid Dream terbagi dua.
1.Dream Initiated Lucid Dreaming (DILD)
adalah keadaan saat kita sadar kita sedang berada dalam mimpi SAAT sedang di tengah mimpi. Ini lebih sering terjadi, dan ini lebih ke arah kebetulan.
2.Wake Initiated Lucid Dreaming (WILD)
adalah keadaan lucid dream yang disengaja.
Oneironaut adalah orang yang bisa bebas menjelajahi mimpi, dan menurut penelitian, keadaan ini seharusnya dapat dilatih! Ada beberapa tokoh sejarah yang tercatat sebagai Oneironaut. Salah satunya, untuk contoh, adalah Richard Feynman, peraih nobel fisika yang terkenal saat berhasil menemukan kenapa Shuttle Chalengger meledak. Dia seorang Oneironaut natural, bisa dibaca di catatan-catatannya di bukunya.
Bagaimana cara menjadi oneironaut? Richard Feynman mencobanya dan berhasil hanya dalam sekali coba. Caranya adalah dengan menjaga kesadaran saat kita mulai tertidur.
Mengerti? Biasanya, kita tak sadar dan tiba-tiba saja sudah terbangun keesokan harinya. Kapan tepatnya kita tertidur? Untuk menjadi seorang oneironaut, kita harus melatih diri dan berusaha memperhatikan kapan tepatnya kita tertidur. Saat kita berhasil sadar saat menembus membran antara bangun dan tidur ini (dikenal dengan istilah hypnagogic state), secara teori kita akan bisa sadar saat tiba di alam mimpi.
Cara ini disebut Wake initiation of lucid dream (WIoLD). Teknik Step by stepnya adalah seperti ini:
1.Konsentrasi dan Relaks. Tutup mata dan konsenerasikan pikiran ke relaksasi sekujur tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kontrol pernafasan dan lambatkan.
2.Buka mata pikiran. Maksudnya, coba buat bayangan visual sementara mata kita tertutup.
3.Jaga pikiran agar tetap sadar. Inti dari WIoLD adalah membuat tubuh relaks tetapi pikiran terjaga dalam keadaan santai. Kalau pikiran tegang, tubuh tidak akan mau tidur.Cara ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya berhitung, membayangkan diri sedang naik turun tangga, dan lain sebagainya. Fase 2 dan 3 dapat dilakukan sendiri sendiri atau bersamaan.
4.Ini adalah fase utama, perhatikan baik-baik. Kebanyakan orang sering berhasil tiba di fase ini tapi gagal masuk ke fase selanjutnya. Padahal barrier antara dunia nyata dan dunia mimpi sudah setipis kertas.
Saat kita tiba di hypnagogic state dalam keadaan sadar, kita biasanya akan mengalami sleep paralysis (yang biasa dikenal dengan diduduki jin saat tidur), mendengar suara-suara keras, sulit bernafas, sensasi jatuh atau berputar-putar, dan perasaan melayang ke dimensi lain. Kebanyakan orang akan panik dan terbangun. JANGAN! Tenangkan diri. Tenang saja, belum ada orang mati karena masuk ke alam mimpi. Pertama mungkin akan panik dan terbangun, tapi kalau cukup sering tiba di fase 4 ini, mudah-mudahan rasa panik itu akan hilang.
5.Ini adalah fase setelah kita berhasil tiba di alam mimpi. Kita akan mengalami sensasi seperti berada di ruangan atau terowongan yang gelap gulita. Kadang orang sudah sampai sini, panik, dan terbangun. SAYANG SEKALI!!!
Saat kita tiba di sini, dengan berkonsenterasi cukup keras, kita dapat memilih dan menjelajahi mimpi kita sendiri. Dan kita secara resmi berhasil menjadi seorang Oneironaut

Bunuh Diri

ternyata mereka bunuh diri karna... haha, baca aja ndiri napa. sumber copas klik gambar ini.


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/561732797242162/?type=3


-The Phone Booth-
source : www.scaryforkids.com
translated and retold by : Dr.Gin

The Phone Booth atau Telepon umum merupakan cerita hantu seram yang berasal dari Jepang yang menceritakan dua orang sahabat yang tertarik dengan cerita hantu atau cerita legenda.
Dikatakan, ada dua orang pemuda bernama Kenzo dan Tatsuya. Mereka selalu berbagi certa seram, satu sama lain. Kapanpun mereka bertemu, mereka harus mempunyai suatu cerita seram yang akan di ceritakan.
Suatu hari, saat Tatsuya sedang browsing di internet, ia menemukan sebuah website yang memiliki banyak legenda Jepang. Lalu, ia membaca sebuah cerita tentang jembatan gantung yang terletak dekat dengan rumah nya.
Di website tersebut, terdapat banyak gambar jembatan tersebut dan sekitarnya . Saat ia membaca legenda ini, Tatsuya tahu bahwa Kenzo akan tertarik.
Kemudian, saat ia bertemu Kenzo, ia menceritakan tentang legenda jembatan gantung itu. Jembatan gantung tersebut sudah tua usianya yang digunakan untuk menyeberangi sebuah jurang. Dijelaskan dalam website bahwa jembatan itu terkenal karena banyak orang yang bunuh diri disana.
Setiap tahun, ada sekitar 20-30 orang yang melompat dari jembatan tersebut. Tak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kenapa mereka bunuh diri. Mereka mengatakan bahwa tempat itu dihantui oleh arwah dari semua orang yang telah melakukan bunuh diri di sana.
Saat Kenzo pulang, ia berencana untuk mengunjungi tempat tersebut. Dia sangat ingin melihat hantu. Pada saat malam tiba, ia berangkat ke pegunungan dimana jembatan itu berada. Diperlukan sekitar setengah jam untuk sampai di sana.
Saat itu sudah hampir tengah malam. Dia tiba di jembatan dan tak ada seorang pun di sekitar situ. Sangat gelap dan hening. Suasananya begitu menyeramkan dan membuat tubuh belakang Kenzo merasa dingin.
"Wow, tempat ini menyeramkan," katanya bergumam sendiri sambil dengan hati-hati berjalan ke tepi jurang dan mengintip ke dalamnya. Dia mulai berpikir tentang semua orang-orang yang telah melompat ke dalam jurang itu. Pikiran itu membuat bulu kuduknya berdiri.
Ini sangat menegangkan dan merasa harus memberi tahu Tatsuya tentang tempat ini. Dia mengeluarkan Handphone nya dan mulai memencet nomor. Tapi dia tersadar bahwa di sini adalah tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan sinyal.
Dia melihat ke sekeliling dan mendapati telepon umum tak berada jauh darinya. Ia menuju telepon umum tesebut, memasukkan beberapa koin dan memencet nomor Tatsuya.
"Hallo? Tatsuya! Tebak aku sedang berada dimana!" katanya "Aku sedang berada di Jembatan yang kau ceritakan itu!. Pemandangannya luar biasa! Kamu harus datang kesini suatu hari!"
"Yah, maunya sih begitu" balas Tatsuya.
"Aku sudah melihatnya di foto-foto di web... Hei tunggu dulu.. Darimana kau meneleponku?"
Kenzo terkekeh "Oh, Handphone ku tak mendapatkan sinyal. Jadi aku meneleponmu dari telepon umum disekitar sini"
Tatsuya heran "Telepon umum? Tak ada telepon umum disana. Aku sudah melihat nya di foto."
"Apa yang kau bicarakan?" kata Kenzo "Aku berada di telepon umum tepat di depan pintu masuk ke jembatan ... Tunggu, lebih baik aku pergi ... Ada antrean orang di luar menunggu untuk menggunakan telepon ... aku akan menelepon kau ketika aku sampai di rumah. "
Begitu Kenzo berkata, Tatsuya berteriak, "Tidak! Kenzo!, jangan keluar dari tempat itu! Aku tahu tempat itu! Aku akan segera ke sana dalam 30 menit. Apa pun yang kau lakukan, jangan bergerak! "
"Ada apa sih?"
"Berjanjilah untuk tidak bergerak sedikit pun, oke?, Aku akan datang!"
Ketika temannya menutup telepon, Kenzo merasa gelombang rasa takut menyelimuti dirinya. Dia berdiri di bilik telepon dan gagang telepon terus menempel di telinganya. Ia menoleh, ia melihat antrian orang yang berdiri di luar bilik telepon, diam-diam mengawasinya. Sorot mata mereka membuat Kenzo menggigil.
Setengah jam kemudian, ketika Tatsuya tiba di jembatan gantung, dia menemukan temannya berdiri di bagian paling tepi jurang. Dia memegang ponselnya di telinganya.
Tidak ada bilik telepon dan tidak ada antrian orang yang menunggu untuk menggunakan telepon.
Jika Kenzo bergerak satu inci saja, ia akan jatuh dari tepi jurang dan jatuh kedalamnya...

Kamar 666

hai! pagi ini nyajiin cp lagi. sumber kopas seperti biasa klik gambar ini. tau ga si kalo horor ini dibaca2 si masih biasa aja alias mainstream ya meski menarik juga si. tapi aku posting karna pasti ada keistimewaannya. apakah keistimewaannya? memang pas baca alurnya tu pasti koment, ah biasa aja si seremnya. eh tunggu dululah, habisin dulu ampe end ntar terkejut sendiri karna endingnya tu seksi haha n sekarang koment kalian ampe end pasti akan bilang, ternyata...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/561858103896298/?type=3


- RED ROBE -
Thanks to Ramdan Irvan Dhikeringer!

Seorang wanita Jepang sedang berlibur di Amerika dan memutuskan untuk menginap di sebuah hotel murah untuk menghemat uangnya.
Saat ia tiba di kamarnya, ia menyadari bahwa ia berada di kamar 66 di lantai ke-6. Secara teknis, kamarnya bernomor 666.
Ia bergidik ngeri. Namun ia berpikir,
ini semua pasti kebetulan. Ia pun tak terlalu memikirkannya dan pergi mandi.
Beberapa saat kemudian terdengar
suara ketukan di pintu kamarnya.
Ia keluar dari kamar mandinya dan
mengenakan jubah mandi putih
bertudung yang sudah disiapkan di
hotel tersebut bagi tamunya.
Ia membuka kamarnya, namun tak
ada seorangpun di luar kamarnya.
Ia pun menutup kembali kamarnya
dan berganti pakaian. Kembali terdengar ketukan di pintu kamarnya.
Ia membuka kamarnya dan melihat seorang gadis kecil memakai jubah mandi bertudung yang sama persis seperti yang tadi ia pakai. Hanya saja warnanya merah.
“Ada yang bisa saya bantu? Dimana orang tuamu?” Ia melihat bahwa gadis kecil bertudung merah itu tampak habis menangis.
“Saya terkunci di luar kamar. Anda
bisa membantu saya?” Wanita itu memutuskan untuk membawa gadis itu ke resepsionis. "Kasihan", pikirnya. Gadis itu tampak kebingungan.
Dalam perjalanan ke resepsionis, ia bercakap-cakap dengan gadis itu.
“Siapa namamu?” Gadis itu tak menjawab. Mungkin gadis ini sudah diajari oleh
orang tuanya untuk tidak bercakap-
cakap dengan orang asing, pikir wanita itu.
Ia bertanya lagi.
“Dimana orang tuamu?”
“Tidak tahu.”
“Apa kamarmu di lantai ini juga?”
Gadis itu mengangguk.
Akhirnya mereka sampai di depan
meja resepsionis.
“Bisa anda bantu gadis kecil ini? Ia terkunci di luar kamarnya.” Resepsionis itu melongok, “Gadis
yang mana?”
“Gadis berjubah merah ini ...”
Namun ketika wanita itu menoleh, tak ada seorang pun di sana.
“Aneh, ia tadi di sini. Katanya ia
menginap di lantai 6, sama seperti
saya.”
“Lantai 6?” resepsionis itu tampak
heran, “Namun hanya anda tamu
yang menginap di lantai 6.”
“Tapi tadi ada gadis yang memakai
jubah mandi bertudung warna merah ...”
Resepsionis itu menghela napas,
“Anda sudah bertemu ‘dia’ rupanya.”
“Dia siapa?”
“Dahulu pernah terjadi sebuah
tragedi di hotel ini. Kami tak suka
membicarakannya, namun karena
anda sudah melihat ‘dia’, apa boleh
buat. Dahulu ada sepasang suami
istri menginap di lantai 6 bersama
anak perempuannya. Mereka
menginap di kamar 66, sama seperti anda. Namun mereka berdua bertengkar dan sang suami
menembak istrinya. Ia lalu
membunuh anaknya sendiri. Saat itu, anak itu memakai jubah mandi putih yang langsung berwarna merah karena terkena darahnya. Tapi pria itu tetap tidak puas. Ia mengisi senjatanya dan mulai menembaki semua orang di hotel ini, karyawan dan para tamunya.”
Napas wanita itu terasa terhenti
karena ketakutan. Namun cerita sang resepsionis ternyata belumlah selesai.

Resepsionis itu lalu berbalik dan
menunjukkan lubang merah dipunggungnya.
“Lihat, di sini ia menembakku.”


Selasa, 09 Februari 2016

Kanibalisme di Rusia


Film Horor Bangsa Ayam



Pembunuh Bertopeng

endingnya ini misterius loh, masih tersirat. aku ga tahan mau ungkap aja endingnya di sini hiks. maaf ya. tapi coba sama2 analisis ceritanya ini. menurutku pelakunya itu kepribadian ganda, ya baby sitternya sendiri. coba aja de baca baik2. dy itu sebenarnya menatap bayangannya sendiri. ya gak sih? sumber kopas klik gambar ini ya baca koment2 serunya hehe :p sori dah spoiler duluan, ga tahan sih...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/562740353808073/?type=3


-Girl In The Mask-
Translated and retold by : Dr.Gin
Source : www.scaryforkids.com

Dikatakan ada seorang anak kecil bernama Holly. Dia berumur 6 tahun.
Suatu malam saat hari Hallowen, orang tua Holly berencana memperingati hari ulang tahun pernikahan mereka dengan pergi makan malam di restoran.
Karena ini hari Hallowen, orangtua Holly kesulitan untuk menemukan Baby Sitter paruh waktu.
Akhirnya, mereka menelpon seorang remaja bernama Jessica, yang tinggal di ujung jalan, dan memintanya untuk menjaga Holly.
Saat Jessica sampai, orang tua Holly memberi nomor telpon mereka kepada nya untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat. Setelah mereka pergi, Jessica membuatkan makan malam untuk Holly, dan pergi menonton TV.
Ketika Holly selesai makan, dia bertanya "Bolehkah aku minta makanan penutup?"
"Oke" balas Jessica. "Makanan penutup apa yang kau mau?"
"Es Krim!!" kata Holly senang.
Jessica pun pergi menuju kulkas dan mencari Es Krim.
"Disini tak ada Es Krim" katanya
"Es Krimnya ada di frezeer diruang bawah tanah.
Jessica membuka pintu basement dan menekan tombol lampu, tapi lampu nya tidak menyala. Dengan hati-hati, dia berjalan menuruni tangga ke ruang bawah tanah. Akhirnya, dia menemukan freezer dan mengangkat tutupnya. Saat ia mengambil sebuah baki berisi Es Krim Vanilla, ia melirik ke arah jendela. Dalam kegelapan, ia melihat seorang gadis kecil dengan rambut panjang pirang, berdiri di luar.
Gadis itu memakai T-shirt merah dan berdiri membelakangi jendela. Jessica tidak bisa melihatnya wajah, yang ia tahu gadis itu mengenakan sesuatu di wajahnya. Jessica tidak ambil pusing. Hari ini adalah malam Halloween dan ada banyak anak-anak berkeliaran di sekitar lingkungan.
Ia berjalan kembali ke atas, menempatkan beberapa es krim dalam mangkuk dan ia taruh di depan Holly.
"Dapatkah saya memperoleh beberapa sirup cokelat di atasnya? "tanyanya.
"Baiklah. Dimana itu? "Tanya Jessica.
"Di ruang bawah tanah," jawab Holly.
Jessica mengangguk lalu berjalan kembali ke ruang bawah tanah yang gelap.
Saat ia sedang mencari sirup cokelat, dia melirik ke arah jendela lagi. Gadis kecil itu masih berdiri di luar, tapi kali ini, dia menghadap jendela. Jessica melihat bahwa dia mengenakan sebuah topeng yang tidak biasa. Warna topeng itu hitam dengan garis merah dan mulut besar, dengan gigi yang putih dan tajam. Hal ini membuat Jessica merinding.
Jessica mengambil kembali sirup coklat dan berjalan kembali tangga berderit. Di dapur, ia menuangkan sirup cokelat di Es krim Holly.
"Terima kasih," kata Holly.
"Dapatkah aku memiliki beberapa taburan permen di atasnya juga?"
Jessica mendesah. "Biar kutebak ... Itu berada di ruang bawah tanah kan? "
"Yeah," kata Holly terkekeh.
Jessica kembali menuju ke tangga, ke dalam ruang bawah tanah yang gelap. Saat ia menggeledah isi lemari, ia melihat keluar jendela dan melihat gadis kecil yang sama yang memakai topeng, berdiri di luar jendela. Kali ini, anak itu memegang pisau besar di tangannya.
Jessica menjadi sangat gelisah. Dia mencoba untuk menenangkan diri. Mungkin itu bagian dari kostum gadis kecil itu. Tetapi, tampaknya aneh jika orang tua anak itu mengizinkan dia untuk pergi di malam hari dengan membawa pisau. Dengan gemetar, Jessica mengambil permen dan berlari menaiki tangga, ingin keluar dari ruang bawah tanah.
"Terima kasih!" Pekik Holly dengan gembira. Jessica menaburkan permen pada es krim Holly.
"Semua yang dibutuhkan sekarang adalah cherry di atasnya... " kata Holly.
Jessica menatap Holly dengan sedikit jengkel.
"Apakah kau yakin itu semua yang dibutuhkan? Ini adalah terakhir kalinya aku akan turun ke ruang bawah tanah itu. "
"Aku berjanji," kata Holly tersenyum.
Jessica perlahan turun ke kegelapan dan membuka lemari dan menemukan Ceri. Ia melihat keluar jendela lagi, tetapi ia tidak melihat gadis kecil bertopeng yang menyeramkan tadi.
Jessica bernapas lega. Dia senang gadis itu sudah pergi. Ketakutannya sudah hilang. Dia mengambil sekotak Ceri dan menaiki tangga untuk yang terakhir kalinya.
Saat ia masuk ke dapur, dia melihat pemandangan yang mengerikan. Holly terbaring dan kepalanya masuk ke dalam mangkuk es krim. Sebuah genangan darah menyebar keluar sekelilingnya di atas meja. Tenggorokan kecilnya telah teriris dan terbuka.
Jessica menjerit dan menjatuhkan Ceri. Dia berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu sebelum memanggil 911. Dia duduk di lantai, air mata mengalir di pipinya, putus asa menunggu polisi tiba.
Setelah satu jam berlalu, ia mendengar sirine di luar dan suara dari pintu depan yang rusak. Sebuah suara polisi memanggil nya dan ia membuka kamar mandi pintu. Polisi menggeledah rumah, tapi tidak ditemukan jejak penyusup.
Beberapa menit kemudian, ibu dan ayah Holly tiba. Mereka ngeri melihat mayat putrinya sedang dibawa di atas tandu.
Sang ayah duduk di tangga di luar, sambil memegang kepalanya. Sang Ibu menangis dan mendekati Jessica. Matanya merah karena menangis.
"Apa yang terjadi?" Tanya ibu.
"Oh Tuhan ... aku sangat menyesal," kata pengasuh, gemetar dengan emosi.
"Saya turun ke ruang bawah tanah ... lalu saya memandang ke luar jendela ... Ada gadis kecil memakai topeng ... Dia membawa pisau ... Dia hanya berdiri di luar jendela ruang bawah tanah ... Pasti dia yang membunuh Holly! "
Sang ibu terdiam.

"Tapi Jessica, itu tidak mungkin," kata sang ibu kemudian.

"Tak ada jendela di ruang bawah tanah... hanya ada sebuah cermin..."


Kaki Tangan Iblis

cerita iblis sih dah mainstream, tapi bukan cp namanya kalo mainstream hehe. cp yang satu ini seperti biasalah endingnya bikin gubrak guling2 ga nyangka hehe, ga bakal aku ungkap spoilernya di sini :p sumber kopas klik gambar ya, baca koment2 menariknya hehe. tapi menurutku sih meskipun kisah iblis, tapi cp ini ga serem kok, malah lucu aja endingnya. panjang si tapi menarik kok alurnya. idenya juga menarik. pokoke aplaus de ama cp yang satu ini. langsung aja deh, aku yakin kalian ga akan nyesel baca ampe ending. siapkan matras kalo dah ampe ending gubraknya :p


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/932023640213074/?type=3



THE ****FOOT WOMAN

Dengar, aku tahu kalian semua berpikir bahwa Iblis adalah pria merah dengan sepasang tanduk mencuat dari dahinya, serta memiliki ekor lancip dan bersenjatakan sebuah garu besi. Namun, orang Alabama berbeda pendapat. Mereka bilang Iblis itu hanyalah makhluk tua penipu, sejenis dengan Kelinci Brer. Dan kau tahu bagaimana Kelinci Brer berkeliaran menipu orang, terutama Rubah Brer dan Beruang Brer. Nah pada suatu hari, si Iblis tua sedang berpetualang ke sepenjuru Alabama mengakali para penduduknya. Dan yang paling ia senangi adalah menyulut pertengkaran antara sepasang kekasih yang saling mencintai. Ia menyebabkan percekcokan para suami, para istri dan para sejoli dimanapun ia berada. Kalau Ia sudah berulah, maka akan ada seseorang yang salah bicara, atau lupa akan tanggal ulang tahun pernikahan, atau malah berselingkuh hingga menyebabkan ketidak-harmonisan. Sampai akhirnya, ketika pasangan kekasih tersebut berpisah, Si Iblis akan tertawa girang penuh kemenangan kemudian lanjut mencari korban lainnya!
Begitulah, Si Iblis sungguh lihai dalam melakukan pekerjaannya sampai suatu saat ia menemui sepasang pengantin baru yang tinggal di kaki bukit. Pasangan ini sedang begitu kasmaran, sehingga Iblis pun tak mampu memisahkan mereka, tak peduli sekuat apa ia berusaha. Setelah beberapa hari, Iblis mulai frustasi dan akhirnya menyerah pada kedua sejoli itu. Ketia ia tengah menyusuri jalan pulang dalam kekalahannya, Iblis bertemu dengan seorang wanita yang kakinya telanjang setelanjang musang tua. Wanita itu memandang si Iblis dan berkata, "Ada apa denganmu Tuan Iblis? Kau sakit atau kenapa?"
"Nggak," jawab Iblis, "Aku hanya baru saja dari rumah di kaki bukit sana, mencoba memisahkan pasangan baru itu. Tapi mereka sedang mabuk-mabuknya oleh cinta, sehingga sulit dipisahkan."
"Oh, cuma itu?" Kata si wanita telanjang kaki. "Dengar, ayo kita buat perjanjian. Aku tak pernah punya sepasang sepatu, jika kau mau membelikanku sepatu merah yang bagus, aku akan memisahkan sejoli itu untukmu."
"Oke, pisahkan mereka dan kau kan dapatkan sepatu termahal di kota," seru Iblis. "Tapi kau harus berhasil melakukan tugasmu dulu."
“Beres deh," tukas wanita berkaki telanjang. "Temui aku besok malam di persimpangan jalan sambil membawa sepatuku."
Keesokan harinya, si wanita berkaki telanjang memanggang seloyang pie apel yang sangat harum lalu ia segera bergegas menuju rumah pengantin baru di kaki bukit itu. Sang suami tengah berada di ladang memanen kapas, bajunya basah oleh keringat. Si wanita berkaki telanjang itu kemudian bertanya apakah ia boleh menemui sang istri, karena ingin bertegur sapa sebagai tetangga baru, dan ingin berkenalan lebih jauh. Sang suami tersenyum lalu menunjuk ke arah rumahnya. Sang istri mempersilahkan wanita telanjang kaki itu masuk dan mereka pun mulai saling berceloteh ria. Si wanita berkaki telanjang itu menempati tempat duduknya dan mulai memuji seluruh perabotan di dalam rumah sebagai "benda tercantik yang pernah ia lihat" - dapurnya, alat-alat makannya, furniturnya, bahkan ayam jago tua di depan rumah ia sanjung setinggi langit! Sang istri pun berterimakasih atas semua kata-kata menyenangkan yang wanita berkaki telanjang itu ucapkan dan menghadiahinya sekeranjang penuh beri hitam segar.
“Sungguh, semua benda di rumah ini benar-benar cantik," ungkap si wanita berkaki telanjang. "Namun tahukah anda, hal yang paling cantik dari semuanya? Itu adalah anda nyonya." Wajah sang istri pun bersemu merah, ia berkata, "Ah tidak, bukan saya yang paling indah. Suami saya lebih mempesona dari saya."
"Ya, tentu, dia memang tampan," ucap si wanita berkaki telanjang. "Namun ia akan lebih tampan lagi jika tahi lalat hitam besar berambut di belakang lehernya itu tidak ada."
Senyuman di wajah sang istri perlahan memudar, dan ia berkata, "Ya, saya tahu. Suami saya pun malu dengan tahi lalatnya. Namun sekarang saya sendiri sudah terbiasa."
"Anda tak harus begitu," tukas si wanita berkaki telanjang. "Kenapa tak dipotong saja tahi lalatnya?"
Seketika mulut sang istri menganga lebar. "Saya tak bisa melakukan itu!" sergahnya. "Suami saya bisa mati kehabisan darah!"
"Tidak, jangan kuatir," kata si wanita berkaki telanjang. "Ini yang harus anda lakukan: bawalah sebilah silet saat anda hendak tidur nanti. Saat suami anda sudah terlelap, segera potong tahi lalatnya. Lalu balut luka di lehernya dengan perban untuk mencegah pendarahan. Suami anda bahkan takkan menyadarinya sampai pagi tiba. Dan saya yakin sekali ia akan sangat berterimakasih atas apa yang sudah anda lakukan!"
Akhirnya sang istri pun setuju untuk melakukannya, berterimakasih lagi dan lagi pada si wanita telanjang kaki. Setelah berpamitan dengan sang istri, si wanita berkaki telanjang menghampiri sang suami yang masih bekerja di ladang. "Ya ampun, anda ini memang seorang pekerja keras ya," ujar wanita berkaki telanjang itu. "Benar nyonya," jawab sang suami. "Namun saya tak keberatan sama sekali, karena semakin rajin saya bekerja, semakin banyak yang bisa saya nafkahkan untuk istri saya. Ia sangat berharga untuk saya."
Si wanita berkaki telanjang itu terkekeh dan berkata, "Yeah, tentu saja. Tapi yang saya dengar, istri anda punya pria idaman lain lho."
Sang suami segera menghentikan pekerjaannya, lalu menatap tajam pada si wanita berkaki telanjang. "Apa maksud anda berkata seperti itu?" Tanyanya.
"Yah dari yang saya dengar, istri anda sedang menjalin hubungan dengan pria lain di kota. Dan jika malam ini anda tidak waspada, mungkin saja istri anda akan mengahabisi anda."
Sang suami dengan geram mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Pergi kau dari sini wanita jahat! Tak seorangpun boleh membicarakan istriku seperti itu!"
Maka si wanita berkaki telanjang mengangkat bahunya dan memalingkan badan, "Aku hanya ingin anda berhati-hati," ucapnya sembari melangkah pergi.
Kemudian pada malam harinya, si wanita telanjang kaki diam-diam mendatangi rumah sejoli itu dan bersembunyi di semak-semak, mengintip dari balik jendela, sementara sepasang suami istri tersebut hendak bersiap tidur. Meski sangat mencintai istrinya, sang suami tak dapat mengenyahkan kata-kata si wanita berkaki telanjang itu dari pikirannya. Ia bahkan hampir tak berbicara sedikitpun pada sang istri, dan berpura-pura sudah tidur. Di sisi lain, melihat sang suami telah terlelap, sang istri mulai mendekat. Ia meraih ke bawah ranjang dan mengambil siletnya. Perlahan ia memposisikan diri setenang mungkin di samping suaminya dan mengarahkan silet ke tahi lalat besar di leher sang suami, siap untuk segera memotong habis tahi lalat itu. Namun tiba-tiba, mata sang suami terbuka lebar dan dengan sigap ia menggenggam kuat tangan sang istri. "Ternyata benar!" Sembur sang suami. "Wanita tua berkaki telanjang itu bilang kau akan mencoba membunuhku demi bisa bersama pria selingkuhanmu!"
"Tapi..." sang istri berusaha memprotes.
"Aku tak mau dengar alasanmu!" bentak sang suami. "Pergi! Keluar dari rumahku! Dan jangan pernah kembali lagi!" Sang istri menangis terisak, menata barang-barangnya dan akhirnya ia pun pergi dengan hati yang hancur lebur. Mereka berdua tak pernah mau bertemu lagi.
Kemudian pada esok malamnya, si wanita telanjang kaki bergegas menuju persimpangan jalan untuk menemui sang Iblis, seperti yang sudah mereka sepakati. Sesampainya di sana, ia dapati sang Iblis tengah memegang sebatang tongkat yang ujungnya tergantung sepasang sepatu.
"Apa-apaan sih?" tanya si wanita berkaki telanjang. "Mengapa kau menenteng sepatuku seperti itu? Aku kan sudah melakukan apa yang kau pinta."
"Ya, kau benar," jawab sang Iblis. "Tapi aku tak mau bersentuhan dengan wanita sejahat dirimu, nih ambil sepatunya."
Si wanita telanjang kaki lalu tersenyum dan berujar. "Kenapa Tuan Iblis? Apakah kau tak tahu siapa aku?" Tiba-tiba kulit si wanita berkaki telanjang mulai berasap seolah tengah terbakar dan perlahan meleleh. Hingga setelah semuanya terkelupas, berdirilah di bawah temaram sinar rembulan sesosok wanita yang ternyata adalah istri Sang Iblis sendiri yaitu Nyonya Iblis!
"Nyonya Iblis!" Teriak Tuan Iblis. "Mengapa kau menipuku begini?"
"Tuan Iblis, sudah bertahun-tahun aku memintamu untuk membelikanku sepatu mahal, tapi kau terlalu pelit!"
Tuan Iblis kemudian menunduk dan menggelengkan kepalanya sambil mendengus kesal.
"Duh suamiku ini," celetuk Nyonya Iblis, "makanya jangan pernah meremehkan tekad seorang wanita, terutama istrimu sendiri!"
Dan begitulah kisah dari si wanita berkaki telanjang.

Sepatu Kematian Cinderella


Lidah Kanibal

cerita kanibal memang udah biasa si. tapi ga untuk yang satu ini. cp ini disajikan dengan diksi dan story telling yang menawan dan menitik beratkan pada endingnya. coba deh baca endingnya, masa gagal paham? :p dah baca sampe ending? gemana? gubrak, nggak? btw sumber kopas klik gambar ini ya baca koment2nya...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/834947009920738/?type=3


OH MAN
By reddit user TheKoreanAlphabet

Aku tak dapat memakan makanan biasa, inilah efek samping dari kondisiku. Lidahku... tak berfungsi normal seperti lidahmu. Ini menyebabkan makanan pokok manusia terasa busuk di mulutku. Dan ya ampun, rasanya sungguh menjijikan.
Namun itu bukan berarti aku tak makan sama sekali. Kau tahulah, aku ini seorang antropophagus. Dengan kata lain, satu-satunya makanan sumber nutrisiku adalah daging manusia. Dan ya ampun, rasanya sangat lezat.
Membaur tak begitu sulit bagiku, manusia mengandung banyak gizi, sekali makan saja sudah cukup untuk membuatku kenyang sebulan penuh, sehingga tak seorangpun mencurigaiku. Aku hidup dalam lingkungan masyarakat umum dan memilih lingkup pertemanan yang tak begitu luas.
Suatu hari, sahabatku Samuel meminta tumpangan menuju bengkel dimana mobilnya yang rusak diperbaiki. Dalam perjalanan, Sam melihat sebuah kedai taco di pinggir jalan dan ia merengek supaya aku menepi sebentar. Akupun menurut dan Sam langsung memesan dua potong taco daging dari si pria penjual yang tampak garang. Setelah beberapa menit ia mengunyah dan menelan, Sam membujukku untuk makan walau cuma segigit. Memang sudah agak lama semenjak santapan terakhirku, dan aku tak ingin hilang selera gara-gara makanan menjijikan itu, namun Sam terus saja memaksa, jadi segera ku sambar sepotong taco supaya dia berhenti mengoceh. Anehnya mulutku tiba-tiba berair ketika hendak menyantapnya. Lalu kugigit sepotong. Dan ya ampun, rasanya sungguh nikmat.

Source : Creepypasta / Reddit

Senin, 08 Februari 2016

Pembantai Pembuli

hm, aku suka nih meski bukan cp si tapi ada adegan yang kusuka n baru terlintas di pikiranku, haha! apa aja itu? cek it ot aja de langsung ke tkp. sumber kopas klik gambarnya ya...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/925638967518208/?type=3


Good Boy
Part 1
OS by : Raven

Finno tak pernah mengeluh. Anak baik. Bahkan saat umurnya hanya 9 tahun.
Ayah dan ibunya tak menyayangi anak polos itu. Finno hanya menyukai Gamewatch Mario Brosnya. Finno benci hampir semua hal. Termasuk ayahnya. Ayahnya yang tinggi berkumis tipis selalu menyuruhnya datang, kemudian beberapa menit kemudian ia menghajar Finno hingga anak itu terkapar kesakitan. Muka berlumur darah, seisi badannya perih. Tapi ia tak menangis, setitik kristal pun tidak. Ia hanya akan pergi ke ibunya,
"Mom, minta obat." Datar dan hambar.
Wanita itu akan meletakkan lintingan rokok ditangannya dan menoleh penuh amarah padanya, "Diam kau anak bajingan!"
Ia hanya akan membisu, berjalan pincang menghadap kamar. Berbaring dan mengusap lukanya dengan obat anjing. Ia mencintai ibunya. Ia bahkan pernah mencoba membuat kue ulang tahun untuk ibunya, yang mustahil untuk umurnya. Namun sayangnya, kalian lihat sendiri. Didalam batin bocah 9 tahun itu juga tahu, kedua orangtuanya yang pecandu narkoba tidak mencintai Finno.
Tak ada yang mencintai anak itu. Disekolah pun tak ada yang mau menjadi temannya. Ia seperti buangan. Namun anak berambut coklat itu tak peduli.
Saat ia mulai naik tingkat SMP, sekelompok anak gemuk dan berandal mulai membullynya. Pertama tama mereka menyembunyikan tasnya. Finno hanya menatap mereka tanpa emosi, lalu berjalan kearah mereka,
"Kembalikan."
Anak anak itu tertawa. Salah seorangnya, Jerry yang jangkung mendorong Finno. Ia tak bergeming.
"Enak saja! Kalau kau mau dapat tasmu kembali, berikan kami 20 dollar, tiap orang! Hahaha dasar miskin!"
Finno dengan dingin akan melangkah kembali ke tempat duduknya. Mereka tertawa geli, mereka mengira anak itu pengecut tapi sok keren. Saat guru kesenian datang, Mr Doverhood yang selalu membuat anak anak takut, ia guru tergalak dalam sekolah ini. Ia menatap Finno yang terdiam tak melakukan apa apa.
"Apa yang kau lakukan! Cepat kerjakan tugasmu Finno!" Bentaknya.
Anak itu menunjuk kearah geng Jerry. Ke tas yang mereka pegang. Tapi kawanan itu memang biadab, mereka mengibar ngibarkan tas itu depan Mr Doverhood. Semua orang tau, Jerry anak wakil walikota, mereka memilih tutup mata atas kelakuan membullynya yang terkenal kejam. Termasuk Mr Doverhood.
"Apa yang kau maksud! Jelas jelas kau lupa bawa tas! Anak bodoh, keluar kau dari kelas ini!"
Finno menatap guru itu sejenak, lalu melangkah menuju luar kelas tanpa ekspresi amarah sedikit pun. Geng itu tertawa penuh kemenangan.
Hari hari selanjutnya, penyiksaan itu kian parah. Semua orang menatapnya iba, atau sinis. Uang pemberian orang tuanya dipalak. Kemudian mereka semakin geram, penasaran karena Finno tak menunjukkan mimik muka sedikitpun. Geng Jerry benar benar ingin memancing amarah Finno.
Mereka menghancurkan buku dan isi lokernya. Tapi Finno hanya berjalan dan meraih buku itu, tanpa umpatan, lalu mengambil selotip untuk memperbaikinya. Kemudian dengan datar menyimpan lagi bukunya kedalam loker. Hal itu membuat komplotan Jerry merasa gatal dan terhina.
Mereka memukulinya ramai ramai dan menelanjanginya di kamar mandi, kemudian memfotonya dan mengupload ke situs situs. Mereka menggunting baju seragamnya, menjadi semacam baju tak berlengan kasual. Lagi lagi--anak itu hanya diam. Finno akan merapikan rambut coklatnya, kemudian beranjak pergi sambil memakai seragam robek itu. Hal terjauh yang pernah ia tunjukkan hanya menatap panjang para pembullynya.
Ia akan datang ke kepala sekolah untuk minta baju seragam baru.
"Ini nak, tapi kenapa bajumu bisa begitu?"
"Jerry." Ujarnya dingin kemudian melangkah gontai.
Ibu berkacamata itu segera mengerti, Finno dibully. Kepala sekolah mengasihaninya, tapi juga tak dapat berbuat apa apa.
Pembullyan itu berlangsung 3 tahun. Saat hari terakhir kelulusan, Jerry memutuskan untuk melakukannya--upaya terakhir. Jerry, Grey dan Hansen mengepungnya dan membawanya ke gang buntu yang penuh graffiti. Hansen dan Grey mencekal kedua tangannya. Jerry yang ceking tersenyum picik sembari memutar mutar gunting di jari telunjuknya.
"You know, Finno. Aku tak pernah bertemu orang sebandel dirimu. Semua korbanku, semuanya pindah sekolah setelah dibully olehku. Tapi bajingan ini ternyata tidak. Aku benar benar terkesima atas kemampuanmu, anak babi."
Finno terus memandangnya, bibirnya membeku.
"Sekarang, ucapkan selamat tinggal dengan jari jari jelekmu, HAHAHAHAHA!"
Jerry menggerakkan gunting itu menuju jari kelingkingnya kanannya, tanpa ragu ia menekan besi itu masuk kedalam daging anak malang tersebut. Semakin dalam dan dalam. Ketiganya berteriak kesetanan. Tapi Finno--ia meringis menahan sakit, giginya gemeratak menciptakan suara, "tak, tak, tak".
Rasa sakitnya berdenyut menusuk sampai saraf saraf terdalamnya, ia berusaha berontak tapi kedua anak gemuk itu mencengkram tangannya tanpa henti.
Kemudian ia merasakannya, jari kelingkingnya, hilang. Jari berbalut merah itu jatuh ketanah. Segera dihentak hentakkan oleh Jerry. Ia menginjaknya sekuat tenaga. Jarinya remuk bagai terlindas truk beton. Sementara darah mengucuri pergelangan tangannya, tangannya bergetar dengan bengis. Kesakitan yang tak terperi.
Ketiga pembully itu tertawa sinting, sampai liur menjijikan mereka meluncur. Jerry mengelap tangannya yang tercucur darah dimuka Finno.
"Ahahahah!"
"Yaampun goblok sekali!"
Namun, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Sebuah ekspresi.
Pertama kali dalam hidupnya, akhirnya Finno menaikkan bibirnya. Finno tersenyum pada pembullynya.
Ralat, menyeringai.
Mereka terhenyak, terlalu aneh mellihat Finno tersenyum dengan lebar, setelah sekian lama selalu berwajah datar. Darah di wajahnya membuat hawa dan sorotnya Finno terasa jauh beda. Entah mengapa, mereka merasa bulu kuduk mereka menegang. Jerry menjatuhkan guntingnya dan menjauh dari anak itu.
Finno seharusnya tak tersenyum.
Auranya terasa beda. Seolah olah itu bukan orang yang sama lagi. Tatapan dengan senyum mengerikan, yang mengeluarkan hawa menyeramkan dan intimidasi. Matanya penuh dengan kegelapan. Penuh ekspresi, seharusnya geng itu senang, tapi tidak. Mereka tak pernah setakut itu terhadap korbannya sendiri.
Ia memegang bahu Jerry. Tangannya berubah seperti es antartika.
Itulah hari terakhir mereka.
Finno membunuh mereka semua dengan tetap tersenyum. Ia mencabik cabik punggung Jerry dengan membabi buta, hingga layaknya sebuah permukaan kayu yang berkerut jelek, kemudian menusuk lehernya hingga darahnya meluncur seperti air mancur darah, bahkan mengotori mata Finno tapi ia segera mengusapnya.
Kemudian ia menangkap kaki Hansen yang sempat ingin melarikan diri, ia robek kulit tangannya dengan cepat, menindihnya, lalu tersenyum lebar sebelum menancapkan gunting itu di kedua matanya. Kemudian ia menggali dada Hansen yang menggelepar, ia robek dadanya, didalamnya terdapat alat pernafasan yang berdenyut denyut seperti daging merah muda hidup. Ah, jantung. Pikirnya.
Ia menekan benda licin itu, Hansen sebentar lagi akan pergi ke nereka. Kemudian Grey menyerangnya dari belakang, ia menghantam kepala Finno kedinding, menghentak hentakkannya berulang kali sampai dinding kotor itu retak bercetak darah, berbau amis campur got.
Grey berteriak dan menjambak rambut coklat Finno, mengarahkannya ketanah. Tapi kemudian Finno berguling dan menendang kaki kirinya, Grey kehilangan keseimbangan, mereka berguling sambil meninju satu sama lain, tapi Finno berhasil menangkis pukulannya, kemudian menggigiti kulit muka Grey, robek seketika, memamerkan saraf ungu yang berdenyut denyut dan daging merah hangat, Grey melolong histeris memegangi mukanya. Darahnya merangkak dan menetes di baju Finno. Finno kembali bangkit, dicabutnya gunting penuh darah yang tadi menancap dileher Jerry kemudian ia tusuk ke kepala Grey yang cepak, berkali kali. Sampai Grey berhenti meronta ronta, tulang kepalanya remuk redam, sesaat kemudian cairan merah kental menggenang dari kepala Grey. Gang itu lebih mirip tempat pembantaian sekarang.
Finno berdiri tersandar di tembok yang penuh darah. Jantunganya melompat dengan liar. Ia bisa merasakan darah hangat berjalan ditubuhnya. Ia menyadari ada sensasi aneh saat melakukannya. Finno tersengal sengal, ia tetap kesakitan terlebih di bekas guntingan tadi. Tapi ia tetap pulang dengan pakaian berbalut cairan merah hangat. Untungnya karena rumahnya dekat jadi tak ada yang menangkap basah ia berjalan dengan penuh darah.
Pembunuhan anak wakil walikota itu masuk berita. Semuanya heboh. Kemudian terungkap, dalangnya adalah Finno. Tapi anak itu, seperti biasa masa bodoh. Ia mematikan TV dan memilih bermain Gamewatch.
Wakil walikota itu menghukum mati kedua orang tuanya. Ia menculik mereka. Karena Finno masih dibawah umur. 15 tahun.
Finno menyaksikan eksekusi itu berlangsung di TV. Orang orang mengerubungi tempat itu. Ia tak perduli soal ayahnya. Anak itu biasa saja saat ayahnya yang telah tak bernyawa diturunkan dari gantungan. Ia memang membencinya. Ia hanya khawatir tentang ibunya. Saat ibunya digantung di tali, urat Finno menegang. Ibunya menangis. Kemudian dari tayangan itu, ibunya melakukan hal tak terduga sebelum menelusupkan tali itu dilehernya. Ia berucap.
"Finno, maaf ibu tak pernah menjadi ibu yang sesungguhnya bagimu. Ibu terlalu mementingkan narkoba. Selamanya ibu akan tetap mencintaimu. Maafkan ibu."
Mata Finno melotot menatap satu satunya orang yang dicintainya sekarat didepannya. Rahangnya mengeras dan darahnya menggelegak. Detik detik itu terasa cepat.
Ibunya mati.
Finno membeku. Ia tak punya hal untuk dicintai lagi.
Ia memegang dadanya yang terbalut perban yang sudah menghitam. Berdenyut denyut. Ia termenung menatap ibunya tengah diturunkan dari tiang gantungan itu. Matanya yang telah terpejam selamanya.
Cinta itu tak ada. Tak ada lagi cinta untuknya.
Ia melangkah ke lemarinya, berusaha menggapai bajunya yang berantakan. Ia mengenakan kostum halloweennya yang setahun lalu ibunya belikan untuknya. Kostum badut yang menyeramkan. Kemudian ia menyambar pisau didapur.
Finno menatap sekujur bayangannya di cermin, ia benar benar terlihat pas. Kostum itu membuatnya beda. Kemudian ia mengukir dengan tangannya yang diberi darah dicermin. Sebuah emo.
;(
Ia melangkah pergi dari rumahnya. Menghilang dari bayang bayang hari. Mencari mangsa pembully lain.
-
[ To be continued ]

Video Pembawa Malapetaka

ini jadi pelajaran agar jangan suka mencuri, salah2 nasibmu akan jadi seperti tokoh di bawah ini. cara penyampaian atau story tellingnya sih yang diksinya tuh ngangkat banget. aku yakin endingnya kerenlah meski gantung tapi kita dah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya hehe. respek de ama story telling n endingnya itu loh. meski orang bilang ga serem tapi seremnya ya story telling n end nya itu yang antimainstream. kan cp tu horor antimainstream. cek it ot aja langsung ya di bawah ne. sumber kopas klik gambar tuk baca koment2nya hehe...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/732519150163525/?type=3


IMAGE .001 by reddit user dastard82
Translate : Manon

Aku melihat laptop tergeletak tanpa pengawasan di atas meja cafe. Aku tak menginginkannya secara pribadi, namun aku tahu kalau benda itu cukup berharga. Dengan waspada ku lihat sekeliling, tampaknya aman. Ketika tak ada seorangpun yang melihat atau memperhatikan, aku segera beranjak dari tempat duduk kemudian berjalan menuju meja di mana si laptop berada. Ku ambil laptop itu beserta chargernya lalu melenggang pergi dengan santai seolah sedang membawa barang-barang milikku sendiri. Aku tak percaya, begitu mudahnya. Yang harus kulakukan selanjutnya adalah me-refresh hard drive sekaligus semua data yang tersimpan dalam laptop, kemudian aku bisa menjualnya.
Sesampainya di rumah, aku menemukan bahwa si idiot pemilik laptop ini tidak memasang pasword pelindung, tolol sekali. Aku membuka desktop dan masuk ke folder dokumen. Di sana banyak tersimpan gambar serta file-file video; penasaran, aku pun memeriksanya. Pada mulanya itu hanya gambar-gambar hewan, ruangan terbuka, dan pemandangan. Akupun menghapusnya, lalu beralih ke file selanjutnya. Gambar pertama adalah gambar seorang pria tanpa busana di dalam basement. Namun gambar selanjutnya menunjukan ekspresi ketakutan sesosok perempuan dan laki-laki yang tengah di pancang dan di siksa. Apa-apaan ini? Ini bukanlah gambar-gambar sadis biasa, ini memperlihatkan manusia yang tengah dipaksa untuk memakan satu sama lain, mutilasi, serta penyiksaan. Muntahlah aku dibuatnya.
Aku tak mau tahu bagaimana video-video itu bisa ada, yang aku tahu entah harus menghapusnya, atau melaporkannya pada pihak berwajib? Masa bodoh, hal ini terlalu mengerikan untuk di tutupi, aku harus memberitahu seseorang. Sembari tengah kelabakan mencari ponsel, ku dengar pintu depan rumahku di ketuk. Aneh, siapa sih yang datang malam-malam begini. Tapi kemudian, saat aku menoleh ke layar laptop kulihat sederet tulisan kecil pada pojok paling bawah yang bunyinya, " Pelacak GPS diaktifkan..."

Kau adalah Apa yang Kamu Makan

ini cerita fave ku hehe n jadi inspirasi novel hororku si. sumber kopas klik gambar ya agar bisa baca koment2nya. sebenarnya si ceritanya klasik aja si soal kanibal hanya aja endingnya tu ngetwist n cara penyampaiannya yang tersirat. hm respek de ama ne cp, silakan cek langsung bagaimana pemikiran seorang yang sangat serius pada kalimat kiasan atau lebih tepatnya bisa dibilang salah paham, haha. dijamin yang ini beda tastenya. apa kau salah satu orang yang seperti itu? kalo aku bilang hapus aku, apa kau akan unfriend aku padahal itu hanya kiasan semata? cobalah!


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/731114150304025/?type=3


TOO LITERALLY
Credited to : potbellypenny

Translate : Manon

Aku menganggap semua hal terlalu serius.
Seumur hidupku, aku selalu serius. Orang kadang mengatakan suatu hal sebagai guyonan atau semacam istilah untuk mengarahkan laju pembicaraan mereka, namun aku akan menanggapinya secara serius.
Aku tinggal di sebuah kota kecil di Inggris, kau tahu. Kota kecil dimana semua orang sudah saling mengenal dan kejahatan terheboh pada tahun itu hanyalah tentang pencurian tanaman bunga pettunia milik Ny. Lancaster. Meski kota tempat tinggalku kecil, semua orang disana memanggilku dengan julukan yang sama; Penny Potbelly (Penny si perutgentong). Julukan yang bodoh, tapi begitulah mereka memandangku, dan aku tak menyalahkan mereka. Karena aku memang seorang gadis ber-perut buncit, ber-pinggang lebar, dan berwajah tembem yang mana selalu dibilang manis oleh ibuku, yah terserah deh. Intinya adalah aku kegemukan. Aku tak suka dengan keaadan ini, tapi aku terlalu malas untuk berubah. Selayaknya remaja gemuk lainnya, aku juga mengalami kejatuhan mental setiap kali kulihat diriku di cermin, namun aku kira semua gadis pun melalui proses yang sama dalam rangka menuju tingkat kedewasaan. Aku memiliki seorang sahabat, dan ia sungguh berbanding terbalik denganku; dia kurus, cantik serta anggun. Setiap cowok bahkan semua orang di kota terpesona olehnya. Mereka sungguh penasaran, bagaimana ia bisa berteman baik denganku, jujur aku sendiri juga tak tahu, mungkin karena kami sudah bersama sejak masih memakai popok, dan aku senang karena kami tak terpisahkan. Sahabatku ini bernama May.
May dan aku tengah makan siang bersama di sebuah cafe kecil, yang mana sudah menjadi kebiasaan rutin kami. Seorang pelayan cowok bernama Steve datang menghampiri meja kami, dulu saat aku masih berusia 9 tahun, aku sering memperhatikannya di sekolah.
“Mau pesan apa Nona-nona?” tanya Steve, tanpa melihatku, tapi menatap lapar pada May seolah May adalah sepotong daging.
“Aku pesan cheesecake blueberry dengan sedikit kudapan kentang goreng saja, terimakasih." Jawab May, sembari menoleh padaku, dan mengisyaratkanku untuk gantian memesan.
Begini, meskipun aku sangat gemuk dan akan melakukan apapun untuk merubahnya, aku tak pernah bisa mengontrol kebiasaan makanku. Jika ingin makan, maka demi Tuhan aku akan makan.
“Double patty beef burger, kentang goreng ukuran besar, satu porsi steak, red velvet cupcake, dan segelas besar cola, terimakasih. " pesanku, malu-malu, sadar sesadar-sadarnya bahwa si pelayan pasti tengah memcemoohku dalam hatinya.
“Apa semua menu ini untuk dibagi berdua?" "Ah, iya." Jawab May kikuk, tahu bahwa aku akan malu jika ia menjawab sebaliknya.
"Kau ingin steak-mu di masak matang atau setengah matang?" Tanya Steve, memandang ke arahku.
"Matang, terimakasih."
"Baiklah, pesanan kalian akan segera tiba." Kata Steve sembari melenggang pergi.
Setelah si pelayan pergi, May menatapku dengan raut kecewa di wajahnya.
"Kenapa?" Celotehku, sambil menunduk ke bawah, bersiap mendengar sesuatu yang sudah tak asing lagi di telinga.
“Penny, kau tahu kan kalau kau itu cantik bagiku, tapi kau harus berusaha mengontrol kebiasaan makanmu! Terlalu banyak makan itu tidak sehat."
“Aku tidak takut gemuk kok." Jawabku berbohong, sembari May memandangku penuh simpati.
“Benarkah? Terus kenapa dua minggu yang lalu kau tiba-tiba mendobrak pintu rumahku saat aku tengah ganti baju?"
Aku masih membisu ketika pelayan datang membawa pesanan kami. Ia meletakan makanan-makanan itu diatas meja, dan aku langsung menyambar burgerku, lalu mulai menyantapnya dengan lahap, tak sabar untuk segera mengisi perutku yang keroncongan. May hanya mendesah sambil menggelengkan kepala.
“Dirimu adalah apa yang kau makan." Celetuk May, sambil menggigit sepotong kentang goreng.
Itu adalah percakapan terakhirku dengan May untuk beberapa waktu sesudahnya. Setelah hari itu, aku jarang berbicara dengan May dan kami bahkan tak lagi bertegur sapa, seolah ada aura ketegangan yang tiba-tiba muncul diantara kami. Dia pikir dia itu siapa? Menghina makananku, padahal dia sendiri juga memakan makanan yang sama buruknya! Menurutku itu aneh.
Namun aku segera merasa sangat bersalah ketika mengetahui bahwa May menghilang dua minggu kemudian.
Aku termenung, merasakan penyesalan karena tidak menghabiskan waktu lebih banyak dengannya. Hilangnya May menjadi buah bibir masyarakat kota selama berbulan-bulan, namun setelah sekian lama dilakukan pencarian dan karena kurangnya tenaga polisi yang memadai di kota kami, akhirnya kasus May di tutup dengan kesimpulan bahwa May telah kabur dari rumah atas dasar kenakalan remaja. Para polisi sudah berulang kali mendatangi rumahku untuk mengajukan beberapa pertanyaan, semacam, 'Kapan terakhir kali kau bertemu May? Apakah May pernah berniat untuk kabur? Apakah May sedang berhubungan dengan seseorang?' Aku rasa aku telah mengecewakan mereka ketika aku berkata bahwa aku sudah tak pernah melihat May lagi sejak beberapa minggu sebelum ia menghilang.
Dengan hilangnya gadis tercantik di kota, akhirnya aku memutuskan bahwa inilah saatnya untukku ambil peran. Aku akan menjadi 'Gadis Idaman' baru. Aku mulai melakukan hal-hal gila untuk mendapatkan bentuk tubuh yang langsing, namun tampaknya sia-sia. Setelah berminggu-minggu mencoba dan masih tak ada perbedaan, aku memutuskan untuk menyerah jika percobaan terakhirku gagal, dan menerima julukanku yang tak terelakkan sebagai potbelly Penny dalam masyarakat. Aku masuk ke dalam apartemenku lalu membuka pintu kulkas, mengeluarkan kotak tupperware plastik terakhir. Kotak plastik yang bertuliskan, "siku".
May selalu tampak sangat cantik.
Ia selalu terlihat anggun.
Tapi dia salah.
Dirimu bukanlah apa yang kau makan.

Sumur PHP

bener2 menggelitik! ceritanya sangat singkat tapi tak terduga alias mengandung kadar twist ending yang cukup besar. cek itu ot! sumber kopas klik gambarnya ini agar bisa baca koment2 seru, hehe...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/728598843888889/?type=3


WISHING WELL by reddit user caughtoffside

Awalnya aku cuma iseng melemparkan sekeping koin ke dalam sebuah sumur tua ketika perjalanan pulang dan berharap mendapat uang jutaan dolar. Namun aku segera merasa seperti orang dungu setelah kulihat kantong besar penuh uang yang tiba-tiba saja muncul di dekat kakiku.
Akupun kembali merogoh saku dan kulemparkan lagi sekeping koin : "Aku ingin seorang wanita cantik untukku sendiri." Beberapa saat kemudian, sesosok perempuan nan cantik jelita telah berdiri di sampingku. Waow.
"Jadikan aku orang terkenal di dunia!" Aku berseru, sembari koin terakhirku terlontar jatuh ke dasar sumur. Esok paginya, Aku terbangun dan mendapati wajahku terpampang lebar di halaman depan sebuah koran yang bertajuk :
"Pria bersenjata menghabisi 30 orang saat merampok City Bank, lalu kabur dengan membawa sandera..."

Source : Read if you dare

Eksperimen Kepala Terpenggal

hay, jumpa lagi nih! dah lama gak posting cp ya. link copasnya klik gambar aja biar bisa baca koment2 serunya. menurutku sih cp yang satu ini greget banget. baca aja dari awal ampe akhir tu dijamin penasaran banget tuk diterusin. lagipula ide ceritanya juga gila banget. apa ada yang kepikiran untuk melakukan ini? seperti apa yang rasanya kepenggal itu? penasaran? hm, hanya orang gila aja yang mau tiru, haha. langsung aja de ga mau lama2 lagi, cek it ot...


https://www.facebook.com/CreepypastaIndonesia/photos/a.516337445115031.1073741828.516111181804324/924510550964383/?type=3


Four Minutes
Author : Gregslap [ reddit.com ]
( Dengan sedikit perubahan )

Ricky punya obsesi yang benar benar ganjil. Obsesi terbarunya benar benar gila, aku bahkan tak bisa menyingkirkan pikiran itu dari benakku. Efek aneh pasca kepala terpotong dari tubuh: setelah terpisah, kepala bisa mendengar, melihat, membuat mimik muka dan berkomunikasi.
Ya, kau membacanya dengan benar. Orang orang yang kepalanya dipenggal bisa melihat dan mendengarkanmu. Ricky menjadi terlalu maniak akan hal itu, ia melakukan penelitian, kebanyakan meneliti tentang tikus, dimana saat kepala tikus itu terpisah dari tubuhnya, binatang menjijikan itu masih sadar selama 4 menit atau kurang.
Ricky anak baru diinstitut sekolah kami, dan dia dibully karena ia terlihat aneh. Penyebabnya adalah mata julingnya, dan kulit, rambut dan matanya juga mempunyai bercak kuning. Dalam fisik seperti itu, tentu saja ia dibully. Ricky tidak sibuk memikirkan mereka. Cara balas dendamnya sungguh unik dan 'wow'. Ia tak mengatai ngatai, atau adu tinju dengan mereka. Apa yang ia lakukan hanya melukis sebuah gambar sadis yang seram. Mahakarya seni yang meramalkan hari terakhir para pembullynya, atau rahasia tergelap mereka yang tak seorangpun tahu.
Yang sebenarnya tidak perlu aku tulis, sampai sekarang, kalau saja Ricky belum meninggal. Kematian yang paling menyedihkan dan mendebarkan dalam 4 menit jalan hidupku.
Segalanya bermula pada tempo aku menghampiri rumah Ricky yang mirip peternakan. Tak pernah setitikpun terpikirkan olehku ini adalah hari terakhir dalam hidupnya, ataupun hari terakhir kami bersama. Saat ia membawaku ke garasi dan menunjukkan alat pisau guillotine yang ia buat sendiri--yang benar benar bagus, aku tahu, ia akan melakukannya.
"Kau takkan melakukannya, ok?" Ia melanjutkan,"Pisaunya akan jatuh dan membelah saat ku tarik tuasnya," Ia lalu menariknya, dan pisau diagonal besar yang berat itu jatuh kebawah dan menciptakan hempasan angin, hawa dingin yang tidak enak naik ke sekujur kakiku, membuatku bergidik ngeri. "Bung, yang kau harus lakukan hanya duduk dan menontonku."
"Sialan, aku takkan melakukannya." Aku berbalik untuk pergi dari kegilaan ini. Ketika aku sudah meraih gagang pintu ke dapur, ia mengatakan sesuatu dalam intonasi yang putus asa, yang membuatku mematung.
"Aku tak mau mati sendiri. Kau satu satunya orang yang kupunya." Tapi ia benar. Ayah dan ibunya meninggal saat ia kuliah, ia tak punya saudara. Dan anjing kesayangannya, Rukus, mati bulan lalu, yang berarti, hanya akulah teman satu satunya.
"Kau boleh duduk di sebelah sana dan tunggu sebentar... jadi aku tidak sendiri, lalu kau boleh pergi, maka tak seorangpun akan tahu." Aku berbalik kemudian duduk dan menatap kedalam matanya, mata yang menyimpan terlalu banyak kepahitan."Lalu apa, Rick?"
"Caranya gampang, satu kedipan berarti ya, dua kedipan berarti tidak. Dan kalau aku membuka mulutku berarti rasanya mengagumkan. Kalau rasanya buruk, aku takkan memberitahumu, cukup aku saja yang tahu."
Aku benar benar kehabisan kata kata, dan aku dipenuhi pikiran bahwa aku akan segera kehilangan sobatku hari ini. Tubuhku berguncang dengan hebat, yang bahkan belum pernah kurasakan sebelumnya. Kemudian aku menatap Ricky dan melihatnya sedang mengembangkan senyum, ia bahagia.
"Tanyakan aku pertanyaan 'ya atau tidak', bicaralah padaku, tanyakan apa saja. Ini kesempatan yang benar benar jarang. Ini sesuatu yang harus kuketahui. Dalam semua eksperimen yang telah kulakukan, paling tidak aku punya waktu 4 menit setelah kepalaku terpisah, jadi tanyakan padaku apakah terasa sakit, atau apakah aku melihat cahaya putih, atau malaikat atau apa aku tahu rahasia kehidupan dan semesta."
"Oh Ricky, pemenggalan? Bung, ini benar benar sudah terlalu jauh." Ricky menunduk dan mengangguk, kemudian ia menengadah kepadaku, kali ini ada sungai bening yang berlabuh di mata kuningnya yang aneh dan aku tahu, aku tak sanggup menolak permintaannya, tak peduli betapa tak warasnya itu.
"Aku ingin melakukannya sebelum penyakitku kambuh lagi. Penyakit sialan itu, akan membuatku kesakitan dan menderita. Aku benar benar ingin memenangkan penyakit ini, dengan mencurangi kematian."
Kami duduk beberapa jangka waktu di garasi yang aneh itu sebelum Ricky akan pergi selamanya. Ia telah merencanakan dan mempersiapkan segalanya, kepalanya akan mendarat di tempat tidur Rukus--anjingnya yang merupakan teman lain yang ia miliki selain aku.
Ricky melemaskan kepalanya di atas pisau guillotine, menghadap ke kiri, seperti berbaring ke kiri di kasur. Aku duduk menghadapnya dilantai dan kita akan melakukan percobaan ini.
"Kau tidak tahu, kau membuat hidupku yang hancur lebih berwarna. Aku tak pernah memberitahumu. Itu menggangguku dan aku tak jago dalam hal emosi dan perasaan, tapi bertemu denganmu di perguruan tinggi membuat semua masalah ku lebih ringan."
Mataku benar benar penuh oleh bendungan air bening dan rasanya langit hampir saja akan runtuh, aku tak bisa menjawab Rick. Semua yang kutahu hanyalah aku menyayanginya tetapi aku tak pernah bisa memberitahunya.
Kemudian Ricky berlutut didepan pisau berat itu, berbaring dan membalikkan kepalanya. Ia melayangkan kepalanya dengan lembut di atas alat buatannya sendiri. Kemudian, sebelum aku mengerjapkan mataku, pisau sialan itu luruh kebawah saat Ricky berkata,"Terima k--"
Tapi pernafasan Ricky terpotong dan kalimat terakhirnya terinterupsi. Dalam sepersekian detik yang ganjil, kepala temanku mendarat di tempat tidur Rukus dan matanya menatap tajam kearahku. Bukan tatapan orang mati, belum. Ya, tatapan mata kuningnya yang masih hidup.
Kucoba mengabaikan lehernya, tapi aku menyaksikan darah merah dari potongan lehernya meluncur deras, dan juga bagian putih dari tulang belakangnya. Tanganku bergetar tak terkendali saat kupaksakan diriku menatap kedalam matanya.
"Ricky, kau bisa mendengarku?" Satu kedipan yang cepat, artinya ya.
Oh Tuhan, ini tak mungkin nyata.
"Apa rasanya menyakitkan, apa kau merasakan sakit?" Seruku. Ia mengerjap dua kali untuk tidak.
"Bisakah kau melihatku?"
Satu kedipan.
"Apa kau melihat malaikat? Atau sejenisnya?"
Dua kedipan.
"Apa rasanya aneh?" Lagi lagi ia mengerjap dua kali yang berarti tidak. Ia kemudian tertegun dan kemudian membuka mulutnya, memamerkan barisan giginya, meskipun ekspresinya lebih menyerupai pantomim yang meringis kesakitan, aku tahu itu berarti terasa keren dan mengagumkan, bukan sesuatu yang seharusnya ditakuti.
"Jadi, kau tidak takut?" Dua kerjapan mata, dan kemudian ia membuka mulutnya. Aku merasa lebih lega.
Tiba tiba, aku merasa kehabisan pertanyaan, walau kami masih berkomunikasi. Ricky mengunci tatapannya dalam mataku, dan aku merasa nyaman dan tenang--meskipun aku tahu itu tidak masuk logika. Kemudian ia memejamkan mata, tiba tiba aku panik, bahwa inilah waktunya, dan ia telah ditepuk oleh Sang Pencipta. Aku perlu menanyakan sesuatu, jadi aku menukas,"Ricky, apa sekarang kau tahu rahasia alam semesta, atau rahasia kehidupan dan semacamnya?"
Matanya membuka lebih lamban kali ini, lalu ia berkedip satu kali. Dan aku bersumpah mulutnya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi itu membuatku panik karena berbicara hampir tidak mungkin tanpa kerja paru paru, jadi aku meluncurkan pertanyaanku lagi, "Apa rasanya buruk? Apa mati itu buruk?"
Lagi lagi matanya membuka lebih lambat dan ia berkedip dua kali untuk tidak.
"Apa ada orang lain didekatmu? Apa mereka orang baik?
Ia mengerjap sekali untuk ya, tapi aku tak tahu cara menanyakan siapakah orang orang itu, kalaupun ia tahu orang orang tersebut.
Aku tak punya pertanyaan lagi, karena pada titik ini, tidak ada pertanyaan yang penting lagi.
Setelah itu, aku dan Ricky mengunci mata dan waktu terasa membeku. Kemudian matanya membesar dan ia melihat kebelakangku, dan aku melihatnya ketakutan. Aku belum pernah melihatnya setakut itu seumur hidupku. Mukanya benar benar menunjukkan kehorroran yang tak bisa dilukiskan, seolah ia telah bertemu dengan sesuatu yang mengerikan dan tak pernah dilihatnya. Ada sesuatu dibelakangku, sesuatu yang ia lihat tetapi tidak bisa kulihat, dan aku tahu, itu bukan sesuatu yang bagus. Dan kemudian Ricky melakukan sesuatu diluar rencana.
Mulutnya bergerak gerak dengan cepat dan berulang ulang, ia melebarkan matanya dan menatapku.
"Ada apa Ricky? Apa yang kau lihat?!" Aku tak mendapat respon darinya karena ia masih berusaha berbicara. Raut mukanya tidak tenang seperti tadi, dan telah berubah menjadi tegang dan shock. Sialnya aku tak tahu apa yang ingin disampaikannya padaku.
Dengan ketakutan dan bulu kudukku yang meroma tiba tiba, aku mendekatkan kepalaku padanya. Ia berusaha mengeja beberapa kata, walau tak ada suara yang keluar, aku bisa menerka dari gerakan mulutnya yang mudah ditebak.
'BERJANJILAH PADAKU'
"Ya, aku janji." Mataku kembali penuh dengan air mata. Hatiku benar benar hancur.
'JANGAN MATI'
Kemudian Ricky menutup mata selamanya.

Selasa, 15 Desember 2015

misteri 5 kartun lucu

hay lagi nih, kemaren tuh aku iseng aja ngegoogle karna doraemon kan belum ada versi creepynya ya udah deh aku dapat sebuah artikel dari gudang ilmu, tuk menuju sumber linknya klik gambar di bawah ini ya? btw aku masi penasaran ama misteri doraemon ini karena masih banyak referensi di google soal ini tapi belum sempat kubuka, ntar ya kapan2 aku share kalo artikelnya bagus. susah nih copasnya, ah! ntar aku cari yang mudah kopasnya n tentu saja aku cantumkan sumber linknya di gambar ya. memang getu ciri khasku cantumin sumber link kopas di gambar, maksudnya sekali menyelam minum air gitu. jadi kalo ada yang bilang aku ga cantumin tuh salah, karena aku selalu warning sumbernya di gambar begitu. takut ada yang marah haha. just share :=(D

http://gudangdariilmu.blogspot.co.id/2015/07/5-kartun-lucu-yang-memiliki-misteri-di.html

Ya pertama, ada sebuah kartun yang berasal dari Jepang yang bernama Doraemon. Apakah kalian tahu film Doraemon ? Film yang sebenarnya karakter utamanya adalah Nobita, bocah yang bodoh dan suka mengandalkan Doraemon. Doraemon adalah sebuah kartun anime populer yang dikarang oleh Fujiko F. Fujio pada tahun 1969. Tetapi, apakah kalian tahu, film Doraemon mempunyai misteri di dalamnya ? Doraemon memiliki misteri dalam episode terakhirnya. Sebenarnya, Doraemon mempunyai 6 episode terakhir. Tetapi, maaf yah saya hanya mengetahui 3 episode terakhir. Nah, dalam ketiga episode itu, saat kita mendengarnya pasti kita akan terharu. Dalam episode terakhir yang pertama adalah Nobita, karakter utama dari film Doraemon sebenarnya adalah anak yang idiot. Sebenarnya, Doraemon tidak pernah ada, itu hanyalah hayalan anak idiot seperti Nobita. Yang kedua adalah Doraemon telah tiada, alias meninggal karena batterainya habis. Dan yang ketiga adalah Tugas Doraemon telah selesai, dan ia harus pergi ke masa depan dan tidak akan kembali lagi ke masa lalu. Jika kita melihat episode terakhir dari ketiga episode itu kita akan menangis dan terharu, tidak seperti biasanya kita melihat film Doraemon, kita akan tertawa karena melihat kelucuan-kelucuan Nobita.

Yang kedua adalah film yang berasal dari Jepang, Shinchan. Shinchan adalah sebuah anime dari Jepang yang dirilis pada tahun 1990 dan dikarang oleh Yoshito Usui. Sebenarnya, nama asli Shinchan adalah Shinnosuke Nohara, tetapi karena Shinchan suka bermain crayon, Shinchan dipanggil ibunya dengan panggilan Crayon Shinchan. Tetapi, apakah kalian tahu serial film Shinchan yang lucu ini memiliki sebuah misteri ? Shinchan yang suka bercanda dan menirukan gaya orang dewasa ini katanya telah tiada. Katanya, Shinchan hanyalah hayalah dari ibunya saja. Shinchan telah tewas karena sebuah kecelakaan, dia tertabrak oleh mobil. Karena ibunya terlalu sayang kepada Shinchan, ia menjadi mengingat masa-masa Shinchan saat dia masih hidup. Kasihan yah ibunya.

 Yang ketiga adalah Spongebob. Spongebob adalah sebuah serial kartun yang dibuat oleh nickelodeon, dan dalam serial Spongebob, karakter utamanya adalah Spongebob, si sepon yang tinggal di dalam laut. Spongebob adalah karakter yang ceria, meskipun dia bodoh, dia tetaplah bahagia setiap harinya. Dia memiliki seorang teman yang bernama Patrick. Spongebob memiliki hobi memancing ubur-ubur, dan dia bekerja sebagai koki di sebuah restoran bawah laut yang bernama Krusty Krab. Tetapi, film Spongebob juga sebenarnya memiliki sebuah misteri. Apakah kalian tahu Spongebob episode Red Mist ? Spongebob episode Red Mist adalah sebuah episode yang menyeramkan. Dalam episode Red Mist, mula-mula seperti biasa Squidward sedang bermain klarinet. Tetapi, Spongebob dan Patrick sedang bermain di halaman Squidward, dan Squidwardpun terganggu oleh mereka berdua. Tetapi, Squidward memarahi mereka, dan akhirnya merekapun berhenti untuk berisik. Tetapi, ada seseorang yang menekan bel rumah Squidward. Lalu, dia berkata bahwa dia adalah seorang salesman. Tetapi, Squidward langsung menutup pintunya tanpa berkata apapun. Tetapi, orang itu menekan bel pintu lagi. Saat Squidward membuka pintu, mata dari orang itu menjadi memerah, dan dia berkata Red Mist akan datang. Squidward lalu terlihat ketakutan, tetapi dia melanjutkan untuk bermain klarinet. Saat di sebuah konser, Squidward bermain klarinet dengan sangat buruk. Lalu, mata semua orang itu mulai memerah. Merekapun lalu meninggalkan konser, dan Squidward lalu pulang kerumahnya dengan rasa sedih. Disana layar mulai bergoyang, dan Squidward lalu menangis. Air matanyapun berubah menjadi darah dan Squidward menembakkan pistol ke arah kepalanya, dan Squidwardpun mati bunuh diri. Itulah dia misteri dari episode Red Mist.
 
Yang keempat adalah sebuah serial kartun yang bernama Mickey Mouse. Seorang tikus yang selalu bahagia itu memang suka membuat kita tertawa karena dia selalu beruntung. Dibuat oleh Disney Land, Mickey Mouse menjadi film yang sudah sangat terkenal di kalangan dunia. Tetapi, Mickey Mouse memiliki sebuah misteri yang sangat menyeramkan. Apakah kalian tahu lost episode atau episode yang hilang dari Mickey Mouse ? Episode yang hilang ini berjudul Suicides Mouse. Dalam episode ini, tidak seperti biasanya. Mickey Mouse yang terlihat ceria, disini Mickey Mouse terlihat seperti yang marah. Di episode ini tidak terlihat menyeramkan, hanya Mickey Mouse yang berjalan melewati gedung-gedung. Lalu, layar mulai bergoyang-goyang. Tetapi, entah kenapa jika melihat dengan serius dan teliti, maka episode ini akan terlihat sangat menyeramkan. Saat kalian melihat episode ini mungkin kalian akan merasa mual-mual, dan kalian akan merasa pusing.
 
Dan yang terakhir, dan sekaligus yang paling menyeramkan adalah hello kitty. Apakah kalian tahu sebuah boneka hello kitty yang lucu ? Selain menjadi boneka, hello kitty juga adalah sebuah serial kartun. Tetapi, apakah kalian tahu, hello kitty yang lucu ini memiliki sebuah misteri ? Memang, kenapa namanya harus hello kitty ? Kenapa bukan hanya kitty saja. Katanya, itu karena seorang ibu yang memiliki seorang anak yang memiliki penyakit kanker bibir. Si ibu itu terus-menerus mencoba untuk menyembuhkan anaknya, tetapi anaknya tidak juga sembuh-sembuh. Lalu, si ibu mencoba untuk mengelilingi seluruh gereja untuk berdoa semoga anaknya cepat sembuh. Tetapi, anaknya tidak juga sembuh. Lalu, si ibu membuat perjanjian dengan seorang setan. Anaknya akan sembuh, tetapi ibunya harus menyebarkan setan itu. Ibu itu menerimanya. Anaknyapun telah sembuh, dan si ibu membuat sebuah boneka yang mirip seperti setan. Boneka itu bernama hello kitty. kata O diartikan dari, hell adalah neraka, dan kitty adalah setan. Itu artinya, kata dari hello kitty adalah setan dari neraka. Hello kitty tidak memiliki bibir juga karena anak dari seorang ibu itu memiliki penyakit kanker bibir, itulah kenapa hello kitty tidak menggunakan bibir. Seram juga yah, hello kitty itu.

http://animanga-oushiza.blogspot.co.id/2015/10/penyakit-kutukan-di-balik-angka.html