Kamis, 12 Mei 2016
KADO APRIL - 0
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:50 PM 0 komentar
Label: diary
Selasa, 30 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 7
Oleh karena itulah isi status fb-ku soal blog terus, beginilah kalau terbiasa isi blog harian. Ngarep bisa kasih makan lagi, hiks.
Btw hari ini kan duet, untung deh. Jadi aku nggak ikutan, besok aja lagi hari yang kutunggu-tunggu di panggung horror hehe. Jangan lewatkan, lihat saja aksi panggungku!!! Dor…
Ada pengumuman lomba humor kemarin tuh, asik ya dapat buku hehe. artinya kurang saingan dong nanti, kan dia juga ikutan tapi malah dapat di makam. Asik, ya. Tapi penjaga makam yang umumin negur: meski pun menang, tapi eyd-nya masih berantakan, masih harus diperbaiki dan banyak belajar. Tapi karena keputusan juri ya apa boleh buat. Tapi lucu kok lumayan bikin ketawa terpingkal-pingkal. Silahkan inbox alamatnya…
Oh ya? Meskipun menang sih, aku penasaran baca humornya kayak apa. Apa benar lucu, ya? Tapi tulisannya dah tenggelam tuh yang pastinya malaslah aku cari menggali lagi pake ipad ini. Ya udah, biarin aja, nggak terlalu penasaran juga hihi. Lebih penasaran sama karyanya…
Si pemenang protes sambil manyun: ih, Kakak. Kayak nggak ikhlas aja deh!
Hihi, aku cekikikan di belakang mereka. Sebenarnya sih itu hal yang memalukan untuk diumbar apalagi kan itu pemenangnya. Lalu si penjaga makam itu kelabakan, dia nggak bermaksud menyinggung. Berusaha menyenangkan anak itu. Hehe, tapi kalau memang perlu kritikan ucapin ajalah daripada dia salah mulu. Btw penjaga makam yang satu ini berhati lemah lembut bak bidadari, alias berhati bidadari lah, jadi sepedas apa pun kritikannya tuh dibarengi sama hal positif yang menyenangkan hati. Jadi enak aja ya kalau dikritikin orang seperti ini, pasti sejuk di hati selalu. Sebut saja dia Casper, karena kebaikan hatinya. Si Casper, penjaga makam paling baik hati di sini! Juga tak lupa, cerdas eyd, hm (btw semua penjaga makam di sini pasti nggak asal dipilih tuh, semuanya cerdas-cerdas apalagi soal eyd dan kepemahaman penulis). Contohnya si Pandora (hm, akui saja deh dia paling top cerdasnya soal eyd di sini. Tapi ssssttt)…
Beda dengan si Casper, nggak kayak Pandora tuh, kalau pedas, pedas aja terus kayak kereta api nabrak sana-sini hilang kemudi. Hm, kalau yang ini iyakan saja deh dengan anggukkan kencang alami…
Lain lagi nih ama si Kaka Kantoran, postingannya selalu sehari setelah dedlen. Tuk kesekian kalinya lah. Dan tuk pertama kalinya dia minta maaf ama Chief dkk karena selalu tabrakan sama yang lainnya. Aneh saja, deh hehe. Chief hanya tersenyum lemah lembut setelah dimentionnya. Lalu datanglah si Pandora gabung!
Bagaimanakah kelanjutannya? Selamatkah si Kaka Kantoran itu?! Tahu sendiri kan Pandora bagaimana (kalau bisa digambarkan dia selalu memikul pedang samurai di belakang punggungnya dan kapan-kapan bisa saja ciaaaaaaat… ih, scary banget kan lihatnya!)?
Kaka: maaf, ya! Habisnya sibuk kantoran, breaknya jam 12 siang belum lagi dedlennya hanya satu hari saja jadinya… (hm, Kaka yang satu ini sangat blak-blakan kayak hujan deras).
Pandora: nggak apa, tapi lain kali besok-besoknya no excuse ya! Kan kasihan sama yang lainnya jadinya tabrakan begitu (oh si Pandora masih memberi ampun dengan kalimat lembut namun tegas, lagian nih sudah berapa kali ya dia posting tabrakan begitu).
Kaka: oh kamu penulisnya Pandora’s Box itu, ya? Yang di buku Boneka Kuntilanak? Wah, keren banget deh! Salut sama cerpennya… (kenapa malah melenceng di situ? Ada maksudnya nih? Hehe…)
Pandora: oh, ada yang baca juga ya? Jadi terhura… (eh, bisa rendah hati juga ya? Tapi apa bener ya sebagus itu? Jadi tambah penasaran, nih! Tapi, aku gak suka kalau baca lompat getu, jadi tunggu antrian ya. Lagian siapa suru juga cerpen lo itu di pertengahan halaman begitu haha!).
Ih, sirik juga deh si Pandora dapat pujian getu, perasaan yang lain kagak deh padahal yang lain juga kan keren banget. Hanya saja jarang banget nongolnya, makanya nggak dikenal habis deh, pujian bakal berlalu ngilang bagai debu karena kuper sama penulis lainnya di buku itu…
Pandora: tapi tetap saja no excuse ya! Kalo gitu lagi, aku bakal hapus (eh kirain orangnya mau dikick, kalau dibaca baik-baik maknanya pasti postingannya yang dihapus, duh seremnya tuh kalo masa hanya beginian orangnya dikick sih. duh, tetep tegas meski dipuji, luar biasa! Hm, jadi kepikiran nih meski bersikap tegas versi selembut mungkin tetap saja nada kekerasan tertangkap di telingaku yang sensi ini). Dedlennya hanya sehari agar melatih kita untuk disiplin dan cepat tanggap menuliskannya sesuai tema meski dalam 24 jam itu (jawaban yang cerdas banget. Jenius! Apalus banget buat lo. Aku saja nggak kepikiran jawaban seperti itu).
Kaka: oke! Siapa takut, Non?! (wah, percaya dirinya kaka ini. Sama sekali tak menunjukkan rasa segan sama si Pandora itu dan berhasil membuatnya diam. Ga lihat tuh pedangnya itu loh dibawa ke mana-mana? Tajam loh, Kak!).
Tapi saja, yang buat aku kurang sreg, dia memperingati si Kaka Kantoran itu berapi-api sejuk, tapi bukankah dia sendiri juga sama waktu hari Senin malah posting di luar tema? Sama aja, kan? Tentu saja lo gak menang, kan? Secara! Langsung tereliminasi pasti gak masalah buat lo…
Tapi setelah dipikir-pikir juga, kan nggak tabrakan sama jadwal yang lain. Hm! Meski bernada keras begitu, aku jadi salut sama si Pandora ini bisa mencicitkan jawaban sejenius itu sedemikian rupa.
Nih ciri-ciri kepemimpinan! Cewe juga bisa, kan? Bahkan bisa memimpin cowo (kayak cheerleaders misalnya). Catet…
Ga kuduga mereka semua serba luar biasa begini! salut, kagum banget sama yang bagus-bagus. Sumpe deh nih program paling bagus di sini karena ramai banget deh jadinya lapak duet mereka. Baru tahu, ya? Hehe! kan nih orangnya gampang terpesona. Temanya lupa tapi menghibur banget!
Aku begitu menikmati mengunjungi dari lapak ke lapak. Kok bisa ya mereka bisa duet sebagus ini karyanya, hehe. jadi malam yang indah neh. Kalah dong aku, aku nggak bisa buat sebagus ini hihi. Tapi nggak apalah, agak minder sedikit nih. Namanya juga mau belajar sama mereka. Tapi jujur, karya mereka yang tidak biasa itu membuatku minder setengah mati hiks. Dan tak hanya itu, memperkaya pengetahuan apa yang gak kuketahui.
Lalu aku pun sadar siapa yang tengah kuhadapi sekarang, mereka bukan ghost sembarangan! Meski pun di program lain masih biasa-biasa saja aksinya tapi di program ini, jangan bilang. Semuanya membuatku terpesona setengah tiang…
Ada yang tulisannya kayak cerita luar negerilah, hm bagus amatlah deh memperkaya wawasanku gini. Hm, kan dah kubilang rugi banget rasanya kalau cepat merasa puas sama tulisan kita yang belum ada apa-apanya (warning tuk diri sendiri!). wajarlah aku minder begini, karena selalu cepat merasa puas dengan karya sendiri. Untung saja si Pandora membuatku masuk ke makam yang berharga ini untuk belajar habis-habisan, termasuk mempelajarinya juga (hehe, kau takkan bisa lolos dariku!)…
Si Pandora nggak ikutan, ya? Sudahlah, abaikan saja dia. Nggak begitu penasaran juga, karena keasikan piknik sana-sini. Aku terus bergentayangan ke lapak lainnya meski nggak berkomentar apa-apa, sekedar silent reader saja. Masih malu sih bicara. Lagi asik, nih hingga pada akhirnya… eh aku ketemu si Pandora di salah satu lapak itu!
Pandora: ceritanya kayak sinetron! (sahutnya ketus namun singkat. Kedua pemilik lapak diam-diam saja. Takut ditebas samurai kali kalau membangkang, ato mungkin jurus-jurus mereka belum selevel Pandora.)
Kutatap Pandora itu. Mule tegang nih akunya. Aku sama sekali tak berpikiran lapak mereka isinya kayak sinetron. Tuh pertanda kaya pengetahuan tuh, hm aku jarang nonton sinetron soalnya…
Tapi aku masih santai-santai saja, meski kuakui kalau aku jadi si pemilik lapak itu, bakal aku balas! Tuh kan, jadi sakit hati begini, padahal yang diketusin bukan aku. Hm, memang sih sekali dijudesin dulunya tuh jadi keterusan gini deh sensinya meski objeknya bukan aku. Kok aku sensi banget ya kalau dia ketus sama orang lain, padahal aku nggak kenal sama orang yang diketusinnya itu? Tapi rasanya pengen ngebela, tanpa mau tahu siapa yang dibela…
Tapi kalau aku balas, aku balas apa ya? No idea! Nggak penting juga ah dibahas. Mereka saja sabar, diam getu. Kok malah aku sih yang sibuk masukin dalam hati?
Lanjut, ah! Sampe larut malam tiba deh. Eh, btw karya duet si Kaka Kantoran itu mana? Katanya mau ikutan. Hehe, jadi mudah diingat karena kehadiran mencoloknya yang selalu posting tabrakan itu.
Duh, dah mule ngantuk nih. Tapi tanggung ah, masih ada beberapa lapak asik yang sayang dilewatkan tuk besok. Mau habisin sekarang. Kalau besok, takutnya tenggelam sama program horror. Jadi baca aja sekarang…
Nih lapak terakhir. Btw aku singgahnya sih tanpa memperhatikan nama-nama si pemilik lapaknya hehe, yang penting isinya doang. Duh! Gak ada nama yang singgah di kepalaku, yang ada hanya ceritanya saja. Wew!
Lapak terakhir ini alurnya lambat banget deh dan judulnya juga kurang hot, padahal pas di saat-saat ngantuk gene tempat ini yang terakhir. Tapi kuusahakan tetap melek meski terkantuk-kantuk. Prolognya rada ngebosenin, tapi luar biasanya kalimat sastranya khas banget! Aku aja dijamin nggak bakal bisa buat kalimat nyastra banget kayak getu. Kalimatnya serba berakrobat, tapi tetap mudah dipahami. Meski rada buat ngantuk sih karena konfliknya belum nemu, kalimat sastra itu khas banget di mataku. Uniklah!
Setelah singgah dari lapak ke lapak, gaya kepenulisannya masih serba mainstream, masih umum dan sulit dibedakan ini tulisan siapa dan siapa, tapi tidak dengan lapak yang satu ini, salut banget sama tulisan unik ini meski ga penasaran sama penulisnya hehe, tuh nggak dilirik-lirik namanya karena focus baca isi sastra itu. Acrobat yang indah! Khas bangetlah. Jadi bisa dibedakan sama lapak lainnya. Tapi sayangnya itu loh prolognya kurang memajukan hasrat tuk penasaran hehe…
Tapi aku nggak perhatiin siapa penulis yang bisa berakrobat seperti ini, lain daripada yang lainnya. Suka banget sama kalimatnya itu loh! Masih dalam terkantuk-kantuk bacanya, eh pas konfliknya mataku yang merah langsung terbelalak!
Kenapa?! Ngantukku buyar seketika begitu membaca: orang melahirkan melalui mulutnya, janinnya didorong ke atas…
Hah?! Yang jadi persoalan, bukan nggak masuk akalnya banget itu loh! Tapi kalimat ini sangat berhasil membuat ngantukku hilang sama sekali! Surprise bangetlah sama adegan kayak gene. Padahal tadi menguap-nguap setengah mati, eh hilang deh ngantuknya dikasih kaget sama adegan ini.
Aku butuh penjelasan kenapa bisa demikian?! Aku pun tuk pertama kalinya bergabung ke pembicaraan dan menguping. Lapak ini paling istimewa karena membuat kantukku kabur, beda dengan lapak sebelumnya aku nggak tertarik untuk bergabung dan menguping pembicaraan mereka (alias koment dan membaca koment mereka itu loh!) special nih dapat kunjungan lebih dalam dari orang sepertiku yang mau tuk pertama kalinya berbaur dengan mereka (gubernur kali ye jadi tersanjung). Beruntunglah kalian sudah berhasil menyita perhatianku secara maksimal!
Kubergabung dan menguping diskusi yang ada, eh malah ketemu sama si Pandora itu lagi!
Pandora: nggak masuk akal banget, sih! Masa ada orang melahirkan lewat mulutnya! (berapi-api banget).
Si pemilik lapak: ini ada maksudnya, Pandora cantik manis! Nih bagai perumpamaan saja kalau… (hm intinya seperti kaki di kepala, kepala di kaki. Di atas normallah!).
Oh, jadi bisa ditangkap kalau ini tokohnya tuh ceritanya bagian bawah dia ataskan dan bagian atas dibawahkan. Jadinya seperti rendah amatlah tokohnya ini. Jadi seperti mulut yang di atas tuh malah rendah dan bagian anus jadi atas begitu karena hawa nafsunya begitulah makna tersiratnya. Penjelasan yang wow menurutku lah. Tapi tidak dengan si Pandora yang masih saja berang…
Pandora: kok habis melahirkan langsung bisa pulang, sih? Langsung bisa sehat begitu?! Nggak masuk akal banget, deh! Kalau mau bikin surealis nggak begini juga keles…
Wah, jujur kali ini aku sependapat sama si Pandora itu. Masa santé-sante saja tuh tokohnya pulang padahal habis melahirkan begitu. Tapi yang membuatku bersebrangan, duh kok dia nggak ngerti-ngerti juga sih maksudnya. Nih kan ceritanya bagai perumpamaan aja kayak lagunya peter pan di atas normal itu. Aku saja langsung ngerti kok! Ih, ngotot amat ini cewe…
Tapi salut deh dia gosipin surealis! Hm, tuh kan dia bukan lawan yang sembarangan. Ng, btw surealis apa lagi ya definisinya? Ada di kotak pandoraku materinya, tapi aku lupa karna ga tertarik menuliskannya…
Si pemilik lapak: kan dah kubilang tadi, Nona Pandora cantik! (eh, kok dibilang cantik manis berkali-kali sih? Nih maksudnya membela diri dalam bentuk pujian atau menyindir? Tapi kalau aku dibilang getu, pasti berbunga-bungalah. Apa dia ingin menghentikan serangan makanya pake memuji segala? Kok dipanggil nona segala sih? Apa iya dy memang cantik manis begitu? Tapi kalau begitu, kalau aku jadi dia pasti aku pajang tuh foto narsisku di propic. Sayangnya serangannya terus berlanjut, tanpa si Pandora memedulikan sebutan cantik manis itu haha. Cool!).
Pandora (berusaha tak termakan pujian manis hehe. tipe cewe yang sangat tegas!): ini juga agak vulgar isi dan gambarnya. Argh! Gak masuk akal banget! (duh, berangnya dia itu! Sampai-sampai rasanya aku bisa membayangkan dia bakal membakar lapak itu alias di dumay tuh dia hapus postingan lapak itu. Duh ngeri ya! Saking berapi-apinya gak terima banget kalau ada yang di atas normal begini ceritanya. Baru nemu orang kayak begini, begitu marah kalau nemu lapak yang di luar akal sehat haha! Unik banget, kan?!)
Aku setuju si nih gambarnya vulgar dan isinya juga sih sebut-sebut alat vital getu, tapi aku akan terus berusaha menyebrangi Pandora itu. Gak mau aku hidungnya tambah panjang kalau aku berkomentar sejurusan dengannya. Nggak kayak yang lain sepakat-sepakat saja, karena memang seharusnya begitu kan? Tapi boleh dong kalau aku tampil beda…
Koment yang paling umum kulihat: orang kan melahirkan lewat bawah, kalau mulut kan tuk pencernaan (duh, mua orang sudah tahu itu kali! Makanya komentar yang lain kuabaikan saja karena komentar apinya Pandora lebih menarik kusimak karena isinya yang jenius. Surealis aja dia paham. Hehe, aku nggak boleh kalah kalau begini. aku punya cerita melahirkan seperti ini yang kujamin bakal pecah di lidah plus dengan bumbu wawasan yang nggak banyak diketahui orang, keren kan. Respon orang yang gak sabaran mo unjuk kemampuan di horror hoho).
Kalau aku jadi si pemilik lapak, mungkin bakal terkencing-kencing atau keringat dingin meladeni si Pandora yang kagak ngerti-ngerti juga nih (tapi gengsi kan kalau ketahuan takut sama dia haha). Nyerang mulu kayak kereta api blong. Untung hanya 3 kali kayaknya. Nah, aku yang selalu hup di bawah Pandora waktunya beraksi…
@_@: nih, kontemporer kah? (hehe keluar jurusku yang aku sendiri tak tahu apa maksudnya, asbun aja, lagian benar-benar bertanya apa itu yang dimaksud karya kontemporer kalo si pemilik lapak tahu apa maksudnya, yang jelas mau beli novelnya unsa yang bahas kontemporer dan surealis itu sebagai bahannya, dah di perjalanan tuh kedua bukunya). Mulanya baca sih terkantuk-kantuk karena alurnya yang lambat, terutama bagian prolognya kurang bikin nyesak getu loh. Konfliknya kelamaan tapi berhasil buat ngantukku hilang!!! Tapi acrobat kata-katanya keren banget b^0^d (hm niru kata temannya tuh, acrobat kata-kata) wuih, cool! Aku suka. Hanya saja mungkin usia kandungannya diperjelas umur berapa (hm kenapa komentarku yang ini malah sejurusan dengan si Pandora ya? Ih, tengsin deh! Tapi dahlah memang bagusnya getu haha, maybe. Duh saking pamer tahunya tuh. Ga ilmiah memang sih ceritanya hiks, jujur tapi gak mau akuin Pandoranya).
Hei, kita selalu deketen ya! Ya, aku memang sengaja mendekatimu agar bisa menerkammu sewaktu-waktu dan melahapmu habis. Sadar, nggak?! Dengan begini aku jadi lebih tahu seberapa panasnya kah apimu itu. Rupanya panas banget! Aku yang sensi aja jadi ikut kebakar gene emosinya. Padahal yang dijilat api mereka, tapi hatiku juga jadi ikut panas mendengarnya…
Karena saking panasnya, kutatap dia berapi-api seolah tak sabar melemparkan baraku padanya! Kepalan tanganku mengepal-ngepal. Hm, sebenarnya kasihan sama mereka yang dijilat apinya. Kejadian itu membuat perasaanku semakin panas terhadapnya. Kita lihat saja nanti. Akan kutunjukkan kalau bukan hanya kau saja yang bisa membakar lapak di sini. Kita tunggu tanggal mainnya…
Hm, sabar ya teman-teman yang nggak kukenal sama sekali. Kalian nggak tahu rencana dan isi kepalaku yang hendak membalaskan rasa panas ini padanya! Aku juga nggak butuh kalian tahu. Akan kubalaskan rasa panas ini… eh rasa panas kita padanya (lebaynya orang sensi!).
Kita lihat saja bagaimana reaksinya kalau kepanasan, seperti bagaimana dia melempar bara apinya dan membuat kita kepanasan dulu! Catet tanggal mainnya… besok!!!
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 8:31 PM 0 komentar
Label: diary
Minggu, 28 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 6
Tuesday, 4 November
Kupandangi rosterku dengan gairah dan semangat baru. Kan sudah mau kena lantik, kan? Jadi dah pede dong main di makam ini. Eh, btw jadwal pagi ini sepertinya sudah lama nggak berlaku lagi deh kalau ga salah intip sudah diganti sama… kisah cinta! Wah, seru juga tuh idenya hehe. Menarik…
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 6:53 PM 0 komentar
Label: diary
Kamis, 25 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 5
Gara-gara buku itu sampailah aku ke makam itu. Gara-gara Pandora! Tapi tuh buku bisa gak ya kumiliki? Penasaran, sih…
Btw di sini ada juga orang yang unik-unik ya! Hm, ada anak baru kayak aku tapi kok postingnya sehari setelah dedlen sih hihi. Kan dedlennya sehari doang. Aneh deh, tapi dia pede-pede saja tuh. Aku aja gak pede. Apa sudah boleh, ya? Aku kan belum kena lantik, kan sama dia juga tuh. Tapi lucu juga ya…
Akhirnya pagi itu ada juga info dari penjaga makamnya. Bersama yang lain ke sana. Duh, tulisan lucu aku gak bisa yang pure komedi. Si penyelenggaranya katanya jago, wah jadi penasaran tulisan kocaknya seperti apa. Apakah bener-bener bisa membuatku senyum 9 senti?
Lewat aja, deh. Lagi-lagi plus deh alasan selain belum diresmikan, gak pede deh. Anak baru juga, pemalu. Tapi ada seorang cewek nawar dapat bukunya tuh. Wah, penasaran nih. Tapi namanya ada unsur ‘Gaara’nya. Duh, Gaara kan galak! Jadi takut komunikasi nih, takutnya salah-salah kepeleset omong sedikit, responnya sudah berapi-api kayak si Pandora tuh…
Tapi ternyata suudzon nama doang, buktinya orangnya ramah. Jadi penasaran sama bukunya tuh terbitan Mediakita juga. Duh, trend nih penerbit ini di sini. Aku juga suka. Pas buka-buka sampel bukunya di makam tuh, nemu duh ucapan makasihnya tuk bla-bla-bla, ada beberapa nama termasuk… Pandora. Hah?
Kucek ke rumahnya ah, mampir. Dari situ tahu kalau mereka kayaknya sahabatan, deh. Hiii! Orang seramah ini bisa sahabatan sama orang mengerikan seperti Pandora?! Mang itu Pandora kayak dua sisi mata uang ya? Di satu sisi ganas, di satu sisi soft? Duh, jadi ngeri melihat hubungan mereka. Padahal aku kan mo temenen sama si Gaara ini, versi lembutnya sih karena kalau di Naruto kan serem banget.
Selain itu juga tahu, oh penulis majalah Story juga tuh waktu 2010, bagus tuh cerpen horornya, suka horror juga ya maniak kayak aku hehe. Di cerpen itu dapat nilai bagus dariku, soalnya kebiasaanku tuh kasih rating vote bintang 1-5 getu setelah membacanya, dia kukasih 4 kali ya. Hehe, seru nih dapat temen yang bener-bener demem horror. Aku pengen temenen saja. Gak usah pikirin mau sahabatnya siapa, kek. Ga urus! Sohibnya boleh galak, tapi belum berarti kan dia begitu juga? Pasti…
Mending aku save info lombanya tuh. Asik! Bisa dapat calon bukunya nanti, tuh. Meski gak ikut pure komedi, kan bisa ikutan yang ini nih. Masukkan ke saku. Hantu lomba akan segera beraksi…
Aku gak baca-baca pure komedi yang masuk. Lebih tertarik sama si Pandora tuh, mana karyanya? Penasaran! Jadi target, deh. Sementara nunggu, eh beruntungnya aku ya selalu kebetulan begini. Chief-nya minta nama tuk pelantikan, ya sudah aku masukin saja nama hantuku nih. Asik! Jadi setelah ini, jadi pede kan postingnya. Namaku nomor 2 ya. Saking semangatnya tuh. Ngomong saja pake hati-hati banget plus mikir panjang lebar dulu. Banyak juga ya yang ikutan, yang rajin posting juga baru setor nama. Oh, rupanya sah-sah aja ya ikutannya. Rupanya nih hantu-hantu baru semua ya pada? Kirain kena lantik saja yang boleh join. Pelantikan ke-21 kali ya nih? Haha, nama-nama hantunya pada unik aku like ya. Salam kenal dariku!
Eh, sudah ada tuh postingannya si Pandora. Penasaran aku segera buka, hm kok yang lain kagak ya hehe. Hm, nih dongeng horror ya? Aku kurang ngerti isinya nih si Alice. Ga terlalu paham, bikin ngantuk. Hoam! Hm, singkat kata aku kecewa karena ga sebagus yang dulu kugali. Kau mengecewakanku tuk pertama kalinya, Pandora!
Kutinggalkan postingannya Pandora yang kurang ramai itu, nggak ada yang koment entah kenapa ya. Hanya 20-an likes getuh. Sepi. Terpendam, terkubur, tenggelam ditinggal pembacanya. Good bye! Eh, kok gak ada koment ya? Apa semuanya saking segannya getuh ya sama si Pandora ini?! Hiiii!
Di sini benar-benar aneh! Kok lain sama yang disuruhkan sih? Kan sekarang pure komedi. Ga mungkin kalau dia nggak baca. Aneh, deh. Aha, aku tahu. Pasti lu ikut-ikutan sama si anak baru kantoran itu, kan? Yang lucunya selalu posting sehari setelah dedlen itu sehingga tulisannya tabrakan sama tema tulisan lainnya? Nggak ada yang berani negur, sih. Kalau aku sih sebagai ana baru, ga pede melanggar begitu. Ntar dibilang apa. Tapi nih kan penjaga makam, masa gak teliti? Pasti sengaja, tuh! Gak mungkin orang sejenius itu, alfain hal itu. Pasti iseng tuh car-per, gak bisa nulis pure komedi juga kan? Sama! Makanya yang nongol horror mulu…
Di papan pengumuman dia hanya bilang: eh pure komedi ya? Napa gue malah posting horror ya…
Tahu ah gelap! Yang jelasnya pasti tereliminasi duluan kamunya tuh. Kembali ke peraduan, ah! Hari ini gak begitu seru. Baru saja permulaan.
Besok akan kutunjukkan siapa aku sebenarnya. Lihat saja ya, Pandora! Jangan kaget! Dah risikonya dapat kenalan sepertiku. Hm, sepertinya lu belum menyadari sepenuhnya siapa aku ini dengan wujud yang berbeda. Kamu belum sadar siapa yang tengah bergentayangan ini. Kamu juga bahkan gak sadar, aku mengintaimu daritadi. Soalnya karena saking galaknya, kamu karakter yang paling menarik untuk diteliti dan dipelajari. Kamu pasti tak menyadari kehadiranku di sini, saking biasanya aku. Tak ada yang menarik dariku untuk diperhatikan. Semua tampak biasa-biasa aja. Tapi kita lihat saja nanti…
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 7:22 PM 0 komentar
Label: diary
Sabtu, 20 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 4
Teringat lagi nih, kapan ya aku bisa mulai beraksi? Ga pede, soalnya masih belum dilantikan, nih! Btw teringat lagi saat isi formulir itu, nama penaku paling unik kali ya? Aa’ & Chika. Eh, kulihat juga tuh yang nambah semangat ada reward ya yang kalimatnya lucu tuh ‘bikin ghost mau mati dua kali saking senangnya’ haha. Ada juga poling ghost terlucu dsb. Kalo aku pikir jangan-jangan aku bakal jadi yang terngeselin kelak, karena sebenarnya itulah asliku…
Itu program buat duet Rabu nanti. Wah, mepet ya kayaknya tapi itulah yang bikin penasaran. Akhirnya setelah banyak yang bicara dan menghabiskan banyak waktu tuk mikir sebaiknya bilang apa ya (saking nggak inginnya keluar aslinya, alias jaim) aku bilang: pengen, jadi penasaran!
Tapi masalahnya, siapa yang mau sama aku si anak baru ini? Mangnya ada yang kenal? Ya, meskipun namaku sudah banyak gentayangan di 37 antologi plus menang sana-sini. Tapi kan bukan berarti terkenal, kan? Belum lagi, aku kupernya minta ampun!
Eh, nggak kuduga si Panchake itu mau meresponku dengan hangat. Aku senang dan mulai pede. Tapi tentu saja nggak berani lamar siapa-siapa! Nggak sampai di sana kepedeanku mengingat pada nggak kenal pada, deh. Aku kan biasanya gentayangan di dunia lomba kepenulisan dan tak ada nama yang familiar di sini, nama-nama yang biasanya gentayangan di dunia itu. Jadi malu dan segan sama semuanya!
Btw Panchake itu siapa, sih? Apa Chief, ya? Penasaran mo intip di balik topeng itu. Tapi dari cara ngomongnya yang hangat dan ceplas-ceplos kayaknya bukan, deh! Chief kan omongnya kalem. Lagian cara bicaranya sepertinya masih dewasa muda, deh. Apa asistennya kali, ya? Duh, masih baru sudah kepo banget. Kalo mau dibilang si Panchake itu si Pandora, huh jangan harap dan tentu saja jauh banget cara bicaranya. Kalo si Pandora menyamar seperti apa pun tetap kelihatan suara aslinya plus nadanya yang meskipun disembunyikan aslinya, tak bakal jauh dari kesan judes-judesan! Aku bisa mewarnainya…
Duh, ngarep ada yang kenal aku di sini! Dan diajak duet. Penasaran, deh. Masa aku yang nembak, kan newbie. Siapa kiranya yang mau berbaik hati ajak aku duet, ya?! Dah dipilihkan calon duet tapi aku segan dan ragu, nggak kenal sih, lagian apa mereka mau? Duh, benar-benar dunia baru nih!
Akhirnya aku nggak duet sama siapa-siapa. Baru gini, kan? Sudahlah, nggak ada yang kenal aku sih. Jangan langsung terkam dong, pelan-pelan saja hehe. Bikin kuburan saja di sini (postingan) belum pernah, eh dah ngarep duet. Apa kata dunia? Anak baru terlalu kepedean…
Ya, aku mule dari yang kecil-kecilan dululah, jangan langsung maunya loncat ke duet. Tahu diri, sadar. Masih unyu di makam. Baca-baca lagi, deh. Obrak-abrik berkas makam, apa bisa dipelajari lagi (eh, btw di bekas makam sebelah belum ada kupelajari, ah sama saja!).
Ada program senior itu, semacam bedah buku, ya? Otopsi film eh horror mua, ya? Otopsi cerpen horror juga. Wah, seru banget nih! Kubaca-baca film dan cerpen horror yang diotopsi tuh keren-keren semua. Asik banget! Salut! Cerpennya bagus semua ya, yang terbagus saja yang diotopsi begini, jadi kagum meski nggak tahu siapa saja yang nulis. Terhibur di hari Minggu itu. Eh ada film korea horror rada dongeng yang diotopsi itu ada di kasetku juga hanya saja nggak ada teksnya tapi nggak diceritain abis padahal mau tahu sebenarnya tuh cerita apa. Pengen komentari tapi takut mengganggu. Takut ditegur ntar hehe karena obrolan lama, penakut nih…
Eh, ada bedah bukunya Knife itu, biasalah kalo terbitan horror Mediakita aku pasti gaul. Wah, senang ya bisa terbit di mayor. Pasti bangga bukunya bisa dibahas di sini. Ada juga di paling bawah ada Vasca Vannisa duh keren tuh, Psikopat Diary aku sudah baca hanya saja tetap saja eyd-nya masih berantakan habis dan dia komentari mohon maaf nggak disiplin eyd. Duh, meski bagus sih tapi eyd-nya masih kalah sama yang belajar di makam ini, terutama tuh dikalah sama si Pandora tuh. Sepertinya dia ratu eyd di sini! Dan sepertinya dia juga paling disegani di sini. Glek! Jadi tamba penasaran, siapa sebenarnya dia. Apa sudah pernah punya buku solo? Kalo iya, kok aku nggak pernah lihat, padahal aku gaul di gramed terutama di rak horror!
Baca-baca parade horror nih, masih. Kulihat si novelis Knife itu, kutatap novelis itu karena nggak nyangka penampilannya alim. Padahal pikirku tuh setelah mendengar namanya, kupikir dia sangar kek apa hehe. Mangnya kayak Pandora, ya? Wujudnya saja masih misterius habis! Bisa jadi wajahnya judes maksimal, kayak tokoh antagonis wanita di film-film, cucok… b^0^d
Eh si Pandora komentari eyd di makam novelis itu. Duh, lancar amat ya soal eyd? Tanpa pandang bulu nge-eyd-in, meski itu sudah menjadi novelis sekali pun nggak ada ampun hehe. Tapi kalo dia begitu menguasai eyd, karya solonya mana sih? Belum lihat! Kalo ada pasti ada di berkas sana, tuh. Eh, masa sih lu dikalah sama novelis yang tingkat kepemahaman eyd-nya masih di bawahmu? Hihi, gengsi dong kalo gue jadi lo…
Salut banget sama si Pandora ini soal eyd. Masih nyelidikin habis, masih penasaran soal dia gara-gara songongnya. Aku nggak mau kalah. Bakal kupelajari habis mua materi eyd di sana! Nggak mau kelak aku dijatuhin gara-gara eyd, hehe…
Malam ini sudah cukup gentayangannya. Hm, kayak detektif saja ya aku kepo-in si Pandora itu. Habis, dia sih belagu! Semakin belagu orangnya, semakin aku kepo siapa dia sebenarnya. Dan kuakui sepertinya dia itu yang paling hebat di sini plus paling sering nongol. Kayaknya nih di makam ini, dia tuh pemeran utamanya, padahal seharusnya kan Chief pemeran utamanya. Tapi karena si Pandora cerewet, jadinya seperti menguasai makam ini…
Eh, besok aku mo coba-coba posting ah, mau percaya diri dikitlah. Sampai kapan ya malu-malunya?!
Oh ya, sebelum kembali ke peristirahatan, ucapan terakhirku buat lo: Terima kasih banyak, Pandora (hm sudah ucapan makasih yang keberapa kalinya, ya?)! Berkat kamu, aku jadi nggak mau kalah kali ini dalam hal eyd-ku yang masih kelas rata-rata (padahal ngira sih uda bagus, ternyata kagak hehe. beginilah ruginya kalau merasa pengetahuan sudah cukup). Pengetahuanku belum sejauh tanda (-) dipakai tuk apa saja. Kulihat kau sering mengenakannya. Ternyata banyak hikmahnya banget ya aku mengenal lo, ya meskipun masih kesal sama lo gara-gara buku dan mewekan! :p
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 3:01 PM 0 komentar
Label: diary
Rabu, 17 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 3
Ah lagi-lagi sudahlah! Tapi orang seperti ini gak boleh didiamkan saja. Dia harus disadarkan akan sesuatu: kehadiranku! Dia nggak sadar kalau dialah yang sudah mengundangku secara tak langsung masuk ke makam itu…
Langsung saja kumelayang-layang dengan lincahnya menghampiri Chief begitu mendengar kabar itu. Kesempatan emas! Tentu saja semuanya pada antusias. Duh, jadi doble deh alasan belajar di makam ini. Tapi aku kan anak baru, memangnya nggak apa ya koment? Duh, kayak nggak tahu diri banget, deh! Padahal satu postingan aja belum ada…
Aku hanya bilang mau. Siapa yang nggak mau, sih? Chief hanya tersenyum sama ghost yang baru saja bergentayangan di makam ini. Kayak elus-elus kepala ana baru. Apa beliau nggak sadar ya aku ghost baru, penghuni newbie saking banyaknya ghost di sini. Kan aku belum menelurkan karya di sini…
Eh, si Penjaga Makam Super Judes itu- si Pandora maksudnya tentu nggak mau ketinggalan. Ya, iyalah, kalo mau perkirakan nih dia dkk di sini dah setahun lebih setelah aku contek ratusan file di makam sebelah yang sudah digusur tuh dimule sekitar akhir tahun 2013 lalu (hm, belum banyak belajar di sana), cukup lama juga ya nih lahan makam. Pasti sudah banyak, kan?
Aku nggak peduli mau mayor atau indie, yang penting semangat menerbitkan buku solo itu aja saking rakusnya ghost newbie yang satu ini…
“Semua postingan kan, Om? Kalau ff dijadikan cerpen bagaimana?” kudengar kicauan si Pandora itu yang dianggukkan banyak ghost.
“Horor! Kan daritadi dah dibilangin cerpen doang, bukan ff!” Kudengar Chief rada ngehardik gitu? Bagus, Chief! Hardik saja! Hajar! Kan Chief dah lama tuh kenal dy. Masih dendam…
Si Pandora hanya tersenyum. Ga mungkin kan dia galak sama Chief itu? Btw kok dipanggil Om, sih? Aku hanya menatapnya sinis. Tentu saja sepertinya ia masih tak menyadari siapa aku ini…
Tapi kupikir-pikir kalau horror saja dan itu hanya cerpen artinya… ah bingungin gimana strateginya agar cukup 100 halaman itu. Kan Kamis hanya ff horror, artinya saat Senin saja tuk postingan karya bebas, jadi Senin pada masukin horror ntar jadinya, kan? Intinya jadi semangat aja, deh!
Hari ini horror komedi. Tapi aku nunggunya kalau dah jadi ghost resmi aja baru mau postingin, masih malu dan ragu. Apalagi aku gak begitu suka sih sama horror komedi plus ga bisa bikin, jadi ga terlalu berminat. Padahal kemarin asik-asiknya baca parade horror (jumat) padahal lagi puisi horror hihi. Lebih minat sama program hari Kamis itu, Parade ff Horor.
Lagi-lagi perhatianku terpaku ama si Pandora itu. Tentu saja yang paling mencolok di mataku tuh di dia, secara dia yang buat aku masuk ke sini! Kuintai dari jauh, dia lagi ngapain saja, sih? Pengen selidiki siapa dia! Soalnya di buku bilang usianya masih gadis 20-an tahun, tapi kok cara bicaranya professional amat sih? Kayak gak sesuai umur anak muda? Apa tuh di buku Boneka Kuntilanak salah tulis ya? Salah angka gitu? Kalau masih muda, kan sama aku juga masih muda 20-an. Plus, dia kan gila hormat gitu jadinya kupikir mungkin di buku tuh salah angka, salah tulis aja. Kupikir tuh dia mo tulis 30-an tahun eh malah kepeleset jarinya nulis 20-an tahun. Tapi dia bilang masih gadis, artinya masih muda dong. Terus napa jadi gila hormat gitu kalau masih muda dan gak mau merespon positif candaan anak muda (mewekan)?
Kudengar percakapan dia dkk di sono, di kejauhan tanpa mau ikut nimbrung. Cukup nguping saja. Kok disebut Bunda, sih? Apa dah merid kali ya dan punya anak. Hebat, dong! Tapi kok firasatku bilang gak, sih? Bunda kan sebutan yang umum tuk 30-an tahun ke atas. Semuanya membingungkan, deh! Malah dipanggil Mpok, Nenek. Yah, kalau mau panggil sih, aku lebih pengen manggil dia ‘Nenek’ daripada ‘Kak’!
Kayaknya pada bercanda, nih! Menurut instingku tuh cara ngomongnya Pandora itu gak keibuan, jadi kusimpulkan dia belum punya baby apa-apa. Kalau ada, pasti dipajang tuh di propicnya. Kalo pun punya baby, tuh pasti masih bayi. Yang jelas dia masih dewasa muda…
Yang jelasnya lebih senior/tua daripada aku. Tapi karena galak dan suka marah-marah terkesan kayak nenek-nenek! Kalo manggil ‘Nenek’, pasti aku sudah ditampar sama dia, haha!
Dah malam, dah puas bergentayangan di makam ini baca-baca dan selidiki si Penjaga Makam Super Duper Judesnya Selangit itu, saatnya kembali ke peristirahatanku di lantai 2 kamarku. Cukuplah untuk hari ini, meski aku masih malu-malu untuk bertegur sapa dengan ghost lainnya. God bye, ghost. Terutama lu! Bye, Nenek Pandora, ups salah Kak Pandora maksudnya. Sebelum pamit, aku mau bilang sesuatu sama Kaka…
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 8:47 PM 0 komentar
Label: diary
Selasa, 16 Desember 2014
Red Ring-1
Tapi… hanya saja… siapa yang mau sekelompok sama Miyung?! Miyung celingukan melihat seisi kelas yang ramai. Dia anak baru di sana, baru masuk setelah ada info ajang intuisi-1. Tentu saja Miyung gak kenal siapa-siapa di sana, kecuali Bunda tentunya. Plus, Miyung anak yang kuper! Dia selalu malu bergaul, apalagi sama orang baru. Sepertinya Miyung gak bakalan bisa ikutan deh, begitu pikiran Miyung langsung putus asa. Siapa juga yang mau sama Miyung? Orang yang gak mencolok di kelas ini?
Untung saja Bunda mau bantuin, “Hei, yang belum punya teman kelompok, ke sini!”
Fiuh, tentu saja Miyung antusias dan segera mendaftarkan diri masih single, hehe…
“Hai!” tiba-tiba saja seorang muslimah berjilbab menyapa Miyung yang tengah kebingungan dan resah mau berkelompok dengan siapa. “Nama saya Layli! Kamu Miyung, kan? Belum punya teman kelompok?”
Senyum Miyung merekah. Dia sangat berterima kasih sama kakak yang satu ini karena sudah mau mengajaknya berkelompok.
“Ikutlah denganku!”
Miyung menerima uluran tangan Kak Layli dengan senang hati dan ia pun diajak ke markas intuisi-2! Ternyata di sana sudah ada 3 orang lainnya: Virga, Ani & Putry. Ternyata Miyung anggota terakhir di markas itu. Dan tentu saja semuanya kenalan baru, hehe. Terus kita bahas apa saja, nih?
Lalu diskusi, deh! Btw Miyung gak bisa kalo soal bola makanya tawarin ide soal medis saja, soalnya Miyung kan naskah intuisi-1 nya soal medis dan Miyung yakin bisa menang, hehe! miyung antusias nih. Duh, saking antusiasnya, anggota terakhir ini yang paling bawel di markas! Mengeluarkan semua jurus-jurusnya…
Mua setuju soal medis karena suka sama ide dasar Miyung. Terus apa saja, nih? Urutannya siapa aja nantinya? Soalnya Miyung anaknya suka mengalah, sepertinya yang lain juga saling segan satu sama lainnya. Gak pede dan takut menyinggung satu sama lainnya. Mereka sama gak menonjolkan ego. So? Jadi bingung juga nih kalo saling mengalah begini.
Setiap hari mereka ke markas itu tuk diskusi tapi harus segera nih beraksinya agar bisa diatur. Maka Miyung yang buat aturan pas tanggal 1 oktober itu. Kan deadlinenya tanggal 25, jadi tiap orang maksimal 5 hari, ya! Hehe, segan juga sih ngeluarin aturan sendiri, habis semuanya pada mengalah sih.
So action!!!
Kemarin aku baru saja meniup lilin ultah ke-17, dan hari ini hari pertama ospek sebagai mahasiswa baru fakultas kedokteran. Mantap! Ospek pertama kami di haruskan mengobservasi mayat. Aku dan si ceking Devan yang sahabatan sejak SMP serta beberapa teman lain mendapat tugas meneliti mayat lelaki berusia setengah baya yang tidak diketahui identitasnya karena dia mati terbakar. Menurut beberapa sumber, Bapak ini diperkirakan bunuh diri.
“Raihan, kamu kenapa bengong, Bro?” tanya Devan.
“Van, sepertinya aku pernah melihat Bapak ini,” jawabku sambil menunjuk mayat di hadapan kami.
“Maksudmu? Wajahnya aja udah hitam legam begitu, gimana kamu mengenalinya? Dasar bocah aneh!”
Aku pun menyentuh mayat itu. Tiba-tiba! Cuplikan-cuplikan seperti menonton cuplikan film terpangpang di hadapanku. Ada api, seorang pria tidak dikenal, juga tumpukan uang. Tunggu …, aku juga melihat Chika, mantan pacarku.
Setelah berpikir panjang, akhirnya hari ini aku memutuskan untuk menemui Chika ditemani Devan. Melihatnya mengingatkanku pada cinta lama kami yang kata orang cinta pertama sulit dilupakan. Haduh, jadi grogi gini.
Chika menceritakan tentang ayahnya yang meninggal sudah hampir sebulan, dengan wajah yang sudah tidak dapat dikenali. Hanya jam tangan dan cincin pernikahan sang ayah yang masih bisa mereka kenali. Ah, mungkinkah mayat yang kulihat itu ayah Chika?
Chika memperlihatkan foto sang ayah. Setelah melihat foto itu, aku yakin mayat itu ayah Chika! Tentu saja aku tidak mengatakannya pada Chika sebelum semuanya jelas.
Ternyata, setelah aku menyelidikinya dengan "keahlianku" juga dibantu Devan, kami mendapat kesimpulan bahwa ayah Chika tidak bunuh diri melainkan dibunuh oleh teman kepercayaannya sendiri.
Perusahaan milik ayah Chika bangkrut dan rugi besar. Pihak Bank menagih hutang-hutang perusahaan, tapi ayah Chika tidak mampu membayarnya. Dia mempunyai ide untuk berpura-pura mengakhiri hidupnya dengan meminta tolong sahabatnya. Nah, uang asuransi kematian yang jumlahnya sangat banyak ini bisa digunakannya untuk membayar Bank.
Rencana mereka yakni, mobil ayah Chika terbakar sehingga mayat tidak dikenali lagi dan mengganti mayat ayah Chika dengan seorang pria yang rela mati demi mendapatkan uang untuk anak istrinya. Namun, sang sahabat benar-benar membunuh ayah Chika karena dendam lamanya.
Sang sahabat yang mencintai seorang wanita dengan tulus namun wanita itu diam-diam direbut sang ayah. Wanita itu adalah ibu Chika. Sebenarnya ayah Chika pun tak tahu kalau sahabatnya itu mencintai istrinya.
Mayat ayah Chika yang sesungguhnya ditemukan warga terapung di pinggir kali, lalu karena tak ada identitas dan juga tidak ada yang mengenalinya, mayat itu digunakan untuk pelajaran kedokteran mahasiswa-mahasiswa baru.
Setelah Chika tahu yang sebenarnya dia meminta pertanggung jawaban sahabat sang ayah. Kami menemukan barang bukti berupa surat warisan sang ayah yang disembunyikan sahabatnya hingga akhirnya kami dapat menjebloskannya ke penjara.
Selama proses itu aku dan Chika seperti CLBK. Apa kisahku dengan Chika berakhir bahagia atau sedih ya? Kuharap sih bahagia!
Tamat.
Kalau kalian pernah nonton drama Korea yang aku lupa judulnya kisah ayahnya Chika rada mirip deh, hehe, tapi gak mirip seutuhnya kok. Aku juga gak tau kenapa bisa jadi mirip, hiihii, kebanyakan nonton drakor.
Gimana menurut kalian aneh gak? Ada yang janggal? Atau kalian ada ide lain? Yuk di share.
Kalau aku sih ceritanya bermula dari siswa yang mendapatkan pengumuman kelulusan terus mendaftar kuliah di universitas kedokteran dan mengikuti beberapa ospek indoor maupun outdoor. Nah disitulah nantinya ada ospek tentang cadaver di lab. Anatomi, saat menyentuhnya si A seperti terbawa masa lalu mayat yang memperlihatkan pokok masalah mayat kenapa bisa sampai meninggal. Nah, saat ospek itu si A bersama cewek maba lain. Dan nantinya akan ada cinta diantara mereka.
judulnya belakangan aja kalo dah finis mua. jadi nih cowo ya, namanya terserah aja de yang penting pake 'aku'. kalo ospek maba fk tuh kalo seniornya suru masuk lab anatomi terus disuru cari benda yang disuruhkan ama seniornya itu yang terdapat pada sekitar mayat kadaver di sana, misalnya miyung nih disuruh senior ambil bungkus permen di mulut mayat itu jadi mau ga mau harus buka mulutnya tuh mayat lalu saat megang mayat itu baru deh keliatan visi psikomterinya. itu prolognya maksudnya jadi ospeknya seru, meski menurutku si keterlaluan juga si main2in mayat getu tapi tuh tujuannya agar ana2 maba kuat mental karna jadi dokter harus neliti berhubungan ama mayat mulu... jadi tuh ceritanya kadavernya/ mayat tuk ditelitiin. tyus apa lagi mo kubilang nih? tyus tuh kadaver ga jelas identitasnya kan supaya bisa jadi kadaver biasanya tuh gelandangan ga ada ktp nya jadi ga ditahu siapa familynya. nah kayaknya tuh benang merahnya getu ternyata tuh mayat tanpa identitas tuh ternyata papanya chika tapi belum ada familinya ambil di rumah sakit jadi deh kadaver di fk. hm tuk jadi kadaver harus mayat normal baru bisa diterima jangan yang kebakar misalnya aja ne papa chika tuh oprasi plastik jadi berubah mukanya tuh tapi bisa diliat dari cincin dsb yang khas papa chika pake tuh. karna oprasi plastik ga bisa teridentifikasi mayatnya tuh, sebab matinya karna sakit jantung ato apalah yang ga merusak amatlah fisik mayat itu, kalo rusak kan ga bisa dipake ana fk. tyus,,, brarti dari foto ga bisa keliatan tuh papa chika, kalo diteliti giginya baru bisa kan dy pegang2 juga giginya hehe. kalo dibunuh ama rekan kerjanya usahakan pembunuhan yang ga ngerusak mayat misalnya diapain ya? dikurung di ruang hampa udara sampe kehabisan nafas jadi tampak kayak kecelakaan padahal dibunuh hanya aja pelakunya pandai ga ninggalin jejaknya. hm jarang nonton drakor sekarang, benang merahnya yang di atas2 tuh disambungin aja ama yang ini kalo ada yang kena, yang bawah2nya tuh dah bagus2 deh. sesuaikan aja ama yang ini tadinya revisi di atas2nya...
Kan tokoh utamanya itu si pemilik intuisi. Apa tuh namanya yg bisa melihat sejarah seseorang/sesuatu hanya dengan meyentuhnya, prikognetions apa satunya ya? Lupa eh. Jadi, pas nyentuh tubuh mayat itu dia tau masa lalu si mayat, kenapa dia mati, gimana matinya, dan si mayat ini punya sesuatu hal yg blm diselesaikan tp dia sudah meninggal, jadi pemeran utama kita membantu si mayat menyelesaikan urusannya, karena si mayat kerap mendatanginya, misalnya dlm mimpi2 untuk minta bantuan tokoh utama kita.
jadi intuisi yang dipake psikometri aja, kan? ato banyak kayak intuisi 1? jadi kerangka naskahnya soal psikometri medis ala maba fk yang ospekan di lab anatomi. sudut pandang 'aku' aja namanya sih terserah. 1 orang 1 bab artinya 1 orang 10ribu, ya? jadi nulisnya berurutan ya? siapa mo nulis pertama ke2 ampe terakhirnya ending? pake cinta2an di mana cewe maba itu menyelidiki kematian orang yang ditaksirnya yang malah dah jadi mayat di lab anatomi, getu?
Ini versiku. Aku-nya cowok, anggaplah namanya A. A ospek di lab anatomi bersama B sahabatnya, juga cowok. Saat melihat mayat, kok A seperti mengenalnya, nah begitu mayat itu disentuh, A melihat seperti vision gitu, kayak nonton tv, tapi cuma berupa flash2, seperti terlihat mantan ceweknya di SMP si C, yg juga cinta pertamanya, nanti kita buat flash back gimana mereka putus.Ternyata eh ternyata mayat itu adl ayah si C yg identitasnya gk diketahui krn dia mati terbakar, katanya sih bunuh diri tapi kenyataannya dibunuh, nah si A menyelidiki ini dengan prikognesionnya. Gimana si A kok tiba2 bisa melihat masa lalu mayat itu cm dr menyentuhnya? Pdhl ini blm pernah terjadi sblumnya. Jadi kita ceritain sedikit kisah kecil A yg memang beda dr anak2 lain, seperti pirasatnya yg selalu benar, mimpi2nya yg jd nyata dll. Nah pas ospek usianya itu 17(biasanya 17 itu kan suka ada yg aneh2 ya, hihi) seiring bertambahnya usia kemampuan "aneh" nya pun semakin bertambah dgn prikognisian itu, A sendiri pun kaget kok dia bisa punya kemampuan itu?
Aku pernah nulis cerpen judulnya 'reinkarnasi'. Ceritanya adalah ada seorang pasien RS yg bertanya kepada perawat, apakah perawat tersebut percaya dgn adanya reinkarnasi. Pasien tsb lalu cerita kpd perawat, & ternyata ceritanya hampir mirip dgn masa lalu perawat tsb.Ceritanya gini: saat masih sekolah dulu, si perawat (cewek) ini suka sm seseorang, tp baru d akuinya saat akhir SMA. Si cowok hanya menganggapnya sbg sahabat, tp mereka lalu bersahabat. Tp meski bersahabat, perasaan si cewek g berubah. Ia tetap menganggap si cowok lebih dari seorang sahabat. Si cowok kuliah d fakultas kehutanan. Suatu ketika si cowok bersama tim mapalanya mendaki gunung kilimanjaro (gunung tertinggi d afrika), & saat mendaki gunung ia meninggal krn terserang hipoksia (kekurangan oksigen). Tp sebelum meninggal ia memberi kenang2 an untuk si cewek foto2 perjalanan mereka Krn itulah si perawat percaya adanya reinkarnasi krn meski mereka telah terpisah d dunia, ia percaya suatu saat nanti mereka akan d pertemukan d kehidupan lainnya.
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 4:12 PM 0 komentar
Label: diary
Jumat, 05 Desember 2014
MISS SLEEP PARALYSIS - 2
Aku masih terngiang-ngiang kalimat yang menyeret hatiku untuk masuk grup horror itu kembali. Berkat dialah aku mau masuk karena saking kebeletnya mau punya antologi horror (lagi). Padahal dia gak ajak-ajak apalagi kasih masuk ke grup itu. Hm, dia tak sebaik itu tentunya. Balas inboxku saja membara seperti itu, pasti dia malas deh kalau mau kasih masuk aku, toh aku sudah lama kok sebenarnya di sana hihi. Tapi baru kali ini harus disuruh aktif di grup kan biasanya ikut seleksian getu, hm harus dibiasakan…
Btw tuh cewek napa ya ga suka dimewekin mungkin dia trauma ya & pernah kesal ada yang mewekin dengan maksud mencela gitu kan dia anak gaul jadi pasti diwarnai banyak beranteman di dumay. Jadi dia kayak teringat getu. Atau aku menyebalkan ya, ribut? Ato propicku yang boneka itu kekanakan banget jadinya dia pikir aku bocah yang sedang berbicara dengan yang lebih tua jadi dianggap tak sopan, jadi dia kurang berkenan apalagi melihat propicku yang lebay hehe.
sebenarnya apa yang salah dengan kalimatku ya. Apa karena dia terlalu peka menanggapinya ya (berlebihan) dan menangkap kesongongan tersirat dari kalimatku itu yang gak kusadari. Padahal itu natural dan kurasa kalimat itu fine-fine saja meski menggebu-gebu itu karena saking antusiasnya aku mau punya banyak antologi. Kan aku gak ngotot-ngotot amat mau ikut dibukukan ih jadi kesel kan. Ato dia merasa karena gak diseleksi aku berpikir tuh buku ga sebagus hasil seleksi gitu makanya dia kesal banget. Aneh de, semuanya ga jelaslah. Yang jelas si Pandora tuh super sensitif banget!
Jadi aku yang harus tenang meski berang, sebenarnya sih mau kubalas dengan mewekan tuh (:p), tapi setelah dibilangin kan namanya kurang ajar hehe, lagian dosa juga kan. Ntar dikeluarin karena dia berkuasa. Saking keselnya tu. Jadi sudahlah, aku memutuskan untuk mendiamkannya saja dan biar sajalah Allah yang balas kalau dia merasa puas membalas inboxku seperti itu. Keterlaluan juga sih. Semoga Allah tuh menyadarkan dia kalau sudah memperlakukan pelanggannya secara tak berkenan di hati. Itu kalo dia mau professional.
Baru kali ini banget nemu penjual buku kayak begitu, gengsinya kegedean! Gengsi jual buku sama orang yang mewekin, padahal hanya mewekin loh ga bermaksud ngeledek, lagian kalimatku juga ga meledek biasa saja khas orang ceplas-ceplos. Terus di mana salahnya? Aku pesan ulang, atau minta maaf, no way deh. Gengsi juga jadi aku hanya bisa mendiamkannya saja bersabar. Mungkin di sana tuh dia berpikir mau ajak ribut jadi menunggu balasan inboxnya supaya seru, apa dia suka menyakiti orang ya karena kalimatnya sinis begitu. Pedasnya tersembunyi. Aku yang sangat peka bisa merasakannya, karena seolah disinggung maunya karyanya nebeng saja padahal ga pernah aktif. Kan dia gak tahu kalau aku sudah masuk ke grup itu.
Mungkin dia merasa mudah berperang di areanya itu karena dia penguasanya jadi perang seperti apa pun, dia akan mudah memenangkannya dengan mengeluarkan orang itu dari grup penerbit itu. Wah, songong nih! Begitu pikiranku deh, suudzon mulu, jelek-jelek mua. Btw apa ga ada ya yang bisa dipesankan selain si Pandora tuh kulihat hanya dia saja deh gentayangan di sana. Masa penjualnya hanya dia saja, sih?! Geram! Gak bisa dapatkan buku itu…
Hah, sudahlah! Lupakan saja buku yang mau kubeli itu. Padahal penasaran apa isinya, meski bukan hasil seleksi aku kan menghargai buku apa pun itu. Aku ga bermaksud menyanjungkan seleksi daripada keaktifan (meskipun pada umumnya pasti banyak orang berpikiran begitu). Apakah aku berpikiran begitu? Nggak sama sekali! Aku malah tertarik karena nama penulisnya tuh Penchake. Kenapa dia merasa tersindir seperti itu?!
Btw kirim naskah ke penerbit indie yang diadminkan olehnya itu sudah kupost di blogku loh, kalau dia dapat semoga dia berterima kasih hehe, tapi kan bukan dia ownernya kan? Hanya admin doang. Aku hanya pengen kalo dia nemu, sadar kek! Saking profesionalnya aku nih gak pake emosional dalam memosting meski tuh orang bikin sakit hatiku, haha…
Ah, sudahlah! Ambil saja positifnya karena koment pedas halusnya yang kugaris bawahi itu sudah menyeretku ke grup ini, karena merasa tertantang untuk mencobanya, ngarep bisa punya antologi di grup itu bareng yang lainnya. Itu saja niatku jadi mau belajar di grup itu, coba-coba saja. Kita lihat apa saja yang akan kulakukan di grup kesayanganku itu…
Seneng banget bisa bergabung di grup PANCHAKE itu!!!
Aku tak nyangka kalau mau diterima juga padahal nggak aktif di grup sebelah sebelumnya, jadi benar-benar orang asing dan orang baru. Newbie bangetlah! Makanya aku hepi. Lupa siapa yang confirm kayaknya huruf pertamanya tuh S, nama cewek 2 kata kayaknya.
Jadinya aku mule serius nih menggarap karir di sini karena berterima kasih banget sudah ada yang mau approve masuk. Aku gak memperkenalkan diri lagi kayak di sebelah, norak hehe seolah mau banget diperhatikan.
Plus takut salah juga. Pokoke sebagai anak baru, selalu takut salah. Makanya karena sudah berpengalaman, seperti di Cendol dulu tuh, aku buka-buka filenya dan baca peraturannya dsb. Kan mau jadi ghost yang baik sudah serius nih gara-gara si Pandora panas-panasin hehe.
ada 72 file di sana kutemukan. Yang paling bawah dimulai sekitar akhir Mei 2014, tanggal 31 kayaknya. Eh ternyata sudah lama pindahan ya? Tapi kenapa? Terus namanya juga berubah kenapa? Lebih seneng sih sebenarnya sama nama Penchake! Lalu obrak-abrik file deh tuk dipelajari. Huh, banyak juga ya.
Nemu file terpenting tentang aturan dan pendaftaran juga. Jadi ngedaftar deh ulang, kali ini pake formulir kirimnya saking serius dan minatnya aku nih. Semoga sampai ya dan aku bisa jadi ghost resmi getu, ga hanya sekedar silent reader. Salam kenal ya semua!
Semua file kupelajari tuh, aku gak mau kalah daripada mereka. Awal bulan Nov malah sibuk mempelajarinya sampe pusing sendiri hihi saking seriusnya nih mau belajar. Jadi marah-marah pula saking nggak maunya kalah materi dan wawasan! Roster juga dipelajari saking gak maunya salah-salah takut dibantai. Omongan juga hati-hati EYD-nya takut kena tegur saking traumanya dulu di masa lalu hihi.
Pokoknya semuanya pake hati-hati! Scary soalnya hihi. Tapi lihat nih, penjaga makamnya (admin) harus diadd mua. Duh, semuanya? Kalau Chief dkk sih gak apa, tapi… tahu sendiri kan si Pandora itu adminnya juga. Mau gak mau harus ngeadd cewek judes itu, deh. Sudahlah, taati saja peraturannya. Aku kan anak yang patuh. Lagian hanya formalitas saja, kan? Meski dalam hati gengsi banget!
Lalu lihat deh peraturannya, hah seperti biasa harus sesuai EYD aku sudah biasa menuliskannya. Sudah tahulah, tapi lihat sanksinya tuh serem deh! Tapi aku kan bukan tipe anak pengacau, jadi aku akan berhati-hati deh! Gak mungkin kan aku buat kerusuhan di sini padahal niatku lurus mau belajar plus mau bikin antologi bareng yang lainnya tuh. Gak mungkin aku mau ditendang dari sini, scary deh…
Aku pun bergentayangan dengan suka cita, membaca-baca jadi silent reader seperti biasa. Tapi agar bisa berbaur sedikit demi sedikit, menepis rasa malu aku koment aja deh tulisannya ghost di sana seperlunya yang aku mau koment.
Duh, malu de karena newbie di sini. Moga ga ditanya-tanya tuh newbie hehe. moga ga apa, kan? Sekalian kenalan bersosialisasi gitu. Pasti kalo aku koment tuh dianggap hei orang baru. Moga ga apa ya. Pelan-pelan saja dulu takutnya salah omong aku dibantai hehe. yang sopan-sopan, jangan keluarkan dulu asliku nih kalo berkomentar. Jangan lupa EYD-nya! Cos aku juga takut menyinggung, entah kenapa. Lagian kan anak baru begini, jadi pasti malu-maluin kalau keluar aslinya kan?
Aku baca-baca pas hari Kamis ada parade horror gitu tema bayangan kali ya? Kubaca-baca lumayanlah, meski sesederhana apa pun karya itu aku tetap menikmatinya, otomatislah aku kan penikmat horror! Kebetulan saja hari itu lagi ngehoror postingannya. Aku orangnya bukan tipe mencela karya. Tapi tetap saja bicara harus hati-hati takut bikin orang kebakar karyanya, hehe.
Setelah baca karya mereka sampe puas aku hanya koment 1 karya di situ karya Nov kalo ga salah tuh, soalnya dia bahas Doppelganger, kan beda tuh karyanya sama yang lain. Hanya tuk koment saja, aku pake lama segala soalnya takut nyinggung. Soalnya kan aku tahu doppelganger dari komik Maya 9, jadi aku komentnya begitu.
Hm lama de mikir-mikir dulu post komentnya hehe ga tahan tuk tunjukkan kalau aku tahu (pamer ya?!). Apa dia pecinta komik juga ya karena tahu istilah itu dan tahu dari komik itu, moga sama ya otakunya.
Lalu setelah post jadi kepikiran. Eh, takutnya tuh orang kesinggung dikira niru komik itu lagi padahal kan gak sama hanya temanya saja yang sama. Kulihat orangnya cerdas juga nih, lumayanlah. Siapa tahu bisa diajak obrol soal komik. Tuh kan saking menjaga perasaan orang deh, mau koment saja mikir-mikir dulu tata kalimatnya nih, ga kasar kan aku. Hihi…
Aku hanya lihat-lihat saja dulu postingan di sana cari hiburan apa saja sih? Ada foto seram ya? Haha! Duet horror juga ada wow. Aku selalu melakukannya baca-baca sambil makan dan melupakan buku-buku di lemariku hihi. Mumpung gratisan nih. Teratur pula mempelajarinya…
Aku lagi asik membaca sampai pada akhirnya aku teringat si Pandora tuh! Hei, mana sih tuh cewek? Gak kelihatan saja. Ato apa ada masalah ya di sini? Aku senang dia ga nongol-nongol juga? Ga tuh, malah mencari-cari ‘musuh’ku…
Akhirnya aku scroll sampai ke bawah pake ipad selalu aku baca-baca di grup. Mana lagi ya yang bagus dibaca nih? Akhirnya kutemukan karya Pandora tuh! Wah, akhirnya nemu karyanya, soalnya aku penasaran. Saking songong orang itu, semakin penasaran aku membaca karyanya untuk mengepaskannya apakah sesuai antara karakter orang itu yang selangit dengan karyanya?
Kuabaikan judul-judul menarik di sana karena aku penasaran sama penulis Pandora itu. Sehebat apakah dia? Jadi lebih kudahulukan baca karyanya itu, yang sebenarnya sudah agak tenggelam tapi sempatin waktu karena aku mencari-cari karyanya tersebut. kebetulan kan untuk cari tahu. Judulnya Organ, sebuah judul yang gak membuat penasaran sebenarnya tapi yang bikin penasaran adalah penulisnya! That’s all…
Ceritanya cewek direndam di batuan es, cewe psk yang ga sadarkan diri lalu diambil ginjalnya untuk dijual, matinya dimakan anjing. Hm! Ceritanya pintar banget! Keren! Saking sadisnya tuh jadi mengingatkanku pada karya kisah horror yang juga slasher gini. Wuih, pantas songong! Ceritanya bagus banget! Hm, ini jujur ya…
Kuteliti kalau ceritanya sadis begini, apakah penulisnya juga sadis? Aku juga suka ceritain yang sadis tapi aku gak sadis kan? Lembut malah.
Kubaca-baca koment di sana. Pujian kuabaikan karena ga begitu penting ditelaah. Kubaca saja koment yang penting-penting katanya petikan novelnya, yang respon mau beli, hm meski gengsi kuakui mau beli juga kalau kelak terbit saking penasarannya sama karya orang ini supaya bisa kupelajari. Tentunya aku gak mau kalah dong sama dia.
Kulihat dia jenius banget deh orangnya. Wow! Aku gak tahu kalau ginjal bisa diambil, untuk mengurangi rasa sakit dengan pengganti anestesinya yaitu direndamin es. Baru tahu dan aku mengakui kecerdasannya mengolah cerita itu. Tapi ada yang koment pernah dengar cerita itu. Wah artinya dia banyak baca novel thriller dong, apresiasi deh!
Sepertinya aku kalah dengannya (langsung merasa). Aku gak secerdas itu (jujur). Ada kritikin tapi gak tajam dan masih direspon dengan kalem. Wah, sepertinya cewek ini nggak bisa dianggap enteng! Mungkin dia penulis terkenal?
Tapi sayangnya itu loh, dia songong! Karyanya bolehlah bagus, tapi… ah, sudahlah! Kesal juga sih mengakuinya meski baru satu karya sudah membuatku terpesona karena aku memang gampang terpesona apalagi cerita itu baru kudengar. Malah membuatku teringat sama gaya cerita penulis favoritku admin twitter kisah horror. Suka bangetlah sama cerita seperti ini!
Tentu saja aku gengsi mengomentarinya apalagi memuji, cukuplah dalam hati. Takutnya ntar dia besar kepala lagi, nah aku sendiri kan yang kena kesalnya kalau begitu?
Penyelidikanku tentang si Pandora itu cukup terwakili cerpen itu. Luar biasa! Apalus. Jadi salut banget sama karya ini, hm apa aku berlebihan ya? Jadi kagum diam-diam. Dia pasti tak tahu aku tengah menyelidikinya…
Btw cerpennya juga ada di buku Boneka Kuntilanak itu, kan? Sejauh yang kubaca, cerita di buku itu sangat keren! b^0^d. tapi belum sampai di bagian cerpennya, masih jauh perjalanan hehe dan sayang juga kalau cepat habis, buku mahal sih sekarang ga ada duit lebih beli yang baru makanya berhemat deh.
Jadi penasaran sama cerpennya itu apa bagus? Pastinya bagus karena dibukukan tapi tunggu ya giliran. Aku orangnya taat sama urutan halaman, aku ga mau langsung loncat ke cerpennya meski penasaran, biarlah cerpen itu jadi kotak Pandora yang nanti saja kubukanya haha…
Hm, kalau aku memuji pastilah heboh banget! Jadi kepikiran sama si Pandora itu, pantas banyak banget fansnya. Ternyata dia bagus juga ya meski baru 1 kuselidiki cerpennya tuh…
Kumembalikkan badan dari layar laptopku dengan mengayunkan putaran kursinya. Kumelipat tangan serius. Aku tak mau kalah darinya! Itu yang kupikirkan. Akan kupost karya terbaikku sebisa mungkin agar dia bisa menyadari kehadiranku di sini (hm, carper nih ya?). mau kutunjukkan kalau yang bisa menjadi yang terbaik di sini, gak hanya dia saja.
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 6:13 PM 0 komentar
Label: diary



















