THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 08 Mei 2013

About Ayu Utami, Seorang Penulis Yang Tidak Pernah Berpikir Menulis Buku Untuk Laris

Perkenankan saya memperkenalkan diri sebagai feminis, pengarang, dan seorang “spiritual-kritis”.
Saya lahir di musim dan kota hujan, Bogor, ketika tempat itu belum dipenuhi angkot seperti sekarang. Ribuan kelelawar masih mendiami Kebun Raya dan setiap sore di masa kanak saya mendapatkan pemandangan menakjubkan: makhluk-makhluk gelap bersayap meninggalkan jambul hutan dan memenuhi langit. Saya sekolah di SD Regina Pacis Bogor, dan setiap hari memandangi rusa tutul di halaman istana. Saya anak bungsu dari lima bersaudara.
Selepas SD saya pindah ke Jakarta dan merasa kehilangan firdaus. Saya sekolah di SMP dan SMA Tarakanita I dan mengalami ibukota yang banjir sehingga kami kadang dapat hari bolos karena sekolah terendam. Saya senang mengalami sekolah perempuan semua. Itu memberi kami saat-saat bebas dari tanggungjawab meladeni masyarakat. Menurut saya, dalam suasana campur, perempuan (mungkin tanpa sadar) dilatih dan melatih diri untuk melayani. Mereka harus menyiapkan makanan, harus membuat suasana hangat, dan sebagainya. Masa SMA-cewek-semua membebaskan kami dan memberi kesempatan untuk menyadari dan menikmati hak-hak kami.
Di SMA saya mulai senang mengarang dan melukis, dan sering bolos sekolah hanya untuk kedua pekerjaan itu. Saya pernah menyerahkan novel petualangan ke penerbit Gramedia dan ditolak. Waktu itu sudah agak jelas bahwa saya menyukai dunia seni dan ingin jadi seniman. Ayah saya melarang saya mendaftar di Seni Rupa ITB, dan menyuruh saya masuk jurusan Sastra Rusia di Fakultas Sastra UI. Ayah seorang jaksa dan ia tahu ada pekerjaan sebagai intelijen di kejaksaan dan mereka pasti membutuhkan lulusan studi Rusia karena saat itu Uni Soviet (sekarang Rusia) adalah negeri komunis.
Saya kuliah di sana tapi segera bosan. Di tahun kedua saya mulai sering bolos dan mencari ilmu  kehidupan di luar kampus. Saya pun ambil kursus sekretaris, mengikuti pemilihan Wajah Femina sebagai finalis, bekerja di hotel, di perusahaan pemasok senjata, dan lain-lain untuk mengatasi rasa jenuh—bidang-bidang ini memberi saya pelajaran kehidupan, tapi jelas tidak cocok untuk saya. Akhirnya saya menjadi wartawan dan merasa nyaman.  Saya bekerja di bulanan Matra, dwimingguan Forum Keadilan—dua media yang dulu berafiliasi pada majalah berita Tempo tetapi kini bisa dibilang sudah tidak ada.
Pada tahun 1994 majalah Tempo dibredel, bersama Editor dan Detik. Dibredel artinya dimatikan. Inilah bentuk sensor pemerintah di zaman itu. Bersama beberapa wartawan, yang kebanyakan muda, kami melawan dan mendirikan Aliansi Jurnalis Independen. Tapi organisasi ini dilarang oleh pemerintah. Beberapa teman saya masuk penjara. Saya sendiri dipecat dari majalah Forum. Para pendiri AJI dimasukkan daftar hitam dan tak boleh bekerja di bidang pers lagi.
Karena tak bisa lagi menulis sebagai wartawan, saya pun menulis novel, sembari bekerja di Teater Utan Kayu (TUK), yang baru didirikan, yang juga merupakan tempat berkumpul seniman, wartawan kritis, dan aktivis demokrasi. Lahirlah Saman—sebuah fragmen dari novel yang sedang saya tulis. Fragmen itu memenangkan lomba Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1998. Sebelum terbit, naskah itu sudah begitu banyak dibicarakan orang dan banyak yang minta naskahnya kepada saya, sehingga sering saya membagikan disket (waktu itu masih disket). Saya pikir, lama-lama saya bisa bangkrut karena membagikan disket pada orang. Maka ketika Kepustakaan Populer Gramedia minta menerbitkan, saya setuju.  Saman terbit hanya sepuluh hari sebelum Soeharto tumbang.
Pada peluncuran Saman di Teater Utan Kayu, 12 Mei 1998, terjadi penembakan mahasiswa Trisakti. Tanggal 21 Mei Soeharto mengundurkan diri. Buat saya pribadi, Saman sungguh membawa suasana masa itu.
Setelah rezim militer tumbang, di era Reformasi, kami para anggota AJI sebetulnya sudah boleh menjadi wartawan lagi. Saya memilih untuk tidak, karena saya telah bekerja di bidang yang saya lebih suka: kesenian. Saya menjadi editor di jurnal kebudayaan Kalam (sekarang hanya online), dan kurator program sastra di Teater Utan Kayu (yang kemudian berpindah ke tempat baru di Jalan Salihara dan menjadi Komunitas Salihara), selain menulis buku-buku saya sendiri.
Dalam kehidupan pribadi, pada awalnya saya tidak ingin menikah. Saya merasa ketika itu tekanan bagi perempuan untuk menikah masih begitu tinggi dan saya ingin perempuan punya alternatif sehingga mereka tak perlu menikah jika karena terpaksa atau menjadi istri kesekian. Saya juga keberatan dengan pemaksaan negara tentang hubungan antara suami-istri di mana suami dengan sendirinya adalah kepala keluarga. Buat saya, hal itu harusnya keputusan dua orang yang menikah, bukan urusan negara. Ini saya tuliskan dalam Si Parasit Lajang (2003). Pada akhirnya, saya “menikah Gereja” dengan Prasetya Riksa alias Erik Prasetya alias “Enrico”, meskipun tidak menikah secara negara (karena keberatan saya soal kepala keluarga tadi). Perubahan keputusan itu saya tulis dalam Eks Parasit Lajang yang direncanakan terbit akhir tahun 2012.
Kini saya tinggal di Jakarta bersama Erik, beberapa ekor kucing, satu anjing, dan satu burung nuri yang dihibahkan teman karena istrinya khawatir wabah flu burung.
Saya memiliki perhatian khusus pada isu-isu agama. Saya lahir dalam keluarga Katolik yang saleh. Kritik terhadap agama pada diri saya muncul pertama kali karena kesadaran bahwa institusi agama sangat patriarkal. Setelah mencoba mengenyahkan Tuhan dan agama dari hidup saya di usia duapuluhan, pada usia tigapuluhan saya melihat kembali agama dengan cara baru, yang saya sebut sebagai “spiritualisme-kritis”.


Buku-buku saya:
•    Saman, novel (1998)
•    Larung, novel (2001)
•    Si Parasit Lajang, kumpulan esai (2003)
•    Sidang Susila, naskah drama dan kumpulan esai (2008)
•    Bilangan Fu, novel (2008)
•    Manjali dan Cakrabirawa, novel seri Bilangan Fu (2010)
•    Cerita Cinta Enrico, novel kisah nyata (2012)
•    Lalita, novel seri Bilangan Fu (dalam proses)
•    Eks Parasit Lajang, novel kisah nyata (dalam proses)
Riwayat pekerjaan institusional:
•    Wartawan–Matra, Forum, Demokrasi & Reformasi (1991-1995)
•    Peneliti Pusat Studi Arus Informasi (1996-1997)
•    Redaktur Jurnal Kebudayaan Kalam (1997-2004)
•    Kurator Teater Utan Kayu (1997-2004)
•    Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (2006-2009)
•    Kurator Program Sastra Komunitas Salihara (sejak 2010)
•    Direktur Bienal Sastra Salihara (2009, 2011)
•   
Beberapa penghargaan, beasiswa, dan fellowship:
•    Thomson Foundation Advance Journalism Course, Cardiff, Inggris (1995)
•    Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta (1998)
•    Asian Leadership Fellow Program, International House of Japan (2000)
•    Prince Claus Award (2000)
•    Iowa Writing Program, Iowa, Amerika Serikat (2005)
•    Khatulistiwa Literary Award (2008)
•    Penghargaan sastrawan kreatif Majelis Sastra Asia Tenggara (2008)
Lain-lain:
•    Jamu, video esai tentang jamu dan mitosnya, kolaborasi dengan Erik Prasetya (2001)
•    Sang Guru Piano, penyelaras terjemahan karya Elfriede Jellinek (2005)
•    Ruma Maida, naskah film (2009)
•    Tagore dan Masa Kanak, penerjemah dari bahasa Inggris sepilihan karya Rabindranath Tagore (2011)

================================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Selasa, 07 Mei 2013

ROMANTIC CLASS -4

aku bisa membuatmu... jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku...
(dewa 19)


♥ Jumat, 6 Agustus
Kelas Romantis lagi olga di aula. Sebelumnya pemanasan, lari-lari dulu, Miyung jadi mo lari sekencang-kencangnya! Materi hari itu senam lantai. Buddy melakukan kayang dengan mudahnya. Enteng banget! Diam-diam Miyung perhatikan penuh wow... >.<
Miyung memandangi aksinya yang sedang kayang dan aksi lilin melalui kacamatanya (hari itu Miyung lagi malas pake sofie n cuek dengan penampilan), hehe. Buddy bener-bener jago olahraga. Saat itu dia mulai jatuh cinta ama Buddy, meskipun ia yakin ia hanya bertepuk sebelah tangan karena Buddy hanya memandanginya tanpa kesan.
Tapi Miyung cuek aja saat giliran cewek, dy mengalami kesusahan. Ih! Tapi Miyung merasa, eh kok rasa-rasanya Buddy melihatnya ke sini terus ya? Miyung pun jadi malu >.<...
Tanpa mempedulikan penderitaan Buddy yang gak suka belajar, diam-diam Miyung selalu mengintainya tentu saja di kelas romantis. Saat Buddy lagi nulis di bangkunya di deret 4 (kan sebaris bangkunya ama Miyung) misalnya, Miyung mengamatinya sambil gregetan ndiri. 'Cakep banget! Udah mancung, rambut landak pula. keren...' batin Miyung mengagumi.
Buddy masih saja selalu bolos pada hari-hari berikutnya. Miyung pun melalui hari-harinya yang sepi tanpa Buddy di Kelas Romantis. Pernah wali kelas adain les matematik di rumahnya bersama yang lainnya, ia malah ngelamunin Buddy selama les. Andai aja si Buddy ada di sini ikut les bersamanya…
Ketidakhadirannya yang panjang membuat Miyung bete. Ia pun mulai melupakan Buddy karena lama tak datang. Pernah ia diajak tarbiyah ama temannya, si Ani. Miyung merasa disuru ngelupain Buddy, deh! Miyung merasa disuruh jauhi doi karena seneng banget dan terhipnotis melihatnya...
Lalu ada PR Bahasa Inggris. Miyung jadi teringat Buddy lagi. Selama ini cowo itu belum nongol juga. Habis PR ini diketik, sih. Miyung jadi merisaukan Buddy. Buddy pasti ga tahu ada PR. Bagaimana dengan nilainya nanti? Kasihan kan? /. .\
Meskipun Miyung berusaha untuk melupakannya selama berhari-hari, tetap saja Miyung selalu teringat pada Buddy (kangen berat selalu):
Suatu siang ia ketemu ama Buddy sepulang skul di perhentian angkot, depen skul. Mulanya Miyung ga memperhatikannya, hingga Buddy melangkah melewatinya, barulah Miyung deg-degan lagi. Mereka bertatapan lagi. Di sana hanya ada mereka berdua yang menanti, di bawah pohon rindang. Ia tersenyum misterius lagi ama Miyung.
Miyung merasa heran bisa ketemu Buddy di sini, karena sebelumnya ia tak pernah melihatnya nungguin angkot di sini. Biasanya di area samping skul dy naek angkotnya. Napa ada di situ, ya?
Di awal-awal masuk skul ia pernah melihat Buddy ke skul dengan rambut naturalnya, tak menduri seperti biasanya. Tapi hanya sehari itu aja. Rambut Buddy sebenarnya rambut jatuh, jadi kalo uda natural kayak getu ia uda ga terlihat cool lagi dan terlihat seperti pemuda biasa yang polos, tapi tetep aja dia cute. Tapi entah napa saat itu Miyung malah berfirasat kalau Buddy mo carper ama dia dengan penampilan alaminya itu. Entah napa Miyung bisa berpikiran seperti itu, entah benar atau kagak. Miyung kan penampilannya sederhana banget ga kayak cewe-cewe remaja lainnya yang modis. Ya, meskipun Miyung tergolong kucing gaul sih...
Tapi dengan penampilan polos seperti itu, malah mengundang temen-temen lainnya tuk ngegodain dia dan menjadi pusat perhatian karna Buddy tampil tak seperti biasanya...
Suatu hari, Buddy lagi turun menuju kelas romantis. Ia tak sekeren biasanya karena rambutnya yang jatuh dan tampil polos, apa adanya. 'Jadi kayak anak innocent, Jauh dari kesan anak nakal. Ada tugas bahasa Inggris tuh. Dia  pasti gak buat. Tapi manis juga si dia tampil getu,' pikir Miyung.
Buddy lalu mondar-mandir. Ia mendekati bangku Miyung karena di mejanya dikumpul tugas. Ia mo lihat-lihat tugas yang dikumpul. Lagi-lagi Miyung jadi curiga kalo Buddy ingin mendekatinya...
Hari yang lain, waktu stres sepulang skul. Miyung melihat Buddy dkk di seberang skul lagi nunggu angkot. 'Pasti tuh anak mo pergi main,' celoteh Miyung. Miyung lagi cuek neh. Selama di kelas romantis tadi, Miyung ga sempat intai dia karna sibuk belajar. Tapi kan gak salah karna sekarang udah pulsek. Miyung seneng juga si ngeliatnya. Tapi Miyung lagi bad mood neh. Ia pun nyebrang dan nunggu ama Buddy dkk di bawah pohon. Miyung pura-pura ga ngeliat, begitu pun halnya dengan Buddy.
Buddy yang saat break selalu duduk di depen kelas tetangga malah sempat membuat Miyung curiga kalo Buddy punya pacar di sana. Pernah si dilihatnya ada cewek ajak dia ngobrol, tapi hanya sekali seumur hidup hoho. Itu pun ga akrab-akrab banget...
Lama-lama Miyung jadi merasa kehilangan juga. Alfa Buddy banyak amat! Padahal tanggal 12 ampe 17 Agustus ada PORSENI (pekan olahraga dan kesenian) di skul. Tak ada pelajaran yang selalu dihindari Buddy, kan? Malah main terus bertanding saat-saat itu…
Akankah Buddy datang kembali ke Kelas Romantis?

Cara Buat Resensi

1. Jenis Buku
Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi
2. Keaslian Ide
Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.
3. Bentuk
Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.
4. Isi dan Bahasa
Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang
a. tema
b. alur
c. perwatakan
d. latar
e. amanat
f. sudut pandang
dan lain-lain
Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.
5. Simpulan
Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.
• menulis data buku yang dibaca,
• menulis ikhtisar isi buku,
• mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
• menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
• memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.
Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :
1.         Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman
2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.
3. Ikhtisar/Sinopsis Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya.
Sinopsis adalah ringkasan isi cerita (biasanya untukkarya fiksi).
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.
5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.
 Sumber:
http://organisasi.org/langkah-tahap-cara-membuat-resensi-buku-dan-unsur-kerangka-re
sensi-buku

CONTOH RESENSI BUKU NONFIKSI:
Judul : Bengkel Kreativitas
Penulis : Jordan E. Ayan
Penerbit : KAIFA
Cetakan : II, November 2002
Tebal : 312 halaman
Sebuah permainan menyenangkan menelusuri ladang kreatifitas yang kaya. Buku Bengkel Kreatifitas Ayan ini ditakdirkan untuk membuat pola pikir penikmatnya menjadi lebih menarik dan orisinal. Bengkel Kreatifitas adalah sebuah survey ide untuk melejitkan kreatifitas yang mengasikkan dan menyenangkan. Antisiasme Jordan Ayan sulit dibantah dan setiap penikmat buku ini akan mendapatkan strategi yang sesuai. Bengkel Kreatifitas adalah buku panduan untuk membebaskan semangat kreatif yang penuh inspirasi sekaligus praktis. Masa dapan adalah milik mereka yang mampu membentuknya. Buku unik Jordan Ayan ini akan menunjukan cara membentuk masa depan, yaitu dengan menyediakan kunci untuk membuka ide-ide cemelang. Didalam buku ini kita mendapatkan sepuluh cara untuk menemukan ide-ide pamungkas melalui pergaulan, lingkungan, perjalanan, permainan, alam bawah sadar, seni, teknologi, berfikir, bacaan, dan jiwa kreatif
Setelah membaca buku ini penulis berharap, bila anda merasa anda bukan tipe orang yang kreatif, maka anda pasti akan merubah pikiran setelah membaca buku Bengkel Kreatifitas ini. Jordan Ayan akan mengajak anda untuk menjadikan seluruh dunia anda menjadi bengkel guna menempa kembali kraetifitas anda. Perkakas yang akan anda temukan dalam bengkel ini bukanlah palu atau obeng, melainkan sepuluh strategi yang dapat anda gunakan untuk membongkar, memasang, merakit, dan mengembangkan daya kretif anda. Baik anada ingin lebih kreatif dalam mengembangkan ide-ide baru ditempat kerja anda, maupun mencari inspirasi untuk kegiatan pribadi, seperti menulis atau melukis, buku ini akan membantu anda meluaskan wawasan dan menyulut semangat kreatif anda.
CONTOH RESENSI BUKU FIKSI:
Judul: Maryamah Karpov
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: November 2008
Tebal: 504 halaman + xii
Maryamah Karpov, buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata telah terbit. Apakah buku tersbut dapat menyaingi kesuksesan buku-buku sebelumnya? Ada baiknya kita lihat dulu resensinya. Resensi berikut bukan suatu yang mutak harus diterima semua kalangan, melainkan hanya sebagai patokan untuk para pembacanya.
Benarkah kekuatan cinta mampu membuat manusia melakukan hal-hal di luar kewajaran sekaligus 'sinting' di mata orang-orang sekeliling? Di dalam novel Maryamah Karpov yang merupakan buku ke-4 dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini akan kalian dapatkan jawabnya. Buku ini menceritakan usaha Ikal sebagai tokoh sentral di dalam Tetralogi Laskar Pelangi untuk menemukan belahan jiwanya: A Ling. Di bagian awal buku diceritakan secara flashback kenangan masa kecil Ikal bersama keluarganya di Belitong.
Dikisahkan pula saat-saat terakhir Ikal menyelesaikan studinya di Perancis…
Novel ini rupanya ingin menggaris bawahi sebuah pesan, janganlah engkau takut bermimpi. Tiada sesuatu hal yang mustahil dilakukan asal dilakukan dengan tekad baja dan semangat pantang menyerah, karena bukankah Tuhan selalu beserta para pemberani?
Kata demi kata mengalir bak sihir seperti melarang kita menutup buku, menyudahi membaca sebelum mencapai kata akhir. Inilah kepiawaian Andrea dalam memilih kata-kata yang telah teruji di 3 buku sebelumnya.
Tentu saja tiada gading yang tak retak, seperti juga dengan buku Maryamah Karpov ini. Ada beberapa hal yang mengganjal setelah selesai membaca, antara lain tidak ditemukannya hubungan langsung antara judul dan bangunan cerita secara keseluruhan. Maryamah Karpov di sini digambarkan sebagai seorang perempuan yang biasa dipanggil mak cik, mendapat tambahan nama belakang karena sering terlihat di perkumpulan jago-jago catur di warung kopi Usah Kau Kenang Lagi dan mengajari orang langkah-langkah a la Karpov. Nama ini terkesan tempelan saja, artinya tanpa tokoh ini pun tak akan mengubah jalan cerita. Aku menghitung tidak lebih hanya 3 kali saja nama perempuan ini disebut. Entah alasan apa yang membuat Andrea Hirata memberi judul seperti itu. Aku rasa judul Mimpi-Mimpi Lintang jauh lebih sesuai.
Ada juga hal yang ganjil pada saat Ikal menemukan bangkai perahu lanun di dasar sungai Linggang. Keputusan untuk meng'kanibal'kan material kayu kapal lanun demi menyempurnakan haluan perahu Mimpi-Mimpi Lintang—Ikal memberi nama perahunya seperti itu untuk menghormati sahabatnya—rasanya sesuatu yang tak masuk di akal. Mana mungkin seorang Ikal yang notabene seorang berpendidikan tinggi mengabaikan nilai historis sebuah perahu yang telah karam ratusan tahun lalu hanya demi ambisi membangun perahu baru.
Terlepas dari adanya beberapa kekurangan di atas, buku ini tentu mempunyai banyak keistimewaan dan memang layak menjadi bacaan wajib terutama bagi teman-teman yang sudah membaca 3 buku sebelumnya sekaligus untuk menjawab pertanyaan berikut:
Mampukah Ikal menemukan A Ling? Dan bagaimanakah akhir kisah cinta dua anak manusia ini, bisakah mereka bersatu dalam maghligai rumah tangga? Jawabannya bisa kalian dapatkan setelah membaca buku setebal 504 halaman ini. Selamat membaca!

=================================================================


JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Senin, 06 Mei 2013

ROMANTIC CLASS -3

"aku jatuh cinta... untuk kesekian kali... baru kali ini kurasakan....
(dewa 19: jatuh cinta)"

"Eh, di kelasku ada yang namanya sama dengan tokoh kartun favorit kita, loh!" 
beber Miyung pada suatu hari ke geng Otaku, di saat ia baru pertama kali mengetahui siapa yang bernama Buddy itu. Saat itu geng Otaku antusias pengen tahu siapa cowok yang namanya mirip itu. Hari itu Miyung lagi girang karna pada akhirnya Buddy nongol juga setelah lama absen. Buddy memang memiliki nama yang unik dan jarang didengar. Obrolan seru mereka malah dapat tanggapan ama temen lainnya yang lewat-lewat karena penasaran. Habis heboh banget sih sampe yang lainnya pingin ikut-ikutan. Miyung jadi malu dan tutup mulut, kan gawat kalo ada orang luar yang tahu kalo dia suka ama Buddy...
Hari itu masih permulaan masuk skul. Buddy ada di depen kelas tetangga.
'Wah, ngapain ya dia ada di sana? Jangan-jangan pacarnya ada di kelas itu...,' pikir Miyung agak galau.
 ♥
♥ Selasa, 27 Juli
Buddy selalu jongkok di depen pintu. Ketika Miyung datang, Buddy menatapnya sunyi dari kejauhan sana. Tampangnya sendu. Begitu melihat Miyung, Buddy pindah ke kebun belakang. Buddy menjauh dari Miyung yang mo masuk, karena malu ama cewek itu kalo deket-deket lagi. Padahal saat itu Miyung masih berpikir bertepuk sebelah tangan.
Saat Fisika lagi vakum, Buddy sedang bermain bola di kelas Romantis ama teman-temannya. Buddy terlihat riang gembira mainnya. Tapi Miyung cuek-cuek aja. Miyung merasa biasa-biasa aja dan merasa mungkin hanya kagum ama Buddy. Tapi akhirnya ia melirik juga Buddy yang lagi main bola. Sebenarnya Miyung ingin mendekatinya.
Tiba-tiba saja bolanya jatuh menggelinding ke bawah bangkunya. Buddy malah melirik pengen tahu siapa yang duduk di situ. Dia datang mengambil bola itu. Miyung sok cuek-cuek aja, meskipun ia merasa si Buddy ingin mengenalinya juga...
Tapi rasanya nih kelamaan juga nih dy jongkok di bawah bangku Miyung itu. Kan bolanya cepet diambilnya. Kok lama, ya dy sambil lirikin Miyung gitu? Kan Miyung jadi grogi, ga respon lirikan lama itu, ga konsent pula baca bukunya. Jadinya Miyung nutupi wajah malunya dengan buku itu >.<
♥ Jumat, 30 Juli
Miyung hanya memandangi Buddy biasa-biasa saja pada mulanya. Ia yang sangat menyukai lari, berlari dengan riang gembira dan seronoknya. Habis, kan Miyung belum ada rasa ama Buddy. Kalo ia sadar apa sebenarnya rasa yang sebenarnya saat ini, tentulah Miyung takkan berlarian memalukan seperti itu. Waktu istirahat malah Miyung terus memperhatikan Buddy yang entah napa tak terlihat lelah, meskipun wajahnya cemberut mulu…
Semakin tua Juli, semakin kagum jualah Miyung pada Buddy. Miyung jadi salut hanya karena Buddy membantu Jason si ketua kelas membagikan LKS sejarah baru. Buddy rada sendu hari itu. Miyung hanya menggodainya dalam hati, Cie, bantu-bantu niye... padahal gak ada model tuh. Tapi  keren juga hihi...
Miyung lalu pura-pura tak peduli saat Buddy membagikan jatahnya ke meja Miyung. Miyung  jadi berbunga-bunga, seperti sedang diberi sesuatu oleh Buddy, meskipun tu cuma LKS yang baru dibelinya doang. Kan  bukan Buddy yang bayarkan toh, tapi Miyung dah sehepi itu! >.<
♥ Sabtu, 31 Juli
Perasaan Miyung deg-degan ketika melihatnya. Saat Buddy datang, Miyung paling hafal sepatu yang dikenakan cowo itu, begitu khas dan jarang dilihatnya, sehingga ia jadi sadar kalo nunduk siapa yang datang hanya dengan ngeliat sepatunya. Tapi Miyung kepikiran juga sih, apa cowo sekece Buddy itu uda punya pacar? /. .\
Tapi Miyung pantang mundur karena itu. Miyung ingin selalu bersama Buddy yang selalu saja hilir-mudik keluar kelas itu. Ia merasa Buddy adalah anak bandel yang selalu bolos. Tapi Miyung tetap menyukainya.
Saat keluar main setelah bersih-bersih sebelum pulang, Miyung main ke lantai atas bersama gengnya, Geng Otaku. Eh tanpa diduganya, si Buddy juga ada di sana bersama kawan-kawannya. Ia naik di belakang Miyung, loh! Miyung jadi panas dingin. Miyung gelagapan, tanpa bisa mengalihkan pandangannya dari Buddy yang ada di belakangnya, lagi naik juga. Ia terus memandangi Buddy, dengan tatapan kagum. Si Buddy juga memandanginya sambil tersenyum-senyum misterius. Entah apa makna dari senyuman ajaib cowo kece itu. Miyung mengalihkan pandangannya untuk kembali menapaki anak tangga, tapi ia kembali berbalik liatin Buddy karna penasaran. Buddy masih tersenyum-senyum misterius sambil merapikan kerah bajunya. What, kerah bajunya?! Mereka kembali saling bertatapan lagi dan lagi...
Di lantai atas itu, Miyung berkali-kali curi pandang ke arahnya yang berada ga jauh darinya. Miyung benar-benar mulai jatuh cinta pada Buddy. Buddy pun berkali-kali lirikin Miyung. Tapi Miyung masih belum sadar apa yang dirasakan oleh Buddy sebenarnya jika melihatnya...
Miyung bahkan teringat pernah tunjukin pemuda yang bernama sama dengannya itu ama Geng Otaku. Tentu aja diam-diam, tapi Miyung gak pernah bilang kalo ia sudah mulai jatuh cinta padanya...
Perasaan itu mulai tumbuh, bagaimana dengan Buddy sendiri?!

Tips menulis Novel best seller

oleh Anne Ahira
Menulis adalah sebuah keterampilan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama jika mau berlatih dan terus berlatih. Sebagai sebuah keterampilan, memang harus dilalui dengan melakukan pelatihan khusus. Khusus untuk keterampilan menulis, Anda harus secara intens melatih diri dengan menulis. Demikian juga dengan menulis novel, agar dapat menjadi novel best seller, Anda harus terus berlatih dan menulis.
Menulis novel best seller menjadi harapan semua penulis novel di negeri ini. Jika sebuah novel mencapai tahap best seller, berarti novel tersebut diakui keberadaannya oleh masyarakat. Kondisi tersebut dapat Anda capai, itu artinya akan merubah kondisi kehidupan Anda. Perubahan tersebut dapat terjadi sebab dengan menjadi best seller, maka jumlah royalti novel yang diterbitkan semakin banyak dan hal tersebut jelas meningkatkan penghasilan penulisnya.


Proses Penulisan Novel
Untuk menulis novel best seller, yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana proses penulisan novel. Anda harus mengkondisikan proses penulisan sedemikian rupa, sehingga isi novel benar-benar layak menjadi novel best seller. Anda harus menulis secara total. Dengan cara seperti ini, diharapkan semua ide penulis tersampaikan secara utuh.
Pada dasarnya, menulis sebuah novel merupakan proses penulisan yang sangat berat. Dibutuhkan konsentrasi tinggi dan komitmen terhadap tujuan penulisan. Anda harus komitmen terhadap apa yang sejak awal sudah Anda harapkan. Dengan demikian, tingkat kesinambungan cerita terbangun baik.
Untuk memudahkan proses penulisan novel, Anda dapat menggunakan sistem outline. Dengan outline ini, gambaran ke depan dari cerita yang Anda tulis sudah jelas terlihat. Anda dapat memperhatikan banyak hal yang harus ada pada cerita sejak awal. Outline inilah yang menjadi pembimbing Anda dalam proses penulisan. Sistem outline ini juga untuk menghindari pembiasan cerita dari koridor yang seharusnya. Perjalanan cerita selalu terfokus pada alur yang seharusnya. Outline adalah alur yang harus dilalui oleh penulis dalam proses penulisan.
Bagaimana Novel dapat Menjadi Best Seller?
Untuk menjadikan novel best seller membutuhkan strategis khusus. Anda harus mampu menyusun rencana strategis agar novel Anda disenangi banyak orang. Anda harus melakukan beberapa hal terkait dengan tujuan ini. Langkah-langkah perencanaan strategis yang dimaksudkan adalah:
1. Rencanakan Tema Novel yang Akan Ditulis
Tema novel merupakan mata uang yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran dimana-pun Anda berada. Jika Anda menggarap novel dengan tema yang tepat. Novel tersebut akan menjadi rebutan semua orang. Masyarakat berebut untuk dapat mengkoleksi novel yang Anda terbitkan karena merasa tema yang Anda 'angkat' sesuai dengan kondisi kehidupan mereka. Inilah daya pikat paling utama bagi ketertarikan masyarakat terhadap novel Anda.
2. Rencanakan Penelitian Kecil untuk Kelengkapan Cerita
Untuk menunjang isi cerita dalam novel, Anda dapat melakukan penelitian terhadap segala aspek yang ingin Anda tulis dalam novel. Setidaknya isi novel Anda bukan sekedar fiksi, melainkan fiksi ilmiah dan hal tersebut semakin mewarnai isi novel Anda. Dengan penelitian, keaslian dan kesesuaian cerita dengan kenyataan sangat dekat, sehingga benar-benar dapat menjadi warna khusus untuk novel Anda. Hal ini seringkali menjadi pendukung novel dapat mencapai posisi sebagai novel best seller.
3. Rencanakan Penerbit yang Proporsional
Penerbit adalah pihak yang bersedia menerbitkan naskah cerita Anda dalam bentuk novel dan membayar Anda sebagai pembayaran penulisan. Penerbit ini memegang peran sangat penting dalam pencapaian posisi sebagai novel best seller. Anda dapat memilih penerbit yang benar-benar dapat mengkontribusi kebutuhan novel Anda. Penerbit yang professional tentu mempunyai orientasi pada pencapaian hasil maksimal. Dengan penuh semangat, penerbit berusaha agar novel terbitannya dikenal masyarakat secara luas.
4. Rencanakan Iklan yang Gencar
Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah proses promosi atau iklan secara gencar. Dengan proses promosi yang gencar, maka tingkat kepedulian masyarakat terhadap novel Anda meningkat. Peningkatan ini terutama karena masyarakat merasa dekat dengan novel Anda. Setiap saat, kapan, dan dimanapun mereka melihat dan membaca iklan mengenai buku novel Anda.

=================================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422