THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 01 Desember 2015

tips menulis dari indonesia tera

hay, nih ada beberapa tips nulis ya klik aja langsung menuju sumber link kopasnya!!!

http://animanga-oushiza.blogspot.co.id/2015/10/penyakit-kutukan-di-balik-angka.html

http://www.indonesiatera.com/kolom-redaksi/350-jangan-takut-jadi-penulis-pemula
http://www.indonesiatera.com/kolom-redaksi/349-menentukan-target-menulis
http://www.indonesiatera.com/12-review/review/348-minat-menulis-itu-masih-luar-biasa
http://www.indonesiatera.com/kolom-redaksi/347-yuk-mulai-menulis

http://animanga-oushiza.blogspot.co.id/2015/10/penyakit-kutukan-di-balik-angka.html

=====================================================================





JASA EDITING NASKAH BERHADIAH (remake)!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, Menulis Bukti Hidupku siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan (di, ke),

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital (huruf besar), huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD yang baik hingga selalu ditolak oleh penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau.
Misalnya penulis menulis “Karen sedih karena Miyung mengacuhkan dirinya”. Kenapa harus sedih dalam konteks kalimatnya? Mungkin penulis salah paham hingga mengira kalau arti kata “mengacuhkan” adalah “mencuekin”. Padahal arti kata “acuh” adalah “peduli”. Siapa yang masih salah memaknai salah satu kata yang sering disalahartikan ini?
Selain itu, masih banyak kesalahan penulisan lainnya. Apa kalian merasa menjadi salah satu penulis yang membutuhkan bantuan jasa editing naskah kami?

Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) untuk maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal), kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan/kelemahan tata kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?
Nb: Bagaimana dengan tarif di atas 100 halaman atau jauh di bawah 100 halaman? Harga santai, kagak lebay. Dinego aja, Say. Pasti bisa, Say. Dinego sampai oke di-DM. Cincay!

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Misalnya penulis menulis kalimat “aku sanksi padamu”, hingga membuat pembacanya salah tangkap makna kalimatnya karena arti “sanksi” adalah “hukuman”. Seharusnya ia menulis “aku sangsi padamu” yang berarti “aku ragu padamu”.

Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam bukunya kalau sudah terbit nanti bahwa penyunting naskah/pemerhati aksara bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan lembaran koreksi yang bisa dipelajari (jadi tak hanya menerima file hasil revisi naskahnya).
Bonus yang bisa dipilih seperti modul kumpulan penerbit terbaik di Indonesia, kumpulan tips menulis, dll (hanya untuk naskah yang maksimal 100 halaman). Bisa juga mendiskusikan soal penerbit tujuan, tentang pembenahan tulisan yang kami kerjakan, dll. Kami akan bantu sebisanya dari rekomendasi penerbit mayor, semi indie/semi mayor sampai penerbit indie/self publishing yang sesuai dengan isi naskah kalian.
Kenapa ada bonusnya? Ya, ini sebagai apresiasi karena kalian mau mencintai dan peduli pada kualitas naskah sendiri, mau memperjuangkannya terbit sebaik-baiknya dan tak asal jadi untuk terus mengurusnya sampai ke tangan pembaca, serta sebagai ucapan terima kasih karena kalian mau memercayakan kami sebagai penyunting aksara naskah kalian.
Semua bisa didapatkan hanya dengan tarif normal dua ratus ribu rupiah saja, loh!

 

Contoh naskah yang sudah sukses kami sunting aksaranya seperti:
-         novel Penyesalan (Alimudin Lewenussa).
-         novel Tabir Kehidupan (Alimudin Lewenussa).
-         Dll…

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD atau tak punya waktu karena kesibukan yang menggunung?
Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

-         Facebook (DM only) : ARIESKA ARIEF (add dulu, yah! Karena kalau belum berteman, DM nya masuk ke spam.)
-         WA : 085 399 566 422 (jangan ditelepon, yah! Biasanya kalau nomor asing, aku gak angkat.)
:=(D

4 kalimat yang harus dihindari orang sukses

saya tidak bisa: ketika kata ini diucapkan kerja otak kita menutup untuk mencari jalan keluar. namun sebaliknya jika saya bisa maka otak akan bekerja keras mencari jalan keluar.

tidak mungkin: ketika kata ini diucapkan maka kita sudah tidak percaya lagi dengan mujizat Tuhan karena semua hal yang ada di dunia ini berasal dari sesuatu yang belum ada.

saya sudah tahu: ketika kata ini diucapkan maka ego kita akan meningkat dan hati kita langsung menutup diri untuk belajar. padahal sejatinya, ilmu yang baru itu harus dipelajari.

nanti saja: ketika kata ini diucapkan maka akan memicu rasa malas dan akhirnya terjadilah penundaan. mereka yang menunda akan melemahkan antusias dan akan tersadar ketika baru mendapat musibah.

hindari kalimat2 sampah itu 90 hari ke depan maka kita akan jadi manusia baru!!!

http://animanga-oushiza.blogspot.co.id/2015/10/penyakit-kutukan-di-balik-angka.html

(bc by: nurbaety azzahrah)

playlist kematian

nah 1 lagi persembahan horor serem creepy pasta yang pastinya ngundang rasa penasaran! eh klik gambar ya tuk menuju sumber link kopasnya. btw si aku dah mo selesaikan kumcer horor keduaku, moga cepet kelar de. tinggal beberapa sentuhan lagi tuh. hehe, moga aja pas kelar tu kumcer horor perdanaku di acc bukune. amin! doain ya :=(D

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=799781610103945&id=516111181804324&set=pb.516111181804324.-2207520000.1431777954

The Headphone Guy (original story by beruthiel)

************************************************

Aku sering bertemu dengan pria itu di stasiun bus setiap sore saat berangkat kerja di kelab malam di bagian lain kota. Orangnya masih muda, mungkin sekitar 25-26 tahun, dengan rambut pirang gelap, tulang pipi tinggi, mata hijau cerah di balik kacamata bingkai tebal. Ia sering mengenakan syal yang dililit gaya di lehernya, jaket panjang atau sweater modis, dan celana kain atau celana jins berpotongan lurus yang rapi plus sepatu model Oxford, ditambah tas selempang kulit; model penampilan ala penulis novel atau pengarang skenario muda yang sering kulihat membanjiri kedai-kedai kopi modern di kota ini.

Pendek kata, ia cukup menarik, kalau kau suka tipe seperti itu. Dan ia selalu memakai headphone, baik saat berjalan, menunggu bus, maupun duduk di dalam bus. Nampaknya, ia sangat suka musik; tidak peduli walaupun cuaca panas, atau bus sedang penuh sesak, atau ada hal-hal menyebalkan seperti orang mabuk, pengemudi sok yang memencet klakson secara berlebihan atau pemuda berandalan yang bersikap menyebalkan, ia tetap terlihat tenang dan santai.

Aku iri sekali dengan ketenangannya. Tak banyak lagi orang yang punya ketenangan seperti itu, apalagi di kota besar yang sibuk seperti ini.

Kadang, kalau kami duduk agak berdekatan, aku suka memerhatikannya dengan intens, dan dari dekat, ia semakin menarik saja. Kadang ia membaca buku, mungkin buku puisi atau novel. Saat disapa atau ditegur seseorang, bahkan yang sekedar memintanya bergeser karena ingin duduk, ia selalu tersenyum. Ah, senyumnya itu. Aku selalu ingin menegurnya, tapi tidak berani.

Suatu sore, saat menunggu di halte bus yang sepi, kulihat ia duduk sendirian sambil membawa beberapa barang yang cukup banyak selain tas selempang kulitnya yang biasa. Di tangannya, ada kantung kertas coklat penuh berisi buku yang nampaknya sudah cukup tua, dan ia perlu memegangi mereka dengan dua tangan. Aku tak tahu apakah ia akan membaca buku-buku itu atau mungkin merestorasinya, tapi kali ini, ia nampaknya cukup kepayahan mengurusi barang yang nampaknya berat itu sehingga tidak mengenakan headphone-nya. 

'Apakah aku harus menegurnya?' Pikirku. 'Ini bisa jadi bahan pembicaraan yang menarik, 'kan? Aku bisa tanya soal buku-bukunya. Apalagi, sekarang tak ada orang.' Tepat pada saat itu, bus berhenti, dan kulihat ia berdiri dengan bawaannya. Saat itu, 2 atau 3 buah buku di tumpukan teratas mendadak meluncur keluar dari kantung kertas yang dibawanya, dan terjatuh ke lantai dekat bangku halte.

'Kesempatan!' Pikirku, dan langsung maju untuk membantunya memungut buku-buku itu.

"Terima kasih," ujarnya, mendongak menatapku sambil tersenyum.

"Sama-sama," balasku, tak bisa memercayai keberuntunganku. Akhirnya, aku bicara padanya! Suaranya lembut dan ternyata dalam sekali, dan mata hijaunya nampak semakin luar biasa kalau dilihat dari dekat. Kurasa tanganku sedikit gemetar saat tangannya sedikit menyentuh jariku ketika ia mengambil bukunya.

"Kau tidak naik?" Tanyanya, masih tersenyum.

"Ah...oh...tidak, aku naik bus yang berikutnya."

Pemuda itu mengangguk lagi. "Kalau begitu, terima kasih, ya. Sampai ketemu."

Aku hanya bisa mengangguk, terpana, ketika busnya menjauh. Akhirnya, aku bicara dengannya! Ah, mungkin hari berikutnya aku akan menegurnya lagi, dan mungkin, aku akan punya cukup keberanian untuk mengajaknya minum kopi...

Lamunanku terputus ketika aku duduk lagi di bangku halte. Di bangku itu, kulihat sebuah ponsel berwarna hitam, model terbaru yang begitu tipis sampai rasanya bisa kupatahkan dengan tebasan telunjuk. Aku ingat pernah melihat pemuda itu mengeluarkannya dari saku saat hendak memilih-milih lagu atau membaca pesan. Mungkin tak sengaja terdesak keluar dari sakunya saat ia duduk. Aku juga sering mengalaminya saat memasukkan ponsel ke dalam saku celana yang tak begitu besar, dan beberapa kali hampir kehilangan ponsel karenanya.

'Lagu apa sih yang selalu ia dengar?' Tiba-tiba muncul niat isengku untuk memeriksa playlist musiknya. Aku ingin tahu lagu macam apa yang selalu didengarkan pemuda seperti itu. Koleksi musik klasik? Musik-musik asing dengan campuran komposisi modern dan etnik? Atau mungkin band-band hispter yang belum pernah kudengar? 

Benar saja, ketika kubuka playlistnya, yang kulihat adalah deretan judul-judul aneh seperti "1A_Dog," "2Cat," "3LittleSister," "4Maria," "5MechanicGuy," dan seterusnya. Jujur, aku tak pernah dengar semua lagu ini, jadi aku penasaran dan mendekatkan speaker ponsel ke telingaku, lantas menekan 'Play.'

Aku terheran-heran mendengar suara dengkingan anjing dari file "1A_Dog." Apa ini? Apakah efek suara sebelum lagu dimulai? Tapi, setelah semenit mendengar suara mendengking, file itu berhenti.

'"Itu saja?" Ujarku heran, namun file berikutnya mulai bermain, dan aku tersentak sedikit. "2Cat" dimulai dengan suara raungan kucing yang sepertinya marah, namun setelah beberapa lama, berubah menjadi meongan-meongan kecil menyedihkan sebelum berhenti.

Apa-apaan ini? Aku mendengarkan ketika file "3LittleSister" bermain. Mulanya, aku mendengar suara berderit, seperti pintu dibuka. Lalu, suara bayi yang nampaknya tertawa, dan mendadak, bayi itu menangis. Keras, tapi tak lama. Suaranya berubah menjadi suara tersedak, disusul tangisan-tangisan pendek, dan akhirnya berhenti.

Bulu kudukku berdiri. Apa-apaan ini? 

Ketika file "4Maria" mulai dimainkan, aku mendengar derit pintu lagi seperti tadi. Bulu kudukku meremang ketika aku mendengar suara tangisan seorang wanita, disusul suara memohon: "jangan...kumohon jangan...."

Aku menutup mulut ketika mendengar wanita itu menjerit; suara jeritan kesakitan yang sangat keras dan intens, saling susul menyusul seolah wanita itu sedang disiksa. Mendadak, terdengar suara seperti orang tersedak, disusul benda berat jatuh, lalu sunyi.

Aku begitu ketakutan sampai tak bisa bergerak; aku ingin menghentikan playlist ini, namun bagai terhipnotis, aku terus mendengarkan. 

"5MechanicGuy" dimulai juga dengan suara pintu berderit terbuka, disusul suara ratapan, kali ini suara pria. "Kumohon, lepaskan aku...aku tak akan lapor polisi...tolonglah, aku punya anak...." Suaranya kemudian terputus dan berubah menjadi jeritan, dan kudengar suara hantaman benda keras yang berlangsung beberapa kali, bercampur dengan samar-samar suara 'krak, krak' seperti tulang retak. Lalu hening.

Cepat-cepat kujauhkan tanganku dari ponsel itu, dan kutekan 'Stop.' Napasku tersengal-sengal, seolah aku baru saja lari puluhan kilometer. Kurasakan dahiku berkeringat, dan perutku mual. Apa-apaan pemuda ini? Kulihat daftar playlist selanjutnya: "6Mother," "7NeighborKid," "8YoungGirlBusStation," "9Zachary."

Hanya itu. Tak ada lagi playlist lain.

"Maaf."

Aku terlonjak ketika seseorang menegurku. Aku menoleh, dan kulihat pemuda itu. Berdiri sangat dekat denganku, dengan satu tangan memeluk kantung kertas berisi buku, dan tangan satunya diulurkan ke depan wajahku.

"Itu punyaku."

Ia menatapku dengan intens. Kali ini, ia tak tersenyum.

Bagai terhipnotis, aku mengulurkan ponsel padanya, dan sama seperti saat membantu memungut bukunya, tanganku juga gemetaran. Ia menerima ponselnya, memerhatikannya beberapa saat, lalu menatapku dan bertanya pelan sambil menyeringai, "kau suka musiknya?"

Tanpa berkata apa-apa lagi, aku berdiri dan berlari pulang, meninggalkannya di halte bus. 

http://animanga-oushiza.blogspot.co.id/2015/10/penyakit-kutukan-di-balik-angka.html

- Beruthiel