Senin, 22 Februari 2016
TOKYO GHOUL - 1
inilah kisah cinta yang dikhianati! hehe, klik gambar menuju videonya langsung ya di yutub. hm menurutku si alurnya cepat amat, kayak langsung to the point getu ke inti masalahnya, ya supaya ga bete lihat prolognya hehe...
Hari ini, aku senang sekali
karena akan berkencan dengan seorang gadis bernama Rize. Ini kencan pertamaku
dan aku begitu bergairah menyambutnya. Tapi berita TV tentang ghoul yang
kembali berulah itu membuat hari suram saja di kafe itu. Ah sudahlah, apa
peduliku? Yang penting sekarang ini aku lagi tak sabar menanti cewek itu.
Sahabatku daritadi menggodaiku. Mana bisa aku kencan di toko buku?
Ya, aku memang seorang pemuda
biasa yang kutu buku. Tapi bukan berarti aku tak boleh punya cewek, kan?
Sahabatku malah blak-blakan, sungguh membuatku malu saja. Eh, itu dia ceweknya
datang! Tapi begitu melihatnya, Hide malah menyuruhku untuk melupakannya:
bagaikan beauty and the beast katanya. What?! Jadi menurut kalian apakah aku
ini jelek dan culun? T0T
Ya, aku sadar aku tak sepadan
dengan gadis itu. Aku memang biasa-biasa saja dan tak menarik. Hobiku hanya
membaca novel. Rasanya jadi tak percaya diri menemuinya. Aduh, bagaimana ini?
Temuin gak ya? Hide bukannya memberikan dorongan malah membuatku down.
Tapi setelah melihat cewek itu
menyukai buku yang sama denganku, aku jadi punya keberanian diri untuk
mendekatinya. Syukurlah, kita sama-sama menyukai hal yang sama—banyak malah
kesamaannya. Aku senang sekali! Akhirnya aku bisa jadi teman dekat cewek cantik
berkacamata itu.
Akhirnya kami menghabiskan banyak
waktu bersama. Aku senang sekali melihat kecantikannya itu. Membuatku jadi malu
saja, belum lagi dia seksi dan dadanya pun menggoda mataku untuk melirik ke
dalamnya. Kompletlah sebagai pacar idealku. Kuharap dia mau menerimaku sebagai
pacarnya. Semoga saja cowok culun sepertiku pantas mendapatkannya.
Akhirnya malam itu tiba dan dia
minta ditemani pulang. Dengan senang hati malah, belum lagi di daerahnya itu
kan banyak ghoul yang bergentayangan. Dia pasti takut! Aku tak mau dia sampai
kenapa-napa. Di jalan, kami banyak mengobrol dan bertukar pikiran soal buku :p.
Kuceritakan padanya bahwa aku sangat menyukai buku dan ayahku punya banyak
koleksi yang bisa kubaca. Tapi sayangnya, beliau sudah tak ada.
Akhirnya tibalah kami di gang sepi
tempatnya tinggal. Aku senang sekali bisa mengantarnya dan tak curiga sama
sekali. Dia memang memikat dan aku jadi mabuk kepayang berkatnya. Tapi apa yang
kudapatkan? Kupikir dia hendak mendekapku penuh cinta, makanya aku senang
banget saat dia merapatkan tubuhnya padaku. Tapi—
Ugh?! Kumelebarkan mata syok
begitu merasakan darah di bahuku mengalir. A-apa yang terjadi?!
Kulirik gadis pujaan hatiku itu
dan terperangah. Ma-matanya? Ghoul?!
Setelah menggigit bahuku, ia
melepaskanku sejenak. Gadis gila! Kuterduduk sambil memegangi bahuku yang
berlumuran darah. Sakit! Aku harus lari, ya aku harus segera pergi dari sini.
Ini tak mungkin terjadi!
Tertatih-tatih kemudian kuberdiri
sambil menahan sakit dan berlari. Aku tak mau dimakan oleh ghoul itu! Setengah mati
kuberlari penuh kepanikan, tapi kagune gadis itu berhasil menyambar kakiku dan
menyeretku ke arahnya. Arrrrrrrrrrrrrghhhh!
Ia menggantungku seolah aku ini
mainannya dan aku pun tersadar tak akan bisa lari darinya. Tak sampai di situ,
kesan manisnya kemudian berubah begitu ia melemparku ke container. Bruk!
Lebih baik aku mati saja kalau
begini! Ia menganiayaku habis-habisan dan ingin mengeluarkan isi perutku segala.
Kumuntah darah. Perdarahan hebat. Menderita habis! Kepalaku berdarah dan aku
sudah tak berdaya setelah mengalami pendarahan sana-sini. Apakah aku akan mati?
Ng? Kenapa aku jadi merasa hangat
dan tenang? Rasanya nyaman, seolah ada tubuh lain yang menyatu dalam tubuhku
ini. Samar-samar, di kesadaranku yang masih belum pulih ini aku sempat mendengar
dokter yang kepanikan dan mentransplantasikan suatu organ ke dalam perutku demi
menyelamatkan nyawaku.
Kumembuka mata lesu di rumah
sakit dalam keadaan kebingungan. Aku selamat? Tapi sepertinya ada yang berbeda
denganku. Tapi apa itu? Kukembali syok begitu mengingat kejadian tragis itu.
Ternyata Rize adalah ghoul. Aku tak percaya ini akan menimpaku. Aku hampir saja
menjadi korban mereka!
Hm, mungkin karena masih dalam
masa pemulihan, aku jadi malas makan. Aku sama sekali tak pernah menyentuh
makanan di rumah sakit. Rasanya lesu sekali dan tak ada gairah untuk
memakannya. Sampai-sampai dokter dan suster cemas. Mungkin ini efek donor organ
itu.
Aku tak lapar. Ini aneh! Aku
hanya bisa bersembunyi di balik selimutku karena masih trauma diserang ghoul.
Esoknya, aku sudah diizinkan
untuk pulang ke kosan. Eh? Ada kiriman makanan lezat dari Hide sahabatku itu.
Kuterima dengan lesu. Kenapa dia tak pernah menengokku di rumah sakit?
Bagaimana pun dia adalah sahabatku satu-satunya yang sangat menyayangiku.
Kuhempaskan tubuhku ke ranjang
kos yang sudah lama tak kudiami ini. Aku tinggal sendiri secara mandiri di
sini. Makasih, Hide. Kau sangat memperhatikanku. Tapi aku sedang tak nafsu
makan. Entah mengapa. Rasanya lesu sekali! Malas sekali rasanya untuk menelan
apa pun.
Huft! Untuk mengatasi rasa
jenuhku, kumenonton TV. Lagi-lagi berita tentang ghoul. Seorang pakar
menginfokan kalau ghoul itu tak bisa makan makanan manusia karena rasanya akan
sangat menjijikkan. Ia kemudian menunjukkan lidahnya. Kuterbelalak ngeri mendengarnya.
Jangan-jangan aku—
Panik, kuberlari mengacak-acak
kantong makanan kiriman Hide tadi. Burger! Bagaimana kalau kucoba dulu dengan
burger itu? Hide sangat tahu kalau aku sangat menyukai makanan itu. Kucoba
untuk menggigitnya, namun rasanya malas sekali untuk itu. Tapi harus! Aku harus
membuktikannya. Aku harus membuktikan kalau aku masihlah manusia normal!
Aku hanya ingin jawaban atas
keanehanku ini karena sudah beberapa hari ini aku tak makan!
Aku tak boleh ragu lagi! Bukankah
ini makanan favoritku? Kucoba untuk mendorongnya masuk, namun belum satu kali
kukunyah, huek! Kenapa rasa burger favoritku ini begitu menjijikkan? Memualkan!
Kumuntah-muntah. Namun segera
kucoba pada makanan lainnya. Mungkin aku sedang tak bergairah atau apa. Namun
hasilnya sama saja. Susu, roti dll semuanya kumuntahkan. Siapa yang tak
stress?!
Kenapa lidahku jadi begini aneh?
Kalap, kulahap semuanya dengan stress. Kupaksa masuk ke tubuhku, tapi rasanya
begitu memualkan. Aku jadi stress setengah mati di dapur itu. Rasanya jadi
ingin menangis!
Akhirnya kumemutuskan untuk makan
makanan instan. Kuolah dengan lesu. Semoga saja berhasil meski aku pesimis
untuk itu. Begitu kucoba, air mataku mengalir. Tidak, bukannya karena rasanya
lezat. Tapi sama seperti sebelumnya, rasanya begitu menjijikkan.
Hiks! Siapa yang tak syok.
Bayangkan saja jika kau menderita gejala penyakit mematikan, kau juga pasti
akan kepanikan dan depresi sepertiku.
Akhirnya kuputuskan untuk
jalan-jalan malam sejenak. Rasanya jadi lesu sekali. Semoga saja kecurigaanku
ini tak benar. Mungkin dengan minum kopi di kafe bisa memulihkan nafsu makanku
yang normal.
Dengan lesu, kumelangkah di
keramaian malam Tokyo yang indah. Malam yang ceria, tapi tidak denganku yang
habis sakit ini. Tapi begitu tiba di perempatan untuk menyebrang di banyak
orang, ng? ng? ng? kok rasanya aku ingin makan daging si anu, si itu, si ini…
Huaaaaaaaaaaaarrrgghhh! Tidak!
Aku tak boleh melihat orang-orang ini sebelum aku kehilangan akal. Aku sudah
dicap aneh oleh mereka. Terakhir yang kulihat adalah seorang anak kecil yang
kemudian mendongakiku. Kuabaikan dan tersadar seketika berkat mata murni bocah
polos itu.
Kuberlari pulang dengan paniknya.
Tak kurapikan lagi sepatuku seperti biasa. Kutatap cermin dan terbelalak syok
begitu melihat sebelah mataku yang seperti ghoul. Tapi kenapa jadi seperti
ini?!
Tak lama, muncul wajah seorang
gadis ghoul di belakang cermin itu. Rize!
Duak! Kuhantam cermin itu dengan
stresnya menggunakan tinjuku. Prang!
Sekarang aku sudah mengerti apa
yang sebenarnya terjadi padaku ini. Ya, organ itu. Organ yang didonorkan padaku
itu pasti organ Rize!
Kalap, kuambil sebuah pisau
kemudian siap-siap mengarahkannya ke perutku. Aku harus mengeluarkan organ itu
dari dalam tubuhku. Aku tak mau menerima barang organ dari ghoul itu! Aku tak
mau menjadi ghoul!
Air mataku berceceran tak
menentu. Tapi katanya… kata pakar itu, tubuh ghoul kebal terhadap senjata
tajam. Tapi ah, coba saja dulu!
Beranikah aku? Baru kali ini aku
berharap pisau ini bisa menembus tubuhku. Rasa sakit seperti apa pun akan
kuterima, asalkan aku masih manusia! Aku berharap ini akan sakit. Hiaaaaaaa!
Treng. Pisaunya patah! Bagaimana
ini? Aku meringkuk sedih dan stress luar biasa. Aku sudah hilang akal. Semua
bukti mengarahkan kalau aku adalah ghoul!
Kemudian ku keluar kos lagi. Aku
tak mau berakhir dalam penderitaan sengit ini. Pasti ada makanan di luar sana
yang bisa kumakan. Ya, harapan itu masih ada! Meskipun tipis…
Dengan hoodie yang selalu
kukenakan saat keluar rumah, kumelangkah pilu. Tak ada yang mengerti penderitaanku
ini, Hide saja tak tahu masalahku ini. Ndus-ndus! Tiba-tiba saja, kumencium
aroma makanan yang sangat lezat. Eh ini kan aroma harum burger buatan ibuku
tercinta! Ya, tak salah lagi!
Burger kegemaranku sejak kecil
sekarang ada di penciumanku ini. Dengan semangat, kuberlari ke sumber aroma
itu. Aku sudah ngiler ingin mencicipinya. Kuberlari bagai hewan buas ke gang
itu dan melihat—
Astaga! Krauk-krauk. Ja-jadi yang
kuendus barusan itu bau—
Ghoul itu kemudian menyapaku dan
mau berbagi makanan. Tidak! Aku manusia, bukan ghoul! Tapi rasa buas itu tak
bisa kukendalikan. Begitu sadar, segera kukontrol diriku agar mata ghoul itu
segera berubah menjadi mata manusia biasa ini.
Tiba-tiba saja, ada yang membunuh
ghoul itu—seorang pria berkacamata berselera santai. Katanya, daerah itu adalah
teritorinya sebagai ghoul. Celaka! Ebuset!
Ghoul berkacamata itu kemudian
mencekikku. Ebuset! Dosa apa aku hingga harus mengalami cobaan beruntun seperti
ini? Aku hanya ingin hidup sebagai cowok culun biasa, Ya Tuhan. Biar pun jelek,
yang penting masih orang dan… tak makan orang tentunya!
Lagi-lagi mau dibunuh sama ghoul
lain! Celakanya nasibku ini, kalau saja tak ada ghoul cantik dan imut lain yang
menolongku setelah bertarung dengan ghoul jahat itu. Tangan dan kaki ghoul jahat
itu tergores-gores. Dia pun pergi. Fiuh, aku selamat dari serangan ghoul karena
ditolong oleh ghoul juga.
Eh, bukannya dia itu gadis imut
pelayan di kafe itu ya? Rupanya dia juga seorang ghoul?! Wtf!
Dia menegurku karena pernah lihat
di kafe. Dan dia juga berkomentar kenapa mata ghoulku hanya sebelah.
Meneketehe?!
Aku tak mau berurusan dengan
ghoul! Dia yang hendak memakan mayat itu kemudian menyuruhku untuk makan juga.
Mau sih, mau! Eh, tapi apa yang kulakukan?! Tidak! Tidak! Aku ini orang!
Ghoul imut itu lalu memberiku
daging mayat. Ih, inginnya kuterima. Aku sudah sangat ngiler melihatnya. Tapi
dengan susah payah kemudian kukunci sebelah tanganku itu dengan penuh kesadaran
sebagai seorang manusia. Jangan jangan
jangan…
Tapi aku mau! Jangan! Konflik internal
pun tak dapat kuhindari. Kupeluk tangan sebelahku itu yang mau menggapainya.
Pokoknya, aku harus tetap menjaga kesadaranku sebagai manusia!
Kumenangis-nangis ketakutan. Tak
pernah kubayangkan sebelumnya jika harus makan mayat! Gadis itu menyuruhku untuk
makan agar tak mati. Tapi mungkin lebih baik aku mati ya, tapi rasanya mati
kelaparan itu tak enak. Malah semakin meningkatkan rasa buasku malah.
Tapi dengan tenangnya, ghoul
ngaco itu lalu mendorong daging mayat itu masuk ke mulutku. Enak, sih enak!
Tapi aku merindukan makanan manusia yang tak akan bisa kusentuh lagi untuk
selamanya… T0T
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 6:01 AM 0 komentar
Label: sinopsis
Texhnolyze-1 (Stranger)
In
the dystopian underground city of Lux, entertainment fighter Ichise
is forced into a sexual encounter with his promoter's lover in the city's
ruling organization, the mafia-like Organo. After spurning the woman, his
promoter finds out about this and Ichise runs away to try to escape
retribution. However, the promoter locates him and chops off his arm.
Meanwhile, Kazuho Yoshii descends from the legendary surface world
and journeys toward Gabe, a community that was overthrown by the Organo. On his
way there, he meets Ran, a mysterious young girl wearing a white fox mask, who
takes him to see the sage. Shortly before reaching Gabe, they are attacked by
members of an anti-texhnolyzation group called the Salvation Union. (April
16, 2003)
silakan klik gambar ini menuju episod 1-nya. hm, aku kasi warning ya karna ada desahan getu jadi kurang enak didengar meski ga ada nudity-nya karna dikasi gelap banget.
Yup! Inilah serangan penutupku
untuk melumpuhkan lawanku di ring. Ciat! Duak!
Aku jadi merasa bersalah juga
rasanya setelah melakukan kekerasan setiap hari. Tapi mau bagaimana lagi?
Inilah caraku untuk menghidupi diriku sendiri di kota yang keras ini—menjadi
seorang petarung jalanan demi menghibur orang banyak di sana yang haus darah.
Tapi sampai kapan aku harus melukai orang demi uang? Aku tak ingin bekerja
seperti ini terus. Tapi aku hanya bisa bertarung untuk memenuhi kebutuhanku.
Aku tak pernah merasa bangga akan
kemenangan ini. Semuanya hanya demi uang yang sebentar lagi akan dibawakan oleh
wanita itu. Sungguh kemenangan yang menyedihkan!
Kubersihkan tubuhku dari darah di
pancuran itu. Hening. Hanya ada aku di keremangan sana hingga seorang wanita
yang tak malunya masuk dan menggodaiku. Ya, ia tertarik dengan tubuhku yang
sedang tak berbusana ini.
Awalnya kupikir ia mau
memberikanku hakku, dengan menyerahkannya di belakang bahuku. Tapi rupanya aku
salah. Ia menginginkan sesuatu yang spesial dariku. Ia ingin lebih! Ia ingin
bercinta denganku. Menjijikkan! Rasanya menyedihkan sekali, demi uang kau harus
menyerahkan tubuhmu sendiri untuk dijilatinya.
Demi uang pula, aku rela memasuki
kamarnya yang terbuka itu. Kulihat ia tengah menjilati tubuh seorang pria.
Dasar wanita haus seks!
Ia langsung mengusir pria itu
karena sudah mendapatkan penggantinya. Rupanya pria itu hanya sebagai makanan
pembukanya saja. Kaupikir aku senang akan bercinta dengannya? Dia cantik? Iya.
Tapi aku tak tertarik karena ia seorang—
Ia menyambutku di depan pintu dengan
penuh gairah seolah aku ini suaminya dan merayuku masuk. Menjijikkan! Tapi aku
tak bisa mengekspresikannya sedikit pun. Kubersedia berbaring di ranjangnya
demi uang, kurela ia hendak merengut keperjakaanku demi uang. Hanya demi uang
yang sudah menjadi hak ku dipertarungan tadi!
Ia menjilati bibirnya penuh
gairah, kemudian mengangkangi tubuh vulgarku. Sungguh dramatis gerakannya
itu—menggoda. Perlahan ia mulai mendekati dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku.
Tapi apa yang didapatkannya?
Bruk! Ia terjatuh dari ranjang
setelah kuhantam. Bodoh! Aku ke sini hanya untuk hak ku, dasar wanita cabul!
Sakit? Rasakan! Rasakanlah derita para petarung yang bertaruh nyawa di ring
yang selalu kausaksikan itu. Kuambil
uang yang sudah menjadi hak ku kemudian melarikan diri. Mana mau aku
bersentuhan badan dengan wanita robot? Dia pikir aku sebodoh itu?
Aku berlari sejauh mungkin dengan
santainya. Yang penting aku sudah mendapatkan apa yang kumau untuk hidup di
jalanan ini. Kemudian kuberpapasan dengan seorang pria misterius. Tapi apa
peduliku? Yang penting aku harus segera bersembunyi dan menghitung-hitung
uangku. Asik…
Di tempat yang gelap, aku
bersembunyi sambil menghitung-hitung penghasilanku. Lumayanlah untuk hari ini. Aku
sungguh puas! Tapi tangan robot wanita itu ada padaku. Hm, sepertinya aku dalam
masalah besar kalau begitu…
Namun tak berapa lama aku
beristirahat di tempat persembunyianku ini, terjadi penyerangan brutal!
Dor dor dor… kuberusaha berlari
dari para gangster itu. Sial, mereka berhasil mendapatkan tempat
persembunyianku ini. Bagaimana ini? Mereka terus menembakiku hingga kutak
berdaya begitu peluru-peluru mereka menyambar kaki dan tanganku. Ku tak bisa
berkutik lagi. Sakit!
Mereka kemudian menghampiriku
sambil terkekeh licik. Aku bagaikan hewan buruan mereka. Kutatap siapa
dalangnya. Sudah kuduga, wanita itu! Dia pasti mau membalaskan dendamnya. Ugh!
Sial!
Para anak buahnya kemudian
menarik tubuhku berdiri. Mereka memegangi kedua tanganku dan menahanku. Aku tak
berdaya dan tertunduk lesu. Mereka berhasil melumpuhkanku. Kupikir mereka sudah
cukup puas berurusan denganku. Paling penutupnya bakal dipukuli atau apa yang
penting mereka segera the end denganku. Aku sudah cukup pasrah untuk itu
asalkan semuanya segera berakhir. Aku sudah menderita dan semoga itu menjadi
pertimbangan untuk mereka segera meninggalkanku sekarat di sini. Tapi ternyata
tidak dan lebih parah daripada dugaanku semula!
Aku tak menduga mereka berani
melakukannya padaku begitu secara perlahan kumendongak. Sebuah katana yang
digunakan oleh seseorang, meluncur kencang ke lenganku yang tertembak!
Kumembelalakkan mataku. Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk!
Crot! Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!
Rasa sakit yang mengerikan di luar ambang batasku sebagai manusia biasa. Mereka
melakukannya tanpa segan dan berpikir panjang. Hati mereka sudah kesetanan
hingga tak memikirkan bagaimana nasibku dengan tangan yang terpotong. Wanita
bengis itu pun tersenyum puas sudah membalaskan dendamnya. Rasa sakit ini membuatku gila!
Lalu, apakah mereka sudah puas
mencincang-cincang tubuhku? Kejutan yang lainnya pun menyusul. Kejutan yang akan
mengubah hidupku untuk selamanya…
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 5:55 AM 0 komentar
Label: sinopsis
Sabtu, 20 Februari 2016
Texhnolize (trailer)
hepy
minggu! aku lagi mo bahas ni anime kesukaanku si. tapi video di atas
trailer aja ya. aku tu demem banget save sampul gambar texhnolize di
kover binderku dan ga pernah kuganti2 saking sukanya tu. aku kenel anime
ini kalo ga salah sekitar tahun 2004 di majalah animonster edisi 66
kali ya? aku langsung suka setelah baca alur ceritanya dan gambarnya
yang grafis banget beda ama anime kebanyakan. kalo ga salah si nama
tokohnya ichise seorang petarung jalanan yang kaki ama tangannya
dipotong, hehe di situ letak kerennya ne anime >.<. dan
seorang dokter cantik yang meneliti memberinya tangan dan kaki buatan
seperti texhnolyze getu. ada penjahat yang tega memotong tangan dan
kakinya di jalan sana. n seingatku lagi nih di jepang sono tayangnya
dini hari jam 3 karna ada unsur seksnya, duh sayang banget ya ga ada di
indo yang hanya bisa ngeyutub hihi :p. tu aja yang kuingat. mari bedah
isi videonya tuh:
dramatis
si video ini meski hanya trailernya aja. diperkenalkan (dalam bahasa
inggris nih) sejarah penemuan texhnolyze berupa robot itu dan ichise
adalah salah seorang yang akan memerankan bagian dari percobaan ini.
karna kebetulan aja dy cacat, eh mua ada hikmahnya juga ya. ichise ada
di tangga tampak seperti seorang pengemis jalanan tak berdaya setelah
musibah datang. tak ada yang memedulikannya di tangga yang sepi itu.
akhirnya dy setengah mati naik tangga dalam kondisi cacat (hm
bayanginnya kayaknya susah banget ya kalo getu). kalo aku tuh mungkin
dah mati. sesampainya di atas dy termegap2 masi idup juga meski dalam
kondisi menggenaskan. dy teringat kejadian mengerikan di mana orang2
jahat itu memotong kaki tangannya dan dy menjerit2 hebat. lalu ada
beberapa ahli yang datang untuk mengambilnya. di lab selama masa
pemulihan dy tampak masi bersusah payah hingga dy pun bisa beradaptasi
menjadi seorang texhnolyze. huh, balaskan neh dendam!
nb:
yang mo tahu ceritanya si, baca aja animonster 66 itu karna tentunya
dalam bahasa indonesia. tapi punyaku dah kukasi orang T0T. pokoke bagiku
ne ceritanya keren de, tapi diperingati si ada hentainya gitu. kalo mo
baca lagi ya buka2 google atau di sini lebih lengkapnya (di bawah gambar english)
silakan klik gambar ini menuju sumber link yutubnya. met watching!
silakan klik gambar ini menuju sumber link yutubnya. met watching!
Texhnolyze (テクノライズ Tekunoraizu?) is a
Japanese anime
television series directed by
Hiroshi Hamasaki, from a screenplay by Chiaki
Konaka, and produced by Yasuyuki
Ueda, with original character design by Yoshitoshi
ABe.
The events take place in the vibrant yet
dilapidated underground city of Lux. Denizens of Lux have come to call it
"The City" and treat it as a sentient force. Three factions vie for
control of the city: the Organo, a strictly professional conglomerate with ties
to the criminal underworld in the prostheses business ("Texhnolyze");
the Salvation Union, a fanatical populist group interfering with the Organo's
affairs; and the Racan, a marauding group of Texhnolyzed youths. The series has
an ensemble cast, but events particularly focus on Ichise, a stoic prize
fighter who loses a leg and an arm to satisfy an enraged promoter;
Onishi, a young but level-headed executive of the Organo who has many enemies;
and Ran, a little girl who has a very important gift that affects the entire
city. As they struggle to accept the challenges that they are dealt, the
characters bear witness to major events that determine the survival and fate of
the city.
Texhnolyze aired on Fuji
Television from April 16, 2003 to September 24, 2003 and aired
twenty episodes. Two un-aired episodes were included in the DVD release.
Plot
In a man-made underground society, descendants of
a banished generation live for control of the crumbling city of Lux. Ichise, an
orphan turned prize fighter, loses a leg and an arm to satisfy an enraged fight
promoter. On the brink of death he is taken in by a young woman doctor and used
as a guinea pig for the next evolution of Texhnolyze. With his new limbs,
Ichise is taken under the wing of Onishi, a powerful leader of Organo, an
organization with some hold on Lux. As Ichise is drawn deeper into a war for
territorial control of the city, he learns of his possible future from the young
girl prophet Ran, who guides him from the shadows in his darkest times. With
the explosion of the warfare, Ichise must uncover the truth about Lux and fight
for his survival as he realizes his destiny.
Characters
Ichise (櫟士?)
Voiced by:
Satoshi Haga (Japanese), Justin Gross (English)
Ichise is a
street fighter of very few words who participates in underground fight clubs
for money. He is tough, cool and violent. Throughout the series, he was saved
from the amputation of an arm and a leg by Doc and Onishi, he adopted his
texhnolyzed arm and leg, changed his attitude and commit his life helping out
Onishi and Organo.
Ran (蘭?)
Voiced by: Shizuka
Itou (Japanese), Carrie Savage (English)
Ran is a seer
from Gabe. She sells Orchid carrying a white fox mask whenever she travels. Ran has
gifted foresight, which grants her insight into Lux's one possible outcome of
the future. Unfortunately, this ability pains her since she often sees bad
future which she's unable to change. She has a profound interest in Ichise and
helped him throughout the series. She also helped Onishi as "the voice of
the city".
Eriko "Doc" Kaneda (鎌田江里子 Kaneda
Eriko?,
ドク
Doc)
Voiced by:
Shizumi Niki (Japanese), Victoria
Harwood (English)
Doc is a
researcher on Texhnolyzation from the Class. She develops Texhnolyzation which
works naturally for human instead of worshiping functionality and power. In the
beginning of the series, she lives and continues her research in Lux. With the
help from Onishi, she found Ichise suffering from the amputation of an arm and
a leg and installs prosthetic arm and leg of her own design for him.
Keigo Onishi (大西京呉 Onishi
Keigo?)
Voiced by: Hiroshi
Tsuchida (Japanese), Patrick Seitz (English)
Onishi is the
head of Organo, the only person in Lux who can hear "the voice of the
city". He is a strong, righteous and capable man, he is almost unbeatable
with his sword. He unified organizations and formed Organo with the help of
"the voice of the city". He commits his life to bring order and
liberty to the city.
Shinji (シンジ?)
Voiced by:
Masaya Kitaide (Japanese), Jason
C. Miller (English)
Shinji is the
leader of Racan. He often gets involved in the city's gang wars. He enjoys
freedom and wishes he could be enlightened by the Class. He has a texhnolyzed
index finger on his right hand.
Kazuho Yoshii (吉井一穂 Yoshii
Kazuho?)
Voiced by:
Takashi Inoue (Japanese), Sam Riegel (English)
Yoshii is a
visitor from the surface world. He is seen carrying a bag with him containing
an assortment of valued items. Almost half his body has been texhnolyzed. He is
adventurous and purposeful. During his journey, he discovers necessities for
life in Lux and decides to make changes for the city.
Shapes
Shapes are people who have been completely
texhnolyzed. They have had most of their bodies replaced with cyborg components,
leaving only their heads intact and connected to an organic life support pod.
The Shapes quickly grow into an army which threatens to conquer Lux once and
for all.
https://en.wikipedia.org/wiki/TexhnolyzeDiposting oleh arieska arief (@_@) di 7:43 AM 0 komentar
Label: animanga
Kamis, 18 Februari 2016
TK from Ling Tosite Sigure - Unravel (Tokyo Ghoul Opening)
siapa sih yang gak kenal ama lagu ini?! berikut ada video klip Tokyo Ghoulnya dengan ngeklik gambar di bawah ini ya! aku lebih suka lagu ini dibawakan ama karakter Tokyo Ghoul hehe, cus suaranya imut pisan daripada penyanyi aslinya, hiks sori! plus lebi seru pula dan lebih banyak dishare di fp daripada video klip ori nya karena lebih cantik adegannya hehe. kalo video klip aslinya sih biasa aja, masih standar. meski kalo penyanyi aslinya sih lebih menjiwai tapi kalo all sing karakter ini terasa lebih seru aja membawakan lagunya jadi terdengar lebih semangat aja daripada penyanyi aslinya. coba aja de simak lagunya, terdengar seperti sorak-sorak jadi terasa lebih asik lagunya kan? bahas satu2 dulu deh:
video klip: wajar lah kalo terdengar lebi seru toh nyanyinya secara keroyokan begitu sih! jadi ada beberapa karakter penyanyinya di sini alias dubber karakternya. awalnya si seperti video klip opening di animenya, pokoknya nih dicampur-campur dan ditambahin deh videonya agar proporsional. lalu lihat ada gambar-gambar karakter yang mengelilingi video klipnya tuh, itulah penyanyi dubbernya. duh ternyata suara mereka keren-keren ya bisa bawain lagu ini dengan sangat baik. lebih suka malah denger mereka yang nyanyi. mungkin mereka penyanyi kali ya. jadi kalo karakternya lebih bercahaya tuh artinya karakter itu dubbernya yang menyanyi. begitu! keren kan video klipnya tuh, kreatif habis. di video klipnya sih semuanya sison 1 aja diambil adegannya. dan aku paling suka endingnya di mana Kaneki terjatuh dan di bawahnya ada pula sesosok tubuh melayang membelakanginya dan begitu mereka menyatu, dah deh rambutnya putih dan matanya jadi lebih kalem dan tenang. habis deh. (video klipnya proporsional dengan lagunya, lumayan sesuai, meski ga sebagus We Are 7 Shinden punya haha).
dubber: awalnya tu semua nyanyi deh. baru satu2 lafalkan liriknya, suaranya si kesannya tu terdengar sama karena karakter suara mereka disatukan begitu, tapi kalo didenger baik2 beda2 kok asal diperhatikan baik2 karakter yang nyanyiinnya getuh sesuai gambar karakter mana yang menonjol. du ne kreatif banget de video latar karakternya itu dibikin, hm salut deh. jadi meski karakter utama, ya Kanekinya nyanyi di tengah2. jadi kayak sambung2 lirik deh. kalo nama di bawah karakter itu kayaknya nama dubbernya deh. coba denger baik2 de meski suaranya tu diusahakan seragam. lirik 'ayazaka na mama' dinyanyikan ama dubber Hinami, wets imut2 suaranya keren juga (hm wajarlah waktu teriak di episod 8 ga main2). kalo reff sih mua nyanyi. pokoknya seru2lah, ga nyangka ne dubber jago banget nyanyiinnya. btw tiap bait dinyanyikan ama dua dubber atau lebih, jadi berbarengan. merdu juga ya kedengarannya tuh. DUH PENGEN BANGET AKU BISA NYANYI KEROYOKAN BEGINI!!!
ROMAJI:
oshiete oshiete yo sono shikumi wo
boku no naka ni dare ga iru no?
kowareta kowareta yo kono sekai de
kimi ga warau nanimo miezu ni
kowareta boku nante sa iki wo tomete
hodokenai mou hodokenai yo shinjitsu sae freeze
kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
anata wo mitsukete yureta
yuganda sekai ni dandan boku wa sukitootte mienaku natte
mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
dareka ga egaita sekai no naka de anata wo kizutsuketaku wa nai yo
oboeteite boku no koto wo azayaka na mama
mugen ni hirogaru kodoku ga karamaru
mujaki ni waratta kioku ga sasatte
ugokenai ugokenai ugokenai
ugokenai ugokenai ugokenai yo
unravelling the world
kawatte shimatta kaerarenakatta
futatsu ga karamaru futari ga horobiru
kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
anata wo kegasenai yo yureta
yuganda sekai ni dan dan boku wa sukitootte mienaku natte
mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
dareka ga shikunda kodoku na wana ni mirai ga hodokete shimau mae ni
omoidashite boku no koto wo azayaka na mama
wasurenaide wasurenaide wasurenaide wasurenaide
kawatte shimatta koto ni paralyze
kaerarenai koto darake no paradise
oboeteite boku no koto wo
oshiete oshiete boku no naka ni dare ga iru no?
INDONESIA:
Katakanlah, katakanlah padaku tentang semua ini bisa terjadi
Siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku?
Di dunia yang amat rapuh ini
Kau tersenyum namun buta terhadap segalanya
Diriku begitu rapuh sampai nafasku berhenti
Bahkan kebenaran sudah tak bisa diungkapkan lagi *membeku*
Hancur tapi tidak hancur; gila namun bisa-bisanya masih waras
Aku menemukan dirimu
Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata
Jangan pernah mencari ataupun menatap diriku
Aku tak ingin melukai dirimu di dunia yang dibayangkan seseorang
Ingatlah kembali siapa diriku, selama diriku tetap terbayang jelas dalam ingatanmu
Aku terjerat dalam kesepian yang menyebar tiada henti
Dan kenanganku melekat dalam diriku, tersenyum dengan polosnya
Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak
Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak
Menyingkapkan dunia
Diriku telah berubah, namun tak dapat kembali seperti semula
Kita berdua terjerat, kemudian menjadi binasa
Hancur tapi tidak hancur; gila namun bisa-bisanya masih waras
Aku takkan bisa menodai dirimu
Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata
Jangan pernah mencari ataupun menatap diriku
Aku terjebak dalam kesepian yang diciptakan seseorang sebelum masa depanku terungkap
Kenanglah diriku, selama diriku tetap terbayang jelas dalam ingatanmu
Jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan
Aku menjadi tak berdaya begitu telah berubah
Di dalam surga yang tetap apa adanya
Ingatlah kembali siapa diriku
Katakanlah, katakanlah siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku
Translator: Nena
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 7:22 AM 0 komentar
Label: lagu
THE LIVING TOMBSTONE "September" (jeff the killer's song)
hay, hari ini aku mo share lagunya jeff the killer. boleh ya? ini ada lagu jeff the killer, penyanyinya ya ada di judul hehe. meski sosok mengerikan tapi lagunya santai n enak didenger. cocok banget ama video klipnya. kayaknya ga usa diceritain de ceritanya kayak apa. klik aja gambar menuju video klip n lagunya ya. sante aja tu lagunya n aku suka banget hehe cus aku suka sosok jeff the killer ini. :=(D
nah ceritanya tuh berawal saat Jeff terbangun dalam keadaan kebingungan di rumahnya, napa bisa terbangun di situ. dy pusing apa yang terjadi, kemudian mencari2 orang di rumahnya. ia melihat ada tulisan darah di cermin toiletnya yang berisi pesan entah apa isinya. ia kebingungan apa yang terjadi sebenarnya dan ke kamar ortunya. namun apa yang terjadi? ia malah melihat mayat kedua orangtuanya dalam keadaan berlumuran darah di kamarnya dan begitu ke kamar saudaranya, ia melihat adiknya juga sudah mati ditikam. apa yang terjadi? mengapa hanya dy yang tersisa di rumah ini? dy menangis2. memegangi kepalanya karena pusing dan berusaha melarikan diri dari pembunuh yang entah ada di mana sekarang. ia berusaha mengingat2 apa yang terjadi, tapi tak bisa. ia kepanikan dan terus berlari. ia merasa pembunuh itu semakin mendekatinya, seorang pemuda dengan balutan perban di sekujur wajahnya yang terbakar. pemuda itu gila dan berambut gondrong. pemuda itu pembunuh brutal yang gila. Jeff terkejut begitu sadar kedua tangannya berlumuran darah segar, ia syok. pemuda itu mengejar2nya hingga akhirnya ia teringat sesuatu dan tersenyum gila seketika... ia lah pemuda itu! tentu saja ia takkan dibunuh dan pantas saja tinggal dialah yang selamat di rumah itu...
nb: selain lagunya, aku suka teriak2 dialognya karena terdengar lebih realistis lagi dan menjiwai video klipnya...
nah ceritanya tuh berawal saat Jeff terbangun dalam keadaan kebingungan di rumahnya, napa bisa terbangun di situ. dy pusing apa yang terjadi, kemudian mencari2 orang di rumahnya. ia melihat ada tulisan darah di cermin toiletnya yang berisi pesan entah apa isinya. ia kebingungan apa yang terjadi sebenarnya dan ke kamar ortunya. namun apa yang terjadi? ia malah melihat mayat kedua orangtuanya dalam keadaan berlumuran darah di kamarnya dan begitu ke kamar saudaranya, ia melihat adiknya juga sudah mati ditikam. apa yang terjadi? mengapa hanya dy yang tersisa di rumah ini? dy menangis2. memegangi kepalanya karena pusing dan berusaha melarikan diri dari pembunuh yang entah ada di mana sekarang. ia berusaha mengingat2 apa yang terjadi, tapi tak bisa. ia kepanikan dan terus berlari. ia merasa pembunuh itu semakin mendekatinya, seorang pemuda dengan balutan perban di sekujur wajahnya yang terbakar. pemuda itu gila dan berambut gondrong. pemuda itu pembunuh brutal yang gila. Jeff terkejut begitu sadar kedua tangannya berlumuran darah segar, ia syok. pemuda itu mengejar2nya hingga akhirnya ia teringat sesuatu dan tersenyum gila seketika... ia lah pemuda itu! tentu saja ia takkan dibunuh dan pantas saja tinggal dialah yang selamat di rumah itu...
nb: selain lagunya, aku suka teriak2 dialognya karena terdengar lebih realistis lagi dan menjiwai video klipnya...
"September"
(feat. Mic The Microphone)
[Screams]
I can't remember
What happened in September
When everything is gone
When it's dark and I'm alone
It's been forever
Since I could have remembered
Where the hell is everypony
I just want to know the story
Of what happened right before
I became so alone
Still can't remember
What happened in September
Back when everypony died
Trails of blood during my stride
I just discovered that
The ponies were defeated
By something really strong
It seemed very weird and wrong
It just doesn't belong
Like it came out of this world
[Mic The Microphone:]
"Finally. {Crazy Laugh}
Finally It's done! {Crazy Laugh}
It's finally done! {Crazy Laugh}" [The Living Tombstone:]
"Stop It! He's trying to kill us all! Stop it!" [Mic the Microphone:]
"No! I'm Going to save you.
I'm going to save you all! Don't you try to stop me!"
I've regained a small memory
Came to my head just like that suddenly
I think I've gotten a clue
Something tells me this is worse than what I knew
[Mic the Microphone:]
"This is your redemption day everypony!
Go away from me!
Stay away from me!
Go away! {Crazy Laugh}
You can't touch me now
You see this button here? I'm going to press it!"
[Screams]
I just remembered
What happened in September
I'm the one who killed them all
I survived after the fall
I can't remember
What happened in September
When everything is gone
When it's dark and I'm alone
It's been forever
Since I could have remembered
Where the hell is everypony
I just want to know the story
Of what happened right before
I became so alone
Still can't remember
What happened in September
Back when everypony died
Trails of blood during my stride
I just discovered that
The ponies were defeated
By something really strong
It seemed very weird and wrong
It just doesn't belong
Like it came out of this world
[Mic The Microphone:]
"Finally. {Crazy Laugh}
Finally It's done! {Crazy Laugh}
It's finally done! {Crazy Laugh}" [The Living Tombstone:]
"Stop It! He's trying to kill us all! Stop it!" [Mic the Microphone:]
"No! I'm Going to save you.
I'm going to save you all! Don't you try to stop me!"
I've regained a small memory
Came to my head just like that suddenly
I think I've gotten a clue
Something tells me this is worse than what I knew
[Mic the Microphone:]
"This is your redemption day everypony!
Go away from me!
Stay away from me!
Go away! {Crazy Laugh}
You can't touch me now
You see this button here? I'm going to press it!"
[Screams]
I just remembered
What happened in September
I'm the one who killed them all
I survived after the fall
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 6:49 AM 0 komentar
Label: lagu
Langganan:
Postingan (Atom)





