THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 22 Februari 2016

TOKYO GHOUL - 1

inilah kisah cinta yang dikhianati! hehe, klik gambar menuju videonya langsung ya di yutub. hm menurutku si alurnya cepat amat, kayak langsung to the point getu ke inti masalahnya, ya supaya ga bete lihat prolognya hehe...





Hari ini, aku senang sekali karena akan berkencan dengan seorang gadis bernama Rize. Ini kencan pertamaku dan aku begitu bergairah menyambutnya. Tapi berita TV tentang ghoul yang kembali berulah itu membuat hari suram saja di kafe itu. Ah sudahlah, apa peduliku? Yang penting sekarang ini aku lagi tak sabar menanti cewek itu. Sahabatku daritadi menggodaiku. Mana bisa aku kencan di toko buku?
Ya, aku memang seorang pemuda biasa yang kutu buku. Tapi bukan berarti aku tak boleh punya cewek, kan? Sahabatku malah blak-blakan, sungguh membuatku malu saja. Eh, itu dia ceweknya datang! Tapi begitu melihatnya, Hide malah menyuruhku untuk melupakannya: bagaikan beauty and the beast katanya. What?! Jadi menurut kalian apakah aku ini jelek dan culun? T0T
Ya, aku sadar aku tak sepadan dengan gadis itu. Aku memang biasa-biasa saja dan tak menarik. Hobiku hanya membaca novel. Rasanya jadi tak percaya diri menemuinya. Aduh, bagaimana ini? Temuin gak ya? Hide bukannya memberikan dorongan malah membuatku down.
Tapi setelah melihat cewek itu menyukai buku yang sama denganku, aku jadi punya keberanian diri untuk mendekatinya. Syukurlah, kita sama-sama menyukai hal yang sama—banyak malah kesamaannya. Aku senang sekali! Akhirnya aku bisa jadi teman dekat cewek cantik berkacamata itu.
Akhirnya kami menghabiskan banyak waktu bersama. Aku senang sekali melihat kecantikannya itu. Membuatku jadi malu saja, belum lagi dia seksi dan dadanya pun menggoda mataku untuk melirik ke dalamnya. Kompletlah sebagai pacar idealku. Kuharap dia mau menerimaku sebagai pacarnya. Semoga saja cowok culun sepertiku pantas mendapatkannya.
Akhirnya malam itu tiba dan dia minta ditemani pulang. Dengan senang hati malah, belum lagi di daerahnya itu kan banyak ghoul yang bergentayangan. Dia pasti takut! Aku tak mau dia sampai kenapa-napa. Di jalan, kami banyak mengobrol dan bertukar pikiran soal buku :p. Kuceritakan padanya bahwa aku sangat menyukai buku dan ayahku punya banyak koleksi yang bisa kubaca. Tapi sayangnya, beliau sudah tak ada.
Akhirnya tibalah kami di gang sepi tempatnya tinggal. Aku senang sekali bisa mengantarnya dan tak curiga sama sekali. Dia memang memikat dan aku jadi mabuk kepayang berkatnya. Tapi apa yang kudapatkan? Kupikir dia hendak mendekapku penuh cinta, makanya aku senang banget saat dia merapatkan tubuhnya padaku. Tapi—
Ugh?! Kumelebarkan mata syok begitu merasakan darah di bahuku mengalir. A-apa yang terjadi?!
Kulirik gadis pujaan hatiku itu dan terperangah. Ma-matanya? Ghoul?!
Setelah menggigit bahuku, ia melepaskanku sejenak. Gadis gila! Kuterduduk sambil memegangi bahuku yang berlumuran darah. Sakit! Aku harus lari, ya aku harus segera pergi dari sini. Ini tak mungkin terjadi!
Tertatih-tatih kemudian kuberdiri sambil menahan sakit dan berlari. Aku tak mau dimakan oleh ghoul itu! Setengah mati kuberlari penuh kepanikan, tapi kagune gadis itu berhasil menyambar kakiku dan menyeretku ke arahnya. Arrrrrrrrrrrrrghhhh!
Ia menggantungku seolah aku ini mainannya dan aku pun tersadar tak akan bisa lari darinya. Tak sampai di situ, kesan manisnya kemudian berubah begitu ia melemparku ke container. Bruk!
Lebih baik aku mati saja kalau begini! Ia menganiayaku habis-habisan dan ingin mengeluarkan isi perutku segala. Kumuntah darah. Perdarahan hebat. Menderita habis! Kepalaku berdarah dan aku sudah tak berdaya setelah mengalami pendarahan sana-sini. Apakah aku akan mati?
Ng? Kenapa aku jadi merasa hangat dan tenang? Rasanya nyaman, seolah ada tubuh lain yang menyatu dalam tubuhku ini. Samar-samar, di kesadaranku yang masih belum pulih ini aku sempat mendengar dokter yang kepanikan dan mentransplantasikan suatu organ ke dalam perutku demi menyelamatkan nyawaku.
Kumembuka mata lesu di rumah sakit dalam keadaan kebingungan. Aku selamat? Tapi sepertinya ada yang berbeda denganku. Tapi apa itu? Kukembali syok begitu mengingat kejadian tragis itu. Ternyata Rize adalah ghoul. Aku tak percaya ini akan menimpaku. Aku hampir saja menjadi korban mereka!
Hm, mungkin karena masih dalam masa pemulihan, aku jadi malas makan. Aku sama sekali tak pernah menyentuh makanan di rumah sakit. Rasanya lesu sekali dan tak ada gairah untuk memakannya. Sampai-sampai dokter dan suster cemas. Mungkin ini efek donor organ itu.
Aku tak lapar. Ini aneh! Aku hanya bisa bersembunyi di balik selimutku karena masih trauma diserang ghoul.
Esoknya, aku sudah diizinkan untuk pulang ke kosan. Eh? Ada kiriman makanan lezat dari Hide sahabatku itu. Kuterima dengan lesu. Kenapa dia tak pernah menengokku di rumah sakit? Bagaimana pun dia adalah sahabatku satu-satunya yang sangat menyayangiku.
Kuhempaskan tubuhku ke ranjang kos yang sudah lama tak kudiami ini. Aku tinggal sendiri secara mandiri di sini. Makasih, Hide. Kau sangat memperhatikanku. Tapi aku sedang tak nafsu makan. Entah mengapa. Rasanya lesu sekali! Malas sekali rasanya untuk menelan apa pun.
Huft! Untuk mengatasi rasa jenuhku, kumenonton TV. Lagi-lagi berita tentang ghoul. Seorang pakar menginfokan kalau ghoul itu tak bisa makan makanan manusia karena rasanya akan sangat menjijikkan. Ia kemudian menunjukkan lidahnya. Kuterbelalak ngeri mendengarnya. Jangan-jangan aku—
Panik, kuberlari mengacak-acak kantong makanan kiriman Hide tadi. Burger! Bagaimana kalau kucoba dulu dengan burger itu? Hide sangat tahu kalau aku sangat menyukai makanan itu. Kucoba untuk menggigitnya, namun rasanya malas sekali untuk itu. Tapi harus! Aku harus membuktikannya. Aku harus membuktikan kalau aku masihlah manusia normal!
Aku hanya ingin jawaban atas keanehanku ini karena sudah beberapa hari ini aku tak makan!
Aku tak boleh ragu lagi! Bukankah ini makanan favoritku? Kucoba untuk mendorongnya masuk, namun belum satu kali kukunyah, huek! Kenapa rasa burger favoritku ini begitu menjijikkan? Memualkan!
Kumuntah-muntah. Namun segera kucoba pada makanan lainnya. Mungkin aku sedang tak bergairah atau apa. Namun hasilnya sama saja. Susu, roti dll semuanya kumuntahkan. Siapa yang tak stress?!
Kenapa lidahku jadi begini aneh? Kalap, kulahap semuanya dengan stress. Kupaksa masuk ke tubuhku, tapi rasanya begitu memualkan. Aku jadi stress setengah mati di dapur itu. Rasanya jadi ingin menangis!
Akhirnya kumemutuskan untuk makan makanan instan. Kuolah dengan lesu. Semoga saja berhasil meski aku pesimis untuk itu. Begitu kucoba, air mataku mengalir. Tidak, bukannya karena rasanya lezat. Tapi sama seperti sebelumnya, rasanya begitu menjijikkan.
Hiks! Siapa yang tak syok. Bayangkan saja jika kau menderita gejala penyakit mematikan, kau juga pasti akan kepanikan dan depresi sepertiku.
Akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan malam sejenak. Rasanya jadi lesu sekali. Semoga saja kecurigaanku ini tak benar. Mungkin dengan minum kopi di kafe bisa memulihkan nafsu makanku yang normal.
Dengan lesu, kumelangkah di keramaian malam Tokyo yang indah. Malam yang ceria, tapi tidak denganku yang habis sakit ini. Tapi begitu tiba di perempatan untuk menyebrang di banyak orang, ng? ng? ng? kok rasanya aku ingin makan daging si anu, si itu, si ini…
Huaaaaaaaaaaaarrrgghhh! Tidak! Aku tak boleh melihat orang-orang ini sebelum aku kehilangan akal. Aku sudah dicap aneh oleh mereka. Terakhir yang kulihat adalah seorang anak kecil yang kemudian mendongakiku. Kuabaikan dan tersadar seketika berkat mata murni bocah polos itu.
Kuberlari pulang dengan paniknya. Tak kurapikan lagi sepatuku seperti biasa. Kutatap cermin dan terbelalak syok begitu melihat sebelah mataku yang seperti ghoul. Tapi kenapa jadi seperti ini?!
Tak lama, muncul wajah seorang gadis ghoul di belakang cermin itu. Rize!
Duak! Kuhantam cermin itu dengan stresnya menggunakan tinjuku. Prang!
Sekarang aku sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku ini. Ya, organ itu. Organ yang didonorkan padaku itu pasti organ Rize!
Kalap, kuambil sebuah pisau kemudian siap-siap mengarahkannya ke perutku. Aku harus mengeluarkan organ itu dari dalam tubuhku. Aku tak mau menerima barang organ dari ghoul itu! Aku tak mau menjadi ghoul!
Air mataku berceceran tak menentu. Tapi katanya… kata pakar itu, tubuh ghoul kebal terhadap senjata tajam. Tapi ah, coba saja dulu!
Beranikah aku? Baru kali ini aku berharap pisau ini bisa menembus tubuhku. Rasa sakit seperti apa pun akan kuterima, asalkan aku masih manusia! Aku berharap ini akan sakit. Hiaaaaaaa!
Treng. Pisaunya patah! Bagaimana ini? Aku meringkuk sedih dan stress luar biasa. Aku sudah hilang akal. Semua bukti mengarahkan kalau aku adalah ghoul!
Kemudian ku keluar kos lagi. Aku tak mau berakhir dalam penderitaan sengit ini. Pasti ada makanan di luar sana yang bisa kumakan. Ya, harapan itu masih ada! Meskipun tipis…
Dengan hoodie yang selalu kukenakan saat keluar rumah, kumelangkah pilu. Tak ada yang mengerti penderitaanku ini, Hide saja tak tahu masalahku ini. Ndus-ndus! Tiba-tiba saja, kumencium aroma makanan yang sangat lezat. Eh ini kan aroma harum burger buatan ibuku tercinta! Ya, tak salah lagi!
Burger kegemaranku sejak kecil sekarang ada di penciumanku ini. Dengan semangat, kuberlari ke sumber aroma itu. Aku sudah ngiler ingin mencicipinya. Kuberlari bagai hewan buas ke gang itu dan melihat—
Astaga! Krauk-krauk. Ja-jadi yang kuendus barusan itu bau—
Ghoul itu kemudian menyapaku dan mau berbagi makanan. Tidak! Aku manusia, bukan ghoul! Tapi rasa buas itu tak bisa kukendalikan. Begitu sadar, segera kukontrol diriku agar mata ghoul itu segera berubah menjadi mata manusia biasa ini.
Tiba-tiba saja, ada yang membunuh ghoul itu—seorang pria berkacamata berselera santai. Katanya, daerah itu adalah teritorinya sebagai ghoul. Celaka! Ebuset!
Ghoul berkacamata itu kemudian mencekikku. Ebuset! Dosa apa aku hingga harus mengalami cobaan beruntun seperti ini? Aku hanya ingin hidup sebagai cowok culun biasa, Ya Tuhan. Biar pun jelek, yang penting masih orang dan… tak makan orang tentunya!
Lagi-lagi mau dibunuh sama ghoul lain! Celakanya nasibku ini, kalau saja tak ada ghoul cantik dan imut lain yang menolongku setelah bertarung dengan ghoul jahat itu. Tangan dan kaki ghoul jahat itu tergores-gores. Dia pun pergi. Fiuh, aku selamat dari serangan ghoul karena ditolong oleh ghoul juga.
Eh, bukannya dia itu gadis imut pelayan di kafe itu ya? Rupanya dia juga seorang ghoul?! Wtf!
Dia menegurku karena pernah lihat di kafe. Dan dia juga berkomentar kenapa mata ghoulku hanya sebelah. Meneketehe?!
Aku tak mau berurusan dengan ghoul! Dia yang hendak memakan mayat itu kemudian menyuruhku untuk makan juga. Mau sih, mau! Eh, tapi apa yang kulakukan?! Tidak! Tidak! Aku ini orang!
Ghoul imut itu lalu memberiku daging mayat. Ih, inginnya kuterima. Aku sudah sangat ngiler melihatnya. Tapi dengan susah payah kemudian kukunci sebelah tanganku itu dengan penuh kesadaran sebagai seorang manusia.  Jangan jangan jangan…
Tapi aku mau! Jangan! Konflik internal pun tak dapat kuhindari. Kupeluk tangan sebelahku itu yang mau menggapainya. Pokoknya, aku harus tetap menjaga kesadaranku sebagai manusia!
Kumenangis-nangis ketakutan. Tak pernah kubayangkan sebelumnya jika harus makan mayat! Gadis itu menyuruhku untuk makan agar tak mati. Tapi mungkin lebih baik aku mati ya, tapi rasanya mati kelaparan itu tak enak. Malah semakin meningkatkan rasa buasku malah.
Tapi dengan tenangnya, ghoul ngaco itu lalu mendorong daging mayat itu masuk ke mulutku. Enak, sih enak! Tapi aku merindukan makanan manusia yang tak akan bisa kusentuh lagi untuk selamanya…  T0T



Texhnolyze-1 (Stranger)


In the dystopian underground city of Lux, entertainment fighter Ichise is forced into a sexual encounter with his promoter's lover in the city's ruling organization, the mafia-like Organo. After spurning the woman, his promoter finds out about this and Ichise runs away to try to escape retribution. However, the promoter locates him and chops off his arm. Meanwhile, Kazuho Yoshii descends from the legendary surface world and journeys toward Gabe, a community that was overthrown by the Organo. On his way there, he meets Ran, a mysterious young girl wearing a white fox mask, who takes him to see the sage. Shortly before reaching Gabe, they are attacked by members of an anti-texhnolyzation group called the Salvation Union. (April 16, 2003)

silakan klik gambar ini menuju episod 1-nya. hm, aku kasi warning ya karna ada desahan getu jadi kurang enak didengar meski ga ada nudity-nya karna dikasi gelap banget. 





Yup! Inilah serangan penutupku untuk melumpuhkan lawanku di ring. Ciat! Duak!
Aku jadi merasa bersalah juga rasanya setelah melakukan kekerasan setiap hari. Tapi mau bagaimana lagi? Inilah caraku untuk menghidupi diriku sendiri di kota yang keras ini—menjadi seorang petarung jalanan demi menghibur orang banyak di sana yang haus darah. Tapi sampai kapan aku harus melukai orang demi uang? Aku tak ingin bekerja seperti ini terus. Tapi aku hanya bisa bertarung untuk memenuhi kebutuhanku.
Aku tak pernah merasa bangga akan kemenangan ini. Semuanya hanya demi uang yang sebentar lagi akan dibawakan oleh wanita itu. Sungguh kemenangan yang menyedihkan!
Kubersihkan tubuhku dari darah di pancuran itu. Hening. Hanya ada aku di keremangan sana hingga seorang wanita yang tak malunya masuk dan menggodaiku. Ya, ia tertarik dengan tubuhku yang sedang tak berbusana ini.
Awalnya kupikir ia mau memberikanku hakku, dengan menyerahkannya di belakang bahuku. Tapi rupanya aku salah. Ia menginginkan sesuatu yang spesial dariku. Ia ingin lebih! Ia ingin bercinta denganku. Menjijikkan! Rasanya menyedihkan sekali, demi uang kau harus menyerahkan tubuhmu sendiri untuk dijilatinya.
Demi uang pula, aku rela memasuki kamarnya yang terbuka itu. Kulihat ia tengah menjilati tubuh seorang pria. Dasar wanita haus seks!
Ia langsung mengusir pria itu karena sudah mendapatkan penggantinya. Rupanya pria itu hanya sebagai makanan pembukanya saja. Kaupikir aku senang akan bercinta dengannya? Dia cantik? Iya. Tapi aku tak tertarik karena ia seorang—
Ia menyambutku di depan pintu dengan penuh gairah seolah aku ini suaminya dan merayuku masuk. Menjijikkan! Tapi aku tak bisa mengekspresikannya sedikit pun. Kubersedia berbaring di ranjangnya demi uang, kurela ia hendak merengut keperjakaanku demi uang. Hanya demi uang yang sudah menjadi hak ku dipertarungan tadi!
Ia menjilati bibirnya penuh gairah, kemudian mengangkangi tubuh vulgarku. Sungguh dramatis gerakannya itu—menggoda. Perlahan ia mulai mendekati dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Tapi apa yang didapatkannya?
Bruk! Ia terjatuh dari ranjang setelah kuhantam. Bodoh! Aku ke sini hanya untuk hak ku, dasar wanita cabul! Sakit? Rasakan! Rasakanlah derita para petarung yang bertaruh nyawa di ring yang selalu kausaksikan itu.  Kuambil uang yang sudah menjadi hak ku kemudian melarikan diri. Mana mau aku bersentuhan badan dengan wanita robot? Dia pikir aku sebodoh itu?
Aku berlari sejauh mungkin dengan santainya. Yang penting aku sudah mendapatkan apa yang kumau untuk hidup di jalanan ini. Kemudian kuberpapasan dengan seorang pria misterius. Tapi apa peduliku? Yang penting aku harus segera bersembunyi dan menghitung-hitung uangku. Asik…
Di tempat yang gelap, aku bersembunyi sambil menghitung-hitung penghasilanku. Lumayanlah untuk hari ini. Aku sungguh puas! Tapi tangan robot wanita itu ada padaku. Hm, sepertinya aku dalam masalah besar kalau begitu…
Namun tak berapa lama aku beristirahat di tempat persembunyianku ini, terjadi penyerangan brutal!
Dor dor dor… kuberusaha berlari dari para gangster itu. Sial, mereka berhasil mendapatkan tempat persembunyianku ini. Bagaimana ini? Mereka terus menembakiku hingga kutak berdaya begitu peluru-peluru mereka menyambar kaki dan tanganku. Ku tak bisa berkutik lagi. Sakit!
Mereka kemudian menghampiriku sambil terkekeh licik. Aku bagaikan hewan buruan mereka. Kutatap siapa dalangnya. Sudah kuduga, wanita itu! Dia pasti mau membalaskan dendamnya. Ugh! Sial!
Para anak buahnya kemudian menarik tubuhku berdiri. Mereka memegangi kedua tanganku dan menahanku. Aku tak berdaya dan tertunduk lesu. Mereka berhasil melumpuhkanku. Kupikir mereka sudah cukup puas berurusan denganku. Paling penutupnya bakal dipukuli atau apa yang penting mereka segera the end denganku. Aku sudah cukup pasrah untuk itu asalkan semuanya segera berakhir. Aku sudah menderita dan semoga itu menjadi pertimbangan untuk mereka segera meninggalkanku sekarat di sini. Tapi ternyata tidak dan lebih parah daripada dugaanku semula!
Aku tak menduga mereka berani melakukannya padaku begitu secara perlahan kumendongak. Sebuah katana yang digunakan oleh seseorang, meluncur kencang ke lenganku yang tertembak! Kumembelalakkan mataku. Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk!
Crot!  Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!! Rasa sakit yang mengerikan di luar ambang batasku sebagai manusia biasa. Mereka melakukannya tanpa segan dan berpikir panjang. Hati mereka sudah kesetanan hingga tak memikirkan bagaimana nasibku dengan tangan yang terpotong. Wanita bengis itu pun tersenyum puas sudah membalaskan dendamnya.  Rasa sakit ini membuatku gila!
Lalu, apakah mereka sudah puas mencincang-cincang tubuhku? Kejutan yang lainnya pun menyusul. Kejutan yang akan mengubah hidupku untuk selamanya…



Sabtu, 20 Februari 2016

Texhnolize (trailer)

hepy minggu! aku lagi mo bahas ni anime kesukaanku si. tapi video di atas trailer aja ya. aku tu demem banget save sampul gambar texhnolize di kover binderku dan ga pernah kuganti2 saking sukanya tu. aku kenel anime ini kalo ga salah sekitar tahun 2004 di majalah animonster edisi 66 kali ya? aku langsung suka setelah baca alur ceritanya dan gambarnya yang grafis banget beda ama anime kebanyakan. kalo ga salah si nama tokohnya ichise seorang petarung jalanan yang kaki ama tangannya dipotong, hehe di situ letak kerennya ne anime >.<. dan seorang dokter cantik yang meneliti memberinya tangan dan kaki buatan seperti texhnolyze getu. ada penjahat yang tega memotong tangan dan kakinya di jalan sana. n seingatku lagi nih di jepang sono tayangnya dini hari jam 3 karna ada unsur seksnya, duh sayang banget ya ga ada di indo yang hanya bisa ngeyutub hihi :p. tu aja yang kuingat. mari bedah isi videonya tuh:
dramatis si video ini meski hanya trailernya aja. diperkenalkan (dalam bahasa inggris nih) sejarah penemuan texhnolyze berupa robot itu dan ichise adalah salah seorang yang akan memerankan bagian dari percobaan ini. karna kebetulan aja dy cacat, eh mua ada hikmahnya juga ya. ichise ada di tangga tampak seperti seorang pengemis jalanan tak berdaya setelah musibah datang. tak ada yang memedulikannya di tangga yang sepi itu. akhirnya dy setengah mati naik tangga dalam kondisi cacat (hm bayanginnya kayaknya susah banget ya kalo getu). kalo aku tuh mungkin dah mati. sesampainya di atas dy termegap2 masi idup juga meski dalam kondisi menggenaskan. dy teringat kejadian mengerikan di mana orang2 jahat itu memotong kaki tangannya dan dy menjerit2 hebat. lalu ada beberapa ahli yang datang untuk mengambilnya. di lab selama masa pemulihan dy tampak masi bersusah payah hingga dy pun bisa beradaptasi menjadi seorang texhnolyze. huh, balaskan neh dendam!
nb: yang mo tahu ceritanya si, baca aja animonster 66 itu karna tentunya dalam bahasa indonesia. tapi punyaku dah kukasi orang T0T. pokoke bagiku ne ceritanya keren de, tapi diperingati si ada hentainya gitu. kalo mo baca lagi ya buka2 google atau di sini lebih lengkapnya (di bawah gambar english)

silakan klik gambar ini menuju sumber link yutubnya. met watching!

https://www.youtube.com/watch?v=89pOg6LRmgo



Texhnolyze (テクノライズ Tekunoraizu?) is a Japanese anime television series directed by Hiroshi Hamasaki, from a screenplay by Chiaki Konaka, and produced by Yasuyuki Ueda, with original character design by Yoshitoshi ABe.

The events take place in the vibrant yet dilapidated underground city of Lux. Denizens of Lux have come to call it "The City" and treat it as a sentient force. Three factions vie for control of the city: the Organo, a strictly professional conglomerate with ties to the criminal underworld in the prostheses business ("Texhnolyze"); the Salvation Union, a fanatical populist group interfering with the Organo's affairs; and the Racan, a marauding group of Texhnolyzed youths. The series has an ensemble cast, but events particularly focus on Ichise, a stoic prize fighter who loses a leg and an arm to satisfy an enraged promoter; Onishi, a young but level-headed executive of the Organo who has many enemies; and Ran, a little girl who has a very important gift that affects the entire city. As they struggle to accept the challenges that they are dealt, the characters bear witness to major events that determine the survival and fate of the city.

Texhnolyze aired on Fuji Television from April 16, 2003 to September 24, 2003 and aired twenty episodes. Two un-aired episodes were included in the DVD release.

Plot


In a man-made underground society, descendants of a banished generation live for control of the crumbling city of Lux. Ichise, an orphan turned prize fighter, loses a leg and an arm to satisfy an enraged fight promoter. On the brink of death he is taken in by a young woman doctor and used as a guinea pig for the next evolution of Texhnolyze. With his new limbs, Ichise is taken under the wing of Onishi, a powerful leader of Organo, an organization with some hold on Lux. As Ichise is drawn deeper into a war for territorial control of the city, he learns of his possible future from the young girl prophet Ran, who guides him from the shadows in his darkest times. With the explosion of the warfare, Ichise must uncover the truth about Lux and fight for his survival as he realizes his destiny.

Characters


Ichise (櫟士?)

Voiced by: Satoshi Haga (Japanese), Justin Gross (English)

Ichise is a street fighter of very few words who participates in underground fight clubs for money. He is tough, cool and violent. Throughout the series, he was saved from the amputation of an arm and a leg by Doc and Onishi, he adopted his texhnolyzed arm and leg, changed his attitude and commit his life helping out Onishi and Organo.

Ran (?)

Voiced by: Shizuka Itou (Japanese), Carrie Savage (English)

Ran is a seer from Gabe. She sells Orchid carrying a white fox mask whenever she travels. Ran has gifted foresight, which grants her insight into Lux's one possible outcome of the future. Unfortunately, this ability pains her since she often sees bad future which she's unable to change. She has a profound interest in Ichise and helped him throughout the series. She also helped Onishi as "the voice of the city".

Eriko "Doc" Kaneda (鎌田江里子 Kaneda Eriko?, ドク Doc)

Voiced by: Shizumi Niki (Japanese), Victoria Harwood (English)

Doc is a researcher on Texhnolyzation from the Class. She develops Texhnolyzation which works naturally for human instead of worshiping functionality and power. In the beginning of the series, she lives and continues her research in Lux. With the help from Onishi, she found Ichise suffering from the amputation of an arm and a leg and installs prosthetic arm and leg of her own design for him.

Keigo Onishi (大西京呉 Onishi Keigo?)

Voiced by: Hiroshi Tsuchida (Japanese), Patrick Seitz (English)

Onishi is the head of Organo, the only person in Lux who can hear "the voice of the city". He is a strong, righteous and capable man, he is almost unbeatable with his sword. He unified organizations and formed Organo with the help of "the voice of the city". He commits his life to bring order and liberty to the city.

Shinji (シンジ?)

Voiced by: Masaya Kitaide (Japanese), Jason C. Miller (English)

Shinji is the leader of Racan. He often gets involved in the city's gang wars. He enjoys freedom and wishes he could be enlightened by the Class. He has a texhnolyzed index finger on his right hand.

Kazuho Yoshii (吉井一穂 Yoshii Kazuho?)

Voiced by: Takashi Inoue (Japanese), Sam Riegel (English)

Yoshii is a visitor from the surface world. He is seen carrying a bag with him containing an assortment of valued items. Almost half his body has been texhnolyzed. He is adventurous and purposeful. During his journey, he discovers necessities for life in Lux and decides to make changes for the city.

Shapes


Shapes are people who have been completely texhnolyzed. They have had most of their bodies replaced with cyborg components, leaving only their heads intact and connected to an organic life support pod. The Shapes quickly grow into an army which threatens to conquer Lux once and for all.
https://en.wikipedia.org/wiki/Texhnolyze

Kamis, 18 Februari 2016

TK from Ling Tosite Sigure - Unravel (Tokyo Ghoul Opening)

siapa sih yang gak kenal ama lagu ini?!  berikut ada video klip Tokyo Ghoulnya dengan ngeklik gambar di bawah ini ya! aku lebih suka lagu ini dibawakan ama karakter Tokyo Ghoul hehe, cus suaranya imut pisan daripada penyanyi aslinya, hiks sori! plus lebi seru pula dan lebih banyak dishare di fp daripada video klip ori nya karena lebih cantik adegannya hehe. kalo video klip aslinya sih biasa aja, masih standar. meski kalo penyanyi aslinya sih lebih menjiwai tapi kalo all sing karakter ini terasa lebih seru aja membawakan lagunya jadi terdengar lebih semangat aja daripada penyanyi aslinya. coba aja de simak lagunya, terdengar seperti sorak-sorak jadi terasa lebih asik lagunya kan? bahas satu2 dulu deh:
video klip: wajar lah kalo terdengar lebi seru toh nyanyinya secara keroyokan begitu sih! jadi ada beberapa karakter penyanyinya di sini alias dubber karakternya. awalnya si seperti video klip opening di animenya, pokoknya nih dicampur-campur dan ditambahin deh videonya agar proporsional. lalu lihat ada gambar-gambar karakter yang mengelilingi video klipnya tuh, itulah penyanyi dubbernya. duh ternyata suara mereka keren-keren ya bisa bawain lagu ini dengan sangat baik. lebih suka malah denger mereka yang nyanyi. mungkin mereka penyanyi kali ya. jadi kalo karakternya lebih bercahaya tuh artinya karakter itu dubbernya yang menyanyi. begitu! keren kan video klipnya tuh, kreatif habis. di video klipnya sih semuanya sison 1 aja diambil adegannya. dan aku paling suka endingnya di mana Kaneki terjatuh dan di bawahnya ada pula sesosok tubuh melayang membelakanginya dan begitu mereka menyatu, dah deh rambutnya putih dan matanya jadi lebih kalem dan tenang. habis deh. (video klipnya proporsional dengan lagunya, lumayan sesuai, meski ga sebagus We Are 7 Shinden punya haha).
dubber: awalnya tu semua nyanyi deh. baru satu2 lafalkan liriknya, suaranya si kesannya tu terdengar sama karena karakter suara mereka disatukan begitu, tapi kalo didenger baik2 beda2 kok asal diperhatikan baik2 karakter yang nyanyiinnya getuh sesuai gambar karakter mana yang menonjol. du ne kreatif banget de video latar karakternya itu dibikin, hm salut deh. jadi meski karakter utama, ya Kanekinya nyanyi di tengah2. jadi kayak sambung2 lirik deh. kalo nama di bawah karakter itu kayaknya nama dubbernya deh. coba denger baik2 de meski suaranya tu diusahakan seragam. lirik 'ayazaka na mama' dinyanyikan ama dubber Hinami, wets imut2 suaranya keren juga (hm wajarlah waktu teriak di episod 8 ga main2). kalo reff sih mua nyanyi. pokoknya seru2lah, ga nyangka ne dubber jago banget nyanyiinnya. btw tiap bait dinyanyikan ama dua dubber atau lebih, jadi berbarengan. merdu juga ya kedengarannya tuh. DUH PENGEN BANGET AKU BISA NYANYI KEROYOKAN BEGINI!!!


https://www.youtube.com/watch?v=zjydEFQWKRc

ROMAJI:

oshiete oshiete yo sono shikumi wo
boku no naka ni dare ga iru no?
kowareta kowareta yo kono sekai de
kimi ga warau nanimo miezu ni

kowareta boku nante sa iki wo tomete
hodokenai mou hodokenai yo shinjitsu sae freeze
kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
anata wo mitsukete yureta

yuganda sekai ni dandan boku wa sukitootte mienaku natte
mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
dareka ga egaita sekai no naka de anata wo kizutsuketaku wa nai yo
oboeteite boku no koto wo azayaka na mama

mugen ni hirogaru kodoku ga karamaru
mujaki ni waratta kioku ga sasatte
ugokenai ugokenai ugokenai
ugokenai ugokenai ugokenai yo
unravelling the world

kawatte shimatta kaerarenakatta
futatsu ga karamaru futari ga horobiru
kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
anata wo kegasenai yo yureta

yuganda sekai ni dan dan boku wa sukitootte mienaku natte
mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
dareka ga shikunda kodoku na wana ni mirai ga hodokete shimau mae ni
omoidashite boku no koto wo azayaka na mama

wasurenaide wasurenaide wasurenaide wasurenaide

kawatte shimatta koto ni paralyze
kaerarenai koto darake no paradise
oboeteite boku no koto wo

oshiete oshiete boku no naka ni dare ga iru no?


INDONESIA:

Katakanlah, katakanlah padaku tentang semua ini bisa terjadi
Siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku?
Di dunia yang amat rapuh ini
Kau tersenyum namun buta terhadap segalanya

Diriku begitu rapuh sampai nafasku berhenti
Bahkan kebenaran sudah tak bisa diungkapkan lagi  *membeku*
Hancur tapi tidak hancur; gila namun bisa-bisanya masih waras
Aku menemukan dirimu

Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata
Jangan pernah mencari ataupun menatap diriku
Aku tak ingin melukai dirimu di dunia yang dibayangkan seseorang
Ingatlah kembali siapa diriku, selama diriku tetap terbayang jelas dalam ingatanmu

Aku terjerat dalam kesepian yang menyebar tiada henti
Dan kenanganku melekat dalam diriku, tersenyum dengan polosnya
Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak
Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak
Menyingkapkan dunia

Diriku telah berubah, namun tak dapat kembali seperti semula
Kita berdua terjerat, kemudian menjadi binasa
Hancur tapi tidak hancur; gila namun bisa-bisanya masih waras
Aku takkan bisa menodai dirimu

Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata
Jangan pernah mencari ataupun menatap diriku
Aku terjebak dalam kesepian yang diciptakan seseorang sebelum masa depanku terungkap
Kenanglah diriku, selama diriku tetap terbayang jelas dalam ingatanmu

Jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan

Aku menjadi tak berdaya begitu telah berubah
Di dalam surga yang tetap apa adanya
Ingatlah kembali siapa diriku

Katakanlah, katakanlah siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku


Translator: Nena

THE LIVING TOMBSTONE "September" (jeff the killer's song)

hay, hari ini aku mo share lagunya jeff the killer. boleh ya? ini ada lagu jeff the killer, penyanyinya ya ada di judul hehe. meski sosok mengerikan tapi lagunya santai n enak didenger. cocok banget ama video klipnya. kayaknya ga usa diceritain de ceritanya kayak apa. klik aja gambar menuju video klip n lagunya ya. sante aja tu lagunya n aku suka banget hehe cus aku suka sosok jeff the killer ini. :=(D
nah ceritanya tuh berawal saat Jeff terbangun dalam keadaan kebingungan di rumahnya, napa bisa terbangun di situ. dy pusing apa yang terjadi, kemudian mencari2 orang di rumahnya. ia melihat ada tulisan darah di cermin toiletnya yang berisi pesan entah apa isinya. ia kebingungan apa yang terjadi sebenarnya dan ke kamar ortunya. namun apa yang terjadi? ia malah melihat mayat kedua orangtuanya dalam keadaan berlumuran darah di kamarnya dan begitu ke kamar saudaranya, ia melihat adiknya juga sudah mati ditikam. apa yang terjadi? mengapa hanya dy yang tersisa di rumah ini? dy menangis2. memegangi kepalanya karena pusing dan berusaha melarikan diri dari pembunuh yang entah ada di mana sekarang. ia berusaha mengingat2 apa yang terjadi, tapi tak bisa. ia kepanikan dan terus berlari. ia merasa pembunuh itu semakin mendekatinya, seorang pemuda dengan balutan perban di sekujur wajahnya yang terbakar. pemuda itu gila dan berambut gondrong. pemuda itu pembunuh brutal yang gila. Jeff terkejut begitu sadar kedua tangannya berlumuran darah segar, ia syok. pemuda itu mengejar2nya hingga akhirnya ia teringat sesuatu dan tersenyum gila seketika... ia lah pemuda itu! tentu saja ia takkan dibunuh dan pantas saja tinggal dialah yang selamat di rumah itu...
nb: selain lagunya, aku suka teriak2 dialognya karena terdengar lebih realistis lagi dan menjiwai video klipnya...

https://www.youtube.com/watch?v=AxLjGcrmL5w


"September" (feat. Mic The Microphone)
[Screams]
I can't remember
What happened in September
When everything is gone
When it's dark and I'm alone

It's been forever
Since I could have remembered
Where the hell is everypony
I just want to know the story
Of what happened right before
I became so alone

Still can't remember
What happened in September
Back when everypony died
Trails of blood during my stride

I just discovered that
The ponies were defeated
By something really strong
It seemed very weird and wrong
It just doesn't belong
Like it came out of this world

[Mic The Microphone:]
"Finally. {Crazy Laugh}
Finally It's done! {Crazy Laugh}
It's finally done! {Crazy Laugh}"
[The Living Tombstone:]
"Stop It! He's trying to kill us all! Stop it!"
[Mic the Microphone:]
"No! I'm Going to save you.
I'm going to save you all! Don't you try to stop me!"

I've regained a small memory
Came to my head just like that suddenly
I think I've gotten a clue
Something tells me this is worse than what I knew

[Mic the Microphone:]
"This is your redemption day everypony!
Go away from me!
Stay away from me!
Go away! {Crazy Laugh}
You can't touch me now
You see this button here? I'm going to press it!"

[Screams]
I just remembered
What happened in September
I'm the one who killed them all
I survived after the fall