THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 03 Oktober 2011

BREAD LOVE AND DREAMS (18)

Presdir menemui Jin Gu di Pal Bong Bakery. "Kalau kau mau menyalahkan aku, aku terima," kata Presdir."Aku akan menerima semua kesalahan, tapi aku harus menemui anak itu. Di mana Kim Tak Goo sekarang?" Presdir mendesak,"Anakku, di mana dia?" Jin Gu memandang saja. (Cape juga ya lama-lama lihat presdir yang kurang cekatan, mustinya dia bisa agak cerdik spt manager Han)
Sementara Kim Tak Goo sedang berada di dekat menara jam. "Tanggal 25 jam 6,"katanya. Tapi jam sudah menunjukkan jam 9 kurang.
Di mansion Shin Yoo Kyung berusaha melepaskan diri dari kejaran Goo Ma Jun, "Lepaskan!".
"Ada apa denganmu? Kau mau kembali ke sana dan berdiri seperti tembok?" kata Majun. "Mau seperti tembok, mau seperti orang bodoh sama sekali tak ada huubungannya dengan mu."
"Kau bekerja di sini untuk inikah?"
"Kau bekerja di sini untuk diperlakukan seperti itu oleh ibuku? Kupikir kau pandai, tapi kenapa kau mencari masalah seperti ini? Pekerjaan di luar masih banyak. Berhentilah bekerja. Kalau kau tak dapat pekerjaan lain akan kucarikan. Pokoknya berhenti sekarang juga" Majun terengah-engah.
"Hidup buatmu mudah, ya" Yoo Kyung sinis. "Iya, kan? Kalau harga dirimu terganggu sedikit saja, kau tunggal mengamuk dan masalahmupun selesai. Apapun yang kau lakukan, kau punya keluarga yang akan menyelesaikan msalahmu. Kau punya ayah yang dapat membereskan masalahmu. Tidak ada yang kau takutkan bukan?"
Majun berdiri kaku. "Tapi berbeda denganku." Yoo Kyung melanjutkan, "Di manapun aku bekerja, aku haru selalu mulai dari bawah. Betapapu memalukandan merendahkan aku harus dapat menerimanya. Aku tak punya pilihan lain. Jadi aku tak mau orang sepertimu menguliahiku tentang harga diri dan sebagainya. Kedengarannya konyol kalau datang darimu."
"Jadi kau akan terus melawan ibuku?" Majun penasaran.
"terserah aku. Aku takkan menbiarkan usaha dan kemampuanku sia-sia karenamu atau ibumu. Berhenti bekerja karena masalah ini? Sungguh tidak setara."
Yoo Kyung melepaskan tangan Majun lalu pergi meninggalkannya berdiri termangu.
Di dalam rumah Ny. Seo minum dilihat tamunya. "Sebaiknya kami pergi saja." kata sang tamu. "Ny. Lee saya malu karena kau harus melihat ini. Majun kelihatannya banyak tekanan dalam belajarnya. Tidak biasanya dia seperti itu. Maaf ya Najin," kata Ny. Seo. Najin,"Ah, tidak apa-apa. Aku bisa menemui Majun-oppa sendiri nanti." Ny. Lee sang tamu tadi menggamit tangan anaknya dan berpamitan.
Yoo Kyung masuk rumah dan meminta maaf pada Ny. Seo yang memandangnya dengan geram. Yoo Kyung berbicara dalam hati, "Tak Goo, sepertinya aku tak dapat menemuimu malam ini."
Kim Tak Goo masih menunggu di bawah jam.
Di Pal Bong Bakery, Yang Misun mengetuk kamar Tak Goo pelan-pelan dan bicara sendiri "Tak Goo kenapa lama sekali baru pulang?" sambil menyandarkan kepalanya ke pintu. Ketahuan Jin Gu, "Kau menunggu Kim Tak Goo?" Kaget, Misun mengelak, "Tidak. Kenapa aku harus menunggunya? Tidak pernah. Aku cuma tidak bisa tidur. Itu saja. Aku sedang memikirkan kompetisi babak kedua dan tentang aroma roti." Misun membungkukkan badannya lalu pergi (hehe.. ah pura-pura..)
wkwk suka klo liat Jin Gu ketawa
Jin Gu tersenyum tipis melihat kelakuan Misun.
[Flashback] "Maafkan aku Tuan Presdir. Aku tidak dapat mengatakan padamu, aku tak tahu bagaimana perasaannya." kata Jin Gu.
Presdir: "Apa maksudmu?"
Jin Gu : "Mungkin ada alasan dia tidak mau menemuimu. PErnahkah kau memikirkan kemungkinan itu? Datanglah setelah kompetisi selesai. Aku tidak mau mengacaukannya."
Presdir: "Kompetisi? Maksudmu dia ada di sini?"
Jin Gu diam
Presdir: "Aku tanya: Apa anakku ada di sini?"
Jin Gu : "Pergilah." sambil masuk rumah
[Flashback end]
Setelah percakapannya dengan Jin Gu, presdir baru menyadari bahwa anak bernama Kim yang ia temui saat didapur adalah Tak Gu, presdir masih mengingat ketika itu, Tak Gu memanggilnya presdir. Bagaimana bisa ia memanggilku padahal mereka baru saja bertemu. Presdir terlihat sangat shock dan lemas terduduk di bangku
Shin Yoo Kyung keluar rumah sambil terngiang-ngiang perdebatannya dengan Ny. Seo.
[Flasback]
Ny. Seo: "Kau pikir kau dapat mengalahkan aku? Apakah kau menyatakan perang denganku?"
Yoo Kyung: "Aku tak mengerti apa yang kau katakan."
Ny. Seo: "Kupikr masalah ini sepele. Tapi ternyata aku terlalu meremehkanmu."
Yoo Kyung: "Aku tak tahu kalau aku salah. Kau suruh aku datang, aku datang. kau suruh aku tunggu, aku tunggu. Nyonya kalau kau tak memerlukan aku lagi, aku akan pergi."
Ny. Seo (gemas dan menampar Yu Kyung) dan dilerai oleh Ja Kyung dan Ja Rim, "Ibu, hentikan! Apa yang kau lakukan?"
Ny. Seo: "Kau licik! Kau menggunakan anak-anakku untuk melawanku."
Ja Kyung menyuruhnya pergi. Yoo Kyung lalu keluar diiringi umpatan dan hinaan Ny. Seo. [Flasback End]
Dia terbangun dari lamunannya dan memandang jam besar tempat janjinya dengan Tak Goo.
Kim Tak Goo masih ada di sana dan memandangnya dengan senyum lebarnya yang kelihatan seperti tanpa masalah. Yoo Kyung menghambur memeluk Tak Goo dan menangis (udah dari tadi bendungan hampir jebol, kan)
Tak Goo bengong tapi suka.
Yoo Kyung : "Kau menungguku selama ini? Kau bodoh sekali"
Tak Goo : "Kau suruh aku datang ke sini."
Yoo Kyung: "Meski begitu, ini jam berapa? Bagaimana kalau aku tidak datang? Apa kau mau semalaman di sini? Dasar bodoh"
Tak Goo : "Tapi kau datang, kan"
Yoo Kyung menangis, Tak Goo mengusap air matanya "Aku merindukanu Shin Yoo Kyung. Kupikir aku bisa mati karena terlalu merindukanmu." Yoo Kyung menangis dan memeluknya lagi. Tak Goo tertawa gembira, "Ah, aku lega sekarang."
Majun pulang ke bakery dan melihat ayahnya duduk di depan Pal Bong Bakery, dan menghampirinya.
Majun: "Kenapa Ayah duduk di sini?"
Presdir: "Kenapa tidak kau katakan padaku?"
Majun: "Apa maksudmu, Ayah?"
Presdir: "Dia sudah berada di sini selama 2 tahun, tapi tidak kau katakan padaku? Katakan, kenapa tidak kau katakan padaku. Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa tujuanmu menyembunyikan hal ini dariku?"
Majun: "Ayah. Aku tak mengerti apa yang kau katakan. Apa yang kusembunyikana?"
Presdir:"Kakakmu!! Kenapa kau menyembunyikannya? Bagaimana bisa kau menyimpannya dariku selama ini?
Majun: "Ayah.."
Presdir: "Dia di sini begitu dekat, aku hanya melewatinya."
Majun: "Ayaah.."
Presdir: "Kau memanggilku Ayah jutaan kali sementara anak itu tidak pernah... Dia memanggilku.. Presdir.. Aku tidak tahu bagaimana cara memaafkanmu," lalu beranjak pergi.
Majun menyusulnya: "Ayah, tunggu! Tunggu sebentar Ayah. Aku tak berniat menyimpannya terus, hanya sampai kompetisi selesai. Setelah aku mengalahkan berandal itu dalam kompetisi, baru akau akan mengatakannya padamu. Benar, Ayah. Percayalah padaku."
Presdir:"Dia bukan berandal! Perlakukan dia seperti Hyung-mu!" lalu masuk mobil.
Majun terus memanggil-manggil ayahnya yang berada dalam mobil melaju.
Sampai di rumah Presdir terus merenungkan apa yang sudah terjadi dan membaca surat Tak Goo yang ingin hidup sebagai Kim Tak Goo, dan jangan mencarinya.
Tak Goo dan Yoo Kyung berjalan bergandengan dengan hati berbunga-bunga sampai di rumah kost Yoo Kyung. Mereka berpisah setelah Tak Goo mencium Yoo Kyung. [ciuman pipi doing kok,hiih] Setelah Yoo Kyung masuk rumah baru sadar Tak Goo kalau roti untuk Yoo Kyung masih di tangannya (huh dasar hahaha.. gara-gara terlalu senang tuh) Tak Goo lalu berjanji dalam hati akan membuatkan roti yang enak untuk Yoo Kyung sepanjang hidupnya kelak.
Didalam rumah Yoo Kyung memegang pipinya sambil tersenyum sementara itu Ma Jun termenung didalam kamarnya. [wah keliatannya ada ide jelek nih]
Pagi tiba di Pal Bong Bakery, tiba waktunya berbaris. Tuan Yang tidak melihat Tak Goo. "Kemana anak itu?" tanyanya sambil melihat Majun. "Dia tidak pulang semalam," kata Majun. "Ada yang datang memberikan surat lalu dia pergi."
Tuan Yang: "Misun, kau tahu surat untuk Tak Goo?"
Mi Sun (gelagapan) dan mau menjawab tidak tahu, ketika tiba-tiba... "Hai, sudah kumpul semuanya?" Tak Goo menyapa semuanya dengan riang.
Tuan Yang: "Kau tidak pulang semalaman?"
Tak Goo: "Tidak pulang? Bukan. Aku hanya sedikiiiiiiiiiiitt terlambat pulang. Setelah pulang aku memeriksa suhu oven dan kulkas, membuat adonan, lalu bersih-bersih."
Tuan Yang "Apa? membuat adonan lalu bersih-bersih?"
Paman Gap So: "Hey, Tak Goo, ada keajaiban terjadi ya. Kamu seperti penuh energi begitu."
"Siapa bilang aku hanya menghadapi hari yang sulit? Begitu memenangkan kompetisi cahaya terang bersinar dari sudut-sudut ruangan untuk Kim Tak Goo" ujarnya dengan riang yang tentu saja bikin Majun dan Misun jadi gemas
Tuan Yang mau ikut gembira, tapi kemudian dia menarik wajahnya dan berkata, "Cukup!" lalu membagikan tugas hari ini. "Kompetisi ronde dua akan dimulai sore ini. Yang lulus ronde satu harap berkumpul di sini tepat jam 5 sore."
Di kantor, Yoo Kyung mendapati dirinya dipindahkan ke bagian lain. Dia lalu bertanya kepada Manager Han, malah dijawabnya: "Kau benar-benar tidak tahu atau kau ingin menantangku? Ada garis terlarang yang kau langgar semalam"
Yoo Kyung lalu memindahkan barang-barang pribadinya dari situ dan menuju tempat barunya. [kok malah kayak gudang]
Manager Han menerima faks info tentang dr. Yoon dan membacanya. Manager Han mengingat nama rumah sakit yang dulu digunakan Mi Sun melahirkan [Liat Ep 1]. Akhirnya manager Han baru sadar bahwa Dr. Yoon adalah orang yang pernah membantu Mi Sun melarikan diri.
Manager Han mendatangi dr. Yoon berpura-pura menjadi pasien. Dr. Yoon sedang berada di kamar sebelah, keluar dan menutup pintu kamar itu, yang justru membuat curiga. Manajer Han berkali-kali melirik ke pintu yang terbuka sedikit itu.
Sambil ditensi, dia bertanya, "Di mana Kin Mi Sun?". Dr. Yoon terdiam gesture nya menjadi kaku. Dia menolak memberi tahu. Manager Han menyerbu ke pintu kamar sebelah tadi dan menemukan ruangan yang kosong ada pintu tembus ke luar. Manager Han lari ke sana kemari mengejar Kim Mi Sun. Tapi yang dicari sembunyi di pojokan dan berhasil melarikan diri.
Di tempat lain Kim Mi Sun menelepon dr. Yoon supaya jangan membahayakan dirinya sendiri dan mengambil alih urusan ini.
Pal Bong Bakery, kompetisi babak kedua.
Ma Jun, Mi Sun, Tak Goo dihadapkan pada empat jenis bahan pembuat roti: terigu, garam, air, dan ragi.
Kakek Bong meminta mereka memilih salah satu bahan yang paling penting dan menyodorkannya ke depan.
Misun memilih terigu dikedepankan, Tak Goo dan Ma Jun kompak memilih ragi. Bahan roti yang di nampan masing-masing tinggal 3 macam.


Kakek Bong menyuruh Tuan Yang menyampaikan tugas untuk mereka. "Tugasnya adalah membuat roti yang paling menawan di dunia."
"Kau dapat membuatnya dengan bahan yang tersedia, kecuali yang kau ajukan kepadaku."
"Apa??" semua heran.
Misun: "Kakek, bagaimana mungkin aku membuat roti tanpa terigu?"
Majun: "Bagaimana mungkin bisa membuat roti tanpa ragi?"
Kakek Bong: "Maka itu disebut roti yang paling menawan sedunia. Dalam lima belas hari kalian harus dapat membuat roti yang paling menawan sedunia. Sekian."
Tuan Yang masuk kamar Kakek Bong tengah menyiapkan kompetisi babak ketiga.
Tuan Yang: "Ayah, hari ini kompetisi babak kedua baru dimulai, kau sudah mempersiapkan untuk babak ketiga?"
Kakek Bong: "Tidak ada salahnya bersiap sejak awal bukan?"
Tuan Yang: "Lalu di antara ketiganya kau merasa hanya salah satu yang dapat mencapai babak ketiga?"
Kakek Bong hanya menjawab, "Mungkin."
Di luar peserta kompetisi berkeluh kesah. "Bagaimana aku bisa membuat roti tanpa terigu?" Yang Mi Sun meratap. Tak Goo mengusulkan supaya memakai tepung beras tetapi hasilnya akan menjadi kue beras, kalau memakai kentang hasilnya akan menjadi cake kentang, semuanya bingung. Misun juga menanyakan bagaimana membuat roti tanpa ragi. TakGoo mengusulkan akan memakai baking soda tapi Misun menolak karena kakek anti memakan bahan kimia di rotinya.
Majun malah sibuk dengan perasaannya sendiri, dia terbayang amarah ayahnya, kemudian melemparkan serbetnya lalu pergi.
Mi Sun melihatnya pergi lalu bertanya pada Tak Goo, "Kau sudah bertemu Yoo Kyung ya? Bagaimana kabarnya selama ini?" Tak Goo mengangguk antusias, "Dia lebih cantik dari dua tahun yang lalu. Setelah kompetisi ini berakhir aku akan pergi dengannya naik kereta api untuk melihat laut." "Hanya berdua?" Mi Sun mendesak. "Iya." jawab Tak Goo sambil cengegesan. Gantian Mi Sun yang marah, melemparkan serbet lalu masuk rumah.
"Aku juga ingin melihat laut" katanya 'pada Tak Goo' tapi dari dalam rumah sambil melihat Tak Goo di jendela. (hahaha dia cemburu sama Tak Goo-Yoo Kyung atau pengen ke pantai beneran ya... lucu lat kelakuan Mi Sun. Duh dia mau dijadikan sama siapa ya.. kasihan cwe lucu gini dianggurin)


Di kamar, Ma Jun terus terbayang ucapan ayahnya lalu ke kantor ayahnya. Sesampai di kantor Ma Jun terus masuk menuju kantor ayahnya, Manager Han melihat dari kejauhan. (Kayaknya dia terus nyusul Ma Jun ke atas deh)
Ma Jun masuk ke kantor ayahnya diterima oleh sekertaris, dia melirik meja Yoo Kyung terus masuk ke ruangan ayahnya.
Presdir: "Ada apa? Tumben ke sini jam segini. Pulanglah."
Ma Jun : "Ada yang ingin kubicarakan." (pengambilan gambar dari luar jendela ini jadi inget drama jadul Return to Eden, senengnya gini, atau mungkin juga jadi referensi ya)
Presdir: "Tak ada yang ingin kudiskusikan denganmu. Kembalilah."
Ma Jun memohon tapi ayahnya tidak ingin mendengar alasan darinya.
Ma Jun : "Mengapa? Untuk anak yang hidup denganmu beberapa bulan saja? Sedangkan aku hidup denganmu selama 26 tahun berada di sisimu dan mengikuti jejakmu. Mengapa?"
Presdir: "Selama 26 tahun kau menikmati semua yang kusediakan, tapi kakakmu tak menikmati apapun."
Ma Jun: "Jadi aku yang harus bertanggungjawab? Semua yang Kim Tak Goo tak menerimanya aku saja yang diuntungkan?"
Presdir: "Setiap kali aku mengingat apa yang dialaminya, rasanya aku tak dapat bernafas. Setiap kesulitan yang dialaminya membuat hatiku berdarah. Kalau kau tak dapat bersimpati padanya, kembalilah."
Presdir beranjak pergi, Ma Jun berlutut memohon, "Aku bersalah Ayah. Aku tidak punya alasan lain. Aku hanya ingin menyimpannya sampai kompetisi selesai. Aku hanya ingin mengalahkannya. Mengertilah."
Presdir melewatinya, "Menyingkirlah." Presdir membuka pintu dan tampak Manager Han sudah ada di depan pintu. (kayaknya dah dari tadi nguping nih). Presdir kaget, berpandangan sejenak lalu pergi.
Manager Han masuk dan memegang bahu Ma Jun.”Jangan pegang aku” bentak Ma Jun sambil menangis. “Jangan pegang bahuku dengan tanganmu” tangis Ma Jun. [woo oppa jangan nangis]. Manager Han shock dengan bentakan Ma Jun
Yoo Kyung menulis surat pengunduran dirinya, tapi kemudian diremasnya.
Ma Jun datang dan langsung memeluknya, "Jangan memaafkan mereka." katanya berkali-kali.
Yoo Kyung: "Kau merasa baikan sekarang? sudah larut, pulanglah."
Ma Jun: "Tinggallah bersamaku. "
Yoo Kyung: "Apa maksudmu? Kau suruh aku serendah apalagi? serendah apa aku bisa memuaskanmu?"
Ma Jun: "Kau masih punya harga diri? Kau tak punya apapun. Kau tak punya kekuatan, kau tak punya tempat untuk berpijak. Maka itulah kau perlu berpegangan padaku. Kau ingin balas dendam? Kau bisa memakai aku.Kau mau menyukaiku, atau sekedar memikirkanku, aku tidak mengharapkannya. Aku akan membiarkan siapapun yang ada di hatimu yang penting kau di sisiku."
Yoo Kyung : "Kenapa kau seperti ini?"
Ma Jun : "Aku ingin balas dendam juga pada mereka"
Tak Goo ada di depan rumah Yoo Kyung dan berteriak memanggil Yoo Kyung. Penghuni rumah menanggapiya dengan marah, Tak Goo lalu bersembunyi dan melihat taksi berhenti. Yoo Kyung dan Ma Jun keluar dari dalamnya.
Ma Jun merasakan bahwa ada orang yang melihat mereka, ternyata itu Tak Goo. Ma Jun mendekati Yu Kyung dan berbicara didekat telinga Yu Kyung seolah mereka sedang berciuman. Tak Goo sangat shock melihat kejadian itu. Dalam bisikannya Ma Jun meneruskan "Kalau kau menaruh hati padaku, aku akan memberikan apa yang kupunya. Kau bisa menjadi isteri pemilik Geo Seong Food. Mengerti?" Yoo Kyung mundur, "Pergilah," katanya.
Masuk rumah Yu Kyung merasa bimbang, batinnya bilang "jangan terima Yoo Kyung..."
Tak Goo keluar dari persembunyiannya. “Kau pernah ketemu Yoo Kyung?”
Ma Jun mengiyakan.
Tak Goo : “Kemarin peringatan 2 tahun hubungan kami”
Ma Jun : “Oh itu sebabnya kau pulang telat semalam”
Tak Goo : “dan Kau mengapa kau disni?"
Ma Jun : “Kau tak tahu. Aku bertemu Yoo Kyung selama ini. Dua tahun kau terpisah dari Yoo Kyung, aku dan Yoo Kyung sering bertemu bukan sebagai Seo Tae Joo tapi sebagai Goo Ma Jun. Jadi sebelum bertemu denganmu di PBB, Yoo Kyung sudah mengenalku. Kami bertemu saat ulangtahun perusahaan.”
Tak Goo (bengong) : “Kau mengharapkanku mempercayai hal itu?”
Ma Jun : “Kalau tidak, bagaimana Yoo Kyung bisa bekerja di Geo Seong Food?
Tak Goo : "Geo Seong Food? Yoo Kyung bekerja di sana?
Ma Jun : "Yoo Kyung menyimpan rahasia darimu lebih dari yang kupikir”
Tak Goo tidak mempercayainya dan Majun malah menyuruh Tak Goo menanyakannya langsung pada Yoo Kyung, “Itulah sebabnya aku katakan lebih dulu kepadamu. Belum tentu dia akan menunggu orang sepertimu. Dia lebih pandai dari yang kau pikir. Tidak ada orang di dunia ini yang mengharapkan orang sepertimu termasuk Yoo Kyung dan ayah. Kau harus menyadari dirimu dan tempatmu Tak Goo. Kalau kau terus datang ke sini, hanya akan mempersulitnya bukan? Meski kau bisa membuat roti, kau tetap sampah. kau hanya gelandangan bagaimanapun juga. Kau harus tahu itu” (duh kasian banget Tak Goo dihabisin gini baru nih Majun nyebelin di sini)
Tak Goo hanya memandangnya dengan geram Ma Jun yang beranjak pergi naik taksi. Tak Goo terdiam dalam amarah dan kesedihan air matanya jatuh berlinangan. (pinter lho nangisnya, kalau cuman setetes dua sih bisa pake obat tetes.. ini banjir air mata gitu..)
Di PBB Presdir duduk dalam mobilnya menunggu Tak Goo pulang.. “Tuan, ini hampir tengah malam” Presdir tersadar dari lamunannya,”Oh ya. Mari kita pulang”
Mobil melaju pelan-pelan dan berpapasan dengan Tak Goo yang sedang berjalan hujan-hujanan. (Presdir nggak tahu dan pergi gitu aja tanpa menyadari itu anaknya yang sedang berhujan-hujan.)
Mobil berhenti dan Presdir keluar bawa payung. Tak Goo terus berjalan sampai presdir menyusulnya dengan payung. Tak Goo menoleh “Presdir?” Presdir tersenyum “Apa kabar?”
Di atas Jin Gu selesai membaca dan mematikan lampu sambil melihat ke jendela. dia melihat lampu bakery menyala, Ma Jun juga melihatnya.
Di dalam bakery Tak Goo sibuk mencari lap dan mengeringkan punggung presiden, “Keringkan dulu badanmu,” katanya menolak. Tak Goo mengeringkan mukanya, Presdir melihat kearah kantong roti. “Itu roti?” “Iya, itu roti yang kubuat pada kompetisi babak pertama.” “Kau lulus kompetisi babak pertama? Bagus. Aku ingin tahu rasanya”
“Tuan Presdir, apakah kau ada waktu?”Tak Goo lalu membuat roti disaksikan oleh Presdir. setelah matang dia menyuguhkannya pada Presdir “roti gandum beras’ (asapnya masih kelihatan, brarti panasnya beneran tuh, taruhan deh pemeran Tak Goo Yoon Shi Yoon abis man drama ini jadi pinter bikin roti ^_^)
Presdir memakan roti itu sambil menangis. Tak Goo heran campur panik dikiranya rotinya terasa aneh dan presdir kenapa-napa. (padahal presdir lapar nunggu Tak Goo dari sore sampe tengah malem gini..)
"Tidak apa-apa. Rotinya enak," katanya lalu mendekat pada Tak Goo dan merangkulnya.
“Maafkan aku Tak Goo aku tak dapat menemukanmu selama bertahun-tahun. Padahal kau begitu dekat tapi aku tidak mengenalimu. Anakku Tak Goo” ayah dan anak itu kemudian berangkulan sambil bertangisan.
Di luar dapur Jin Gu mendengarkan dalam diam. Di luar bakery Ma Jun melihat ke dalam bakery dalam diam (akting tanpa dialog ini bagian favoritku dalam Korean Drama, soalnya…. dalem bangeeeeeeet ending episode ini manis banget ya.. setelah 'dihabisin' Majun eh Presdir datang menemui Tak Goo... )

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=198093640262671&set=a.192156097523092.48749.115414481863921&type=1&theater

Minggu, 02 Oktober 2011

TAMRA THE ISLAND (14)

"jangan bilang2 sama orang apa pun yang kauliat di serikat dagang. N jangan kasi tau kalo aku masi idup, terutama ama park yu," pesan wiliam pada byojin ketika byojin menceritakan apa yang dilihatnya di gudang rahasia, barang2 upeti curian.
Tapi byojin malah kasi tau park yu tentang gudang upeti itu, karna park yu sedang nyelidikin serikat dagang sourin yang sepertinya ilegal itu.
"tapi kalo kaukasi tau park yu, kau takkan bisa pergi dari sini," tegur wiliam saat mengetahuinya.


Park yu belum mendapat bukti. Eh malah ketemu ma ibunya n byojin, ibunya yang curiga byojin ada hub ma park yu memukul byojin. Park yu menyetujui pernikahan yang dicombalngin sang ibu dengan syarat ibunya ga menyakiti byojin lagi. Park yu marah pada byojin karna ga melawan saat ditindas.
Ibunya park yu malah datangi ibunya byojin n menghina2nya sebagai orang miskin, lalu kasi uang tuk pulang ke tamra.
Ibu byojin ga terima ejekan itu n marah karna ibu park yu dah mukul putrinya.
"jangan mentang2 kau makan nasi mahal, mulutmu malah berkata kotor," sindir ibu byojin.
"aku ga pernah punya prasaan ama park yu. Jadi kau ga berhak sakitin aku n ibuku," tutur byojin sedih. Ibu park yu yang bengis pun mengancam mereka lalu pergi.
"jangan kauhiraukan wanita jelek itu," hibur ibu byojin saat byojin nangis. "angkat wajahmu. Bagaimana bisa dy mukul wajah sekecil ini. Kau sudah putuskan untuk tinggal di hanyang maka tunjukkanlah keberanianmu," nasehat ibunya.
Sementara itu park yu n yan belum tau wiliam masi idup. "kau sudah biarkan wiliam terbunuhkan?" sinis yan.
"jangan sembarangan. Aku sudah mempertaruhkan nyawaku tuk memohon pada raja agar wiliam ga dibunuh! Tapi aku gagal," park yu membela diri.
"kalau beitu persahabatn berakhir," yan memutuskan.
"sepertinya kau datang bukan hanya untuk membawa wiliam pulang. Apa lagi tujuanmu?" tanya park yu penasaran.
"aku bertransaksi dengan serikat dagang sourin."
YAn datang ke sd sourin tuk nagih janji. Ketuanya malah nyogok dengan sesuatu agar yan memperpanjangnya dulu, wiliam. Yan kaget begitu liat wiliam masi idup. Rupanya wiliam dipelihara di sd sourin agar yan mau bertransaksi dengannya, alias dimanfaatkan.
"aku sudah ga percaya kamu maupun dengan park yu," sahut wiliam dingin sambil memperlihatkan surat kontrak dari ibunya di inggris. "kau mau bawa aku pulang karna mau kompensasi."


Yan meliat surat kontark yang dibuangnya, rupanya sd sourin mengambilnya n kasi lia wiliam. Yan kesel cos wiliam jadi jaminan transaksi mereka.
"aku mau pergi asal ajak byojin juga," kata wiliam ngotot.
"byojin terus! Selama masi ada park yu, byojin ga akan meninggalkan t4 ini."
Sementara itu park yu n putra mahkota tengah merencanakan pengrebekan sd sourin karna mencurigakan.
Park yu membatalkan pernikahannya dng putri pm! "mohon ayah ibu mempertimbangkan pernikahan ini! Aku ga mau," katanya.
Park yu mengakui prasaannya ma byojin. "dia mengajariku muanya. Dia buatku bahagia."
Wiliam nemuin ketua sd sourin. "napa kau selamatkan aku? Tolong aku agar aku n byojin bisa keluar dari sini. Aku janji akan lakukan apa aja," wiliam bernegosiasi.
Ternyata ketua sourin memanfaatkan negosiasi itu untuk menjatuhkan park yu.
Park yu menemui si bule yang uda nampung wiliam dulu. "dia bersikeras menghibur raja agar bisa ketemu gadis yang ia cintai. Di sini ia dihina2, tapi di asalnya ia itu bangsawan. Ia hebat memperjuangkan cintanya dengan mengorbankan statusnya. Kau juga bangsawan, bisa seperti dy?" park yu merenung.
Kepala jaksa terbunuh, park yu n putra mahkota mencurigai sd sourin. Mereka mo cepat mengusut tuntas kejahatan sd sourin.
Mendengar park yu ga jadi menikah, ibu byojin merasakan secercah harapan agar park yu bisa jadi menantunya.
Byojin ketemu ama yan. "ketemu lagi, di ceju maupun hanyan kau slalu buat repot, dasar cerewt," keluh yan begitu byojin minta tolong yan kasi tau wiliam kalo park yu dah ngebelain dy n kasi tau kalo pria yang mau membunuhnya ada di sd sourin.
Park yu kembali ke ceju tuk ketemu tuan jibang n membahas pelabuhan yang berhub dengan pencurian upeti.


Sabtu, 01 Oktober 2011

BREAD LOVE AND DREAMS (17)

Mi Sun manggil nama Tak Gu dan Tae Jo. Ny Seo tanya siapa yang Mi Sun panggil Tak Gu, dia tanpa dosa nunjuk Tak Goo
Ny Seo kaget setengah mati, ternyata orang yang dilihatnya itu adalah Tak Goo.
"Apakabar nyonya muda" sapa Tak Goo
Ma Jun sangat cemas, dan terlihat takut. akhirnya penyamarannya terbongkar
Dokter Yoon melapor pada Mi Sun bahwa ia menemukan orang yang dulu pernah bertemu Tak Goo
Mi Sun menemui orang itu dan memberinya uang, orang itu adalah orang yang pernah dibayar manager Han untuk membawa pergi Tak Goo, namun Mi Sun tetap saja tak mendapat informasi dengan jelas, Mi Sun menangis memanggil nama Tak Goo
Ny Seo sangat cemas, dan dia kemudian menelpon seseorang
Mi Sun melihat kamar Ma Jun dan Takgu dari luar, terlihat sangat sepi
Tak Goo serasa mimpi, ia tak percaya bahwa Tae Jo adalah Ma Jun, Tak Goo berkata pada Ma Jun mengapa ia melakukan semua itu, Ma Jun menjawab karena ia membenci Tak Goo. 
"itu mua karna aku benci meliatmu tersenyum, benci gayamu n benci kamu yang... slalu buat masalah!" sahutnya jutek. tapi benarkah perasaan itu setelah apa yang mereka lalui bersama? >.
Tak Goo pergi ke kos Yu Kyung, ternyata Yu Kyung sudah pindah, Tak Goo jatuh lemas, ia mengingat ketika Ma Jun mengatakan bahwa Yu Kyung tak akan mau bertemu Tak Goo lagi. 
"tanpa pendidikan, tanpa bakat n uang, mana dy mau sma kamu?" sinis majun saat itu. T.T
Yu Kyung melihat tanggal, tanggal itu adalah tanggal dimana mereka genap berpisah selama 2 tahun
Yu Kyung mengirim surat pada Tak Goo untuk bertemu namun surat itu jatuh ke lantai
Tak Goo sangat keras untuk membuat roti, ia terus mencoba hingga mendapatkan roti yang dia inginkan
Tuan Yang bertemu kakek untuk melaporkan perkembangan Tak Goo dan terlihat tuan Yan sangat mengkhawatirkan Tak Goo
Mi Sun sangat cemas dengan Tak Goo karena setelah kejadian saay ia bertemu dengan Ny Seo, Tak Goo terlihat murung
ketika Tak Goo ingin keluar ia berpapasan dengan Ma Jun. Mi Sun mencium ada hal yang tidak beres
Mi Sun kesal dengan tingkah mereka berdua, kemudian ia duduk di toko, ia melihat ada surat dari Yu Kyung. Mi Sun menyimpan surat itu cos takgu kan mo ujian jadi harus fokus don.
Ny Seo memohon pada presdir untuk membawa Ma Jun ke perusahaan dan memberikannya jabatan.
semua para kontestan sedang latihan membuat roti, kecuali Tak Goo. tiba2 Mi Sun melihat roti buatan Tak Goo yang ia simpan, Mi Sun merasakannya. Mi Sun berkata rotinya keras
ibu penjual dan anaknya pergi ke bakery, ia ingin mencicipi roti Tak Goo, namun Tak Goo malah membuatkan roti yang lain, ibu penjual tak mau makan bila bukan buatan Tak Goo
Tiba2 Mi Sun datang dan memberikan roti buatan Tak Goo. mereka adalah pelanggan pertama Tak Goo. ibu penjual mengatakan emmang roti terasa keras, ibu penjua kemudian memberikannya saran. [dari sini Tak Goo tau kekuarangan rotinya]
Tak Goo akhirnya latihan lagi, ia berlatih sesuai dengan saran bu penjual dan presdir, Mi Sun dan Jin Gu melihatnya
Tak Goo mencoba roti yang ia buatama misun.
Tak Goo menyuruhnya untuk merasakan roti barunya, dan rasanya enak.
Tak Goo sangat senang, sampai2 ia memeluk Mi Sun, Mi Sun sangat terkejut dengan apa tang dilakukan Tak Goo, Mi Sun bengong. sementara itu Tak Goo berlari membawa rotinya
Tak Goo pergi kepasar dan membawakan roti barunya untuk ibu penjual dan anaknya. "makasih pelangganku yang pertama!" pekiknya riang. \(^0^)/
Ji Gu menemui Presdir dan membicarakan tentang Tak Goo. presdir akhirnya mengetahui bahwa Tak Goo masih hidup, dan Jin Gu mengetahui dimana Tak Goo berada. "tapi apa yang harus anda jelaskan akan apa yang pernah anda perintahkan ma saya saat di cousin dulu?" presdir membisu.
Tak Goo pulang dan menyuruh Ma Jun merasakan roti barunya. Ma Jun sangat terkejut karena Roti Tak Goo sangat enak.dy pasti jeles tuh.


manager Han menyuruh orang untuk menyelidiki dokter Yoon
akibat pertemuannya dengan orang yang pernah bertemu Tak Goo, bu Mi Sun jatuh sakit. dokter Yoon menyarankan untuk melupakannya
kompetisi roti yang paling mengenyangkan di dunia (tahap 1) dimulai!!!! >.
kakek menilai semua roti buatan kontestan. Dy nanya roti takgu yang bentuknya aneh. Takgu jawab, "nih roti jali2. Aku mencampurkan semua bahan yang dikasi temen2. Aku mencampurkan mua kebaikan yang mereka kasi!" >.
dan hasilnya, Tak Goo, Mi Sun lolos, Ma Jun pun Lolos [tapi kata kakek itu, kakek memberikannya kesempatan berarti kan sebenernya Ma Jun gak lolos] kake memuji buatan Tak Goo meskipun rupa n teksturnya paling buruk, tapi tambahan jali2 n jagung bikin roti takgu aromanya harum n mengenyangkan, cos jagung n jali2 makanan rakyat miskin. sementara itu Jae Bok gagal, pantas.tapi ia turut bahagia takgu sukses.
Tak Goo merasa sangat senang, Ma Jun terlihat sangat iri dan marah [kalah lagi dari Tak Goo]. dengan berang n dengkinya ia buang roti bikinannya ndiri. dasar stres!


kakek mencicipi kue buatan Tak Goo sambil tersenyumdengan santainya. cie, takgu >.
mereka bertiga merayakan telah selesainya kompetisi tahap pertama kecuali majun yang jeles, Mi Sun lalu memberikannya surat dari Yu Kyung. Mi Sun mengatakan pada Tak Goo bahwa ia memberikan surat itu setelah kompetis
Tak Goo sangat senang, hari itu juga hari disaat undangan Yu Kyung bertemu, Tak Goo berlari menuju taman dan membawa roti buatannya tuk yu kyung >.< suit suit kencan niye...
Yu Kyung persiapan untuk bertemu Tak Goo, dy cantik deh. namun tiba2 telepon berdering, ia disuruh untuk segera menuju kerumah Ny Seo
Ma Jun heran kenapa Yu Kyung ada di rumahnya, Ma Jun juga disuruh pulang karena Ny Seo mau menjodohkannya. maksud Ny Seo itu untuk memperlihatkan pada Yu Kyung bahwa Ma Jun itu tidak pantas untuk Yu Kyung
Yu Kyung menunggu di rumah Ma Jun sambil berdiri sampai berjam2 T.T kuatna bersabar, tapi takgu juga bersabar menanti.
Ma Jun tak tahan dengan ulah ibunya, ia meninggalkan pertemua itu dan menarik Yu Kyung Keluar. "apa kamu ga punya harga diri?! kamu taukan apa maksud ibuku undang kamu ke sini,"tegurnya ma yukyung.
sementara itu Tak Goo menunggu Yu Kyung sampai malam ditaman /. .\
Predir menemui Ji Gu lagi. ia meminta pada Jin Gu untuk mengatakan padanya dimana Tak Goo. "di mana? di mana anakku berada?" tanyanya sedih n penuh kerinduan. Presdir akhirnya mengetahui bahwa Tak Goo ada di Pal Bong Bakery

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=198093590262676&set=a.192156097523092.48749.115414481863921&type=1&theater



 

NB: cie, tak gu dah punya pelanggan pertamanya, haru. Orang2 yang dulu ditolongnya beli barang dagangannya. Ada juga hikmahnya si ibu kasi saran agar rotinya ga keras, balas budi niye. Takgu juga ingat kata papanya yaitu kadar airnya. Pintarna tak go buat roti, meskipun berantakan si. Mua peserta tiga2nya ngeliat rotinya takgu... misun bilang enak! Hore!" seru takgu riang ketika misun komen rotinya sangat enak n meleleh di lidah n lembut. Ia meluk misun, mungkin saat itu misun jadi suka ma takgu tapi merasa sayang karna surat yu kyung. Takgu kasi coba juga ke pelanggan pertamanya di pasar. Dy riang banget, sambil bersorak, "makasi pelangganku yang pertama!" dy juga kasi coba ama majun. Majun mengakuinya, "akhirnya kau bisa buat roti enak. Jadi kau mau pamer? Gimana caramu?" dengan riangnya takgu ngangguk. "iya, mau pamer. Supaya roti ga kering, rahasianya yaitu segelas air yang dimasukan dalam oven," jelasnya. "kenapa kau kasi tau? Kitakan saingan." "itu karna aku anggap kamu sebagai tejo, teman berkelahi, temen tidur, makan. Aku temenen ma tejo" "berarti kau ga mo temenen ma gumajun?" takgu terdiam sejenak lalu berkomen, "mpe jumpa besok tejo."

Jumat, 30 September 2011

BREAD LOVE AND DREAMS (16)

Tak Goo pergi ke perusahaan Geo sambil nyeret jaebok n diikuti oleh jingu tuk bertemu manager Han. Ditangga ia bertemu Ja Kyung, kedua mata mereka bertemu secara tak sengaja, mereka merasa tak asing. Ja Kyung lalu bertemu presdir di lantai dasar, presdir yang melihat Tak Goo dan Jin Gu dari belakang merasa ia mengenal orang itu. Manager Han terlihat cemas.
Manager Han menemui Tak Goo diruang rapat yang kosong.
“Apa kau gila, Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Manager Han kasar.
“Aku mempunyai sesuatu yang harus aku kembalikan padamu” kata Tak Goo sambil kasi buku rekening jaebok yang banyak uang kiriman darinya. “Huch,,apa yang harus kami lakukan?melaporkannya ke polisi?atau mencari presdir lalu mengatakan padanya bahwa anakmu Kim Tak Goo sudah kembali, inikan yang kau takutkan?” kata Tak Goo.
Jae Bok kaget mendengar kata2 Tak Goo.
“Hah, kau pikir presdir akan senang melihatmu, kau tak ada harganya dihadapan presdir” kata manager Han. "kaupikir dia akan menyambutmu dengan tangan trbuka?"
“Kalau memang seperti itu, mengapa kau masih takut, kau menggunakan uang untuk membayar seseorang untuk melakukan sesuatu yang tak seharusnya dilakukan”
“Apa yang kau katakan, aku tak mengerti apa yang kau katakan,"
"menyuruh orang untuk membuatku didiskualifikasi dalam tes, bukankah itu instruksimu”
“Maaf, aku tak kenal orang yang kau maksud, jika kau punya bukti aku mengenalnya, kau bisa melapor kepolisi atau melakukan apa yang kau inginkan" kata manager Han.
Tak Goo kesal dengan perkataan manager Han, Jin Gu menghalangi Tak Goo yang ingin pukul. “Cukup untuk hari ini” kata Jin Gu. Sementara itu Jae Bok tak menyangka manager Han melakukan itu padanya, menyangkalinya.
“Kau seharusnya tidak hidup seperti ini, tak peduli berapa keras kau mencoba, karena aku tahu aku akan menang” kata Tak Goo. Mereka kemudian pergi.
Yu Kyung bertemu dengan Ma Jun. “Kemana kau selama 2 tahun, tiba2 kau menghilang, kemana saja kau ini?" Tanya Ma Jun.
“Ini sudah jalanku, lalu bagaimana keadaan Tak Goo?" Tanya Yu Kyung.
“Dia belajar sangat keras, namun dalam competisi dia dengan curang mencampurkan baking soda ke tepung yang akan menyebabkan adonan akan rusak” jelas Ma Jun.
“Jika ia tak ingin membuat roti, dia akan berhenti membuatnya, Tak Goo tak akan pernah melakukannya” kata Yu Kyung tak percaya.
“Ap yang membuatmu sangat percaya padanya?" Tanya Ma Jun.
“AKu hanya tahu karena dia tak mukin melakukan itu, didalam hatinya tak akan mudah melakukan itu”.
Ma Ju sangat tak senang dengan jawaban Yu Kyung, ia lalu meninggalkan Yu Kyung.
Ma Jun berhenti sejenak dan kembali menghampiri Yu kyung, ia memegang bahunya dan mengatakan “Yu kyung jangan pernah pergi lagi tanpa permisi” kata Ma Jun.
“Mengapa?" tanya Yu Kyung.
“Hanya karena…[Ma Jun terhenti sejenak]… hanya karena jangan lakukan itu” kata Ma Jun.
Ny Seo sangat kesal dengan masalah yang ia hadapi, parnertnya mengatakan untuk memberitahu presdir karena presdir akan menyelesaikannya. [ya jelas Ny Seo gak mau dunk]. Sementara itu bibi Gong melihat Ny Seo yang sedang kesal.
Tak Goo, Jae Bok dan Jin Gu pulang ke toko Pal Bong. Jae Bok meminta maaf pada Tak Goo dengan kejadian ini, ia pun mengaku selama ini ia tak bisa tidur tenang. Namun Tak Goo tak menanggapi, ia malah membicarakan hal lain. Kemudian Tak Goo meninggalkan Jae Bok. Jin Gu mengatakan pada Jae Bok untuk melupakan semua yang berhubungan dengan perusahaan Geo.
Jin Gu menemui Tak Goo yang sedang duduk ditangga dan memberikannya minum. “Mengapa kau membawa kakak Jae Bok kepadaku bukan ke guru Pal Bong?" Tanya Tak Goo.
“Karena aku tahu kau tak akan membenci orang, seberapapun sakitnya dirimu, benarkan?”jawab Jin Gun.
“Jangan bangga kalau kau tahu segalanya” kata Tak Goo.
Jin Gu tersenyum dengan perkataan Tak Goo.
Tak Goo melihat tabunganya, ia masih sangat pusing dengan masalah tepung, ia mengingat kata2 kakek, jika ia ingin tetap mengikuti tes lagi ia harus mengganti tepung dengan uangnya, sementara itu didepan mejanya Tak Goo melihat antara topinya [topi baker king] dengan fotonya dengan ibunya. Tak Goo harus memilih, mengganti tepung dengan uangnya atau keluar dari kompetisi.
Keesokkan harinya Tak Goo membelikan, Mi Sun, Tae Jo dan Jae Bok sekarung tepung. Jae Bok terkejut karena Tak Goo juga membelikannya setelah apa yang terjadi.
“Berarti uangmu tinggal 17.000 won?lalu apa yang kau lakukan dengan dirimu sendiri?” Seru Mi Sun.
“uangku bukan hanya 17.000 won tapi masih 17.000 won. Aku akan lebih memilih memiliki 17 dolar tanpa masalah dari pada memiliki 50 dolar dibawah kecurigaan orang, bahkan jika aku ditolak, aku masih membutuhkan untuk terus melangkah ke step berikutnya bukan!" Kata Tak Goo dengan lapang dada.
“Jadi kau menyerah?" Tanya Gap So.
“aku tidak bilang seperti itu, aku tidak akan menyerah” kata Tak Goo.
“Tetapi kau masih dilarang untuk mengikuti workshop minggu berikutnya, kau tidak bisa belajar bagaimana membuat roti dan kau juga tak bisa membuat perencanaan untuk membuat roti, saat ini kau tak punya cukup uang untuk membeli bahan, dengan seperti itu kau masih ingin mengikuti kompetisi?” Tanya Tuan Yang.
“Tidakkah aku mengatakan bahwa aku memiliki bakat, bahkan guru[kakek] juga mengatakan itu, aku ingin mencoba dan melihat seberapa jauh aku dapat mencapainya, jika aku tak melakukan ini, aku akan menyesal, hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang”kata Tak Goo tersenyum. [haha aku belain2 ngerinci kata2nya Tak Goo, karna aku suka kata2nya ini, sangat inspiratif].
Mi Sun, Jin Gu, Tuan Yang tersenyum bangga mendengarkan ucapan Tak Goo .
Jae Bok membagi tepungnya menjadi dua disaat Mi sun ada dibelakangnya. “Apa yang kau lakukan sunbae?” Tanya Mi Sun.
“Aku membagi tepung ini menjadi dua” jawab Jae Bok.
“Loh kenapa?
“ ini untuk Tak Goo, ia akan membutuhkannya saat hukumannya berakhir” kata Jae Bok.
Mi sun terharu dengan apa yang dilakukan Jae Bok. [emm aku juga terharu]
“kakek, Tak Goo telah mengubah hati seseorang” gumam Mi Sun dalam hati. "ada lagi yang tersentuh hatinya karna takgu."
Sementara itu kakek merasa lega, dengan perubahan yang terjadi. Ia pun melihat buku jurnal tentang proses fermentasi yang ada dimejanya.
“Apakah yang kau rencanakan?" Tanya Ma Jun pada Tak Goo ketika ia sedang berbenah.
“Apa yang kau katakana” seru Tak Goo.
”Pertama kau mencampur tepung dengan baking soda, sekarang kau kembalikan tempung itu lagi, apakah kau begitu takut tidak menang sehingga kau berusaha untuk memenangkan hati semua orang?”
“Kau ini, tidak bisakah kau menerima kebaikan” kata Tak Goo.
“Karena aku merasa kau melakukan hal yang bodoh, apa yang bisa kau lakukan dengan 17,000 won, tidakkah ini artinya kau menyerah? " Kata Ma Jun.
“Sudahku bilang aku tidak menyerah” balas Tak Goo.
“Tidakkah kau ingin bertemu Yu Kyung, Oh tidak seharusnya aku mengatakan apakah Yu kyung masih ingin bertemu denganmu tanpa derajat, uang dan kemampuan”.
“Permainan belum berakhir, kita lihat sampai akhir” kata Tak Goo kemudian meninggalkan Ma Jun.
Presdir masuk kekamar, gelas2 kotor bekas minum Ny Seo berserakan dimeja. Presdir masih mengingat2 siapa yang ia lihat di tangga tadi pagi.
Flasback: “Apakah kau yang memiliki tato kincir angin?" Tanya Presdir.
“Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Jin Gu.
“Ada seseorang yang aku ingin kau lindungi jika terjadi sesuatu padanya, bawa dia kealamat ini, yang paling penting dia selamat dari segala bahaya dan dia tak boleh bertemu dengan anaknya” kata presdir. Presdir juga mengingat ketika Jin gu mengabarkan bahwa Mi Sun jatuh dari tebing, dan disaat ia melihat Mi Sun saat ia ada dilieft. Flasback selesai. [ini mengartikan sebenernya presdir gak mau nyelakain Mi Sun, namun karena bersamaan dengan rencana manager Han mencelakakan Mi Sun, jadi Mi Sun mikirnya Mi sun mau dibunuh]
“Mengapa memori ini selalu ada dihadapanku” gumam presdir, tiba2 Ny Seo mengigau. Presdir berusaha membangunkannya, namun kata2 Ny Seo menghentikannya.
“Tidak ibu, jangan jangan katakannya padanya” igau Ny Seo. [mimpi Ny Seo itu pas dia ketahuan ma nenek kalau majun bukan anakknya presdir, baca ep 4]. Mendengar hal itu presdir sangat terkejut. Ny Seo bangun dari mimpi buruknya dan terkejut melihat presdir ada disampingnya. “Tenanglah, dan kembali tidur” kata presdir lalu meninggalkan Ny Seo.
Diruang kantornya presdir memikirkan apa yang telah didengarnya dari igauan istinya.[haha syukurin]
Bibi Gong keluar rumah secara mengendap2, tanpa ia sadari manager han melihatnya dan membuntutinya hingga kesuatu tempat. Bibi Gong terlihat memberikan sesuatu pada seorang perempuan [tapi manager Han tidak bisa melihat siapa wanita itu, karena ketutupan tanaman] ketika bibi gong pergi, manager han membuntuti wanita yang ditemui bibi Gong ditengah hujan deras.
Manager Han memegang pundak wanita itu, wanita itu menoleh, terlihat bayangan Mi sun dihadapan manager Han. Ia sangat terkejut. Namun wanita itu berubah menjadi orang lain [bukan Mi Sun].
“Paman, apa yang kau inginkan” kata wanita itu. [manager Han selalu takut kalau Mi Sun kembali, makanya dibayangan wanita itu, dia pikir Mi Sun]
Wanita itu masuk kedalam mobil dan memberikan kertas yang diberikan bibi Gong pada dokter Yoon. [dokter yang sekarang bersama Mi Sun].
Tak Goo masuk ke kamar kakek dan membawakan teh plum hitam untuk kesehatan kakek.
“Ada apa? Pasti kau membawakan ini hanya karena kau ingin mengatakan sesuatu padaku” kata kakek.
Tak Goo terlihat kikuk.”Hah, kakek, itu,,mungkinkah kakek membatalkan larangan padaku untuk mengikuti workshop?" Kata Tak Goo.
“Apa karena hal ini kau mau menyuapku dengan teh ini” kata kakek.
”Tidak kakek, aku tidak bermaksud seperti itu” .
kakek berpikir sejenak dan mengingat laporan Tuan Yang, Ny Yang, dan Mi Sun.
Kejadian pertama, ketika Ma Jun dan Tak Goo dipanggil tuan Yang turun dari lantai 2. Gara2 tangga sempit mereka akhirnya bertengkar untuk berebut turun duluan.
Kejadian kedua, ketika Ma Jun dan Tak Goo membantu Ny Yang membersihkan nampan roti. Mereka saling berebut nampan, akhirnya nampan jatuh dan mereka berdua bertengkar karena tak mau membersihkannya.
Kejadian ketiga, ketika bersama Mi Sun, mereka pergi ke pasar untuk membeli 3 karung bahan roti, mereka masing2 membawa 1. Sisa 1 karung, mereka tak mau mengalah untuk membawa 2 karung. Maunya tuh karung dibagi 2.


Mi Sun menemui kakek untuk meminta kakek berbuat sesuatu agar mereka berdua labih akur. Kakek menyuruh Mi Sun untuk memanggil mereka berdua di ruang tamu
Semua keluarga berkumpul diruang tamu, kakek melemparkan tali dimeja, Ma Jun dan Tak Goo tak mengerti. “Kalian berdua, ikatkan tali ini ke pergelangan tangan kalian masing2, selama 3 hari kalian tidak boleh melepaskannya, bila kalian ketahuan melepaskannya, aku akan melarang kalian untuk mengikuti workshop”.
“Apa??" Seru Ma Jun dan Tak Goo bersamaan.
“Kakek mengapa kau lakukan ini?" Tanya Tak Goo. “Bagaimana bila kita mandi, ketoilet, atau ganti baju”.
“Aku tak peduli”. Kata kakek.
Sebelum meninggalkan ruang tamu kakek berkata “Teh buatanmu sangat enak Tak Goo”.
“Kakek, aku tak bermaksud seperti itu” kata Tak Goo mengejar kakek, namun karena talinya terikat dengan tangan Ma Jun, ia tak bisa mengejar kakek. Mereka saling tarik menarik. [haha ini awal kejadian yang sangat lucu sekali]
“Apa teh plum hitam?" Tanya Ma Jun.
“Ah, aku hanya ingin kakek membatalkan keputusannya” jawab Tak Goo.
“akibat ulahmu, aku juga menggunakan ini” kata majun sambil menunjuk ikatann tali ditangannya.
“Aku tak tahu kakek akan melakukan ini” jelas Tak Goo.
Mereka berdua mengira gara2 Tak Goo memberikan teh plum hitam, kakek memberikan mereka hukuman.
“Hei hentikan, akankah kalian masih bertengkar dengan kejadian ini, pikirkan mengapa kakek melakukan ini” teriak tuan Yang. “mulai dari sekarang, kalian perhatikan mereka berdua, jika salah satu dari mereka melepaskannya, laporkan padaku” seru tuan Yang.
Gap So dan Mi Sun menertawakan mereka berdua.
Kehidupan mereka berdua dimulai, [lihat ini aku, ngekek terus]
Kejadian pertama : mereka berdua membersihkan toko bakery, Tak Goo membersihkan tempat roti sedangkan Ma Jun memberihkan piring, ketika Ma Jun berjalan piring jatuh berserakan, karena tangannya ditahan oleh tangan Tak Goo. Ma Jun menyuruhnya membersihkannya namun Tak Goo tak mau, karena Ma Jun yang menjatuhkan.
Kejadian kedua : mereka berdua pergi ketoilet. Tak Goo masuk lebih dulu, sedangkan Ma Jun ada di luar. Ma Jun menunggu tidak sabar, akhirnya Tak Goo keluar. Ketika Ma Jun masuk toilet, keadaan toilet masih bau. [bwhhaha, ekspresinya Ma Jun lucu abis]
Kejadian ke tiga : mereka berdua tidur dengan saling membelakangi, akibatnya tangan Ma Jun selalu tertarik, ketika Ma Jun menarik, tangan Tak Goo akan tertarik, mereka berdua akhirnya saling tarik tarikan.
Kejadian keempat : mereka berdua dan Mi Sun pergi kepasar membeli Walnuts. Penjual bilang, bungkusan walnuts adalah yang aling ringan, Tak Goo dan Ma Jun berebut membawanya, namun Tak Goo mengambil lebih dulu. Tak Goo berjalan lebih dulu, namun tiba2 Ma Jun menarik talinya, walnuts yang dibawa Tak Goo akhirnya jatuh berserakan.
“hei kau, Apa kau mau menghalangi kerjaku” teriak Tak Goo.
“Aku tidak melakukan hal yang salah” seru Ma Jun.
“Kalian ini sangat kekanak2an, bahkan kalian lebih rame daripada Taman kanak2, urus walnuts yang barang bawaan ini” kata Mi sun kemudian meninggalkan mereka.
Tak Goo dan Ma Jun akhirnya memunguti walnuts yang berserakan di lantai. Tiba2 hidung Ma Jun mengeluarkan darah. Tak Goo mendekati Ma Jun dan menengadahkan kepala Ma Jun.
“Pergilah, aku tak butuh” kata Ma Jun.
“Tetaplah dengan posisi seperti ini, kau harus menengadahkan kepalamu jika kau mimisan” kata Tak Goo.
“Aku bilang aku tak apa” teriak Ma Jun berusaha melepaskan tangan Tak Goo.
“Hei, ketika Hyungnim [sebutan kakak lagi2 yang manggil cowok] mengatakan lakukan sesuatu, maka lakukan saja” kata Tak Goo.
Karena perkataan itu Ma Jun mengingat sesuatu.
kangen ma Ma Jun kecil, luph luph
[Flashback] : disaat hari pemakaman nenek, Tak Goo membantu Ma Jun yang sedang mual, Ma Jun menolak, karena Tak Goo bukanlah siapa2.
“Kau pikir aku siapa?, aku adalah Hyung mu [kakak]. Sebagai kakakmu aku bertugas menjagamu dan membantumu ketika kau membutuhkan sesuatu. [flashback and]
Tak Goo memanggil penjual walnuts untuk memberikannya kapas. Tak Goo menolong Ma Jun membersihkan darah dihidungnya. “Mengapa hidungmu sering berdarah? Itu membuatku takut”, kata Tak Goo .
Ma Jun terlihat kesal [tapi menurutku dia kesalnya kesal suka, suka karena diperhatiin].
[dari kejadian ini mereka mulai akur]
Efek kejadian mimisan [aku nyebutnya gitu aja ya]. [emm backsoundnya ini OST yang judulnya Hope a Dream doesn’t Sleep]
Kejadian pertama. Mereka berdua kini mulai bisa beradaptasi, ketika Tak Goo membersihkan meja dan Ma Jun membawa tampan, ada pembeli yang terhalang tali mereka, Tak Goo dengan sigap kea rah Ma Jun agar tidak menghalangi jalan. Ketika Ma Jun mau meletakkan nampan di meja, Ma Jun berkata “Meja”. [itu menandakan dia mau kea rah meja], dengan sigap Tak Goo mengikuti Ma Jun ke meja. [kompak bener coy], Ny Yang melihat mereka berdua sampai melongo tidak bercaya.
Kejadian kedua : ketika mereka kepasar membeli barang, barang 1 dibawa Tak Goo, barang 1nya lagi dibawa Ma Jun dan barang ke 3 dibawa bersama, saat keluar toko ada seseorang yang mengenali Tak Goo kemudian pergi untuk melapor.
Melihat mereka berdua akur Mi Sun sangat senang.
Kejadian ketiga : mereka berdua mandi bersama, haha lihat tuh posisi mereka saling membelakangi, talinya buat centelan baju. [wkwkwk ngakak liat ini]
Kejadian ke empat : Ma Jun dan Tak Goo tidur bersama, dengan kaki Tak Goo ada dibadan Ma Jun. [emm so sweet mereka berdua],kakek yang melihat mereka tidur, tersenyum lega. [wkwk dari sini aku mulai suka ama Ma Jun, hehe, love love Ma Jun]


Ny Seo sangat stress dengan masalah perusahaan, apalagi ditambah dengan masalah surat kaleng itu. Ny Seo mengatakan pada manager Han untuk membawa pulang Ma Jun. karena ia hanya mempunyai waktu 1 bulan agar Ma Jun bisa masuk ke perusahaan. Bila tidak segera Ny Seo mendapatkan uang, direktur Choi akan menjual sahamnya keorang lain.


Ma Jun, Mi Sun dan Tak Goo makan bersama dipasar, Ma Jun tak mau makan karena merasa aneh dengan makanannya, akhirnya Tak Goo mengambil makanan Ma Jun, tiba2 ada anak kecil yang berada didekat Tak Goo, ia menatap bakpao yang ada didepan Tak Goo.
Tak Goo memberikannya namun ibu anak itu datang dan membuang bakpaonya.
“Apa kau pengemis, kau bukan pengemis” kata ibu itu pada anaknya.
Tiba2 datang segerombolan gengster injak bakponya, ternyata gengster itu adalah gengster yang pernah di hajar Tak Goo saat ia mau mencari ibunya [liat ep 7].
“Hei Kim Tak Goo, kau masih ingat aku”
Mi Sun segera menelepon bakery, dan meminta Jin Gu atau ayahnya pergi ke pasar. Ny Yang sangat terkejut
Gangster melempari Tak Goo dan Ma Jun dengan tong. [haha Ma Jun sial lagi nih]. Kena juga.
“Hei bocah,sudah 2 tahun aku mencarimu, dua tahun yang lalu kau membuatku babak belur, hingga kehilangan semuanya” kata ketua gengser.
“Hentikan ini, aku akan menggantinya jika aku punya banyak uang, sekarang aku sudah tidak berkelahi, sekarang aku hanya memegang tepung”.
Gengster menendang Tak Goo dan itu pun membuat Ma Jun terjengkang, Tak Goo terjatuh ke dagangan seorang penjual [penjualnya itu, ibunya anak yang tadi minta bakpao]. Tak Goo berdiri, dan membantu Ma Jun berdiri.
Tak Goo berpkir sejenak. “Tae Jo, sepatumu tidak licin kan, ayo lari ke jalan” kata Tak Goo.
“Apa?” ,,
“Lari, hana, dul, set [satu, dua, tiga” kata Tak Goo, namun sayang mereka gak kompak, Tak Goo lari ke kanan, Ma Jun ke kiri.
“Hei apa yang kalian lakukan” kata genster tertawa. [hahaha mau kabur aja susah].
“Larinya kekiri” kata Tak Goo,
“Kau tak bilang lari kekiri” kata Ma Jun.
akhirnya mereka bisa kabur.
Para gangster mengejar mereka berdua, mereka berdua berlari tanpa tujuan yang jelas, tiba2 didepan Ma Jun ada sebuah sepeda yang ia tabrak, akhirnya Ma Jun tak dapat berlari lagi, itu membuat Tak Goo memapahnya berlari. Hingga mereka bersembunyi di sebuah gudang tua. [hehe pas mereka dikejar juga lucu, pada tarik2kan kalau ketemu persimpangan].


“Apa yang harus aku lakukan? Apa benar kau tidak bisa bergerak? Tanya Tak Goo. Ma Jun menggeleng. [hihi lucu banget noh ekspresi Ma Jun, disini itu keliatan banget kalau dia merasa Tak Goo itu hyungnya].
arrgg, cakep cakep,,mianhe, sepertinya kebanyakan capturenya Ma Jun nih
Tak Goo melihat tali yang ada ditangannya, Tak Goo mengingat kata2 kakek, jika salah satu dari mereka melepaskan ikatan tali maka mereka dilarang untuk masuk ke dapur mengikuti workshop hingga kompetisi dilaksanakan. Tak Goo akhirnya membuka tali ditangannya, Ma Jun menghalanginya.
“Apa yang kau lakukan, apa kau menyerah hanya gara2 kejadian ini” kata Ma Jun sambil memegangi tangan Tak Goo.
“Maafkan aku Tae Jo, aku tidak bisa menepati janjiku, mereka mencariku bukan mencarimu, bila aku keluar kau akan selamat, dan bisa mengikuti kompetisi dengan tenang” kata Tak Goo. Tak Goo akhirnya melepaskan tali ditangnnya. Tak Goo memegan pundak Ma Jun, “Dengarkan aku, apapun yang terjadi kau jangan keluar, kau mengerti” kata Tak Goo pada Ma Jun. [oohh mereka so sweet]
Tak Goo akhirnya keluar dari persembunyian, semua para gangster memukulinya, Tak Goo menoleh kearah Ma Jun memberikan isyarat agar ia tidak keluar apapun yang terjadi, Ma Jun sangat cemas, ia bingung apa yang harus dia lakukan, tangannya sudah membawa kayu untuk membantu Tak Goo, namun Ma Jun mengurungkan niatnya.
Tuan Yang, Jin Gu dan Mi Sun mencari mereka berdua di pasar, setelah mencari kesana kemari, mereka bertemu Ma Jun yang sedang jalan sendiri dengan kaki terpincang2. Ma Jun tak tahu apa yang harus dikatakan pada mereka.


Tak Goo dibawa ke sebuah gudang, “Dasar bocah tengik, kau benar2 sudah tidak berkelahi?" Tanya bos,
“Sudah ku bilang aku sudah tidak berkelahi, aku hanya memegang tepung, aku ini seorang pembuat roti, tanganku hanya untuk membuat roti bukan untuk memukul orang, aku mohon maafkan aku jika aku punya salah, jika kau ingin memukulku silahkan. Aku akan pasrah. Aku dah pensiun berkelahi,” kata Tak Goo pasrah.
”Dasar kau ini” bos membuang kayunya dan tidak jadi memukul Tak Goo. “Kau dan presdir, apa hubungan kalian? Tanya bos.”Dia sangat serius mencarimu”.
“Apa, apakah benar seperti itu, kapan?" Tanya Tak Goo,
“2 tahun lalu, tidak lama setelah kau mencari pria bertato itu” jawab bos.
Tak Goo sangat terkejut, ia menangis. Tak Goo ingat kata2 manager Han bila presdir tidak mencarinya, ternyata semua itu bohong, presdir tidak melupakan Tak Goo.
Sementara itu presdir menelepon seseeorang untuk mengetahui kabar tentang Tak Goo atau seseorang yang memiliki tato kincir. Namun presdir belum mendapatkan kabar apapun, ia meminta untuk melakukan pencarian.
Tak Goo pulang melewati pasar, ia bertemu penjual yang dagangannya berantakan olehnya. “berapa harga daganganmu ahjumma? Tanya Tak Goo.
“Kami bukan pengemis, pergilah”,
“aku tidak memberimu uang, aku membeli daganganmu”. Akhirnya Tak Goo membeli semua dagangan ibu itu dengan uang 17.000 won. [sekarung jagung dan beras].
Sebelum pergi anak penjual itu memberikannya roti yang terbuat dari beras, Tak Goo memakannya dan rasanya enak [emm,dari sini ide rotinya Tak Goo].
“Hei kau Kim Tak Goo, apa yang kau lakukan disini, ada apa dengan wajahmu, apa kau digigit nyamuk raksasa” kata tuan Yang. [haha pertanyaan yang konyol].
Ma Jun mendatangi Tak Goo, dan mengaitkan talinya ke tangan Tak Goo lagi. Tak Goo terkejut. [argghh,,backsoundnya bikin nangis].
Tuan Yang menyuruh "Mi Sun dan Jin Gu pulang karena Tak Goo dan Ma Jun mungkin akan pulang terlambat."
“Bos, ini ,,” kata Tak Goo sambil mengangkat tangannya.
“Hais,,anak ini selalu seperti ini ketika aku tidak melihatnya” kata Mi Sun, [emm mereka bertiga itu berpura2 seolah2 tali tidak terlepas, makanya Tak Goo kaget]. Tak Goo terbengong2.
“Apa yang kau lakukan, kau tidak mau membantuku? Kakiku kan terkilir," Kata Ma Jun, mereka berdua akhirnya pulang bersama, Tak Goo memapah Ma Jun pulang.
Sesampainya di rumah tuan Yang melapor pada kakek bahwa Tae Jo dan Tak Goo telah melakukan perjanjian itu dengan baik. Jadi tuan Yang meminta ijin pada kakek untuk member ijin mereka berdua untuk mengikuti workshop. Semua orang terlihat tegang menunggu keputusan kakek,
“Baiklah, jika itu keputusanmu, mereka boleh mengikuti workshop lagi [workshop itu seperti latihan]”. mereka semua terlihat senang dan lega.
Ma Jun dan Tak Goo masuk kekamar. Tak Goo ingin mengompres kaki Ma Jun. namun Ma Jun menolak.
“ Aku sudah katakan padamu, lakukan apa yang diperintahkan Hyungmu”. Ma Jun akhirnya melunak. “Terima kasih Tae Jo” kata Tak Goo.
“Aku tidak menolongmu karena aku suka padamu” kata Ma Jun. [ckckkc mirip Ma Jun kecil].
“Kau tak punya teman kan?? Sifatmu kayak gni gi," Tanya Tak Goo, "mulai sekarang kau adalah temanku dan Hyungmu” [ckck PD abis].
“kata siapa aku mau jadi temanmu?” kata Ma Jun.
“Aku yang bilang” jawab Tak Goo pede. [Ma Jun memandangi Tak Goo dengan heran, emm,,aku suka moment ini, aku gak bisa menggambarkan perasaan Ma Jun dengan tepat, susah untuk dituliskan, Ma Jun sebenernya gak benci dengan Tak Goo]
Keesokkan harinya, semua sudah berkumpul didapur, tuan Yang menanyai keadaan kaki Ma Jun, Ma Jun emngatakan bahwa kakinya membaik setelah di kompres es. Tuan Yang pun bertanya pada Tak Goo, apakah dia sudah mempuanyai bahan untuk mengikuti workshop, Tak Goo tak bisa menjawab, akhirnya dia mengeluarkan barang2 yang ia beli dipasar, semua heran dengan tindakan Tak Goo, tuan Yang berkata dengan bahan ini Tak Goo tidak bisa membuat roti. Jae Bok lalu mengambil tepung untuk Tak Goo, Mi Sun member mentega dan ragi. Mereka memberikan bahan2 itu untuk Tak Goo. Mi Sun memandangi Ma Jun, Ma Jun lalu memberikan telur dan kismis. Tak Goo merasa sangat terharu dengan kebaikkan teman2nya terutama Ma Jun, ia tak mengira Ma Jun akan memberikannya sesuatu. [haha suka Moment ini juga, sampai2 Ma Jun salting diliatin Tak Goo yang hampir nangis].
"apa?" bisik majun saat tak gu liatin terharu.
Usai pekerjaan ke bakery, semua beres2, Ma Jun keluar untuk buang sampah, tiba2 datang mobil mewah, ternyata itu adalah ibu Ma Jun. Ma Jun sangat terkejut.
Sementara itu walkman Ma Jun ketinggalan di dapur, Tak Goo berkata akan mengembalikannya pada Tae Jo. Tak Goo keluar disaat Ny Seo sedang bersama Ma Jun.
“Untuk apa ibu kesini? Tanya Ma Jun.
“Aku hanya penasaran dimana kau bekerja dan aku ingin berbicara sesuatu, juga” kata Ny Seo.
“Ibu, tak seorangpun tau siapa aku, jika ibu tetap disini orang akan melihat kita” kata Ma Jun.
“ada yang akan kusampaikan Ma Jun” kata Ny Seo.
“Kita akan membicarakannya di telpon, atau ketika aku pulang” kata Ma Jun cemas.
“Kau tak perlu disini lagi, pulanglah lalu belajar bisnis”.
“Aku tak mau” kata Ma Jun kemudian meninggalkan Ny Seo.
“Ma Jun dengarkan ibu” teriak Ny Seo.
Tak disangka Tak Goo sudah berada di depan Ny Seo dan Ma Jun. Ma Jun sangat terkejut begitu pula dengan Tak Goo, “Tae Jo, kau…”. Sementara itu Ny Seo terlihat tidak mengenali Tak Goo. "siapa ini?" tanyanya.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=198093566929345&set=a.192156097523092.48749.115414481863921&type=1&theater

Kamis, 29 September 2011

kawan baik...


kawan baik adalah mimpi yang dirindukan siapa pun
kawan baik adalah emas yang berkilau selamanya
kawan baik adalah jodoh yang bergandengan selamanya
kawan baik adalah jalan yang makin dijalani makin terang
kawan baik adalah harta berkah yang tidak ada batasnya

 (eka dede, 310311)

Rabu, 28 September 2011

jejak kaki...


ada dua jejak kaki...
00 00
itu jejak kaki kamu
bersama ALLAH
tapi...
ketika kamu ada masalah
00
cuma ada satu jejak kaki...
kenapa???
apa ALLAH meninggalkan kamu?
tidak...
itu adalah jejak kaki ALLAH
yang menggendongmu
karena segala perkaramu DIA tanggung di dalam tangan-Nya... 
(eka dede, 300311)

Selasa, 27 September 2011

yang tak ternilai...


hati hanya dapat mencintai sekejap
kaki cuma bisa melangkah sejauh lelah
busana tak selamanya indah di mata
tapi memiliki sahabat sepertimu
adalah keabadian yang tak ternilai
(balika, 290311)

Senin, 26 September 2011

promosi sahabat...


sahabat itu...
kayak 'sampoerna ijo'
gak ada loe, gak rame...

gak jauh beda ama 'fruitea'
seru buat seru-seruan...

bisa buat kita kayak 'mizone'
be 100 persen...

kalo udah sama sahabat,
kita bisa kayak 'XL'
segala-galanya segila-gilanya...
dengan sahabat,
hidup terasa seperti 'beng-beng'
asyik berat!

pokoknya persahabatan itu kayak
'chitato'
life is never flat...
b^0^d
(eka dede, 270311)

Minggu, 25 September 2011

ukhuwah itu...


hidup akan terasa begitu indah jika segalanya karena ALLAH
dalam sakit dan musibah teruji kesabaran
dalam ukhuwah teruji ketulusan
dalam takwa teruji keyakinan
ukhuwah bukan terletak pada banyaknya pertemuan,
bukan pula pada manisnya ucapan
tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dalam DOA
walau pun dia jauh darinya
mari kembali perkuat ukhuwah dengan tetap saling mendoakan
untuk semua kebaikan dunia akhirat
(eka 05, 260311)

Sabtu, 24 September 2011

seperti bintang...


sahabat itu seperti bintang
walau jauh di sana
dia tetap bercahaya
meski kadang menghilang
dan jauh 
dia tetap ada
tak mungkin dimiliki
tapi tak bisa dilupakan
dan selalu ada dalam hati
(eka dede, 230311)

Jumat, 23 September 2011

rahasia malam...


malam telah mengisyaratkan agar insan 
meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan penciptanya
setelah seharian sibuk dengan urusan duniawi
karena malam adalah panorama warna
yang penuh akan makna rahasia
happy take a rest, dear ...
(el, 180311)

Kamis, 22 September 2011

belajar tawakkal...


aku belajar bersyukur dari musibah yang datang menimpaku...
aku belajar sabar dari kebahagiaan yang datang padaku...
dan aku belajar ikhlas dari sesuatu yang hilang/ pergi dari kehidupanku...
 (butet, 140311)

Senin, 19 September 2011

ikenai taiyou

Ikenai taiyou Na Na

Chotto de ii kara Misete kurenai ka
Omae no sekushii feromon de Ore Meromero

Ah furechaisou Demo Ikenai no!
Jojo ni takanaru kodou Tomerarenai wa

Kawasu kotoba no Kioku tooku Kuchimoto no ugoki ni yureugoku
Nureta kami wo nadeta Soshite Ah

ABC Tsuzukanai Sonnan ja Dame ja nai
Datte Kokoro no oku wa chigaun ja nai?
Ore no seishun Sonna mon ja nai Atsuku oku de hatetai yo
Kitto Kimi ja nakya Ya da yo Ore wa Ikenai taiyou Na Na

“Akai ito” nante esoragoto Demo shitagokoro de sae shinjitai no
Ore wa tadashii Kimi mo tadashii Tonikaku mou sayuu sarenai ze

Damashi damasare mune uzuku Heta na shibai ga Yori moriageru yoru
Iki ga mimi ni fureta futari Ah

ABC Tsuzukanai Sonnan ja Dame ja nai
Datte Kokoro no oku wa chigaun ja nai?
Atashi no seishun Sonna mon ja nai Atsuku oku de hatetai yo
Kitto Kimi ja nakya Ya da yo Atashi Ikenai taiyou

Kawasu kotoba no Kioku tooku Kuchimoto no ugoki ni yureugoku
Nureta kami wo nadeta Soshite Ah

ABC Tsuzukanai Sonnan ja Dame ja nai
Datte Kokoro no oku wa chigaun ja nai?
Ore no seishun Sonna mon ja nai Atsuku oku de hatetai yo
Kitto Kimi ja nakya Ya da yo Ore wa Ikenai taiyou
Karamiau ito wa Kimi to ore wo musubu akai ito
Na Na

rangkaian kalimat

puncak tertinggi dari sebuah tulisan
adalah menjadikan orang buta bisa melihat
teruslah merangkai kata-kata
aliran kata itu nantinya akan
mengaliri ladang-ladang peradaban
hingga merobek dinding zaman... 
(balika, 080311)

Senin, 12 September 2011

gramedia pustaka utama

Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami. Namun, maaf sekali, kami tidak bisa menerima naskah yang dikirimkan melalui e-mail, karena akan menyulitkan tim editor dalam melakukan penilaian naskah.


Apabila Anda ingin menerbitkan naskah Anda, silakan kirimkan naskah tersebut ke alamat kami di
PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270


Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas. Fiksi/Nonfiksi. Remaja/Dewasa. Dll. Untuk memudahkan proses seleksi/pengkategorian.

Naskah yang dikirimkan harus dalam bentuk print out, lengkap (tidak hanya cuplikan naskah).Sertakan pula sinopsis cerita.

Tebal naskah untuk novel 100-200 halaman. (Bisa lebih asal jangan berlebihan)

Untuk buku anak, lengkapi dengan contoh ilustrasi. Konsep cerita (terutama untuk buku berseri).

Jenis kertas yang digunakan bebas, asal mudah dan enak dibaca. Ukuran font 12pt, dan spasi 1,5. Tema naskah juga bebas, selama tidak menyinggung SARA dan vulgar.

Sertakan bersama naskah Anda, data diri singkat.

Naskah sebaiknya sudah dijilid, agar tidak tercecer selama dibaca oleh tim editor kami.

Setelah masuk ke meja redaksi, naskah akan dibaca oleh tim editor selama minimal 4-5 bulan. Naskah yang belum bisa kami terbitkan, akan kami kembalikan.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi 53650110 ext. 3511/3512 (redaksi fiksi/nonfiksi).
Atau via e-mail: fiksi@gramediapublishers.com atau nonfiksi@gramediapublishers.com


NB.: Kami tidak memungut bayaran apapun kepada penulis yang ingin menerbitkan naskahnya.

cr: Gramedia Pustaka Utama Fan Page > notes

http://www.facebook.com/note.php?note_id=465256956981&id=31334154922

tertulis di lauhul mahfuzh...


rezeki kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh...
mau diambil lewat jalan halal ataukah haram
dapatnya segitu juga...
yang beda rasa berkahnya...
jodoh kita juga sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh
mau diambil dari jalan halal ataukah haram
dapatnya yang itu juga...
yang beda rasa berkahnya...
keduanya bukan tentang apa
berapa atau siapa...
tapi bagaimana ALLAH memberikannya
diulurkan lembut dan mesrah
atau dilempar penuh murka...

(balika, 070311)

Minggu, 11 September 2011

mengukur ilmu...


hendaklah kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan...
bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan...
bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani...
melainkan dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita...

(Ibnul QayyimAl-Jauziyyah)
(butet, 040311)

Jumat, 09 September 2011

wanita cantik...


wanita cantik itu, tetap tertawa walau sebenarnya ingin menangis...
tetap tersenyum, walau sebenarnya dia kecewa...
tetap kuat, walau sebenarnya ia sudah tak sanggup lagi...
tetap semangat, walau tertekan oleh masalah...
tetap sabar dan memandang segalanya baik-baik saja, walau sebenarnya ia sudah terluka...

(indah, 280211)

Kamis, 08 September 2011

astagfirullah...


dengar suara azan, selalu tak dihiraukan atau nanti sajalah...
tapi dengan suara hape, wow langsung segera diambil 
ASTAGFIRULLAH...

baca al-Quran, seperti orang mengeja
tapi kalau baca sms, lancarnya...
ASTAGFIRULLAH...
beli pulsa, siapa takut...
tapi kalau sedekah, kantongnya sekarat
ASTAGFIRULLAH...

pegang tasbih 1x dalam setahun...
tapi pegang hape dibawa selalu meskipun dalam tidur...
ASTAGFIRULLAH...
(cudda, 250211)

Rabu, 07 September 2011

sejuta alasan untuk tersenyum...

ketika kehidupan memberi 1000 alasan untuk menangis...
tunjukkan bahwa kita mempunyai sejuta alasan untuk tersenyum...
nikmati setiap detik waktu...
akhiri kelelahan hari ini dengan keikhlasan...
moga kita semua nyaman dalam naungan cinta dan kasih sayang ALLAH
nan agung tanpa akhir... ^0^  
(butet, 190211)

Jumat, 02 September 2011

kesuksesan...

kesuksesan tidak akan melihat kelemahan/kekurangan seseorang...
ia akan menuruti hukum alam, yaitu mengulurkan tangan bagi mereka yang mau berjuang... 
(butet, 150211)

Kamis, 01 September 2011

batas kesabaran...


belajarlah bersyukur dari musibah yang datang menimpa...
belajarlah sabar dari kebahagiaan yang datang...
dan belajarlah ikhlas dari sesuatu yang hilang/ pergi dari kehidupan kita...

mayoritas orang bilang, sabar itu ada batasnya...
tapi sekarang mari mulailah ubah kata itu dengan belajar untuk tidak membatasi kesabaran...

karena sebenarnya batas kesabaran itu tidak ada!
(butet, 100211)

Rabu, 31 Agustus 2011

arti sahabat yang sesungguhnya...

sahabat bisa marah, tapi gak bisa benci...
sahabat bisa menangis, tapi gak bisa melihat kamu menangis...
sahabat bisa diam, tapi gak bisa diam saat kamu disakiti...
itulah arti sahabat yang sesungguhnya... b^0^d
(taku, 080211)

Selasa, 30 Agustus 2011

belajar tentang keindahan...


ketika kerjamu tidak dihargai... maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan..
ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan...
ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan...
ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan..
ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan...

(butet, 050211)

Senin, 29 Agustus 2011

hanya pada ALLAH


jika sendiri janganlah merasa sendiri, karena ada ALLAH yang mengawasi kita...
jika sedih janganlah disimpan di hati, ada ALLAH tempat berbagi...
jika susah jangan menjadi pilu, ada ALLAH tempat mengadu...

(butet, 040211)


Minggu, 12 Juni 2011

rumah makan doa (@_@, 1998)


Kami sekeluarga mengunjungi sebuah rumah makan sederhana malam itu. Tak ada yang mencolok di rumah makan itu, tak ada yang aneh. Semuanya terlihat biasa-biasa saja. Kumelayangkan pandangan ke setiap sisi rumah makan itu. Rumah makan itu terkesan kuno. Tapi yang menarik perhatianku, di belakang rumah makan itu terpasang sebuah papan figura yang bertuliskan tulisan arab. Aku tidak terlalu menghiraukan tulisan itu.

Kami sekeluarga memesan makanan, tak lama kemudian makanan pesanan kami pun tiba. Aku yang sedang lapar, tak sabar untuk mencicipi pesananku. Ketika makan, tiba-tiba saja kerongkonganku terasa geli. Spontan kumuntahkan makanan itu. Tak ada orang yang memperhatikanku. Kemudian terasa ada sesuatu yang panjang dan tipis lentur di lidahku. Kukorek benda asing itu dari mulutku. Rupanya seheleai rambut hitam. Tak masalah. Aku pun mengeluarkan rambut itu. Tapi anehnya, ujung rambut itu seolah tak ada habis-habisnya hingga jari-jariku kelelahan menariknya.

Akhirnya rambut aneh itu keluar juga dari mulutku. Anehnya panjang rambut itu melebihi tinggi badanku sendiri. Aku jadi merinding. Suasana mencekam memenuhi sudut rumah makan ini. Sebenarnya apa yang terjadi? Menakutkan! Ada yang tak beres dengan rumah makan aneh ini.

Lain lagi halnya dengan ayah. Ia tampak menusuk-nusuk sesuatu di piringnya. Gerakan tangannya berpindah-pindah, seolah-olah sasaran yang mau ditusuknya dengan garpu itu menghindar terus. Aku pun bertanya, “Ayah sedang apa sih?”

“Ini.. dagingnya kok menghindar terus setiap kali mau kutusuk dengan garpu?” herannya.

Aku kembali merinding. Karena aku sama sekali tak melihat apa-apa. Aku sama sekali tak melihat daging yang ayahku maksudkan itu!




Tiba-tiba saja adikku tersedak. Kumengalihkan pandanganku ke arahnya dengan ragu-ragu. Takut jika akan kembali menemukan keganjilan padanya. Dia sedang minum, tapi kulihat gelasnya sudah kosong. Tapi ia masih terus meminumnya dan hal yang ganjil pun kembali terjadi.

Dia minum minuman di gelas itu, tapi kok isi gelas yang kosong itu malah bertambah? Padahal dia sedang meminumnya, tapi seolah-olah gelas itu yang meminum isi perutnya. Keadaan menjadi sebaliknya ketika gelas itu sudah penuh dengan cairan berwarna merah darah.

“Hyah! Sudah habis,” komentar adikku. Kumenutup mulutku saking syoknya. Apanya yang sudah habis? Gelas yang mulanya kosong itu malah terisi penuh oleh darah dan nanah. Gelas itulah yang meminum cairan tubuh adikku. Apa dia tidak menyadarinya? Tapi aku terlalu syok untuk mengatakannya.

Sebaliknya yang terjadi ketika kumelirik kakak dan ibuku yang sedang menikmati santapannya. Mereka tampak tenang. Tak ada satu pun kejadian ganjil kulihat saat mereka berdua makan. Aku pun jadi bertanya-tanya, sebenarnya ada apa ini? Mengapa keganjilan itu hanya mengenai aku, ayah dan adikku?

Ibu yang seolah melihat kebingunganku itu tiba-tiba saja langsung berkomentar, “Kalian tahu tidak, mengapa rumah makan ini dinamakan Rumah Makan Doa?”

Kami saling berpandangan, kemudian menggeleng. Ibu kemudian menunjuk ke arah papan figura yang bertulisan arab itu. “Kalian tahu apa makna tulisan itu?”

"Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar," kami sama-sama membaca tulisan itu.

“Itu doa sebelum makan yang artinya : Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka,” kata ibuku. “Jadi sebelum makan tadi, kalian tak lupa baca doanya kan?”




Aku, ayah dan adikku jadi gelagapan karena lupa membaca doa sebelum makan. “Aduh, lupa,” kataku malu. Pantas saja saat makan kami bertiga ditimpa kejadian aneh. Rupanya kejadian aneh itu terjadi karena kami tidak membaca doa sebelum makan untuk meminta perlindungan pada Allah.

“Rumah makan ini memang sederhana, tapi keistimewaannya rumah makan ini benar-benar mengingatkan kita untuk senantiasa membaca doa. Di mana pun dan kapan pun itu. Jadi kalian jangan lupa lagi yah membaca doa sebelum makan,” nasihat ibu sambil tersenyum.

(1998)