THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 05 Mei 2013

grasindo

Syarat Pengajuan Naskah
Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke Grasindo. Siapa pun yang mempunyai minat menulis akan didukung! Sebelum mengirimkan naskah ke Grasindo, baca dulu persyaratannya.

Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa dikirimkan.

1. Fiksi

Syarat umum:

- Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12
- Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi), sertakan sinopsis lengkap, ke:

REDAKSI GRASINDO
Gd. Kompas Gramedia, Unit I Lt.3
Jl. Palmerah Barat No. 33-37, Jakarta 10270

- Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum.



2. Non Fiksi

Syarat umum:

- Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke:

REDAKSI GRASINDO
Gd. Kompas Gramedia, Unit I Lt.3
Jl. Palmerah Barat No. 33-37, Jakarta 10270

- Atau, kirimkan proposal naskah via e-mail. Bila naskahmu menarik, redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut.


- Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum.

Kategori nonfiksi yang dicari:

-Teknologi Informasi

- Pengembangan diri
- How to
- Cerita inspiratif
- Lifestyle
- Traveling
- Pengetahuan populer


Kategori naskah khusus:

1. Tentang kesehatan, perawatan bayi, tips-tips menjaga kebugaran, tips menhindari penyakit dsb
2. Tentang komputer, mengenai mengajar komputer untuk anak-anak.
3. Tentang pertanian, cara praktis bertanam buah, dsb.
4. Tentang informasi menarik, misalnya membongkar kasus malpraktik kedokteran,  cerita investigasi suatu kasus  besar, dsb.
5. Tentang peluang bisnis, misalnya peluang usaha yang didasarkan success story.



Nah, jika kamu akan mengirimkan naskah, jangan lupa untuk konfirmasi!

Telp:             021-53650110      , ext. 3301, 3303

Umroh (prolog)

0.    Latar Belakang

Ibu itu mati-matian banget menabung kumpulin uang agar bisa ke tanah suci tuk haji. Katanya hatinya terpanggil oleh Allah diundang ke kabah-Nya. Wanita itu pengen banget bisa haji. Ampe sebegitunya kah? Napa ya aku ga terpanggil seperti itu? Kapankah aku bisa diundang? Kok hatiku ga sampai sebegitunya sih ke tanah suci? Tapi melihat adegan di ftv ampe beberapa kali itu, aku jadi iri ama pemeran ibu2 itu yang antusias banget ke tanah suci. Tapi aku? Kok hatiku ga terpanggil sih? Kalo ga antusias gene kayak di film2 itu, apa artinya aku ga diundang ya ke tanah suci? Kan aku juga pengen diundangnya meski hati ga terlalu pengen sih. Ah, kalo gene caranya sih mending undang diri sendiri aja de kalo bisa ke sana. Undang hati sendiri yang pengen jadi anak saleh ini… (2012).
(tahun 2011, pernah mimpi mendadak ke tanah suci, packing buru2 dsb \(^0^)/ )


1.    Kantor Imigrasi (Passport)
Eh ga nyangka pagi itu desember 2012 mama negur kapan aku mo sarjana, soalnya puang bulang mo kasi naik umroh. Wah! Ga nyangka banget. Tentu aja aku mau, meskipun sekedar undang hati ndiri sih. Kok bisa ya pikiranku bisa sampe secepat ini, meski ga kepengen banget. Tapi karna pengen jadi anak saleh, makanya aku antusias aja. Ga boleh lewatkan kesempatan emas ini. Mau mau mau …
Buru2 rapiin kamar mama n ngeng ke kantor imigrasi buat passport. Isi formulir hari senin ini. Akhirnya bisa keluar negeri juga. Nangna! Selasa dibalikin, lengkapi formulir ini itunya, lalu kamis antre lage tuk foto pasportnya. Selesai deh, hanya aja baru bisa jadi kamis depannya lage sore. Udah deh … selanjutnya urus visa ama mama ke Jakarta…

2.    Suntik Meningitis
Jumat itu pergi deket pelabuhan tuk suntik. Antre. Ada banyak muda mudi di situ rupanya anak kelautan, sebayaku hehe. Antre. Khusus yang masih gadis, sebelum suntik dites urin dulu. So, siapkan aja jangan ampe mau dipake ga ada yang keluar hehe. Lalu suntik deh di bahu kiri, membelakangi petugas. Lalu dapat deh kertas kuning bertuliskan arab yang ga kumengerti, tuk ditempel ama passport. Tuh agar di luar negeri sana ga terjangkit penyakit ini 

3.    Manasik Umroh
Bulan 2 dah mo siap2 berangkat. Neh udah buru2 selesaikan studi neh hehe. Jadi semangat tiba2. Di sini hanya ceramah pelatihan ama pak ustad, dikasi petunjuk2 seperti: jangan pergi sendirian, palagi naik taksi bisa diculik loh. Ga usah bawa handuk. Kalo lagi tawaf dan kentut atau wudunya batal, tunggu di lampu hijau tuk dijemput ama pembimbingnya. Kalo lagi ihrom jangan lepas apa2 termasuk kudung n kaos kaki di kamar kecuali di wc, meskipun sesame cewek.
Kulihat sekelilingku ini kah yang mau berangkat barengan nanti? Sebagian besar keluarga pemilik travel ini sih, lante. Di situ baru dibagiin koper, tas kudung n pinggang dan atribut lainnya juga bukunya. Eh mana buku petunjuk umrohnya, mau kupelajari neh..

4.    Obat KB
Neh penting banget tuk cewek2! Agar ga haid, maka minum obat undur haid yang dikasi dokter kandungan. Kalo aku sih malam itu hari rabu di bulan yang sama ke puang sita (dokter), dites tekanan darahnya normal. Lalu ditanya ama sepupuku yang juga ikutan kapan haidnya biasanya. Kubilang sih sekitar tanggal 4 januari dulunya hehe (pas ujian seminar tuh). Akhirnya harus minum obat tanggal 23 feb, hari sabtu ampe 14 maret pas pulang setiap jam 8 pagi dan malam ( kalo di arab sesuaikan aja, tiap 12 jamnya). Ingat! Ga boleh telat minumnya karena bisa menimbulkan flek atau malah haid. Dilarang keras ga minum selama seharian! Tapi boleh banget dimajukan jamnya.
Hari tuh hujan keras aku sama keluarga perginya hehe, padahal lagi ngantuk tuh hare malas perginya. Obatnya mungil banget tabletnya, bisa ditelan tanpa air sekali pun… 

5.    Belanja dan Siap2
Belanja baju2, kudung, baju dalam, rok dsb. Persiapannya di koper: bawa bajulah (bepergian n bobo), kudung, kaos kaki, cd, bh, buku panduan, jangan lupa obat kb n vitamin, papan nama, seragam, sandal ke mesjid, alat mandi (ga usah bawa handuk), hp dsb yang penting2. Tapi bagi yang mo bawa banyak oleh2, disarankan jangan bawa banyak barang, agar oleh2nya muat di koper.
Bawa tas tentengan juga ya yang berisi barang2 sangat penting, kalo baju di koper bagasi aja cos ntar ketemu di arab langsung… 

Sabtu, 04 Mei 2013

ROMANTIC CLASS -2

Suatu hari, seorang pemuda gagah tampak celingukan di depan Kelas Romantis. Penampilannya seperti berandalan dan berantakan. Mungkin wajahnya masih kurang familiar di mata anak-anak Kelas Romantis. Pemuda acak-acakan itu lalu memasuki Kelas Romantis. Miyung turut memperhatikan pemuda gagah itu masuk. Pemuda itu berwajah manis, cakep banget kayak cover boy. Matanya kecoklatan dan rambutnya pun coklat muda serba berdiri. Intinya yah keren banget deh! Ganteng habis! Pokoke hm, hati mua ceweklah. Berkulit kuning langsat, senyumnya manis, ada lesung pipinya, juga berambut landak. Penampilannya si kayak berandalan karna sante banget. Hm, Miyung juga merasa belum pernah meliatnya di kelas ini. Kok baru masuk? Tapi dia ingat dia pernah ngeliatnya di kelas 1 dulu, tetanggaan. Tapi Miyung hanya memandangnya biasa aja seperti temen-temen cowoknya yang lain di Kelas Romantis, hanya pengen sekedar kenal aja. Miyung juga mencoba mengingat nama pemuda itu. Dia mencari-carinya di absen guru begitu yakin namanya si Alam, tapi nama yang dipikirkannya itu gak ada di absen. Miyung merasa aneh. Apa bukan itu namanya, ya?
Akhirnya tibalah pelajaran Bahasa Inggris. Unso takut pelajaran itu, jadinya Miyung pikir gurunya galak karena dulu sempat absen, ternyata gak. Gurunya mengabsen. Dy orangnya ramah dan begitu Miyung mendengar guru itu menyebut nama tokoh kartun kesukaannya: Buddy. Dy pun terkikik seraya menoleh ke belakang tuk mencari siapa pemilik nama aneh itu. Tapi gak ada. Miyung merasa mungkin si pemilik nama itu ga hadir. Dy juga penasaran pemilik nama itu cewe ato cowo?
Hari-hari pun berlalu dan Miyung selalu mencari-cari pemuda bernama Alam itu. Tapi sepertinya pemuda itu selalu bolos dan orang yang bernama mirip dengan tokoh kartun kesayangannya itu juga ga pernah nongol. Miyung mencari2 mereka berdua. Persamaan itu membuatnya kepikiran, keduanya sama2 jarang ada. Jangan2 si pemilik nama unik dan pemuda yang dikiranya bernama Alam itu orang yang sama?
Hal itu terbukti ketika si Unso, teman sebangkunya yang bermata sipit nunjukin foto si pemuda itu di sebuah buku tahunan senior. Ia menyebut pemuda yang dikiranya bernama Alam itu BUDDY, nama yang hampir mirip dengan tokoh kartun kesukaannya. Buddy adalah seorang pemuda ganteng banget yang lahir di Makassar di perbatasan MP, tepatnya di jembatan perbatasanlah tanggal 8 juni 2012.
Ternyata benar dugaan Miyung kalo mereka adalah orang yang sama. Sejak saat itulah Miyung mulai menyukai Buddy, karena namanya mirip tokoh kartun kesukaannya dan Buddy juga tipe cowo kesukaannya yang agak nakal...
Miyung jadi keingat masa lalunya di kelas 1 dulu: 

 

Ia sedang bertengger di depan kelasnya Buddy ama kawan-kawannya cerita-cerita, kan mereka tetanggaan. Spontan Miyung berbalik tuk ngeliat sikon kelas itu. Di situlah pandangan tanpa kesan itu berawal dan tampak jelas ingatannya di matanya. Buddy sedang memandang keluar dengan betenya. Duduknya malas. Matanya yang tajam seolah menatap Miyung bete. Tembus malah! Miyung merasa takut melihat tatapan tajam itu. Itulah kesan pertamanya melihatnya. Selain itu, Miyung juga berpikiran kalo anak yang dilihatnya itu galak, egois, anak mama, meskipun cute juga. Miyung juga merasa yakin bukan termasuk daftar tipe si Buddy. Tapi Miyung ga peduli dong. Tentu aja, ga ada rasa kan. Dan ia juga merasa itu mustahil kalo seandainya cowo secakep itu bisa cinlok ama dia.  Waktu itu sih Miyung memandanginya melalui kacamata tebalnya, tapi matanya tetap indah dipandangi oleh cowok itu haha. Buktinya mandang terus n ga ada yang mau mengalah alihkan pandangan. N apakah si Buddy tuh bener-bener tatapin Miyung, ya? Akhirnya Miyung aja yang ngalah, pegel nich...
Miyung lalu berbalik kembali. Saat itu Miyung memang hanya memandangnya biasa aja. Dia biasa meliatnya lewat-lewat di depan kelasnya walau hanya sekilas. Miyung ingat pemuda itu pernah lewat pagi-pagi saat ia cs nongkrong di koridor, menuju kelasnya. Miyung memang dah terbiasa akan kehadiran tetangganya itu...

 ♥
Saat itu mungkin perasaan itu masih ada di bawah tanah, Belum terlahir ke muka bumi, tertimbun bersama dengan waktu dan entah mengapa perasaan itu pun mulai tumbuh seiring waktu...
Tapi kali ini, waktu sudah berubah, penampilan Miyung pun sudah berubah dari berkacamata dengan memakai softlens dan takdir malah mempersatukan atap kelas mereka (yang saat kelas 1 dan 2 tetanggaan mulu. Di kelas 2 malah ga pernah ketemu sama sekali, jadi lupa deh! Sama aja dah setahun gak pernah ketemuan...) di KELAS ROMANTIS...
Inilah sweet seventeen of Miyung... ♥

hargai buku...

Saya sedang nyante…. menikmati teh hangat pahit kegemaran buatan warung di depan tempat kost. Teh hangat yang selalu membuat saya teringat dengan seseorang yang selalu menyiapkannya dengan cinta di pagi hari.. oo co cwiiiiddd.
Namun,tegukan saya berhenti ketika seorang teman datang ke rumah. Tidak hanya itu, yang membuat kaget ternyata dia melemparkan sebuah buku di depan saya.
“Buku apaan ini?”
Saya memandangnya heran. Jin iprit mana yang merasuki teman saya itu sampai pagi-pagi sudah ekmosian.
“Masa isinya cuma begitu doang. Analisanya juga nggak mutu,” teman saya itu melanjutkan luapannya.
Saya mengambil buku itu. Memandang kavernya dan membolak balik isinya; sekadar ingin menebak apa sih yang dikeluhkan oleh teman saya itu.
“Buku jelek,” umpatnya masih menyembur.
Saya sebenarnya ingin bertanya apa maksud “buku jelek” yang dibunyikan itu.
“Kalau cuma beginian saja saya sih bisa buat 10.”
***

Kejadian di kamar kost pagi itu masih membekas dalam benak saya. Sebuah ungkapan kekesalan dari si pembeli buku yang kebetulan juga akademisi atawa dosen di sebuah perguruan tinggi negeri. Kalau mau dibanding-bandingkan sih memang portofolio si pembeli (yakni temen saya itu) jauh lebih buanyak dibandingkan si penulis buku. Dan kalau mau diandaikan lagi, si teman saya itu yang semestinya menulis buku tersebut.
Saya yakin bahwa sebuah buku haruslah berasal dan diproduksi oleh penulis yang handal. Dia memahami bidangnya, mengetahui apa yang ditulisnya, berisi konten yang memang dapat dipertanggungjawabkan. Penulis tidak hanya berhenti pada menulis naskah an sich, melainkan dia memainkan peran untuk membangun kewajiban moralnya sebagai penulis ketika naskah itu menjelma menjadi sebuah buku.
Saya masih percaya bahwa sebuah buku yang baik dihasilkan oleh orang yang baik pula. Saya juga masih tidak percaya untuk membeli buku, misalnya, buku tentang media baru yang ditulis oleh bukan orang yang mempelajari media baru. Karena dengan melihat rekam jejak atau portofolio kita mengharapkan akan mendapat sesuatu dari buku tersebut.
Inilah yang saya katakan sebagai beban seorang penulis. Karena buku adalah representasi dari penulisnya.
***
Berbulan kemudian saya bertemu dengan teman saya itu lagi. Dia sudah diwisuda dan sudah menjadi dosen dengan matakuliah lumayan banyak di kampusnya. Beberapa kali saya SMS balasannya kalau tidak sedang nguji skripsi atau ngisi seminar.
Suatu saat dia SMS, ngajal saya makan stik… maksudnya steak daging bukan stik golep.
Dia datang sambil membawa 5 atau 7 buku. Habis ngasih kuliah keliatannya. “Tugas negara, nih,” katanya bangga.
Setelah memesan hidangan, maka kami pun ngobrol ringan.
“Eh, selamat ya bukunya yang soal Public Relations itu sudah terbit,” katanya.
Saya tersenyum.”Jadi, udah nulis berapa buku?”
Tiba-tiba wajahnya langsung muram, “Ternyata nulis buku itu susah ya,” akunya, “perlu perjuangan keras, tenaga ekstra, dan yang penting waktu khusus untuk menulisnya.”
Saya hanya tersenyum lagi.
Dan entah mengapa tiba-tiba mata saya memandang salah satu buku yang dibawanya. Sebuah buku yang waktu itu dikatakan sebagai “buku jelek”.
***
Sebenarnya saya juga seperti teman saya itu. Dulu saya sering mengejak beberapa buku yang saya anggap jelek dan saya sanggup menulisnya dan merasa saya paling pas menulis buku tersebut.
Ternyata… sejelak apapun buku dalam prasangka kita, buku itu merupakan hasil kerja keras penulisnya. Kerja keras yang tentu banyak mengorbankan materi maupun nonmateri.
Ternyata… sejelek apapun buku itu ia sudah diterbitkan. Dan yang namanya menerbitkan buku itu melibatkan seorang editor, pembaca awal, divisi penjualan, desainer, dan masih banyak lagi. Sebuah proses yang bisa melibatkan 100 orang lebih dan tidak hanya 1 atau 2 orang (penulis) saja.
Ternyata… sebuah buku bisa memberi manfaat luar biasa bagi orang lain; yang bagi kita bisa jadi buku itu di bawah standar akademis.
Maka, hargailah sebuah buku yang sudah terbit… apapun dan bagaimanapun caranya buku itu diterbitkan.
(sumber: Jogjakarta, 28 Februari 2011) 

===========================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Jumat, 03 Mei 2013

ROMANTIC CLASS -1

"Waktu kelas I saat bertengger di depan kelasnya waktu itu, spontan aku menoleh melihat isi kelasnya. Kenapa aku mau-maunya saja balek? Entah napa! Dia ada di sana. Mukanya lagi bete dan seolah menatapku tajam. Nggak ada yang mau mengalah mengalihkan pandangan, pandangan kami terus bertautan selama beberapa waktu, hingga akhirnya aku ndiri yang mengalah dengan meluruskan pandangan. Ngeri, kesannya menangkap sorot mata itu. Kenapa dy tampak sebete itu di kelas duduk sendirian di depan sana? Aku selalu melihatnya di kelas tetangga itu di balik kacamataku. Tapi cuek-cuek saja, meski orangnya kece habis n kayak anak badung. Kupikir juga ia pasti ga mentipekan cewek kayak aku. Tapi apa peduliku? 
Mungkin inilah yang namanya cinta yang tertunda..."

Kuawali hariku dengan mendoakanmu Agar kau s’lalu sehat dan bahagia disana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan Keberadaanku yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun Dimanapun hatimu kan berkata seperti ini
Pria inilah yang jatuh hati padamu Pria inilah yang kan s’lalu memujamu
Aha, yeah, aha, yeah Begitu para rapper coba menghiburku
Akulah orang yang selalu menaruh bunga Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan s’lalu mengawasimu Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Dan biarkan aku jadi pemujamu Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Mungkin kau takkan pernah tahu Betapa mudahnya
Kau untuk di kagumiii… I Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya Kau untuk di cintaiii… I
Akulah orang yang akan selalu memujamu Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Akulah orang yang akan selalu memujamu Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Kembali ke: Reff
Karena hanya dengan perasaan Rinduku yang dalam padamu
Kupertahankan hidup Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
Ada artiku telusuri hidup ini Selamanya hanya ku bisa memujamu
Selamanya hanya ku bisa merindukanmu Huuu huuu huuu huuu huu ....

(SO7: Pemuja Rahasia)

***

♥ Senin, 19 Juli (awal masuk sekolah) 
Adakah perasaan yang belum pernah kaurasakan?
Asyik! Di bulan yang ceria ini, MIYUNG naik ke kelas 3 SMU. Miyung adalah seorang gadis imut dan cute bermata biru, berambut panjang lurus sepunggung dan selalu diikat dengan pita ungu. Senyumnya selalu menarik perhatian, dy ramah, selalu tersenyum, pokoknya senyumnya manis sekali! Wajahnya pun manis dan cantik, tak jemu dipandang. Dy selalu tertawa, tak pernah berhenti tersenyum. Dy juga cerewet dan ceria selalu. Dy sangat menyenangkan serta baik hati. Dan yang terlebih lagi Miyung tuh cewek yang lucu banget! Pokoknya seneng berada di dekatnyalah dan pandangin wajah manisnya selalu. Selain itu suaranya juga lucu kalo diajak bercanda, gemesin suaranya, logatnya juga yang unik dan khas. Dan yang terutama, Miyung tuh cewek yang smart dan rajin belajar! Berikut ulasan tentang Miyung:
 ♥ Miyung berasal dari keluarga blasteran yang tinggal di Makassar, ayahnya bermata sipit dan jenius karena keturunan Jepang dan mamanya bermata besar, biru, berambut keemasan, berkulit putih, imut karena berasal dari keturunan Bugis Belanda, berdarah biru/ bangsawan pula. Keduanya bertemu di Perancis.
 ♥ Ayahnya lulusan profesor di Perancis sedangkan mamanya adalah desainer kondang plus seorang arsitek pula.
 ♥ Miyung punya 2 kakak cewek, yang pertama ikut ayahnya yang bermata sipit dan menuruni kejeniusannya, sedangkan yang kedua mengikuti garis keturunan Belanda ibunya.
 ♥ Miyung lahir di Makassar lantai 1 rumah bersalin MP, siang hari pada tanggal 11 februari 2012. Dy merasa campuran kedua ortunya, mengingat kulitnya yang agak sawo matang seperti ayahnya tapi kecantikan yang diturunkan oleh ibunya. Cita2nya yang utamanya jadi penulis novel (selain cita2nya yang lain seperti dokter hewan dsb). Kini usianya sudah 17 tahun.
Miyung penasaran juga nih di mana kelasnya. Seperti apa ya teman-teman barunya nanti? Tapi pengumuman kelasnya baru keluar hari selasa besok jam 5 sore, Miyung cs beriuh-riuh ria karena hari itu hanya disuruh upacara doang n langsung pulang...
Esoknya, di rumah Miyung terima sms teman kalau ia ditempatkan di Kelas Romantis! Miyung sih nggak datang, malah hari itu ke mall saja ama sepupunya. Skul dimulai hari Kamis...
Tanggal 22 Juli, Miyung pun masuk ke kelas barunya, di KELAS ROMANTIS...
Miyung sangat gembira bisa bertemu kembali dengan gengnya, GENG OTAKU yang lain kelas semua. Di Kelas Romantis itu, ia duduk dengan sobatnya dari kelas 1 yang memberitahukannya kalau mereka sekelas. Namanya UNSO, cewek berwajah korea berkulit kuning langsat dan rambutnya panjang selurus lidi. Anaknya pintar banget dan bermata sipit. Miyung merasa senang sekali. Sudah duduk paling depan dengan sahabatnya, ketemu dengan teman2 barunya pula di kelas baru...
 ♥
Hari Sabtu, 24 Juli...
Miyung n Unso pikir hari itu pulang lebih cepat karena hari Sabtu, tapi ternyata tidak! Tetap jam 13:45. Hiks, irinya mereka melihat adik-adik kelas mereka turun jam 12 teng tuk pulang...
Di hari itu, pada siang harinya habis break, ada pelajaran Agama Islam, pelajaran kesukaannya Miyung. Materinya surga dan neraka, kata bu guru, Bu Nisa,  “Solat tuh harus khusyuk ga boleh mikirin PR, apalagi orang yang kita taksir…”
Ah, aku kan tak pernah seperti itu. Untung aja. Berapa kali pun aku jatuh cinta, tak ada tuh yang sampai terbayang dalam solat hehe…
Begitulah yang dipikirkan oleh Miyung, Miyung merasa aman-aman saja saat solatnya. Tapi semuanya berubah begitu beberapa hari kemudian, dan sejak saat itulah Miyung jadi bersyukur hari Sabtu itu pulangnya lebih lama lagi, kalau perlu sampai bermalam saja saking inginnya berlama-lama dengannya di KELAS ROMANTIS...

Kiat Sukses “Jual Diri” Lewat Tulisan

Anda mungkin belum tahu, salah satu profesi saya adalah “cowok panggilan”. Saya biasa dipanggil untuk mengisi pelatihan/seminar penulisan. Saya bekerja kalau ada yang memanggil. Nah, benar-benar cowok panggilan, bukan? 
Bagaimana caranya agar saya sering dipanggil? Tentu saja, saya harus pintar-pintar “jual diri”. Maksudnya, mempromosikan jasa pelatihan/seminar tersebut, agar semakin banyak orang yang mau “memanggil saya”.
Maaf kalau bahasanya agak gimana gitu. Tak apalah sekali-kali, sebagai variasi gaya menulis  


* * *
Salah satu sarana promosi yang sering saya gunakan adalah TULISAN. Artinya, saya “jual diri” lewat tulisan.
Kenapa harus lewat tulisan? Karena fakta menunjukkan bahwa iklan dalam bentuk tulisan seringkali jauh lebih efektif ketimbang iklan konvensional. Lewat tulisan, kita bisa membangun personal branding yang kuat. Dengan menulis, masyarakat akan percaya pada keahlian kita, merasa demikian dekat dengan kita (padahal mungkin belum pernah ketemu), lalu tertarik untuk menggunakan jasa kita.
Tulisan seperti apa yang efektif untuk tujuan mempromosikan jasa, keahlian, bahkan produk yang kita jual?
Ini dia:
1. “Liputan Kegiatan”
Anda tak perlu menyewa jasa seorang wartawan. Toh Anda bisa meliput sendiri kegiatan-kegiatan Anda, lalu dilaporkan dalam bentuk tulisan.
Cara menulisnya gampang saja. Anda cukup melaporkan kegiatan-kegiatan yang sudah, sedang dan akan berlangsung, dengan gaya bercerita yang wajar-wajar saja. Tak perlu pakai bahasa iklan yang isinya “merayu” para pembaca. Tak perlu pakai “klaim” bahwa Anda merupakan tokoh paling hebat dan paling luar biasa di bidang tertentu.
Anda cukup bercerita dengan cara dan gaya yang biasa-biasa saja. Ceritakan saja semuanya dengan nada rendah hati, tidak sombong, tidak unjuk kehebatan.
Berikut saya berikan contohnya:
Hari ini saya akan mengisi pelatihan penulisan di depan 100 pengacara kondang Tanah Air. Semoga deh, setelah pelatihan ini makin banyak pengacara yang rajin berbagi ilmu lewat tulisan. Agar masyarakat kita pun semakin melek hukum. Amiin…. 
Hm, maaf bila contoh yang saya berikan sangat singkat. Soalnya kalau contohnya berupa artikel lengkap, bisa-bisa tulisan ini menjadi sangat panjang, hehehe….
Tapi walau sangat singkat, insya Allah itu cukup efektif sebagai sarana “jual diri”.
Kenapa?
Karena saat si trainer kepenulisan (sebut saja namanya Andi) bercerita tentang 100 pengacara kondang Tanah Air, pembaca akan langsung berpikir, “Wah, si Andi ini hebat banget. Dia bisa mengisi pelatihan penulisan di depan para pengacara kondang!”
Ketika berpikir seperti itu, pembaca akan mengambil kesimpulan bahwa Andi adalah seorang trainer kepenulisan yang hebat. Saking hebatnya, para pengacara kondang saja berguru padanya. Ketika sudah mengambil kesimpulan seperti itu, si pembaca akan mulai tertarik untuk hadir pada pelatihan penulisan bersama Andi. Jika si pembaca punya event organizer, dia mungkin tertarik untuk mengundang Andi sebagai pembicara pada acara pelatihan yang dia selenggarakan.
Sekadar info: Dulu saya pernah diundang untuk mengisi pelatihan penulisan di Pekanbaru, setelah panitianya membaca salah satu tulisan di blog ini.
Nah, kalau tulisan singkat di atas hendak Anda kembangkan menjadi artikel, ya tinggal dikembangkan saja. Kalau belum ada waktu, coba tulisan seperti itu dimuat di wall Facebook Anda. Banyak lho, pebisnis yang berjualan di Facebook hanya dengan cara seperti itu, dan terbukti jualan mereka laris manis. Tak perlu pakai acara nge-tag foto seperti yang saat ini banyak dilakukan oleh pebisnis online di Facebook. Anda tentu setuju bahwa main tag sembarangan seperti itu bisa mengganggu kenyamanan banyak orang.
Contoh pebisnis yang sukses dengan cara bercerita di Facebook adalah mas Edy Setiawan. Dia jualan Lempok Durian via online, hanya dengan cara rajin bercerita lewat update status Facebook. Setiap kali ada yang pesan, ketika mengirim barangnya, atau ketika mendapat kabar bahwa kirimannya sudah sampai, dan seterusnya, semuanya dia ceritakan.
“Hari ini mengirim satu paket lempok durian ke Pak Joko di Pekanbaru. Semoga cepat sampai, dan selamat menikmati ya, Pak.”
Kira-kira seperti itulah kalimat yang ditulis mas Edy. Dan banyak orang yang setelah membaca tulisan singkat itu, tertarik untuk membeli juga.
II. Cerita Sukses
Merasa surprise ketika tahu bahwa salah seorang peserta pelatihan saya di Surabaya adalah Jerry Gogapasha, finalis Indonesia Mencari Bakat, Trans TV. Ini adalah salah satu cerita sukses saya.
Dalam perjalanan karir, Anda pasti sering mengalami sukses, baik yang berskala kecil, sedang atau besar. Nah, coba pengalaman-pengalaman itu Anda ceritakan dalam bentuk tulisan.
Berikut adalah sebuah update status Facebook yang saya tulis beberapa waktu lalu.
Senangnya, karena hari ini DUA siswa saya pulang ke rumah dengan perasaan senang dan plong. Karena hasil tulisan mereka sudah jauh lebih bagus.
Sebelumnya, mereka mengaku stress karena sudah saya ajarkan kiat-kiat menulis secara detil, tapi hasil tulisan mereka masih begitu-begitu saja.
Alhamdulillah, sebagai mentor saya merasa ikut bahagia jika melihat siswa mengalami kemajuan yang pesat, ketika tulisan-tulisan mereka menjadi lebih bagus dari sebelumnya.
Coba cermati baik-baik: Saya sama sekali tak perlu berkoar-koar tentang kemampuan saya untuk membuat orang lain pintar menulis. Kalau saya bercerita seperti itu, dapat dipastikan sebagian besar orang tidak percaya, bahkan mungkin mencap saya sombong dan kebanyakan omong.
Tapi ketika saya bercerita dengan nada yang biasa-biasa saja seperti itu, pembaca sendirilah yang membuat kesimpulan.
Nah, bagaimana bila Anda belum punya kisah sukses? Bagaimana jika bisnis Anda baru saja dirintis?
Gampang! Ceritakan saja suka duka Anda ketika mencari modal, ketika minta doa restu orang tua agar bisnis Anda sukses, ketika membeli nama domain, ketika mendapat doa dari seorang teman agar Anda mendapat banyak pelanggan, dan seterusnya.
Intinya, banyak sekali hal yang bisa DICERITAKAN.
III. Berbagi Ilmu
Banyak hal ajaib yang saya alami dari berbagi. Salah satunya, menjadi akrab dengan Pak Irwan, pemilk toko buku Demi Masa. Dan saya diberi izin untuk mengadakan pelatihan penulisan di toko tersebut.
Katakanlah Anda seorang fotografer, lalu rajin menulis tentang kiat memotret di blog pribadi Anda. Maka yang akan terjadi adalah:
1.    Orang-orang yang senang memotret akan menjadi pengunjung setia blog Anda.
2.    Mereka berterima kasih karena Anda telah menyampaikan ilmu, kiat dan wawasan yang sangat bermanfaat bagi mereka.
3.    Mereka akan merasa berhutang budi pada Anda.
4.    Mereka akan menganggap Anda sebagai orang yang ahli fotografi (walau Anda sendiri tidak pernah berniat untuk mendapat julukan seperti itu).
5.    Ketika mereka butuh jasa pemotretan, ingin mendirikan studio foto, atau ingin konsultasi seputar fotografi, maka yang pertama kali muncul di pikiran mereka adalah NAMA ANDA.
6.    Anda mungkin belum menjadi fotografer yang paling terkenal di Indonesia seperti Darwis Triyadi. Tapi para pembaca blog Anda lebih kenal dan lebih percaya pada Anda. Maka mereka akan lebih suka menggunakan jasa Anda ketimbang jasa fotografer lain, termasuk yang jauh lebih hebat dibanding Anda.
Alhamdulillah, saya sendiri sudah membuktikan; Saat ini saya sering diundang sebagai pembicara, banyak orang yang mengikuti kursus menulis yang saya selenggarakan, padahal saya bukan penulis Indonesia yang paling hebat. Masih ada Asma Nadia, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman El Shirazy, Raditya Dika, dan beberapa nama beken lainnya. Mereka tentu jauh lebih hebat dibanding saya. Saya belum ada apa-apanya dibanding mereka.
Tapi karena saya rajin berbagi mengenai kiat dan motivasi menulis di internet, alhamdulillah enam poin di atas kini berhasil saya dapatkan.
Anda mungkin berpikir bahwa saya bisa seperti itu karena saya punya keahlian menulis. Ya, ada beberapa orang yang dengan pesimis berkata seperti itu; memuji saya sambil merendahkan diri sendiri 
Baiklah teman. Saya akan CERITAKAN sesuatu yang semoga bermanfaat bagi Anda.
Beberapa tahun lalu, saya mengisi pelatihan penulisan bersama Pak Isdiyanto, pemimpin redaksi majalah Wirausaha dan Keuangan. Pada sesi tanya jawab, ada seorang peserta (perempuan) yang mengaku bingung, tak tahu harus menulis tema apa. Lalu, Pak Isdiyanto bertanya padanya, “Maaf Mbak, boleh tahu apa pekerjaan Anda?”
“Saya seorang sekretaris.”
“Wah keren. Sekretaris di perusahaan apa?”
“Sebuah kantor notaris.”
Mendengar jawaban itu, Pak Isdiyanto langsung berkata, “Anda punya bahan tulisan yang sangat luar biasa! Karena bekerja di kantor notaris, Anda pasti paham seluk beluk pengurusan akte tanah, cara pembebasan tanah, dan sebagainya. Coba itu Anda tuliskan. Saya yakin, banyak orang yang tertarik. Sebab kebanyakan masyarakat kita belum tahu soal itu. Dan ketika ada orang yang menuliskannya, itu akan sangat bermanfaat.”
Temans….
Kita sering merasa bahwa hal-hal yang kita ketahui dan kuasai itu biasa-biasa saja. Padahal bagi orang lain, itu justru sangat menarik dan bermanfaat.
Coba simak kisah Andrea Hirata ketika menulis novel Laskar Pelangi. Yang dia ceritakan hanya tentang sepuluh anak kampung di sebuah desa yang sangat terbelakang, yang sekolahnya hampir rubuh, yang penduduknya masih sangat terbelakang dari segi pendidikan dan perekonomian.
BAYANGKAN seandainya Anda satu kampung dengan Andrea Hirata, jauh sebelum Laskar Pelangi ditulis. Anda mungkin merasa malu pada kampung tersebut, merasa semua yang ada di sana biasa-biasa saja, tak ada yang menarik untuk diceritakan.
Tapi ketika Andrea Hirata menceritakannya, ternyata banyak sekali orang yang tertarik, bukan? Ternyata Laskar Pelangi menjadi best seller nasional, dan nama penulisnya kini sangat terkenal.
Fakta ini menunjukan bahwa hal-hal pada diri kita yang selama ini kita anggap biasa-biasa saja, ternyata bagi orang lain justru sangat luar biasa dan sangat menarik.
Karena itu, jangan ragu-ragu untuk berbagi mengenai APAPUN ITU yang berkaitan dengan diri Anda, pekerjaan Anda, kegiatan sehari-hari Anda, kota atau desa tempat tinggal Anda, budaya atau tradisi masyarakat di wilayah Anda, tempat wisata di dekat rumah Anda, dan seterusnya.
Pasti Anda punya sesuatu yang sangat menarik bagi orang lain, tapi selama ini Anda belum menyadarinya!
IV. Artikel Marketing
Khusus mengenai artikel marketing, saya pernah menuliskannya secara khusus di dalam sebuah artikel. Silahkan Anda baca di sini.
Tips Tambahan:
Tulisan Anda akan lebih terpercaya atau kredibel bila disertai foto. Seperti kata peribahasa Inggris, “Seeing is believing”.
Di bawah ini adalah contoh sebuah update status Facebook saya yang berisi foto “liputan” seminar blogging di Lhokseumawe beberapa waktu lalu.
Pada foto di atas, terlihat bahwa peserta seminar tersebut sangat banyak. Sampai 300-an orang.
Saya tak perlu berkoar-koar berkata, “Lihat nih. Kalau saya yang mengisi seminar, pesertanya sampai 300-an orang.” Tapi saya cukup membiarkan pembaca yang menyimpulkan sendiri.
Ketika saya menunjukkan “kelebihan’ saya dengan cara seperti di atas, insya Allah itu bukan dalam rangka bersombong ria, tapi hanya dalam rangka “jual diri” 
* * *
NB: Tentu saja, sesekali Anda juga perlu menulis atau membuat materi iklan terang-terangan. Sebab sesuai situasi, kita pasti membutuhkan cara berpromosi seperti itu. Yang penting, jangan terlalu sering. Porsi tulisan biasa sebaiknya jauh lebih banyak.

(jonru web)

===============================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Kamis, 02 Mei 2013

menu: bret jembret dan uu oda


orang kaya (ok): pelayan, saya mau pesan sarapan untuk besok pagi ya. tolong dicatat. saya minta diantar ke kamar saya jam 6 pagi. jangan telat ya sebab saya ada rapat.
pelayan hotel (p): mau pesan apa, tuan?
ok: saya mau pesan bret jembret.
p: apa, tuan?
ok: bret jembret.
p: maaf tuan, apa itu bret jembret?
ok: sampeyan ini bagaimana, sih? jadi pelayan hotel terkenal kok bego. anda bisa bahasa inggris, gak? bahasa inggrisnya roti apa?
p: bread (bret), tuan.
ok: nah sekarang bahasa bahasa inggrisnya selai apa?
p: jam (jem), tuan.
ok: lah, itu kalau roti dikasih selai terus di atasnya di kasih roti lagi apa nggak bread jam bread tak ye? doh sampeyan ini gimana, sih?
p: oooh, itu, tuan. lalu minumnya apa, tuan?
ok: susu soda.
p: pakai es, tuan?
ok: loh lha iya pakai es dong. kalau ga pake es kan jadinya 'u u oda' tak iye. gemana, sih?
p: *# /:< @

(ufla, 300413)