THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 04 Juni 2013

perbedaan lomba menulis dan audisi antologi

Lomba menulis merupakan salah satu event yang paling ditunggu oleh para penulis. Boleh dibilang, “lomba menulis” merupakan salah satu istilah yang paling SEXY di mata para penulis 
Karena sexy itulah, ada sejumlah oknum yang membuat trik menyesatkan. Mereka mempublikasikan acara yang diberi nama LOMBA MENULIS. Tapi dari semua penjelasannya, ketahuan bahwa itu cuma proyek pengumpulan naskah untuk buku antologi.
NB: Bahkan ada yang pakai istilah lebih keren: Beasiswa Penerbitan Buku 
Agar lebih jelas, berikut saya uraikan perbedaan keduanya.


Lomba Menulis
Bukan cuma lomba menulis, tapi semua lomba di bidang apapun pada dasarnya punya konsep sebagai berikut:
1.    Pendaftaran peserta. Biasanya gratis. Sekali lagi, gratis!
.
2.    Ada hadiahnya. Sekali lagi: ada hadiahnya!
Konsep lomba yang baik sebenarnya hanya sebatas itu. Tak lebih dan tak kurang.
Catatan untuk Lomba Menulis:
1.    Biasanya, panitia lomba sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk HADIAH untuk pemenang. Untuk menyediakan hadiah, tentu butuh dana. Karena itu, mereka pun sudah menyiapkan sumber dananya. Bisa dari sponsor, kas panitia, dan sebagainya.
.
2.    Lomba yang baik itu hadiahnya berupa materi. Bisa uang, barang yang berharga (handphone, sepeda motor, dst), beasiswa, umroh, jalan-jalan gratis ke objek wisata terkenal (misalnya Bali), dan sebagainya.
.
Jangan terkecoh oleh “lomba” yang hadiahnya HANYA bersifat nonmaterial, seperti (contoh) “pemenang akan mendapat anugerah Penulis Sejati Award”
.
Oke, bolehlah bila hadiah lomba bentuknya seperti itu. Tapi yang namanya anugerah, award dan sebagainya, seharusnya tetap ada unsur hadiah materi. Buat apa dapat award kalau tak ada hadiah materinya?
.
3.    Kalau ada lomba yang mengharuskan peserta membayar biaya pendaftaran, maka kemungkinannya ada tiga:
.
(1) Mereka penipu
.
(2) Mereka orang jujur dan amanah, tapi kurang modal. Mereka tidak bisa menyediakan dana untuk hadiah para pemenang. Dengan kata lain, hadiah untuk pemenang diambil dari biaya pendaftaran.
.
Sampai di sini, Anda mungkin mulai mencium sebuah ketidakadilan. Sebab iuran SEMUA peserta hanya dinikmati oleh SEGELINTIR pemenang. Bagi yang tidak menang, mereka tidak dapat apa-apa, tapi di depan sudah berkorban sejumlah uang.
.
Benar-benar tidak adil, kan?
.
(3) Para peserta mendapat fasilitas tertentu. Misalnya ada lomba mewarnai untuk anak, yang pakai biaya pendaftaran, dan peserta diberi fasilitas pensil warna dan kertas untuk mewarnai. Nah, biaya pendaftaran bisa dianggap bayaran untuk fasilitas tersebut.
.
Menurut saya:
.
A. Kalau kondisinya seperti nomor (3), tentu tak masalah, karena uang yang kita keluarkan memang jelas tujuannya.
.
B. Kalau kondisinya seperti nomor (2), saran saya lupakan saja. Sebab panitianya pasti tidak bonafid.
.
4.    Tanya: Bagaimana kalau para pemenang dijanjikan HADIAH “Naskah Anda akan diterbitkan menjadi buku”?
Jawab: Penerbitan buku BUKAN bagian dari lomba menulis. Kalaupun naskah para pemenang akhirnya dibukukan, kita bisa menganggapnya sebagai BONUS TAMBAHAN. Itu saja.
.
“Penerbitan buku” TIDAK BISA dianggap sebagai hadiah lomba menulis. Apalagi kalau “hadiah” yang dijanjikan hanya berupa penerbitan buku, tak ada hadiah berupa materi, maka waspadalah! Kemungkinan besar itu bukan lomba menulis, tapi hanya sebuah audisi penulis buku.
.
5.    Tanya: Bagaimana kalau para pemenang dijanjikan HADIAH “royalti atas penjualan buku hasil lomba ini”?
Jawab: Royalti memang HAK PENULIS. Tanpa ada lomba atau audisi atau acara khusus apapun, memang aturan penerbitan buku seharusnya seperti itu. Jadi kalau ada yang menyebut royalti sebagai hadiah lomba, ho… ho… ho…. Mari tertawa terbahak-bahak sambil tetap waspada!
Audisi Penulis (Pengumpulan Naskah Antologi)
Buku antologi adalah buku yang isinya merupakan kontribusi dari sejumlah penulis. Misalnya, ada buku tentang “kasih sayang ibu” yang ditulis oleh 30 penulis wanita. Atau buku kumpulan cerpen yang berisi cerpen dari 15 penulis dari Yogyakarta. Dan seterusnya. Intinya, buku antologi adalah BUKU KEROYOKAN.
Salah satu contoh audisi penulis buku (BUKAN lomba menulis)
.
Dalam setiap buku antologi, biasanya ada seseorang yang berperan sebagai PENYUSUN. Tugas dia adalah:
1.    membuat konsep dan tema buku;
2.    mengumpulkan naskah dari para penulis;
3.    menyeleksi naskah-naskah yang masuk;
4.    menerbitkan naskah-naskah yang lolos seleksi;
5.    dan memberikan royalti atau honor kepada penulis yang naskahnya diterbitkan.
Kenapa saya memberi warna biru untuk poin 2 dan 3 di atas? Karena kedua poin inilah yang saat ini sering disebut AUDISI PENULIS BUKU.
Tak ada yang salah dengan istilah audisi penulis buku. Yang salah adalah ketika si penyusun atau panitia mengubah istilah ini menjadi LOMBA MENULIS (atau ada juga yang pakai istilah Beasiswa Penerbitan Buku).
Mungkin si penyusun/panitia punya tujuan agar informasi yang mereka sampaikan menjadi lebih ”sexy”. Tapi dengan mengubah istilah seperti itu, segala sesuatunya menjadi sangat rancu. Sebab target audisi penulis adalah untuk menerbitkan buku antologi. Sedangkan target lomba menulis adalah untuk mencari pemenang yang akan diberi hadiah.
Keduanya sangat berbeda, bukan?
Scary Moment, salah satu contoh buku antologi yang naskah-naskahnya diperoleh lewat acara audisi penulis buku (BUKAN lomba)
Untuk lebih jelasnya, coba baca uraian berikut ini.
Catatan untuk Audisi Penulis Buku:
1.    Tak ada istilah HADIAH, sebab hadiah itu sejatinya untuk lomba.
.
2.    Naskah yang lolos seleksi akan diterbitkan menjadi buku. Dan penerbitan buku ini BUKAN hadiah. Sekali lagi, ini bukan hadiah!
.
3.    Penulis yang naskahnya lolos seleksi, biasanya mendapat royalti atas naskah mereka yang diterbitkan. Jadi prinsipnya sama saja seperti penerbitan buku pada umumnya.
.
4.    Tidak ada pungutan biaya apapun terhadap para peserta audisi.
.
5.    Kalaupun ada biaya, dikenakan kepada penulis yang naskahnya lolos seleksi dan diterbitkan. Untuk peserta yang naskahnya tidak lolos, tentu tidak wajib menyetor biaya apapun.
.
6.    Biaya yang dikenakan kepada para penulis buku antologi, biasanya digunakan sebagai urunan atau saweran biaya percetakan. Kenapa harus saweran? Karena panitia atau penyusun tak punya modal untuk mencetak bukunya. Kenapa tak punya modal? Karena biasanya si penyusun bukan penerbit mayor yang bermodal kuat, melainkan hanya penulis biasa atau layanan self publishing yang modalnya sangat terbatas.
.
7.    Kalau Anda diwajibkan membayar saweran biaya percetakan untuk menerbitkan sebuah buku antologi, KETAHUILAH  bahwa Anda telah ikut MENANAM MODAL. Artinya, Anda status Anda bukan sebatas penulis buku, melainkan juga PEMODAL.
.
Dengan kata lain:
.
(1) Sebagai penulis buku, Anda mendapat royalti.
.
(2) Sebagai pemodal, Anda mendapat bagi hasil dari keuntungan penjualan buku.
.
Nomor (1) dan (2) merupakan dua hal yang berbeda. Artinya, bila Anda adalah penulis sekaligus ikut membayar biaya penerbitan buku, maka Anda harus mendapatkan (1) dan (2) sekaligus. ITU HAK ANDA.
.
8.    Bila yang menerbitkan buku antologi adalah sebuah penerbit mayor, biasanya para kontributor tidak dikenakan biaya apapun. Sebab penerbit mayor umumnya kan bermodal kuat.
.
9.    Sebaliknya bila buku tersebut diterbitkan secara self publishing, biasanya unsur (1) royalti dan (2) bagi hasil digabung menjadi satu. Dan karena mereka belum sanggup memberikan uang tunai, biasanya para kontributor mendapat pembayaran dalam bentuk lain. Salah satu contohnya adalah seperti yang selama ini diterapkan Indie Publishing; Para kontributor buku antologi mendapat bagi hasil 30% dari harga jual buku.
.
Menurut saya ini sah-sah saja. Yang penting semua transparan, sistemnya jelas dan terbuka, serta menguntungkan semua pihak. Tak ada yang didzolimi.
* * *
Kesimpulan:
Ciri-ciri Audisi Penulis Buku Berkedok Lomba Menulis:
(Atau ada juga yang pakai istilah Beasiswa Penerbitan Buku)
1.    Tak ada hadiahnya. Kalaupun ada, hanya bersifat nonmaterial, seperti award, anugerah, dan sebagainya.
.
2.    Dijanjikan: Naskah para pemenang akan diterbitkan menjadi buku. Ya iyalah! Namanya juga audisi penulis buku antologi! Kalau naskah pemenang tidak diterbitkan, justru aneh kan?
.
3.    Para pemenang dijanjikan royalti atas naskah mereka yang diterbitkan. Ya iyalah! Royalti memang hak penulis buku. Sangat konyol bila royalti disebut hadiah lomba!
.
4.    Para peserta dipungut biaya pendaftaran. Tragisnya, panitia atau penyusun sama sekali tidak memberitahu bahwa biaya pendaftaran tersebut sebenarnya untuk saweran biaya cetak. Dan karena itu saweran, seharusnya biaya tersebut HANYA dibebankan kepada penulis yang naskahnya diterbitkan. Masa biaya cetak dibebankan juga kepada penulis yang naskahnya tidak lolos seleksi? Enggak adil dong ah!
.
NB: Jika peserta tidak dipungut biaya pendaftaran, sekilas memang tak ada hal yang merugikan peserta. Tapi tetap saja curang karena si panitia/penyusun telah menipu dengan cara menggunakan istilah lomba menulis, padahal aslinya itu hanya audisi penulis buku untuk penerbitan buku antologi.
* * *
Oke, demikian informasi dari saya. Inti tulisan di atas adalah: Jangan terkecoh oleh istilah, tapi pahami konsep dasarnya.
Semoga bermanfaat, ya.
Salam Sukses Selalu!



jonru web...

==================================================================


JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Minggu, 02 Juni 2013

Stiletto Book

Ketentuan Pengiriman Naskah Fiksi dan Nonfiksi


Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Sebuah penerbitan yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan. Mau naskahmu diterbitkan Stiletto Book? Yuk, cek ketentuan pengiriman naskah di sini:



NASKAH FIKSI

Stiletto Book mencari naskah fiksi yang berupa: novel remaja (teenlit), chicklit, novel romance, novel horror, novel komedi dan kumpulan cerpen.

Ketentuan Umum Naskah Fiksi:

    Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
    Panjang keseluruhan naskah antara 100 - 200 halaman.
    Kategori naskah yang dicari: novel remaja (teenlit), chicklit, novel romance, novel horror, novel komedi dan kumpulan cerpen.
    Dalam waktu satu bulan penulis akan mendapatkan konfirmasi naskahnya layak diterbitkan atau tidak.

Cara mengirimkan naskah fiksi:

    Kirimkan terlebih dahulu sampel naskahmu yang berupa 30 halaman pertama melalui email, ke: redaksi@stilettobook.com, subjek: naskah fiksi – nama penulis.
    Sertakan biodata penulis.
    Jika Stiletto Book tertarik untuk mengetahui keseluruhan naskahmu, penulis bersedia mengirimkan naskah lengkap ke alamat redaksi dalam jangka waktu satu bulan.

NASKAH NONFIKSI

Stiletto Book mencari naskah nonfiksi berupa: buku panduan yang berkaitan dengan dunia perempuan (karier, keuangan, kesehatan, kecantikan, dll), psikologi populer, ibu dan anak, hobi, kisah inspiratif, traveling, memoar/biografi, dan life style.

Ketentuan Umum Naskah Nonfiksi:

    Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
    Panjang keseluruhan naskah antara 100 - 200 halaman
    Bertema tentang dunia perempuan.
    Kategori naskah yang dicari: buku panduan yang berkaitan dengan dunia perempuan (karier, keuangan, kesehatan, kecantikan, dll), psikologi populer, ibu dan anak, hobi, kisah inspiratif, traveling, memoar/biografi, dan life style.
    Dalam waktu satu bulan penulis akan mendapatkan konfirmasi naskahnya layak diterbitkan atau tidak.

Cara mengirimkan naskah nonfiksi:

    Kirimkan terlebih dahulu sampel naskahmu yang berupa 30 halaman pertama melalui email, ke: redaksi@stilettobook.com, subjek: naskah nonfiksi – nama penulis
    Sertakan biodata penulis.
    Jika Stiletto Book tertarik untuk mengetahui keseluruhan naskahmu, penulis bersedia mengirimkan naskah lengkap ke alamat redaksi dalam jangka waktu satu bulan.



Keuntungan dengan metode pengiriman menggunakan sampel naskah:

    Praktis, ekonomis, dan paperless.
    Kamu bisa mengirimkan 30 halaman pertama terlebih dahulu sembari menyelesaikan lanjutan naskahnya.
    Jika Stiletto Book sudah meminta hardcopy naskah, maka kemungkinan diterbitkan akan lebih besar karena naskahmu sudah terlebih dahulu di-riview pada 30 halaman pertama.
    Stiletto Book akan kembali me-riview naskah lengkapmu selama satu bulan, ada tiga kemungkinan:

-          Terbit tanpa revisi.
-          Terbit dengan revisi.
-          Belum layak terbit dan diberikan input dari tim redaksi.


Gambaran kerja sama.


Stiletto akan memberikan royalti yang besarnya antara 8% - 10% tergantung dari pengalaman penulis.

    Penulis yang sudah menerbitkan minimal 3 buku*, berhak atas royalti 10%
    Penulis yang sudah menerbitkan 2 buku*, berhak atas royalti 9%
    Penulis pemula (baru menerbitkan 1 buku* atau belum), berhak atas royalti 8%.

Catatan: buku* yang dimaksud di atas adalah BUKU KARYA PENULIS SENDIRI, bukan buku antologi yang ditulis berbarengan dan buku* tersebut diterbitkan oleh penerbit major (bukan penerbit indie).



Yuk, tunggu apa lagi?
Segera kirim naskah terbaikmu ke Stiletto Book, ya.

Be smart and sexy with Stiletto Book



Love,
Editor in Chief Stiletto Book.

Herlina P. Dewi (@HerlinaPDewi)


Tips Agar Cerpenmu Dimuat

Banyak yang bertanya, apa sih tipsnya agar cerpen kita dimuat di media cetak? Hmm...susah-susah gampang menjawabnya, karena ada kaitannya dengan selera masing-masing Editor majalah/surat kabar. Jadi, tips yang benar-benar jitu sebenarnya nggak ada. Penulis A bilang begini, penulis B bilang begono, sementara si cerpenis C bilang begitu. Yeah, apa kata para penulis itu tentunya berdasarkan pengalaman mereka dan karena pengalaman setiap orang itu nggak sama, otomatis tipsnya juga berbeda-beda.
So, saya suka bingung kalau ditanya tipsnya agar cerpen bisa dimuat. Walau cerpen saya sudah sering dimuat di media cetak, tetapi..tetap saja ....tidak menjadi jaminan kalau tips dari saya akan membuat cerpen kalian dimuat.  Karena seperti yang saya katakan diatas, selera setiap editor itu berbeda. Tapi baiklah....daripada nanti dikatain pelit nggak mau bagi tips, saya akan tulis beberapa tips singkat di bawah ini.


1. BANYAK BACA CERPEN ORANG LAIN YANG SUDAH DITERBITKAN.
Itu dulu deh yang paling penting. Kalau kamu nggak suka baca cerpen orang ya mau jungkir balik nulis kayak apa juga nggak akan nemu triknya. Karena dengan membaca karya orang lain, kamu bisa menemukan sendiri apa yang bikin cerpen mereka dimuat. So, kalau kamu nggak suka membaca, lebih baik lupakan cita-cita jadi penulis. Ini kata saya lho...Bisa saja saya keliru.

2. CARI TEMA YANG ENGGAK BIASA.
Hindari tema yang klise. Jangan ikut-ikutan gitu deh. Ciptakan sebuah cerpen yang temanya unik. Bila perlu yang ada maknanya. Tapi jangan menggurui juga.

3. RAJIN BERLATIH.
Nggak ada yang serba instan kecuali kamu memang berbakat banget. Dengan rajin menulis maka kemampuanmu menyusun cerita akan terasah. Dan, itu nggak mudah. Kamu harus benar-benar tekun. Setiap ada ide langsung tulis. Jangan berpikir hasil akhirnya ntar gimana.

4. JADI DIRIMU SENDIRI.
Jangan mencoba meniru gaya tulisan orang lain. Terpengaruh boleh tetapi jangan jiplak abis. Pakai gayamu sendiri. Dan, kembangkan!

5. PELAJARI GAYA TULISAN MAJALAH/KORAN YANG KAMU TUJU
Cerpenmu mau dikirim kemana? Ke majalah remaja? Majalah wanita? Atau, koran umum? Pelajari gaya tulisan cerpen yang dimuat di sana. Kalau memang cocok dengan gayamu, silakan kamu coba kirim cerpenmu, tapi kalau berbeda sebaiknya jangan. Meskipun karyamu bagus, ada kemungkinan ditolak. Kan nggak mungkin cerpenmu yang bergaya abg, kamu kirim ke majalah Femina.
6. MAJU TERUS.
Jangan putus asa. Sekali ditolak, coba lagi dong. Saya saja masih suka ditolak karyanya. Hi hi hi....Segitu aja deh tipsnya. Tips lengkapnya nanti dibaca aja ya di buku saya yang sedang dalam proses penulisan. Tunggu saja tanggal terbitnya. Anggap aja tips ini contekan kecil dari buku tersebut. He he he....

Kalau kita sudah bisa menulis, lalu bisa merangkai kata dengan baik, entah itu berupa artikel atau cerpen atau puisi, pertanyaan selanjutnya adalah. Di mana dan bagaimana kita harus mengirimkan karya kita?
Di mana?
Tunggu sebentar. Kalau pertanyaannya itu di mana, kemana dan media seperti apa seperti pertanyaan yang banyak masuk ke inbox dan ke e mail saya, maka jawabannya adalah, ayo…, rajin-rajin ke lapak majalah.
Di lapak majalah, kita akan melihat banyak sekali majalah. Dari majalah anak, remaja hingga dewasa. Dari yang gaya tulisannya sederhana sampai yang susah dicerna.
Lalu apa yang harus kamu lakukan setelah itu?
Ambil satu majalah lalu beli. Lihat-lihat dulu isinya. Kalau sreg di hati dan gaya tulisannya menurut kamu mudah untuk kamu pahami dan kamu ikuti untuk belajar, bawa pulang. Baca di rumah.
Di dalam sebuah majalah, kamu akan melihat tulisan berupa cerpen atau artikel. Nah condongnya kamu ke mana?
Kalau kamu suka menulis cerpen, baca cerpen itu. Baca sampai berkali-kali hingga kamu hapal jalan ceritanya.
Selanjutnya kamu tutup. Dan kamu tulis di komputer kamu atau di laptop kamu atau bahkan di buku tulis kamu cerpen seperti itu. Tapi dengan gaya tulisan kamu sendiri.
Kalau kamu berhasil membuat cerpen yang lebih indah, maka kamu sudah melangkah lebih maju satu langkah. Kalau cerpen kamu masih acak adul maka itu artinya kamu harus belajar lebih banyak lagi.
Setelah itu apa?
Setelah itu kamu merasa kamu bisa menguasai gaya tulisan seperti di majalah itu, kamu tinggal buka kolom berisi alamat redaksinya. Baca persyaratan untuk mengirimkan naskah. Ke mana mengirimnya? Berapa halaman atau character yang mereka butuhkan? Spasinya juga.
Setelah itu kirim.
Jangan ditunggu untuk dimuat. Kamu nulis lagi, cari majalah yang lain lagi, belajar nulis lagi sampai tulisan kamu jadi bertambah oke dan wawasan kamu juga bertambah.
Kalau seperti itu cara yang kamu lakukan, dalam dua tahun ke depan kamu akan jadi penulis yang oke dan karyamu akan beredar di banyak media.
Selamat mencoba.

(sumber: temen :p)

========================================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Sabtu, 01 Juni 2013

wahyu media


FIKSI (Twitter Literatur, Teen Fiction)

    Bukan naskah fantasi, kumpulan cerpen, atau kumpulan puisi
    Format: Diketik di kertas A4, 100—160 halaman, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right)
    Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
    Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com), CV, dan sinopsis ke:

Redaksi:
Jl. Moh. Kahfi 2 No. 13—14 RT. 013 / RW. 09
Kel. Cipedak Kec. Jagakarsa
Jakarta Selatan
Indonesia
12630

Telp: 021-788 810 00 (Ext, 216, 215)
Fax: 021-788 820 00 (Ext. 230)
Twitter: @wahyumedia
Facebook: Penerbit Wahyumedia
Email: redaksiku@wahyumedia.com atau wahyumedia.redaksi@gmail.com

NON FIKSI (Penunjang Pelajaran SD-SMP-SMA, Informasi & Pengetahuan Populer, Entertainment & Lifestyle, Anak, dll)

    Format: Diketik di kertas A4, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right).
    Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
    Untuk naskah anak, disertakan ilustrasi (apabila ada).
    Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com) dan CV seperti alamat di atas.

Catatan:
Untuk semua naskah, akan diproses 1—3 bulan. Sebab, banyaknya naskah yang masuk ke redaksi. Harap dimaklumi.

http://www.wahyumedia.com/cara-kirim-naskah

==========================================================================

jika anda memiliki naskah misteri, horor atau thriller, segera kirimkan ke email: redaksiku@wahyumedia.com (soft copy).
atau ke alamat redaksi: jl. H. Moh. Kahfi No 12, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12630 (hard copy)

Teman-teman yang punya naskah novel fiksi dan remaja islami (romance, Comedy, Drama, Thriller, dll) atau naskah anak Islami, silakan kirimkan ke email: wahyuqolbu@gmail.com. (Bukan kumcer atau kum.puisi)

Pentingnya Cover Buku

Dalam artikel saya SEBELUM MENERBITKAN BUKU, saya berjanji akan membahas mengenai cover buku tetapi karena sibuk ini itu, janji tersebut baru bisa dipenuhi sekarang. Mohon maaf.....kelamaan banget ya. 


Berdasarkan pengalaman menerbitkan buku sendiri, saya baru ngeh kalau cover buku itu sangat penting. Meskipun ada pepatah bilang Don't judge a book by its cover, tetapi nyatanya cover sebuah buku sangat penting dan menentukan laris tidaknya sebuah buku. Selain, tentu saja isi buku itu yang paling menentukan. Terbukti pada buku Kumcer saya JERAWAT CINTA, banyak yang bilang covernya kurang menarik. Bahkan, menurut saya JELEK banget. He he he..
Yah, itu akibat saya masih polos dan nggak ngerti. Saya hanya meminta tolong adik saya yang bisa gambar, lalu gambar tersebut diwarnai oleh pacar saya. Terus, langsung kirim ke penerbit. Warna dasar cover yang merah menyala itu adalah warna dasar dari penerbit. Saya dan pacar nggak ngerti. Kami berpikir, warnanya itu memang harus begitu. Tidak tahunya harus dirubah sendiri. Tetapi, sudah terlanjur dikirim. Yasuds, saya terpaksa menerima hasilnya yang aneh. 
Waktu itu, saya juga nggak ngerti bagaimana mendesain covernya. Mau minta tolong siapa. Ternyata, bisa meminta tolong desainer dan tentu saja ada bayarannya. Tetapi kok repot ya. Gak praktis. Cetaknya sama penerbit X, covernya didesain si XX. Rada ribet mengaturnya. Mana saya nggak ngerti photoshop.
Akhirnya, dalam menerbitkan buku berikutnya, saya memilih penerbit yang bersedia membuatkan cover, layout dan ISBN. Memang saya harus bayar lebih mahal tetapi hasilnya lebih maksimal. Buku saya menjadi lebih punya daya tarik.
So, kalau kamu berniat menerbitkan buku sendiri, persiapkan juga covernya mau seperti apa. Saran saya sih, mendingan cari penerbit yang menyediakan jasa mendesain cover dan layout. Bayar mahal sedikit lebih baik, asal hasilnya memuaskan. 

(sumber: temen, lupa siapa :p)

=================================================================



JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422