Rabu, 20 November 2013
puisi ruang angkasa: sudah 26 kali mengitari matahari
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 12:40 PM 0 komentar
Label: menulis bukti hidupku
Terapi Menulis untuk Menyembuhkan Penyakit Hati dan Pikiran (1)
Memang benar. Ini adalah artikel tentang kesehatan, khususnya kesehatan hati dan pikiran kita.
Jangan salah sangka dulu. Saya bukan tiba-tiba berubah profesi menjadi dokter, tabib atau psikolog. Tapi setelah bertahun-tahun menekuni profesi sebagai penulis, saya tiba-tiba sadar bahwa ternyata menulis bisa menjadi obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit hati dan pikiran.
Salah satu contoh yang sering saya ceritakan adalah kisah sukses Agnes T Harjaningrum. Di buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat, saya menyediakan beberapa halaman untuk menceritakan bagaimana perempuan yang akrab disapa Bunda Agnes ini berhasil mengatasi stress dan masalah hidupnya dengan cara rajin menulis di blog. Berikut kutipannya:
….Kisah diawali dengan perjalanan hidup Bunda Agnes sebagai seorang dokter di Indonesia. Di rumahnya, dia menikmati hidup yang sangat manja. Bila memerlukan apapun, dia hanya tinggal minta dan semua orang siap meladeni.
Lalu di akhir tahun 1998, suaminya – Ismail Fahmi – memboyongnya hijrah ke Belanda. Inilah awal perubahan hidupnya yang sangat drastis! Di Negeri Kincir Angin, Bunda Agnes tidak bisa membuka praktek sebagai dokter. Mau tidak mau, statusnya sebagai wanita karir pun berhenti, berubah menjadi full time mother. Bahkan, Bunda Agnes yang dulunya sangat manja karena segala sesuatu tinggal minta dan semua orang siap melayaninya, kini harus turun tangan langsung dalam menangani urusan-urusan rumah tangga. Di Belanda, nyaris tak ada orang yang mau menjadi pembantu.
Anda tentu dapat membayangkan, ibu muda ini menjadi stress luar biasa. Dia belum siap menghadapi perubahan hidup yang sangat drastis. Hampir setiap hari dia mengomel dan marah-marah, pikirannya kacau, dia merasa hidupnya sangat buruk.
Melihat keadaan ini, suaminya prihatin dan menyarankan dia untuk menulis di blog. Motivasi yang kuat untuk membebaskan diri dari masalah besar dalam hidupnya, mendorong Bunda Agnes untuk mengikuti saran suaminya ini, padahal dia masih awam mengenai internet, apalagi blog. Tapi dia mau belajar dengan tekun.
Singkat cerita, Bunda Agnes akhirnya memiliki blog dan mengisinya dengan berbagai macam curahan hatinya sebagai seorang ibu rumah tangga. Secara perlahan, dia merasakan perubahan pada hidupnya. Setiap kali selesai menulis, dia merasa bahwa beban pikirannya berkurang. Selain itu, aktivitas menulis di blog menyebabkan dia mengenal banyak teman baru lewat internet. Mereka sering berdiskusi dan curhat mengenai banyak hal. Bunda Agnes pun diajak bergabung dengan berbagai komunitas, dua di antaranya adalah We R Mommies () dan Milis Sehat.
Bunda Agnes akhirnya sadar, kegiatan menulis di blog ternyata membawa demikian banyak keajaiban pada hidupnya. Masalah stress-nya hilang, dia mendapat banyak teman dan pengetahuan baru. Dia bahkan bisa beraktualisasi diri lewat komunitas-komunitas yang diikutinya. Bahkan, yang sangat tak terduga, dia akhirnya berhasil menerbitkan buku, sesuatu yang sama sekali tak pernah dia bayangkan sebelumnya!
Saya sendiri pun sering merasakan bagaimana kegiatan menulis bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit hati dan perasaan yang saya “derita”.
(Jonru)
=====================================================================
Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!
· Kata penghubung apa bagusnya digunakan,
· Kata depan,
Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 11:10 AM 2 komentar
Label: keep writing
Senin, 04 November 2013
testimoni: yuyu
Lama nggak ketemu nih.terakhir ktm bln 1 di,dikampus,wktu qt urus berkas.btw lg sibk apani. Ternyt temanku ini seorg pnulis,nggak nyangka loh sekaligus bangga banget,knp dlu wktu kuliah nggak prnh cert2 say,klo qt sering tulis cerpn n sering ditrbitkan.untung sy bc buku TARIAN TINTA LASKAR PELANGI,sy bacaki Penulis2nya,ada kyk namata,mulax sih Msh ragu tp baca profil penulisx,eh Ternyt betul bangt tmnkumi yg Di Fkm Unhas.bangga bnget say.
Slm kangen say.
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 3:41 PM 0 komentar
Label: sms
proses pengguguran dosa
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:37 PM 0 komentar
Label: sms
make it perfect
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:31 PM 0 komentar
Label: sms
melepaskan harapan
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:28 PM 0 komentar
Label: sms
jadilah...
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:24 PM 0 komentar
Label: sms
filsafat pasir
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:20 PM 0 komentar
Label: sms
belajar yuk...
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 1:09 PM 0 komentar
Label: sms
Kamis, 04 Juli 2013
boleh atau tidak boleh” dalam menulis
“Kalau saya menulis seperti bla..bla..bla…, boleh enggak?”
“Boleh enggak sih, kalau saya menulis cerita yang seperti bla.. bla..bla…???”
“Kalau saya menulis tapi caranya seperti bla..bla.. bla… boleh enggak ya?”
Biasanya, saya menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu dengan bertanya balik, “Emang siapa yang melarang?”
Si penanya biasanya menjawab lagi, “Hehehe.. benar juga sih. Enggak ada yang melarang. Jadi boleh atau enggak nih?”
Saya jawab lagi, “Cyape deh…”
* * *
Teman-teman sekalian,
Menulis itu tidak sama dengan aturan hukum, perundang-undangan dan sebagainya. Menulis bukanlah soal benar atau salah. Menulis bukan soal boleh atau tidak boleh.
Jadi, tak ada istilah “boleh atau tidak boleh” dalam menulis. Kalaupun ada, itu hanya hal-hal yang berkaitan dengan sistem nilai, keyakinan, agama, atau kepercayaan yang kita anut. Misalnya, kita yang Muslim tentu tahu bahwa percaya pada peramal itu dosa besar. Jadi seorang Muslim tidak boleh membuat tulisan yang isinya mengajak pembaca untuk percaya pada ramalan paranormal.
Nah, masalah “boleh atau tidak” dalam menulis hanya sebatas itu. TITIK!!!
Selebihnya: TERSERAH KITA!
Kita mau menulis apapun, dengan cara apapun, semuanya terserah kita.
Menulis adalah masalah SENI dan KREATIVITAS. Dalam setiap seni, yang paling penting adalah KEINDAHAN.
Karena itu, utamakanlah keindahan setiap kali Anda menulis. Atau kalau dijabarkan, rumusan UMUMNYA adalah EMPAT hal berikut:
1. Buatlah tulisan yang disukai oleh pembaca..
2. Buatlah tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca.
3. Kalau Anda hendak mengirim tulisan ke penerbit atau media massa, maka buatlah tulisan yang sesuai dengan kriteria yang mereka tetapkan. Agar peluang untuk dimuat lebih besar.
4. Pastikan bahwa tulisan Anda tidak bertentangan dengan aturan agama, hukum, dan/atau sistem nilai yang dianut oleh masyarakat (lihat poin “Tulisan Anda Ditentang oleh Masyarakat?” di bawah ini).
Itu saja. Titik.
Seorang penulis sukses adalah penulis yang berjuang untuk memenuhi keempat poin di atas. Jadi kalau Anda ingin menjadi penulis sukses, coba perjuangan Anda difokuskan pada 4 hal di atas. Setiap kali menulis, HAL UTAMA yang harus kita pikirkan adalah keempat hal di atas, bukan yang lain
Masalah boleh atau tidak boleh, itu hanyalah yang berkaitan dengan sistem nilai, agama, keyakinan yang Anda anut dan percayai.
* * *
Masalah Tata Bahasa dan EYD
Memang, tak ada satu hal pun di dunia ini yang terbebas dari aturan. Dalam menulis pun pasti ada aturan. Misalnya soal tata bahasa dan EYD.
Tapi sebenarnya itu bukan aturan, karena tidak sama dengan aturan hukum yang bila dilanggar bisa membuat kita masuk penjara. Juga tidak sama dengan kitab suci, yang bila dilanggar bisa membuat kita masuk neraka.
Tata bahasa, EYD dan sebagainya… itu semua adalah KAIDAH yang dibuat berdasarkan KONSENSUS. Yang namanya konsensus, bisa saja berubah sesuai perkembangan zaman. Dan bila konsensus dilanggar, apakah Anda akan masuk penjara atau masuk neraka?
Jawabannya: TENTU TIDAK!
Jadi selama pelanggaran itu tidak membuat Anda masuk neraka atau masuk penjara, apa yang harus ditakutkan?
Saya akan berikan sebuah contoh kalimat yang sudah sangat akrab dengan keseharian kita saat ini:
Gue banget.
Anda yang mengerti tata bahasa pasti tahu, bahwa kalimat ini SANGAT SALAH. Kata “banget” seharusnya disandingkan dengan kata sifat (misal: cantik banget), bukan dengan kata benda.
Tapi gue banget, kopi banget, Indonesia banget, dan banget-banget lainnya yang disandingkan dengan kata benda, dan itu jelas-jelas sangat keliru dari segi tata bahasa, saat ini begitu sangat menggejala di negeri kita.
Anehnya, tak ada orang yang protes. Anehnya lagi, kita merasa oke-oke saja menggunakannya. Lebih aneh lagi, kita bisa memahami artinya walau itu jelas-jelas salah dari segi tata bahasa.
Dari sini saya yakin Anda kini paham, bahwa yang paling penting dalam berbahasa bukan tata bahasa atau aturan berbahasa lainnya. Yang paling penting dalam berbahasa adalah KOMUNIKATIF. Artinya:
• Apa yang kita ucapkan bisa dipahami oleh orang lain.
• Apa yang kita maksud lewat sebuah ucapan, bisa dipahami dengan cara yang sama oleh orang lain. Tidak ada salah persepsi. Kalaupun ada salah persepsi, persentasenya sangat sedikit.
* * *
Sukses Karena Berani Melanggar Aturan
Teman-teman sekalian,
Coba perhatikan sekeliling kita. Lihatlah, banyak sekali inovasi baru yang berawal dari keberanian seseorang untuk tampil beda, melakukan hal-hal yang tidak biasa, bahkan melanggar konsensus, pakem, atau tradisi yang sudah dianut oleh masyarakat selama bertahun-tahun.
Berikut saya tulis beberapa contoh di antaranya.
1. Serial Lupus
Serial karya Hilman Hariwijaya ini sangat terkenal sekitar tahun 1990-an. Kenapa? Karena penulisnya berani melanggar pakem. Dia menulis novel remaja yang bahasanya sangat gaul ala remaja ibukota. Sebelumnya, tak ada satu orang penulis pun yang berani berbuat seperti itu.
Dan kalau kita saat ini kenal dengan teenlit, termasuk novel-novel karya Raditya Dika yang ngetop banget itu, sadarilah bahwa semuanya mungkin tidak pernah ada bila dulu Hilman “Lupus” tidak berani tampil beda dengan Serial Lupus-nya.
2. Opera Van Java (OVJ)
Mengapa OVJ bisa sangat terkenal? Karena mereka berani membuat konsep acara komedi yang out of the box, tidak seperti biasanya, lain dari yang lain. Bagaimana mungkin ada dalang yang berani memarahi para pemain di atas panggung, karena si pemain selalu ngawur dalam memainkan perannya? Baru OVJ yang berani membuat komedi dengan konsep yang “aneh” seperti itu.
3. Si Doel Anak Sekolahan
Sinetron karya Rano Karno yang ngetop sekitar tahun 1995 (kalau tak salah) ini bisa sukses luar biasa, karena mereka berani membuat cerita dengan setting budaya Betawi yang sangat kental. Sebelumnya, tak ada yang berani membuat acara TV yang seperti itu, karena budaya Betawi dianggap kampungan, tak mungkin ada yang mau nonton
4. TV One
Televisi milik Bakrie Group ini berhasil menjadi TV berita nomor satu di Indonesia, mengalahkan Metro TV yang sudah eksis beberapa tahun sebelumnya. Kenapa? Karena mereka berani membuat konsep acara berita yang out of the box, lain dari yang lain. Acara berita di TV yang sebelumnya terlihat sangat formal, resmi dan kaku, oleh TV One diubah menjadi sesuatu yang sangat santai. Bahkan news anchornya tidak lagi duduk di dalam studio, melainkan berdiri di pinggir jalan sambil disaksikan oleh orang-orang yang lewat.
5. Laskar Pelangi
Mengapa novel karya Andrea Hirata ini bisa sukses luar biasa? Karena penulisnya berani membuat cerita yang benar-benar berbeda, di tengah maraknya fenomena teenlit dan metropop ketika itu.
* * *
Nah…
Dari semua contoh yang saya tulis di atas, semuanya sekarang sudah sangat jelas, bukan?
Kreativitas, berani tampil beda, berpikir dan bertindak out of the box, adalah hal yang sangat penting di dunia seni, termasuk dalam hal tulis-menulis.
Karena itu, dalam menulis sebaiknya kita tidak terlalu sering bertanya, “Ini boleh atau tidak?”
Pokoknya masalah boleh atau tidak boleh dalam menulis, sama saja dengan boleh atau tidak boleh dalam kehidupan sehari-hari. Kalau dalam keseharian kita dilarang mencuri, maka dalam menulis kita tidak boleh membuat tulisan yang mengajari orang bagaimana cara mencuri
Selama isi tulisan atau cara menulis Anda tidak melanggar aturan hukum atau aturan agama, tidak bertentangan dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat setempat, maka silahkan LANJUTKAN!
Bahkan bila Anda tetap ngotot membuat tulisan yang melanggar semua aturan dan sistem nilai, itu adalah hak asasi dan tanggung jawab Anda sepenuhnya. Bebas-bebas saja, selama Anda berani menanggung resikonya
* * *
Tulisan Anda Ditentang oleh Masyarakat?
Tahun 1989 lalu, dunia sempat digegerkan oleh sebuah novel karya Salman Rusdhie yang berjudul Satanic Verses (Ayat Ayat Setan). Umat Islam menentangnya, karena isi novel ini jelas-jelas menghina ajaran Islam.
Nah, bagaimana jika Anda ingin membuat tulisan yang berpotensi ditentang oleh masyarakat umum seperti ini?
Begini ya:
1. Sebagai seorang manusia, Anda punya HAK PENUH untuk membuat tulisan apapun. Termasuk bila Anda ingin membuat tulisan seperti Ayat Ayat Setan, tulisan yang bertentangan dengan aturan hukum, ajaran agama dan/atau sistem nilai yang dianut oleh masyarakat. Itu hak asasi Anda sepenuhnya.
2. Dan resiko dari keputusan Anda untuk membuat tulisan seperti itu, adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Termasuk resiko di akhirat nanti
3. Intinya: DARI SEGI PENULISAN, Anda bebas menulis apapun sekehendak Anda. Batasannya hanyalah hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas.
“Kalau menurut pendapat Pak Jonru sendiri, gimana?”
Secara pribadi, saya Insya Allah tidak akan bersedia membuat tulisan yang bertentangan dengan ajaran agama saya, Islam. Dan kalau Anda ingin menjadi seorang muslim yang baik, ayo berpendapat yang sama dengan saya. Tapi kalau Anda tidak sependapat, itu hak pribadi Anda, dan resikonya ditanggung sendiri ya
* * *
Dituduh Gila Karena Berbeda?
Tirto Utomo - pencipta merk Aqua - dulu diejek karena idenya membuat dan menjual air mineral dalam kemasan dianggap gila, tak akan laku.
Sudah menjadi resiko bahwa orang yang berani tampil beda, yang tampil dengan ide-ide baru, akan disebut gila. Mereka diejek bahkan diremehkan oleh masyarakat.
Sinetron Si Doel Anak Sekolahan sempat ditolak oleh tiga stasiun TV, karena mereka percaya bahwa sinetron seperti itu tak akan laku karena dianggap kampungan.
Harry Potter sempat ditolak oleh sejumlah penerbit, karena mereka tidak yakin cerita karya JK Rowling itu bisa laku di pasaran.
Dulu, saya juga diejek dan diledek karena mengelola PenulisLepas.com. Banyak teman yang berkata, “Ngapain kamu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus website yang enggak ada duitnya itu? Kurang kerjaan amat!”
Tapi coba lihat sekarang:
• Sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan novel Harry Potter terbukti laris manis di pasaran.
• Rano Karno dan JK Rowling yang dulu diejek bahkan disebut orang gila, kini dikagumi oleh banyak orang karena kesuksesan karya mereka yang berani tampil beda.
• Aqua kini menjadi produk air mineral yang paling laris di Indonesia, bahkan sudah menjadi generik.
• Alhamdulillah, saya dan PenulisLepas.com pun mengalami “perlakuan publik” yang lebih kurang sama. Kini, tak ada lagi yang berani mengejek saya, karena orang-orang sudah melihat bagaimana PenulisLepas.com bisa menjadi salah satu modal dasar saya dalam mengelola bisnis di bidang penulisan.
* * *
Teman-teman sekalian,
Ada satu kalimat bijak yang menurut saya sangat benar karena sudah sangat sering terbukti di mana-mana:
Seseorang dengan ide baru adalah orang gila hingga ide itu berhasil. (Mark Twain)
Orang yang punya ide baru, lain dari yang lain, belum pernah ada, biasanya akan diejek orang. Dia disebut gila, idenya dianggap aneh dan tak mungkin berhasil. Barulah setelah idenya itu berhasil, semua orang berbalik kagum dan ingin menirunya.
Jadi kalau teman-teman punya ide baru lalu diejek, diremehkan, bahkan Anda disebut gila, saran saya CUEKIN SAJA. Yakinkan pada diri sendiri:
“Saat ini saya memang masih dianggap gila. Tapi tunggulah saatnya tiba! Anda yang mengatakan saya gila akan berbalik kagum berat, iri luar biasa dan ingin sekali meniru saya!”
NB: Dan pesan moral bagi Anda yang masih suka mengejek orang lain yang menurut Anda punya ide aneh, tidak masuk akal, gila dan sebagainya, saran saya mulai sekarang berhentilah mengejek. Suatu saat nanti bila mereka sukses, Anda akan malu sendiri!
Semoga bermanfaat. Salam Sukses Selalu!
Jonru
Follow me: @jonru
ehm ehm ,, mau nambahin sedikit mas ,, tentang yang tidak boleh dalam menulis .
“menulis hasil copy paste dari tulisan orang lain”.
bukan maksud menggurui ,, kalo salah mohon dikoreksi
salam sukses selalu
@galih: Kalo copy paste, itu namanya bukan menulis
mas Jonru wrote:
Secara pribadi, saya Insya Allah tidak akan bersedia membuat tulisan yang bertentangan dengan ajaran agama saya, Islam. Dan kalau Anda ingin menjadi seorang muslim yang baik, ayo berpendapat yang sama dengan saya.
i agree mas Jonru..
*tulisan mas ini bener-bener layak untuk dibaca oleh penulis, krn mereka masih menganut paham boleh atau nggak boleh dlm menulis..
Betull… kalau terlalu banyak membatasi diri dgn batasan-batasan yg sebenarnya tidak perlu, malah justru menghambat kita dalam menulis. Jadinya nggak menghasilkan tulisan apa-apa deh. Sebenarnya dulu saya sering sekali mengalami hal ini, hehe….
Salam
Wah, suka banget tulisan Pak Jonru yang ini. Hanya sayangnya, yang menganggap saya gila justru datang dari orang-orang terdekat saya. Hehehe…sedih kan, pak?
Setuju dan sependapat dengan mas Jonru yang mengatakan “Menulis itu tidak sama dengan aturan hukum, perundang-undangan dan sebagainya. Menulis bukanlah soal benar atau salah. Menulis bukan soal boleh atau tidak boleh.”
Saya menambahkan kalo menulis itu soal mau dan tidak mau. Kalo tidak bisa menulis ya belajar di tempat om jonru ini. hehehe
Salam
http://slametpurwanto.com
====================================================================
Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!
· Kata penghubung apa bagusnya digunakan,
· Kata depan,
Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Diposting oleh arieska arief (@_@) di 5:26 AM 0 komentar
Label: keep writing










