THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 23 Agustus 2010

SUMBER IDE MENGARANG ala @_@, selain bakat:


1. Mimpi: ini adalah sumber ide mengarang terbesarku! Ini asset terpenting dan termahalku. Betapa tidak, aku selalu saja dikaruniai mimpi yang hebatnya memiliki cerita yang mengesankan dan sayang untuk tidak ditulis. Oleh karena itu, sejak tahun 1997 aku sudah membuat catatan berisi mimpiku hingga sekarang. Dan rasanya sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja dengan tidak mengikutsertakannya sebagai inspirasi karanganku.
Jadi tulis apa saja mimpi kalian dan simpan baik2, karena suatu saat jika kalian butuh ide, kalian bisa membuka2nya lagi dan memetiknya. Lalu rangkailah dan kembangkanlah mimpi2 kalian jadi sebuah cerita menarik.
2. Komik: hobiku baca komik. Lewat gambarnya, aku dapat terinspirasi dengan mudah. Dengan gambar komik, aku bisa membayangkan sebuah adegan sehingga menjadi sebuah cerita. Komik adalah koleksi terbesar di kamarku. Jadi, kalo nyewa n gramed, sempet2in deh buka2 komik, tau aja dapat ide kayak @_@
3. Jalan2: hobi utamaku salah satunya adalah jalan2. Aku tukang jalan, jadi suka ke mana saja. Kala santai, aku suka berjalan jauh dengan mengendarai mobil. Aku suka ke t4 bagus karena pikiran jadi refresh n memudahkan kita dapat ide cerita. Dengan naik mobil, kita bisa melihat pemandangan apa saja, n apa saja yang kita lihat, bisa kita jadikan adegan dalam karangan kita.
4. Nonton: aku menyukai animasi, action dan horror. Jadi tiap ada film2 seru, aku sayang tuk ngelewatinnya. Tiap adegan film dan ceritanya bisa menyumbangkan ide2 karangan kita.
5. Dengar music: hal ini lebih lancer jika diduetkan dengan jalan2 naik mobil. Sambil melihat pemandangan dan music bagus, bisa menjadi ide. Apalagi jika denger music rock, pikiran jadi berpetualang (untuk penulis karya action kayak @_@)
6. Pengalaman orang lain: hal ini bisa dijadikan tulisan, karna ga semua pengalaman pribadi kita menarik. Jadi saya biasa terinspirasi dari pengalaman orang lain yang hidupnya wah…
7. Baca karya orang: baca cerpen n novel orang, bisa menambah wawasan, meskipun kalo novel biasa baca sinopsisnya aja…
8. Diary: tulis pengalaman menarikmu sehingga bisa menjadi ide cerita. Kalo saya sih, kebanyakan diary soal percintaan,, hehe.
9. Tidur2an sambil mengkhayal: ini yang biasa kulakukan jika lagi nganggur. Aku menggali ide dengan tiduran sambil ngayal. N hal ini efektif untuk aku!
10. Coba deh, lagi mampet2nya dikala ide cerita kita mampet. Pas banget buat penulis tipe kayak aku. Silahkan digunakan untuk mencari ide cerita, menyambung cerita hingga endingnya. Selamat mencoba! @_@

=================================================================

JASA EDITING NASKAH BERHADIAH!

Menulis adalah kegiatan dan hobi yang sangat menyenangkan dan digemari oleh banyak orang—belum lagi kalau tulisan itu dibukukan hingga dapat dibaca oleh masyarakat luas. Kamu bercita-cita ingin menjadi penulis dengan menuangkan idemu dalam bentuk sebuah buku yang berkualitas?

Namun, sekadar ditulis saja tak cukup untuk melengkapi kualitas tersebut. Diperlukan pula tata bahasa yang sesuai dengan EYD. Masih merasa lemah dalam kualitas EYD? Oleh karena itulah, blogger Menulis Bukti Hidupku (MIBUKU) siap membantu dengan menyediakan jasa editing naskah dalam bahasa Indonesia agar isi bukumu semakin berkualitas!


Setiap naskah memerlukan proses editing sebelum dijual. Tapi tidak semua penulis bisa melakukan editing naskahnya dengan baik. Ia memerlukan bantuan jasa editing naskah. Teman-teman penulis yang membutuhkan jasa, akan mendapatkan editing meliputi koreksi EYD seperti misalnya :
·                    Kalimat yang salah atau kurang,
·                    Tajwid bahasa (pelafalan huruf dan kata),

·                    Kata penghubung apa bagusnya digunakan,

·                    Kata depan,

·                    Kesalahan ketik (typo),
·                    Kalimat baku dan tak baku,
·                    Penggunaan huruf kapital, huruf miring dll,
·                    Penggunaan tanda baca yang tepat seperti elipsis, petik ganda, petik tunggal, tanda hubung seperti en-dash dan em-dash dsb,
·                    dan masih banyak lagi…

Proses editing naskah sangat perlu dilakukan sebelum naskah itu diterbitkan karena bisa saja terjadi kesalahan yang tidak disengaja mau pun salah tulis, juga ketidaktahuan penulis tentang EYD hingga selalu ditolak penerbit mayor karena tata penulisan yang masih kacau. Butuh bantuan jasa editing naskah kami?
Editing yang kami lakukan tidak meliputi isi naskah seperti misalnya pengecekan kebenaran isinya. Dalam editing, kami juga tidak akan mengubah gaya tulisan, makna, dan alur cerita yang kamu tulis.

Apa untungnya mencari jasa editing naskah sendiri? Dengan mencari jasa editing naskah sendiri, tentu saja file hasil editing secara otomatis akan menjadi milik penulis sepenuhnya. Beda kalau diedit secara langsung oleh penerbit karena file hasil editingnya tak akan diberikan.
Hanya dengan TARIF JASA EDITING sebesar Rp 200.000 (DUA RATUS RIBU RUPIAH) maksimal 100 hal (format A4, font TNR 12, spasi 1.5, margin normal) kamu bisa mendapatkan hasil editing naskahmu hingga bisa mempelajari kesalahan kepenulisanmu sendiri. Jadi sekalian bisa belajar EYD secara mandiri, kan?

Tak semua penulis menyadari EYD itu penting dalam menulis. Padahal hal itu sangat mempengaruhi baik dan buruknya tata penulisan mereka agar pembaca dapat memahami tulisan seorang penulis. Baik dan buruknya tata kepenulisan itu merupakan bukti serius atau tidaknya penulis itu berkarya. Jika tak teliti dalam EYD, penulis hanya menulis kata yang tidak berarti.
Dengan menggunakan jasa kami, kami tidak bertanggung jawab atas isi dan konten yang ada di dalam naskah tersebut karena merupakan tanggung jawab penulis naskah seutuhnya. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan dalam buku tersebut bahwa editor bukunya adalah MENULIS BUKTI HIDUPKU.

BONUS:
Jasa editing naskah kami ada bonusnya, loh! Tiap naskah yang masuk akan mendapatkan 1 (satu) buah buku koleksi Creepy Pasta’s Group Sister yang akan dikirim langsung ke alamat kamu (persediaan terbatas). Judul buku bisa dipilih.

 

Punya naskah yang mau diterbitkan? Ingin melakukan self editing, tapi merasa kurang memahami EYD? Silakan kontak kami di sini untuk mendiskusikannya:

Facebook (inbox only) : ARIESKA ARIEF & MENULIS BUKTI HIDUPKU
Pin BB (ping! only) : 764A7969
Ponsel (SMS only) : 085 399 566 422
 

Sabtu, 21 Agustus 2010

gagas media

Syarat Pengajuan Naskah

Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke GagasMedia. Siapa pun yang mempunyai minat menulis bakal kita dukung deh! Nah, sebelum kamu mengirimkan naskahmu ke GagasMedia, cari tahu dulu persyaratannya.

Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa kamu kirimkan.

1.    Fiksi
“GAGASMEDIA TERBUKA UNTUK BANYAK GENRE FIKSI.”
Seperti yang kita semua tahu, industri perbukuan sangat dinamis—selalu ada hal baru setiap tahunnya. Kami menantikan naskah-naskah yang punya potensi untuk dinikmati target pembaca GagasMedia: remaja dan dewasa muda.
Kalau kamu punya naskah seperti yang kami maksud, tim redaksi akan dengan senang hati mempelajari naskah kamu, yang tentunya sudah memenuhi syarat-syarat berikut:
-    Bukan naskah fantasi dan bukan kumpulan cerpen/puisi.
-    Panjang naskah 75-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Ingat lho, naskah yang sudah kamu kirim itu adalah naskah utuh (artinya: bukan naskah yang setengah selesai atau malah hanya beberapa bab saja)
-    Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi tentunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu (lihat contoh How To Write Book Synopsis), plus form pengiriman naskah (lihat contoh cara pengisian) ke:
REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
(KODE NASKAH: FIKSI UMUM—tulis di amplop naskahmu)
-    Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan 3-4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.
-    Atau punya naskah yang genrenya lebih spesifik? Coba cari tahu lebih lanjut genre-genre yang dimaksud di sini:
o    ROMANCE

    DOMESTIC DRAMA
    MAINSTREAM ROMANCE
    BABY LOVE

o    YOUNG ADULTS (REMAJA)

    CAMPUS DRAMA
    REALISTIC FICTION
    TEEN ROMANCE

DOMESTIC DRAMA
Mengungkap kehidupan rumah tangga, terutama bagi yang baru mulai berumahtangga, memang memiliki keunikan tersendiri. Saat ini, tidak jarang penulis yang membuat novel dengan latar belakang keluarga. Kamu juga bisa menulis kehidupan seperti itu.

Selengkapnya KLIK di SINI!

MAINSTREAM ROMANCE
Mainstream Romance merupakan kategori novel romance yang tokoh utama wanitanya sudah di-set sejak awal untuk berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya.

 Selengkapnya KLIK di SINI!

BABY LOVE

Romance adalah genre yang dinamis dan salah satu buktinya adalah kelahiran genre Baby Love ini. Tokoh utama perempuan adalah single mother, sedangkan tokoh laki-lakinya kelak akan menerima keadaan si tokoh perempuan dan juga anaknya—sebaliknya juga bisa.

Selengkapnya KLIK di SINI!

CAMPUS DRAMA

Pembaca akan dibawa ke kehidupan mahasiswa dengan segala masalah yang kelak akan dihadapinya. Di antara SKS, jadwal kelas kuliah, skripsi, interaksi dengan dosen dan staf kampus, KRS, ujian, kuliah semester pendek, asrama/rumah kost, si tokoh utama mendapatkan pelajaran yang tidak ditemukannya di SMU: belajar mandiri, persahabatan, pahit manis hidup jauh dari orangtua—dan kalau beruntung... cinta.

 Selengkapnya KLIK di SINI!

REALISTIC FICTION

Novel remaja nggak melulu menyoal percintaan. Mereka juga ingin dilibatkan dalam permasalahan dalam keluarga, menyelesaikan sendiri persoalan pribadinya, dan belajar dari kesalahan yang mereka buat di hari-hari lalu. Kalau kamu merasa bisa menyajikan novel yang memperlihatkan kehidupan realistis remaja yang sebenarnya, mungkin ini adalah genre yang kamu cari.

 Selengkapnya KLIK di SINI!

TEEN ROMANCE

Teen Romance merupakan kategori novel romantis yang ceritanya ringan. Seperti halnya kisah cinta masa remaja kebanyakan.

Selengkapnya KLIK di SINI!

******

2. Non Fiksi


Syarat umum:

- Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630


- Atau, kirimkan proposal naskah via e-mail ke redaksi@gagasmedia.net. Bila naskahmu menarik, redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut.
- Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.

Kategori nonfiksi yang dicari:
- Pengembangan diri (self improvement)
- How to
- Memoar-inspiratif
- Lifestyle
- Traveling
- Pengetahuan populer


Nah, jika kamu sudah menentukan kategori naskah yang akan dikirimkan, jangan lupa untuk menyertakan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini! 

Kandangagas

Teman,

Terima kasih untuk kiriman Cerpen, Puisi dan 1st Chapter kalian ya :)

Gagas senang sekali karena banyak teman-teman yang berpartisipasi dengan mengirimkan hasil karyanya--cerpen, puisi dan 1st chapter--ke blog.gagas@yahoo.com.

Untuk teman-teman yang mau ikutan berpartisipasi mengirimkan karyanya, berikut adalah syarat dan ketentuannya:





Puisi

    karya kalian harus menggunakan font times new roman dengan ukuran 12 dan spasi 1
    karya kalian tidak boleh lebih dari satu halaman A4
    karya kalian belum pernah dimuat di media mana pun (kecuali blog atau website milik pribadi)
    kirimkan melalui e-mail ke blog.gagas@yahoo.com
    tulis subyek e-mail dengan judul Puisi: (judul puisi kalian)
    satu e-mail untuk satu karya
    kirim karya kalian dalam bentuk attachment dengan format [.doc]
    jangan lupa untuk mencantumkan nama asli, alamat, nomor kode pos, dan telepon
    Gagas berhak mengedit tulisan kalian--bagi yang terpilih--sebelum di-publish
    hanya ada empat puisi yang akan dipilih dan di-publish setiap bulannya
    jangan memberikan password pada file attachment yang kalian kirimkan



Cerpen

    karya kalian harus menggunakan font times new roman dengan ukuran 12 dan spasi 1
    karya kalian harus lebih dari dua halaman dan tidak lebih dari empat halaman A4
    karya kalian belum pernah dimuat di media mana pun (kecuali blog atau website milik pribadi)
    kirimkan melalui e-mail ke blog.gagas@yahoo.com
    tulis subyek e-mail dengan judul Cerpen: (judul cerpen kalian)
    satu e-mail untuk satu karya
    kirimkan karya kalian dalam bentuk attachment dengan format [.doc]
    jangan lupa untuk mencantumkan nama asli, alamat, nomor kode pos dan telepon
    Gagas berhak mengedit tulisan kalian--bagi yang terpilih--sebelum di-publish
    hanya ada dua karya yang akan dipilih dan di-publish
    pola publish cerpen adalah bersambung, artinya satu cerpen akan dibagi menjadi dua bagian dan akan di-publish dua kali--minggu satu untuk bagian pertama dan minggu dua untuk bagian berikutnya
    jangan memberikan password pada file attachment yang kalian kirimkan



1st Chapter

    karya kalian harus menggunakan font times new roman dengan ukuran 12 dan spasi satu
    karya kalian belum pernah dimuat di media mana pun (kecuali  blog atau website pribadi)
    kirimkan melalui e-mail ke blog.gagas@yahoo.com
    tulis subyek e-mail dengan judul 1st Chapter: (judul 1st Chapter kalian)
    satu e-mail untuk satu karya
    kirimkan karya dalam bentuk attachment dengan format [.doc]
    jangan lupa untuk mencantumkan nama asli
    mengingat keterbatasan tempat, maka naskah yang dimuat hanya 10 halaman saja
    jangan memberikan password pada file attachment yang kalian kirimkan



Untuk cerpen dan puisi, karya kalian ditunggu paling lambat tanggal 25 setiap bulannya. Jika karya kalian masuk ke e-mail gagas pada tanggal 26-31, maka karya kalian akan masuk untuk pemilihan bulan berikutnya.

Oh, ya... buat kalian yang bertanya-tanya "kok karyaku nggak masuk?" atau "kok nggak ada kabar dari gagas, ya?" jawabannya adalah:

    Mungkin karya kalian tidak sesuai syarat dan ketentuan. Kalau karya kalian sesuai dengan syarat dan ketentuan di atas, gagas jamin karya kalian tersimpan aman di dalam file gagas :) Nah, setelah membaca seluruh karya yang masuk, maka gagas akan memilih karya terbaik untuk di-publish.
    Gagas hanya akan menginformasikan kepada kalian yang karyanya terpilih untuk di-publish (khusus puisi dan cerpen). Jika gagas tidak menghubungi kalian, jangan sedih... kalian bisa terus mengirimkan karya--tentu saja karya yang berbeda dari sebelumnya, ya--sambil terus belajar menulis. Untuk yang mengirimkan karya 1st Chapter, selama kalian memenuhi syarat dan ketentuan, pasti karya kalian akan mejeng di kandangagas :D


Oh, ya, mulai Februari 2013, Blog Gagas juga bisa kamu isi untuk menampilkan resensi buku GagasMedia atau mau bercerita soal buku kesukaanmu juga. Ada hadiah juga untuk resensi dan cerita yang menarik darimu.

Resensi Buku

    buku yang kalian resensi adalah buku GagasMedia
    resensi kalian belum pernah dimuat di media mana pun (kecuali  blog atau website pribadi)
    kirimkan melalui e-mail ke blog.gagas@yahoo.com
    tulis subyek e-mail dengan judul Resensi: (judul resensi kalian)
    satu e-mail untuk satu resensi
    kirimkan karya dalam bentuk attachment dengan format [.doc]
    jangan lupa untuk mencantumkan nama asli
    resensi harus menggunakan font times new roman dengan ukuran 12 dan spasi satu, minimal 1 halaman dan maksimal 3 halaman
    jangan memberikan password pada file attachment yang kalian kirimkan



Aku dan Gagas Favoritku

    kalian wajib berfoto bersama buku GagasMedia kesukaanmu
    kemudian tulis mengapa kalian menykai buku tersebut sebanyak 400-500 kata (lebih sedikit boleh deh :p)
    kirimkan melalui e-mail ke blog.gagas@yahoo.com
    tulis subyek e-mail dengan judul Gagas Favorit: (judul cerita kalian)
    satu e-mail untuk satu cerita
    kirimkan karya dalam bentuk attachment dengan format [.doc] dan foto dengan format [.jpg / .jpeg / .gif]
    jangan lupa untuk mencantumkan nama asli
    jangan memberikan password pada file attachment yang kalian kirimkan

Terus berkarya, ya, teman-teman. Gagas tunggu semua karya-karya kalian :)

Salam,
GagasMedia


http://www.blog.gagasmedia.net/index.php?option=com_content&view=frontpage 

Selasa, 10 Agustus 2010

JALAN BUNGA (pemenang lomba cerpen sang cerpenis vixxio)


link penyelenggara:
Sang cerpenis dan link VIXXIO

Aku bermimpi sedang berjalan di atas hamparan bunga beraneka warna. Mereka tetap tegar dan bermekaran indah meskipun diinjak-injak di bawah telapak kakiku. Bunga-bunga itu berpijar lembut memanjakan kakiku. Aku begitu menikmatinya hingga kumembuka mata.
Bau khas obat-obatan menyerbu indra penciumanku begitu kuterbangun. Kulayangkan pandanganku. Lagi-lagi aku masuk rumah sakit! Aku bergegas bangun, namun rasa sakit di pergelangan tanganku membekukku. Aduh! Baru kusadari ternyata aku diinfus. Kutarik selang infus itu hingga terlepas. Rasa sakit pun menjalar. Tapi aku tak peduli. Aku harus segera pergi dari sini untuk menemui mereka.
Sekarang kakiku tidak melangkah di hamparan bunga lagi. Dengan bertelanjang kaki aku melangkah di atas aspal yang panas, batu-batu kerikil dan kotoran-kotoran. Tapi aku tak peduli akan apa yang mengenai kakiku itu. Aku terus bertahan untuk tetap melangkah menemui mereka. Entah butuh berapa lama. Padahal aku bisa naik angkutan umum, tapi aku memutuskan untuk melangkah sendiri demi memperlihatkan kesungguhanku mendatangi mereka. Aku ingin melangkah tanpa bantuan dari siapa pun. Mereka adalah orangtuaku. Aku merasa kesepian karena merasa terbuang oleh mereka. Terbuang karena merasa tak diperhatikan lagi. Padahal putra mereka ini tengah mendapat ujian, tapi mereka tak pernah mendampingiku mengalami kesulitan itu.
Langit tampak gelap. Kumemandang ke atas dan samar mendengar suara petir. Aku tahu sebentar lagi akan hujan, tapi aku terus melangkah. Aku tak peduli kendala apa yang akan kulalui dalam perjalananku ini. Tak lama tubuhku pun diguyur hujan. Sementara orang-orang mencari tempat berlindung, aku terus berjalan. Perjalananku jadi semakin berat. Padahal aku belum sembuh benar. Kepalaku jadi pusing karena diguyur hujan. Tapi aku tak boleh berhenti. Aku pun memaksakan diri untuk tetap melangkah.
Aku menunduk lesu membiarkan kepalaku dihajar hujan. Sungguh ini bukan jalan seempuk melalui hamparan bunga. Dingin. Badanku menggigil. Tapi aku tetap tak mau berhenti. Jalan berduri pun akan kulalui, kalau bisa petir pun kuterobos. Hujan takkan bisa mengalahkan aku!
Perjalanan masih panjang. Aku mulai berjalan sempoyongan. Perih mengibas kakiku. Aku yakin kakiku sudah lecet-lecet. Tapi aku masih saja menguatkan diri untuk melangkah. Hujan malah semakin deras. Nafasku sesak. Air mataku mengalir. Apakah aku masih sanggup berjalan dalam kondisi seperti ini?



Aku lalu jatuh terjerembab karena lemas. Oh, aku sudah tak sanggup lagi. Tapi tidak! Aku tak boleh berhenti! Aku harus berjuang. Jika aku pulang, mereka pasti akan kaget. Aku harus tetap melangkah meskipun sampai harus merangkak. Aku pun merangkak. Seandainya aku bisa lebih daripada ini, berlari misalnya agar cepat sampai. Tapi apalah dayaku. Tubuhku benar-benar tak bisa bekerjasama.
Aduh! Ada rasa sakit menjalar tiap kali aku bertopang pada tangan kiriku. Kupandang tanganku dan miris melihatnya. Pergelangan tanganku luka dan berdarah. Pasti karena kucabut selang infus-nya dengan paksa. Tapi kalau merangkak saja susah, aku harus bagaimana lagi? Aku mulai putus asa. Tapi tetap saja aku ngotot tak ingin menyerah. Sesulit apa pun akan terus kulalui perjalananku ini.
Di mana aku sekarang? Aku mendongak dan membaca papan nama jalan. Jalan Bunga. Aku terpaku begitu melihat orang-orang di salah satu rumah di jalan itu. Mereka tinggal di sebuah rumah yang meskipun sederhana, tapi ketiganya tampak bahagia. Kupandangi seorang pemuda sebayaku. Ia dikecup sayang ibu bapaknya sebelum berangkat ke sekolah. Seandainya saja anak itu adalah aku. Oh, aku sungguh merindukan kasih sayang kedua orangtuaku. Aku menangis. Ya Tuhan, apakah aku takkan pernah sebahagia anak itu? Karena sedih dan cemburu, kusumpahi anak itu mendapat nasib sepertiku. Cacat sehingga orangtuanya membuangnya.
Mereka yang tengah berbahagia itu tak menyadari kehadiranku. Pemuda itu lalu keluar dari rumahnya sambil membawa payung hitam. Aku memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Aku mencoba untuk berdiri lagi. Tiba-tiba saja seseorang mengulurkan tangannya padaku. Tak hanya itu, payungnya ikut melindungiku. Payung itu kan.. Kuperhatikan orang itu. Ia tersenyum ramah. Aku membuang muka karena malu. Pemuda itu. Padahal aku baru saja mendoakannya yang jelek-jelek, tapi dia…
Aku tak pantas menerima bantuannya setelah apa yang kupikirkan tentangnya. Ia lalu berjongkok dan menatap wajah sedihku. Wajahnya lalu ikut-ikutan sedih seolah mengerti penderitaanku. Ia lalu menggamit tanganku, lalu menggenggamkan payungnya ke jemariku.
Setelah mengulum senyum ia langsung pergi sambil menerobos hujan deras. Aku merasa semakin tak enak padanya. Ia rela kehujanan dan merelakan payungnya padaku. Aku memanggil-manggilnya, tapi suara hujan mengalahkanku.
Tiba-tiba saja sebuah mobil meluncur kencang di ujung jalan. Tapi pemuda yang hendak menyebrang sambil berlari menghindari hujan itu tak menyadarinya. Gawat! Ia bisa celaka. Spontan aku pun berlari sebelum terjadi hal yang tak diinginkan. Aku berlari begitu kencang dan mendorongnya menghindar. Mobil itu semakin mendekat. Aku memejamkan mata ngeri. Aku tak peduli apa yang terjadi pada tubuhku. Bukankah sudah tak ada lagi yang peduli dan menyayangiku?
Ciiiit! Mobil itu langsung berhenti tepat di hadapanku. Tak terjadi hantaman yang menyakitkan. Kumembuka mata perlahan. Terdengar suara pintu mobil terbuka.
“Astaga! Ya Tuhan! Fay?! Faaaaaaaaaayyy!!” pekik sebuah suara yang kukenal. Seorang wanita lalu keluar dan berhambur memelukku. “Kau tidak apa-apa kan, sayang?”
Lalu seorang pria keluar dari mobil. “Ya ampun, Fay? Kau bisa berjalan?!” tanyanya tak percaya. Ia lalu menghampiriku. “Kenapa kabur dari rumah sakit? Hujan-hujan begini lagi. Kami baru saja hendak mencarimu. Kami sangat mencemaskanku, sayang.”
“A.. aku pikir ayah dan ibu sudah tak mempedulikanku lagi,” gagapku. “Di saatku menderita, kenapa kalian tak pernah menemani dan menghiburku?” protesku.
“Bodoh. Mana mungkin kami membuangmu, nak. Maafkan kami jarang berada di sisimu. Tapi itu semua demi kesembuhanmu, nak. Kami ingin melihat kau bahagia. Makanya kami sibuk ke sana kemari mencarikan dokter yang hebat dan obat agar kau bisa berjalan kembali,” tutur ibu panjang lebar. “Itulah sebabnya kami tak bisa berlama-lama menemanimu, sayang.”
“Maafkan kami, nak. Kami sudah membuatmu sedih. Kami tak nyangka kau akan berpikiran buruk seperti ini,” kata ayah sambil membelai rambutku.
Aku mengulum senyum terharu. Ternyata ayah dan ibu masih peduli padaku. Aku menyesal telah berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka. Air mataku menetes. “Yah, Bu, aku kabur karena ingin memperlihatkan ‘ini’ pada kalian. Tanpa kursi roda lagi, aku bisa. Aku ingin membuat kalian terkejut. Oleh karena itulah aku terus melatih diri untuk berjalan. Sebenarnya aku sudah bisa berjalan beberapa hari yang lalu. Tapi aku malah jatuh dari tangga dan dilarikan ke rumah sakit.”
Aku lalu memeluk mereka hangat. “Bu, Yah, maafkan Fay. Fay sudah salah sangka pada ayah dan ibu. Fay nyesel banget sudah berprasangka buruk pada ayah dan ibu! Kalian mau kan memaafkan Fay?”
“Tentu saja, sayang. Tentu. Kau anak kami satu-satunya,” kata mereka. “Kami akan tetap mencintaimu apa pun keadaanmu.” Mereka lalu mengacak-acak rambutku.
Kami lalu saling berpelukan tanpa sadar hujan telah reda. “Aku janji akan jadi anak yang berbakti dan membahagiakan kalian. Sekarang aku sudah normal. Kalian tak perlu mengorbankan banyak hal lagi untukku,” kataku senang.



Ternyata inilah maksud dari jalan penuh bunga yang kulalui dalam mimpiku tadi. Ternyata aku akan menemukan kebahagiaanku di jalan Bunga. Ini juga tak lepas dari peranan pemuda tadi. Kalau saja tak ada dia, kami pasti takkan bisa berkumpul seperti ini.
Kutatap pemuda tadi. Ia turut tersenyum. Aku lalu menghampirinya kemudian mengulurkan tangan. “Kenalkan. Aku Fay. Terima kasih ya atas perhatiannya,” kataku. Kami pun saling berjabat tangan. “Oh iya. Nama kamu siapa?”
Pemuda itu lalu menggerakkan tangannya berupa isyarat-isyarat. Bibirnya yang tak bersuara bergerak mengucapkan vokal yang tak jelas.
(Sabtu, 7 Agustus 2010, malam hari)
(***)



Sabtu, 17 Juli 2010

BEOWULF (antara real action dan animasi 3D)


Menit pembukaan menonton film ini mata mengatakan setting dan pemerannya berkostum zaman dahulu. Ah sudah seperti live action yang biasanya. Tapi mata agak sedikit merasa adanya kejanggalan. Terlalu bagus untuk live action, keren banget efeknya! Mata berpikir, ah pastinya mahluk dan adegan yang tak masuk diakal pake computer. Tapi pas adegan kuda berlari, loh kok kayak mainan? Masak kuda yang masuk akal, diperanin pake computer? Aneh..
Setelah dilihat baik-baik dari wajah pemerannya, mata tersadar. Astaga! Tak salah lagi! Ini animasi 3D yang oke banget efeknya! Gila! Mirip banget dengan real action! Pantas pemerannya gerakannya agak kaku gitu! Selain animasinya beda banget dan TOP ABIS, ceritanya pun tak kalah menariknya…
Bermula dari mengamuknya monster jelek dan menjijikan bernama grendel, ia mengacau sebuah pesta kerajaan karena merasa terusik mendengar nyanyian mereka. Hampir semua hadirin dibantai dengan cara sadis (dilempar-lempar, ditelan, diremukkan, dipatahkan). Pastinya semua ketakutan banget! Tapi saat berhadapan dengan raja, ia tak membunuhnya!
Monster jelek itu tinggal di sebuah sarang dengan ibunya, yang menurut otak saya pasti sama ngga beresnya! Ibunya lembut dan penyayang. Tapi di balik kemisteriusannya itu, kurasa ia mengerikan…
Beowulf diminta untuk menghabisi grendel. Ia dkk lalu menggelar pesta super ribut sehingga mengganggu gendang telinga grendel yang telanjang. Grendel datang dan kemengerian itu terjadi lagi. Tapi di akhir pertarungan, Beowulf berhasil mematahkan lengan grendel dengan sadisnya!
Grendel pulang dalam kondisi yang mempertambah kejelekan fisiknya. Ibunya marah begitu tak lama grendel mati. Ia pun membalas dendam pada teman2 beowulf yang terpulas usai berpesta. Tapi ia tak membunuh Beowulf…
Beowulf pun datang ke sarang ibu grendel dengan beraninya! Akhirnya ibu grendel menunjukkan dirinya. Otak salah, ia tak semengerikan seperti grendel, tapi ia wanita yang sangat cantik! Wanita itu pun menggoda Beowulf, Beowulf hanya bisa gigit jari…
Beowulf membawa kepala grendel. Dia mengaku telah membunuh ibunya. Tapi anehnya raja tak percaya begitu saja. Ia juga menganggap jijik kepala grendel yang menatapnya penuh misteri…
Raja malah mengatakan bahwa ayah grendel tak berbahaya bagi manusia. Ia menyerahkan tahtanya pada Beowulf. Sementara ia sendiri bunuh diri. Ada perasaan bersalah pada diri beowulf menerima tahta itu. ada sesuatu yang disembunyikannya…
Bertahun2 telah berlalu dengan perasaan kalut pada diri beowulf yang sudah menua. Ia tahu bahwa hal yang menakutkan sebentar lagi akan terjadi. Seekor naga ganas menyerang desa di kerajaan. Naga itu berpesan, agar para ayah mengingat dosa2 mereka. Beawulf melawannya sedemikian rupa. Pertarungan sengit berlangsung. Keberaniannya tak surut melawan waktu. Ia berusaha keras membidik jantung di lehernya, meskipun harus menyakiti diri sendiri untuk membunuh naga elegan itu.
Mereka sama2 tak berdaya. KO. Beowulf sadar apa yang dilakukannya. Ia tahu bahwa naga yang sudah tak bernyawa itu adalah darah dagingnya sendiri. Ia tahu suatu saat nanti ia harus membunuhnya demi kesejahteraan kerajaan…
Anak yang baru dilihatnya seumur hidup itu kini berubah menjadi manusia dan menghilang. Beowulf sendiri menyusulnya setelah menyerahkan tahta pada sobatnya.
Lingkaran setan terus berlanjut dalam sebuah drama pembalasan dendam. Tak ada satu pun pria yang mampu menarik pandangan dari siluman cantik itu, termasuk sobat Beowulf yang sudah menjadi raja. Ibu grendel dan naga tadi sudah menarik perhatiannya, menjebloskannya untuk berbuat dosa dengan menciptakan generasi yang tidak diinginkan… (end)
Meskipun animasi 3D terkeren di dunia dan terasa real banget, film ini tidak diperuntukkan untuk anak di bawah umur mengingat adegan sadis banget dan brutal dan ada beberapa adegan vulgar. Tapi di balik itu semua film ini merupakan pembelajaran penting bagi kita untuk berhati-hati dalam melangkah, apalagi jika berhubungan dengan perempuan cantik. Maka syariat islam untuk berpuasa dan menjaga pandangan bagi kaum adam bermanfaat banget kan?!

Jumat, 02 Juli 2010

RACUN (cerpen perdana)




Diam-diam aku telah melihat Fifin memasukkan racun ke dalam makananku. Aku lalu pura-pura tenang, seperti tak terjadi apa-apa saat Fifin keluar dari dapur dan menjamukan makanannya.
“Nah, silahkan makan,” sahutnya riang. Aku hanya mengangguk sok ramah.
Aku tahu selama ini ia punya rencana busuk untuk menyingkirkanku dari muka bumi ini. Selama ini ia hanya berpura-pura menjadi temanku. Ia licik, tapi aku pura-pura terkecoh.
"Kenapa, Riz? Kok nggak dimakan?" tegurnya saat kutermangu-mangu di depan jamuan itu.
Kutatap dia misterius. “Nggak. Merasa ada yang kurang aja, si Daus nggak turut makan ama kita,” aku berdalih.
Tanpa air muka yang mencurigakan, ia mengangguk sedih. “Iya juga ya.”
Akhirnya kusentuh makananku itu agar ia tak curiga. Kuberusaha bersikap sewajar mungkin. Ia mengawasiku menyantap makanan itu. Matanya mengikuti gerakan tanganku menyendok.
Kulakukan suapanku dengan gerakan perlahan. Hatiku tersenyum. Aku benar-benar sudah berhasil mengecohnya! Ia pasti tak tahu kalau aku melihatnya menuangkan racun ke dalam makanan ini.
Lalu aku menyantap makanan itu sesendok. "Mmh, enak juga..," komentarku. Aku mengunyahnya seperti biasa.
Ia meresponnya dengan pandangan dingin.
Tenang.. tenang.. aku harus tetap bersikap biasa untuk mengecohnya. Tapi aku harus segera bertindak sebelum racunnya mulai bereaksi dalam tubuhku ini!
"Eh, aku ke toilet dulu ya..," kataku.
Tanpa curiga yang macam-macam, ia menganggukkan kepalanya.
Aku pun buru-buru ke toilet. Perasaanku mulai tak enak karena ketakutan. Keringat dinginku mengalir. Aku harus segera mengeluarkan racun ini dari dalam tubuhku!
Ku ke kloset. Aneh, sejak kapan Fifin mengganti klosetnya dengan kloset cemplung? Ah, aku tak punya banyak waktu untuk memikirkannya. Aku harus cepat sebelum nyawaku melayang! Kukorek-korek kerongkonganku hingga pada akhirnya apa yang kumakan tadi keluar. Aku pun memuntahkan makanan tadi. Aku harus muntah tanpa kedengaran dari luar dengan mengeraskan keran air agar ia tak curiga.
Setelah muntah, kurasa racunnya benar-benar sudah keluar sekarang. Nafasku tersenggal-senggal. Huft, hampir saja nyawaku melayang.
Oh ya, kalian pasti tak habis pikir mengapa seorang Rizal berani menempuh bahaya seperti ini di kandang buaya. Begini, aku, Fifin, dan Daus bersahabat cukup lama. Dulu kami selalu bersama hingga pada akhirnya pemilihan ketua osis itu diumumkan!
Saat itu yang diumumkan menjadi ketua osis adalah Fifin. Tentu saja Daus yang menjadi saingannya merasa keberatan. Dengan begitu ia malu karena sudah kehilangan muka di depan pacarnya, karena dikalahkan oleh cewek.
“Selamat ya, Fin. Mungkin dengan begitu kau baru bisa menggaet hati cowok-cowok di sekolah,” ucap Daus dingin saat itu. Fifin tersinggung.
Sejak saat itu mereka tak pernah saling bicara lagi. Dan yang lebih parahnya lagi, ketika foto-foto tak pantas itu beredar di mading. Foto-foto mesra Fifin bersama dengan beberapa pria kantoran.
Foto-foto itu mendapatkan banyak komentar negatif dari teman-teman lainnya. Rupanya Fifin perempuan nakal! Aku dan Daus sudah tahu itu sejak lama. Tapi kami merahasiakannya atas nama persahabatan.
Tak hanya jabatan Fifin yang dicabut sebagai ketua osis. Tapi ia juga dikeluarkan dari sekolah! Fifin syok. Tak lama diketahui orang yang mengedarkan foto-foto tak senonoh itu adalah sahabatnya sendiri, Daus.
Kini setelah kejadian naas itu, selama beberapa hari ini aku sudah tak pernah melihat mereka lagi. Daus menghilang begitu saja dan Fifin tentu saja balik ke kampung halamannya yang sengaja kudatangi ini.
Aku sengaja jauh-jauh datang berkunjung ke rumah Fifin ini. Aku ingin memastikan kecurigaanku. Kecurigaan bahwa dialah yang telah membunuh Daus, bisa saja kan dia nekat? Soalnya selama ini ia menutup diri dari semua pertanyaanku tentang keberadaan Daus. Wajar saja kalau aku curiga.
Tapi ia sudah mencium maksud kedatanganku yang ingin menyelidikinya ini. Buktinya ia nyaris saja meracuniku kalau saja racun ini tidak kurangsang keluar.
“Huft!” Kuhela peluh di keningku. Daus, kalau kau benar-benar sudah mati, tolong kabari aku di mana mayatmu disembunyikan!
Blup.. blup. Tak lama aku lalu melihat sesuatu yang aneh dari kloset cemplung tadi. ‘Sesuatu’ itu kemudian menyembul naik dari balik kotoran muntahku ke permukaan. Aku tak memalingkan pandangan jijik karena penasaran. Apa itu?!
Aku menunggu dan terus menunggu ‘sesuatu’ itu hingga jelas. Bulu? Mulanya aku kira bangkai ayam hitam yang terjatuh, hingga kumenyadari sesuatu. Itu ubun-ubun kepala manusia!
Aku membekap mulut karena ngeri dan juga menahan agar tak memekik kaget. Aku mundur karena tak sanggup melihat kengerian yang selanjutnya. Aku yakin! Aku yakin dari potongan rambutnya dari atas, kalau itu adalah Daus!
Aku lalu menghubungi teman yang menemaniku untuk mencari tahu ini. "Anlu.., aku sudah menemukan mayatnya Daus. Aku menemukannya menyembul dari kloset cemplung," laporku. "Tolong jemput aku sekarang, ok?! Jangan ampe aku dimatiin beneran ama dia... aku takut tau, dia itu berbahaya! Aku baru aja ngeliat dia ngeracunin makananku... iya sih, emang gila aku makan sesuap, tapi jangan khawatir, dah aku muntahin kok. Aku kan cerdik.”
"Ok.. ok.. bertahanlah dan tetap bersikap biasa agar kau selamat dari orang gila itu... aku akan segera ke sana...," kudengar jawaban Anlu.
Lalu kuperbaiki sikapku kembali seperti biasa dan keluar toilet. Aku ke meja makan di depan jamuanku tadi.
"Lama banget. Jadi dingin tuh makanannya," tegur si licik itu lagi.
"Iya.. iya sori..." Lalu dengan sikap biasa aku mulai menyuap sementara hatiku gelisah menunggu kedatangan Anlu untuk menyelamatkanku.
Deg.. deg.. deg... deg..
Pip! Pip! Alhamdulillah! Akhirnya Anlu mengklaksonku dari luar! Aku pura-pura tersentak hingga suapan tadi terjatuh. "Duh, Fin, maaf. Temanku dah ngejemput aku. Aku harus pulang ya. Dah!" Aku lalu bergegas meninggalkan tempat itu.
"Eh.. tapi.. tapi.. habisin dulu dong makanannya. Aku kan dah cape-cape ngebuatnya!" protesnya sambil berdiri emosi.
"Sori, Fin. Tapi temanku dah ngejemput. Aku takut kalo dia marah..." kumencari-mencari alasan yang masuk akal untuk tidak menyantap makanan beracun itu.
"Jadi kalo aku yang marah ngga masalah?!" ia mulai marah.
Kuterpaku di depan pintu yang masih tertutup. Glek! Aku harus bagaimana lagi agar bisa pergi tanpa membuatnya curiga?!
"Kamu boleh ngga habisin masakan saya. Tapi kamu tetap ngga bakalan bisa keluar dari sini hidup-hidup!" raungnya bengis.
Raungannya itu membuatku terkesiap. Perlahan aku menoleh dan terbelalak. Aku melihat Fifin telah mengangkat sebuah pistol ke arahku. Akhirnya dia menunjukkan watak aslinya!
"Fin, kamu udah ngeracunin makanan itu kan?"
Fifin tersentak. "Jadi kamu udah tau? Pantasan... jadi selama ini kamu cuma berpura-pura tak tahu. Kau pasti berniat menyelidiki ku kan?!"
Aku mengangguk. “Sebelumnya kau juga yang telah membunuh Daus, kan? Aku tahu kau mencurigai aku mengetahui kejahatanmu itu. Tapi aku pura-pura bersikap wajar denganmu karena kita teman lama.”
Fifin mendelik. Ia lalu memblokir pintu sehingga aku berjalan menjauh dari pintu. "Tapi kenapa kau masih saja mau berteman akrab denganku, padahal kau tahu risikonya kau akan kubunuh? Apa maumu yang sebenarnya?!”
“Aku hanya ingin tahu di mana mayat Daus kausembunyikan? Di dalam rumahmu ini kan?”
Air matanya mengucur. “Daus telah mengkhianati aku! Ia pantas mati! Kupikir ia sahabat yang bisa kupercaya! Tau-taunya ia malah membeberkan aibku! Sejak saat itu aku sudah tak bisa mempercayai persahabatan lagi! Termasuk kamu! Kamu pasti akan segera mengkhianati aku dan melaporkan aku ke pihak berwajib kan?!” pekiknya.
Kuterdiam menahan nafas ngeri.
“Dia itu RACUN! Makanya saat kuundang ia ke rumahku untuk bicara baik-baik, tanpa pikir panjang ia menyantap hidangan yang telah kulumuri racun. Dia itu RACUN yang pantas menghiasi lubang klosetku! RACUN ITU TELAH MENGHANCURKAN HIDUPKU!!” 




Lalu ia tertawa-tawa kesetanan. “Kau akan menjadi racun (pengkhianat) bagiku, Riz. Kau akan menjadi racun karena kau sudah mengetahui kejahatanku ini!” Dia mulai menarik picunya.
Aku harus segera mengambil tindakan. Dengan gerakan cepat aku lalu menyergapnya! Kuberusaha merebut pistolnya, Sementara ia mempertahankannya.
DOR! DOR!
Suara letusan itu membuatku terkesiap. Alat-alat makan di meja belakangku berjatuhan ke ubin karena peluru itu, ceceran darah turut membasahi ubin. Darahku mengalir. Dua tembakan tadi ada yang mengenai peralatan makan di meja dan ada pula yang menerobos bahuku.
Kuterjatuh terlentang sambil memegang bahuku. Kucoba untuk menahan darahnya agar tak banyak keluar. Nafasku tersenggal-senggal. Darahku masih terus mengucur deras. Sakit yang tak tertahankan perlahan mendera bahuku.
Gawat ini. Gawat! Kepalaku mulai pening. Anlu, tolong aku! Nyawaku dalam bahaya!
Fifin yang terengah-engah pun mendekat. Rambutnya berantakan. Ia tersenyum bengis melihatku tak berdaya. Ia menodongkan pistolnya sekali lagi ke arahku.
Kuseret tubuhku mundur hingga akhirnya aku memegang sesuatu, peralatan makan dari meja yang jatuh tadi. Kugenggam benda itu.
Fifin menembakkan pistolnya sekali lagi. Secepat kilat kulemparkan benda yang kugenggam tadi ke arahnya pula.
Darah semakin banyak yang berceceran. Kurebahkan kepalaku. Ubin dekat telingaku retak karena hantaman peluru tadi. Nafasku semakin tak karuan, tapi Fifin malah sudah tak bernafas lagi.
Di dadanya tertancap sebilah pisau yang kulemparkan tadi. Matanya terbuka, tapi ia sudah tak melihat apa-apa lagi selain kegelapan.
Aku berusaha untuk bangkit sambil memegangi pundakku. Kuhampiri Fifin dan kututup matanya. Kini si licik itu telah tiada. Aku telah membunuhnya! Tapi mau bagaimana lagi?!
BRAK! Pintu didobrak oleh Anlu. Ia terkejut melihat apa yang terjadi. Tempat tadi seperti kapal pecah dengan ceceran darah, benda-benda pecah beling serta mayat baru yang tergeletak di lantai.
"Aku mendengar tembakan dan berusaha menerobos masuk. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Anlu serius.
"Aku.. aku sudah membunuhnya, An... aku sudah membunuh orang yang selama ini jadi sahabat baikku..," sahutku gemetaran.
Anlu menghampiriku. Ia lalu membalutkan luka tembakku menggunakan scarfnya. "Sudahlah, nggak apa-apa. Kamu kan terpaksa ngelakuin ini semua untuk membela diri..."
“Kasihan Fifin. Ia jadi sulit percaya sama orang lagi karena telah dikhianati teman. Oleh karena itulah ia mau membunuhku.”
Anlu menepuk pundakku. "Kamu sudah bersahabat dengan orang yang salah. Aku takkan mengkhianati persahabatan kita karena aku akan menjaga semua rahasiamu... percayalah!"
Aku terharu mendengarnya. Selama ini Anlu memang sudah menjadi sahabat terbaikku. Ia selalu menjaga rahasiaku dengan baik. Tapi ia sudah melihat perbuatan jahatku! Apakah aku masih bisa mempercayainya? Aku tak ingin nasibku berakhir seperti Fifin…
Kupandangi makanan beracun tadi. Setan kembali merajuk. "Eh.. kamu mau makan nggak?" tawarku.
"Tapi kan ada orang mati di sini..,," tolaknya.
"Sudahlah. Kamu makan aja.. yah .. yah.."
Aku lalu mendorongnya duduk di depan meja. "Aku tau kamu pasti lapar. Mubasir kan kalo nggak dimakan..."
“Ya udah deh.” Anlu tak punya pilihan lain. Ia segera menyantap makanan tadi. "Mmh,, enak juga. Tapi ngga apa ya makan di dekat orang mati?"
Aku menggeleng sambil tersenyum misterius. "Ngga apa... kan sebentar lagi yang mati ada dua..." Sepertinya Anlu melupakan sesuatu…
Kini saatnya meracuni RACUN, melihat RACUN diracuni dan RACUN itu akan keracunan. Dunia benar-benar RACUN!
Benar juga ya kata-kata terakhir yang Fifin ucapkan… Kau akan menjadi racun (pengkhianat) bagiku. Kau akan menjadi racun karena kau sudah mengetahui kejahatanku ini…
(Pertengahan bulan April 2010)
(***)
*Terinspirasi dari mimpi saya tentang teman yang meracuni makanan saya…



“Sahabat. . . Kadang terasa bagai madu. . . Disaat kita meLaLui saaT baHagia berSama.. tapi ada kaLanya Sahabat teRasa bagai Racun. . . Disaat kita telah sanGat mempeRcayainya tapi Dia malah berbalik meniKam dari belakang dengan PenGkhiaNataNnya. . .” (Viora Aisvora)