THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 13 Juni 2020

R.E.D - 1


 
Siapakah kami?
Kami adalah R.E.D dan kami bangga mengakui itu. Kami adalah tim yang beraksi dalam perpaduan 3 hal utama, yaitu sebagai seorang penyelamat seperti halnya regu Palang Merah, bertindak dalam hal pengevakuasian korban seperti halnya tim SAR, dan yang terakhir kami memiliki keahlian dalam pertahanan diri berupa bela diri selayaknya seorang polisi…
Meskipun perpaduan dari 3 hal utama tersebut, secara garis besarnya kami kebanyakan bertugas menangani serta menggulingkan para mafia dan penjahat-penjahat kaliber lainnya, yang sulit dibekuk oleh para polisi biasa sekali pun. Oleh karena itulah kami kadang dijuluki sebagai “polisi bayangan”, meskipun demikian kami tetaplah tim misterius, sehingga meskipun kami cukup membantu kepolisian kami tetap saja dicari-cari keberadaannya yang dianggap ilegal.
Walau pun mereka penasaran dan hendak menyelidiki para personil kami, tapi mereka takkan mudah menemukan kami begitu saja karena setiap menjalankan aksi, secara profesionalnya kami tak meninggalkan jejak barang sedikit pun. Tentu saja semuanya begitu mempersulit penyelidikan mereka.
Kami adalah orang-orang terpilih dan tak mudah memasuki R.E.D karena membutuhkan pengorbanan yang besar. Jadi wajarlah kalau kami berbangga hati bisa menjadi bagian dari tim R.E.D ini, karena kami dinilai profesional. Sebenarnya kalau dilihat secara langsung, kami bukanlah siapa-siapa dan kami hanya manusia biasa.
Tapi ada yang istimewa dari kami jika dibandingkan dengan kepolisian. Bukannya membandingkan tingkat keahlian kami dengan para polisi, ataukah sekadar ingin menyombongkan diri. Tapi yang tidak biasa dan spesial dari kami adalah hampir semua anggota tim kami adalah para remaja yang masih duduk di bangku SMA, oleh karena itulah kami hanya bisa beraksi pada malam hari sehingga menjadi mimpi buruk bagi para penjahat. Dan mungkin saja hal itu luput dari sesuatu yang diketahui polisi tentang kami: R.E.D…
Siapakah kami?
Kami adalah R.E.D!

***


HY! ini karya THIRTEEN lainnya di aplikasi NOVELME dengan genre horor. dijamin seru, berupa kumcer tentang kisah misteri anak-anak yang berusia 13 tahun. silakan di-search judulnya: UMURKU 13 TAHUN DAN KAMU?

Pencuri Darah


 
Aku harus segera menuntaskan misi ini!
Diam-diam kumasuki kamar ibuku dan celingukan begitu membuka pintu kamarnya pelan-pelan. Kamar itu kosong. Di mana beliau? Mengendap-endap kumasuki kamar itu karena masih takut jika saja beliau ada di dalam. Tidak ada setelah kucari di mana-mana. Aman!
Segera saja kucari ceceran darah di kamarnya itu. Benda-benda di kamar ibuku jadi serba bergeser sana-sini ketika kumencari-cari di mana nodanya. Akhirnya aku menemukannya juga di lantai dekat ranjang. Ini dia darahnya! Kukeluarkan lap khusus berkualitas tinggi dan canggih dari sakuku kemudian mengelap darah itu sampai benar-benar bersih. Tak boleh ada yang tersisa. Semua darah itu harus meresap masuk ke lap ini.
Sambil melakukannya, sedikit-sedikit aku berjaga kalau saja ibuku masuk kembali ke kamar. Bisa gawat kalau ketahuan. Menegangkan juga, sih! Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini sebelum terlambat. Darahnya masih segar dan belum mengering. Jadi masih mudah dibersihkan.
Ceceran darah itu meresap ke lapku. Cukup banyak darah di sana. Aku melakukan ini bukan demi ibuku, tapi demi korbannya. Ya, demi pemilik darah ini tentunya. Aku harus mencari-cari di mana lagi ceceran darahnya dan mengelap semuanya sampai tak tersisa lagi. Hm, aku kok seperti pencuri, ya? Ya, memang aku “mencurinya”!
Dengan darah ini, aku bisa melakukan “sesuatu”. Ini darah yang berharga! Tiba-tiba saja kudengar suara ibuku yang tengah bersenandung di kamar mandi. Duh, rupanya beliau ada di sana! Gawat! Aku harus bergegas.
Ibuku memang mengerikan, ya? Kuakui itu karena ia masih bisa bersantai-santai dengan bersih-bersih di kamar mandi setelah melakukan pembantaian ini. Ia memang sudah gila, ya.
Begitu selesai “mengambil” semua, segera saja kuberanjak meninggalkan kamar itu. Namun apa jadinya kalau ibuku itu melihat benda-benda yang bergeser di kamar ini? Maka segera saja dengan penuh ketegangan kukembalikan posisi kursi, keset dan sebagainya ke tempat semula. Palingan nanti yang ibuku sadari nanti adalah darah yang sudah bersih. Haha, mengapa juga ya aku repot-repot, kalau bakal ketahuan juga.
Tanpa harus menyelesaikan setelah memikirkannya, aku pun segera pergi. Aku harus segera “menggunakan” darah ini sebelum terlambat…

***




hy, kunjungi karya THIRTEEN yang lainnya di aplikasi NOVELME ya. donlod aja dulu aplikasinya dan search karya UMURKU 13 TAHUN DAN KAMU?
genre horor terseru!

Rabu, 10 Juni 2020

Rumus Rahasia



Kret. Diam-diam kumasuki kamar itu sambil celingukan ke kanan dan ke kiri. Kamar tersebut memang gelap dan tentu saja aku tak mau ceroboh dengan menyalakan lampunya segala. Tidak sedang mati lampu juga sih, tapi kan namanya juga diam-diam!
Apalah gunanya senter kalau begitu? Tentu saja di waktu seperti ini! Bukan menyusahkan diri namanya, tapi demi keamanan. Ah sudahlah, kurasa kalian sendiri sudah bisa tangkap apa maksudnya.
Kita lanjutkan!
Sambil mengendap-endap, kudekati rak buku di dekat jendela. Aku harus bergegas mencari buku itu sebelum si pemilik kamar ini datang. Aku tahu yang kususupi ini kamar sang jawara kelas—Anwar. Aku juga tahu dia itu berhati lembut. Hanya saja, ini semua harus kulakukan diam-diam. Aku harus segera mendapatkan rumus itu. Hm, aku tahu ini tak benar dengan mencuri rumus rahasia yang didapatkannya dengan pemikiran sendiri. Tapi aku terpaksa karena ini semua demi…
Sambil mencari-cari, kemudian kuteringat masa kecilku.
Pagi itu kuterbangun dan langsung ingat seketika apa tujuan sebenarnya aku hidup. Bergegas kuberangkat ke sekolahku tanpa basa-basi lagi. Aku masih kelas 6 SD waktu itu, tapi tidak dengan otakku. Agar tak membuat orang curiga, sebelum masuk kelas kusempatkan diri untuk bermain dengan teman-teman lainnya. Biarlah mereka melihatku seperti tengah bersenang-senang dengan mereka. Semoga dengan begini, mereka tak menyadari apa yang sebenarnya kupikirkan. Tubuhku bolehlah kecil, tapi tidak dengan akalku.
Pagi itu kubermain dengan Melodi dan kawan-kawannya—kagome-kagome. Kami melingkar. Meskipun tengah bermain, isi kepalaku berada di tempat lain. Tentu saja aku tak fokus pada permainan itu. Mungkin yang sempat kuperhatikan adalah dalaman anak-anak itu. Dalaman berupa kaos berwarna merah terlihat samar di balik seragam putih mereka. Ya, pakaian olahraga yang akan berlangsung pada jam pelajaran ketiga. Biasanya, anak-anak menjadikannya dalaman agar praktis saat berganti pakaian.
Sedangkan aku? Aku tak membawanya. Ya, sebenarnya sebuah misi harus segera kutuntaskan saat jam olahraga berlangsung, bagaimana pun caranya. Kembali lagi kupandangi teman-temanku ini dan tersentak begitu melihat wajah mereka sama semua seperti Melodi dengan rambut pendek selehernya yang kaku.
Kugosok-gosokkan mataku. Ah, sepertinya aku kurang tidur!
Tanpa terasa, jam pelajaran olahraga pun berlangsung. Sambil celingukan dengan hati-hati, kuawasi koridor. Sepertinya aman. Tak ada seorang pun lagi berada di sana. Aku tak boleh terlambat!
Begitu kupalingkan wajahku ke tempat tujuanku di daerah kantin, kumelebarkan mata begitu melihat sudah ada seorang anak yang memasuki tempat itu. Keke! Itu adik kelasku sekaligus ponakanku pula. Ya, ia masih kelas 1 SD, tapi pola pikirnya, tak usah ditanyakan lagi. Bagaimana pun ia sedarah denganku. Ia tak sepolos yang diduga orang. IQ-nya tinggi, loh! Dan ia adalah sainganku dalam misi ini. Aku tak boleh ketinggalan.
Segera kukejar ia di dalam sana. Ia tak boleh mendapatkannya terlebih dahulu. Huh, malu kan kalau aku bersaing dengannya. Tapi kuakui kalau ia memang luar biasa.
Namun setibanya aku di dalam kantin kosong itu, aku tak menemukan siapa-siapa di sana. Kucelingukan. Ke mana bocah ajaib itu? Cepat amat menghilangnya. Tapi tak boleh! Ia tak boleh mengelabuiku seperti ini. Aku harus segera mendapatkannya. Semoga saja ia belum berhasil menemukan rumus rahasia itu, kalau tidak, aku tak akan punya muka untuk pulang ke rumah…
Tapi kalau perlu sih, aku akan merebutnya dari bocah itu. Jadi apa ruginya kalau memanfaatkannya untuk mendapatkan rumus rahasia itu? Kumengubah niatku seketika. Lebih baik aku terus mengikutinya saja! Lebih baik aku cari tahu saja penyelidikannya itu sudah sampai mana dan begitu ia mendapatkannya, aku akan mengakalinya agar aku bias mendapatkan rumus rahasia itu.

***


hy! baca karya THIRTEEN yang lainnya di aplikasi NOVELME ya. judulnya UMURKU 13 TAHUN DAN KAMU? genre horor. menarik, loh! silakan didonlod dulu lah. makasih dukungannya :=(D

Senin, 01 Juni 2020

(54) Dark Stories



(53) Dark Diary





(49-52) Anlitera