THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 16 Maret 2014

Zettu (kinomediawriter)

Kirimkan Naskahmu Segera!
"INFO FORMAT PENULISAN NASKAH NOVEL"


Untuk sahabat yang ingin kirim naskah ke Kinomedia Writer Academy, harap perhatikan ketentuan berikut ya:
  Naskah belum pernah dipublikasikan.
    Menggunakan ukuran kertas A4 dgn Margin Normal (2.54cm), Font TNR 12, spasi 1,5
    Format paragraf menggunakan rata kanan-kiri (justify), tiap paragraf baru dan dialog harus ada tabulasi (menjorok ke dalam).
    Di Halaman JUDUL harap sertakan 3 Judul Alternatif naskahmu, Nama Penulis yang ingin tertera di novel.
    Kata Pengantar, Ucapan Terimakasih ada setelah Halaman Judul dan Sebelum Isi Naskah.
    Profil Penulis (Narasi) ada di halaman terakhir Naskah.
    Setiap BAB baru harus di Halaman Baru.
    Jumlah halaman kisaran 100-130 hal dan lebih dari 130 hal (Ada 2 kategori utk beli putus) kecuali naskah PACI kisaran 35-40 hal, Novel Anak 60-80 hal. Setiap naskah harus wajib menyertakan Nomor Halaman di lembar naskahnya.
    Isi naskah TIDAK disertai file gambar (foto) kecuali komik, PACI dan Artikel.
    Untuk naskah PACI, gambar silakan dimasukkan ke file folder terpisah dengan informasi peletakan gambar (gambar-gambar atau ilustrasi yang diinginkan itu diletakkan di halaman keberapa sesuai naskah) ada di halaman terakhir naskah. Jika tidak ada gambar atau ilustrasi yang tidak diinginkan sebagai pendukung isi cerita ya tidak usah disertakan.
    Tidak menggunakan huruf selain yang ditentukan, tidak juga menggunakan warna-warna.
    Sinopsis dan sinopsis back cover, Folder Gambar atau Ilustrasi (khusus PACI dan Non-Fiksi), semuanya terpisah dari file naskah utama dan WAJIB disertakan (Jika tidak ada gambar atau ilustrasi yang tidak diinginkan sebagai pendukung isi cerita, Folder Gambar tidak usah disertakan kecuali untuk naskah Artikel wajib disertakan).
    Nama file naskah adalah judul naskahnya (lihat info di bawah dokumen - Subject Email).
    Tulis informasi Nama Penulis, Judul, Jumlah Halaman naskah, dan No Rek beserta Bank, No Telp serta Alamat di badan email.
    Lamanya penentuan di acc atau tidaknya kisaran maksimal 3-4 bulan, dan akan dihubungi lewat email.
    Semua naskah yang di acc akan dilakukan proses kerjasama BELI PUTUS oleh penerbit, artinya penulis tidak mendapatkan royalti atas buku yang terbit terkecuali ada perjanjian khusus nantinya yang ditawarkan dari pihak Penerbit, namun kerjasama ini hanya berlaku untuk buku. Jika naskah akan dijadikan film atau sejenisnya maka dilakukan kerjasama baru.
    Semua naskah dikirim ke kinomediawriter@gmail.com dan tidak melalui inbox FB.
    Subject email adalah judul naskah. Tidak diperkenankan menulis kalimat 'promo naskahnya agar diterima' karena proses seleksi sangat ketat. Cukup lampirkan data naskah seperti Judul, tipe naskah, jml Hal, nomor kontak, no rek di badan email.
    Jika naskah yang sudah dikirim akan ditarik kembali oleh penulis harap segera hubungi Kinomedia Writer Academy secepatnya.
    Kami tidak menerima naskah yang bersifat SARA dan POLITIK.
    Jika Penulis ingin menarik naskahnya dari KWA wajib melalui konfirmasi ke email kinomediawriter@gmail.com
    Segala pertanyaan mengenai penerimaan naskah ini silakan tanya ke Novanka Raja/twiit @kinomediawriter [https://twitter.com/kinomediawriter] / ponsel [089610293628]/ websites : www.kinomediawriter.co.id /https://www.facebook.com/notes/kinomedia-writer-academy-kwa/informasi-format-penulisan-naskah-novel/362442543784182
    Jadwal pengiriman naskah dari Kinomedia ke Penerbit setiap tanggal 5 dan 20 per bulannya. Buat kalian yang kirim antara tanggal 6-19 akan masuk pengiriman tanggal 20, dan pengiriman antara tanggal 21-4 akan masuk jadwal tanggal 5.
Oh iya, ini aturan penulisan Subject Email saat pengiriman naskah ya:
1. Teenlit/Romance 2. PACI (Penulis Anak Cerdas Indonesia) 3. Fantasi/korea  4. Dewasa 5. Umum, 6. Horor. 7. Komedi
Di subject email harap cantumkan: Naskah genre - judul naskah.
Misal: Naskah Dewasa - Catatan Sang Model.
Demikian informasi ini, semoga bermanfaat. Perhatikan point 2,4,5,6,14! Selamat berkarya! Salam
"Koordinator naskah Kinomedia"
#Catatan: * TIDAK DIPUNGUT BIAYA buat mengirim Naskahnya Ke Kinomedia. Malah akan di bayar sesuai jumlah halamannya bila naskahnya di ACC Penerbit. Secara, Beli Putus. * Dapat bukti terbit 10 lembar, dipasarkan menyeluruh ke toko buku, gramedia, gunug agung, togamas dll

http://kinomediawriter.co.id/kirim-naskah/

==========================================================================




halo, baca dan dukung karya penulis berikut ya!

> senin (romance) : CAFFE LATTE FULL ROMANCE
> selasa (dorama) : AKU BUKAN YU
> rabu (fantasi) : BATHOR
> kamis (horor) : 13 HARI DI RUMAH SAKIT
> jumat (action) : NAMAE NO NAI KAIBUTSU
> sabtu : MENULIS BUKTI HIDUPKU (kumcer)
> minggu : GHOST WRITER (kumcer horor)
 
 
bisa baca di:
http://gwp.co.id/author/arieska-arief/ 
 
atau di:
https://www.wattpad.com/user/arieska27?utm_medium=widget&utm_source=follow_2_default#works 

Sabtu, 15 Maret 2014

fiksi


horor


Umroh (hari - 2)

Selasa, 5 maret 2013: RAODAH

Btw tadi di imigrasi ga dipermasalahkan tuh soal muhrimnya :p muanya berjalan lancar2 aja. Makanya aku bisa cepat gabung lage ama mama dkl. Orang2 arab di sana pake bahasa inggris aja supaya kungerti hehe. akhirnya dini hare ini kami pun ke madinah, astaga ternyata masih lama perjalanan. Kirain 8 jam itu dah cukup sampai, ternyata masih ada 5 jam dengan naik bus ke madinah. Ngeng…
Aku dudu deket jendela dong, ama nanda. Eh tadi aku nolak makan kedua di garuda, kan 2 kali makan tuh, masih kenyang sih plus masih bobo makanya setengah ngigau plus rada mabok kalo makan, bayangkan 8 jam sih dudu manis di pesawat (unbelievable). Di bus, malah dapat nasi tengah malam lage hehe. baru deh mood makannya. Makanannya sudah rada2 arab ya. Sikaaat! Habis, eh aku tuh kalo makan selalu berjuang tuk habiskan! Aku ga tega kalo sisain, loh! Dosa…
Kata mama dulu, di bus dingin, soalnya aku bertanya apa perlu bawa jaket ke arab? Kan arab panas (ada lagunya kan aladin). Ternyata memang perlu bawanya. Soalnya ternyata neh lage musim dingin, pantaslah kalo malam dingin! Duh, sedingin apa sih arab kalo malam? Patutkah diremehin (arab terkenal hot sih)?!
Bus terus jalan, ngeng. Aku yang tujuannya deket jendela mo liat pemandangan arab jadi sia2, soalnya yang ada hanya kegelapan tanpa cahaya lampu di jalan2 sana. Duh ga bisa liat bagusnya dong, selain gelap plus gersang. Ga ada yang terlihat selain jalanan semata, ga ada bangunan dsb. Kan lage di jalan utama, pantaslah belum memasuki pemukiman. Seperti apakah madinah itu? Karena pemandangannya gersang (pertanda iklim kering, cos rerumputannya hamper ga ada n tanah kering), buatku mengantuk. Eh, jangan lupa di sini jam 3 minum obat kb(cos di Makassar uda jam 8 page). Ga terasa ya perjalanan ini. Aku ngantuk karena antimo, habis lama sih…
Grok! Lama, dingin dan masih panjang perjalanan. Tidur semakin lelap meskipun masih dudu manis dengan dipadaminnya lampu. Sip! Lagian mending tidur daripada di jendela ga ada yang bisa diliat, hampa hehe.
Eh entah uda jam berapa, bus stop sejenak tuk miksi. Akhirnya kami turun n kubisa liat arab lebi lama. Kalo di jalan tadi sih keadaannya ga jauh beda ama di ina. Jalanan tadi sepi, pastilah karna orang lage pada ngorok :p. kuliat sekelilingku, wah rada2 di negeri asingnya lebih keliatan. Meskipun sepi n rada gelap tenang, kami turun di mesjid tuk ke wc. Selama di jalan, kami diarahkan oleh pak pembimbing. n yang paling penting di sini yaitu… duh astaga DINGIN BANGET! Meski aku dah pake jaket, astaga dinginnya lebih agresif meski ga berangin, lebi menusuk tulang daripada dinginnya hujan di ina, lebih menekan. Pokoke dinginnya menyerbu mukaku yang ga terlindungi. Astaga! Ga ampe menggigil, sih! Tapi dinginnya minta ampun dan beda banget rasanya, lebi mencekam!
Duh tahan aja sih, demi membuang hajat. Kami sekeluarga buru2 ke wc. Duh, ga salah ne dinginnya? (cos dulu kata sepupuku, saking panasnya dy ampe mimisan! Sekarang berbalik banyak2 derajat, deh!). hamper aja kami salah masuk rumah orang saking dinginnya, ga sabar cepet2 berlindung. Pokoke dinginnya bener2 menekan! Meremukkan! Bukan kayak di kulkas juga, sih. Akhirnya kami berhasil menemukan wc cewek. Pas masuk, nuansa bedanya dari luar negeri terus keliatan. Kerennya tempat wudunya! Luas, bersih, pink dan banyak biliknya! Wow! Ini baru beda! Hanya kami yang meramaikan di sini hoho. Uda dari bilik, kami rame2 wudu tuk subuh nanti. Padahal ga tahu dah jam berapa ne, kupikir maybe dah mau subuhlah. Tempat wudunya, pake tempat dudu. Untung di sini lebih mendinganlah, ga dingin cos banyak orang memanasinya hehe. kusempet kembali ke bilik cos ne hidung uda kaku hirup ac mulu hoho, mo buang ‘itu’. Puang2 malah memanfaatkan kesempatan itu tuk ngerjain mamaku dengan nakutinnya kalo aku hilang hehe. kudisuru sembunyi. Hehe, saudari2nya mamaku jahil2 neh. Aku kembali lambat2 ke bus, (jangan lupa busnya yang mana, cos ada banyak bus travel laen tuh, tadi ada cadar masuk ga tahu orang arab apa ina, bawa anak, kirain dy musafir kali ato jemaah umroh). Heh, dingin yang menyengat pun berakhir! Mulanya kupikir mungkin kalo dini hare memang sedingin ini, ntar kalo bermatahari baru deh hot…
Ngeng lage. Ketiduran deh, padahal aku bertahan habis2an agar wudu ga batal. Soalnya ternyata masih lama rupanya! Duh ga tahan aku pun bobo biarlah subuh wudu ulang geh…
Nyenyaknya lagi tidurku, dibangunin ama pembimbing. bus singgah di mesjid. Kami pun solat. Suasana mesjidnya masihlah kayak di ina. Ga ada yang khas. Masuk di ruang kecil, ampe aku merasa ga sadar ne di arab neh. Usai solat, mentari menyapa. Asik dah pagi ne \(^0^)/ bisa liat pemandangan! Eh, tiba2 aja ada ibu2 yang nyapa. Kudekati dy karena mengiranya puang. Eh rupanya pas dy bicara, gubrak! Bahasa arab, bu! Kumengernyit. Pasti dari travel juga. Rekannya lalu nunjuk suatu hal. Oh, kungerti mungkin maksudnya, ‘mana tempat wudunya’. Oh! Sori, aku kaget sih. Habis idung puang2 kan mancung2 plus puti2 kayak bule hehe.
Perjalanan pun lanjut. Asik, uda bisa liat pemandangan. Meski hanya jalan biasa, udahlah enjoy. Uda ga bisa bobo neh. Bisa liat arab di terang hare tuk pertama kalinya \(^0^)/
Akhirnya uda terang pagi. Kata pembimbing uda masuk tepi madinah. Mungkin masih lama lage, aku pun masi enjoy. Ga lama kemudian ampe deh di inti madinah. Pembimbing tuntun doa masuk madinah. Duh deg2an ne masuk tanah suci. Glek…
Pagi semakin menjunjung indah. Duh kerennya di wilayah sini, dah deket perhotelan ne tempat tinggal lante. Bangunannya bagus2! b^0^d. kami memasuki hotel bergaya eropa n mendarat ke lante 2 (M), ruang makannya. Krauk2! Enak. Pikiranku, di arab bakal dapat makanan arab yang mungkin aja ga sesuai lidah indonesiaku karena asing modelnya, rupanya di sini khusus makanan Indonesia, loh! Makanya betah, deh. Belum lage di jendela sana pemandangannya keren2…
Habis kenyang (aku lupa makan apa aja), naik ke lante 3. 2 kamar sekeluarga bertetanggaan. Aku di pojok ama mama, pt.urty dan p.cica. tetangga juga b4. Masuk ke kamar langsung rebut t4 di deket jendela, agar bisa liat pemandangan. Aku dapat tempat yang menarik, neh. Ada kusen jendela bisa dijadiin meja. Asik! Di jendela sana pemandangannya asik2 lage. Jepret, ah! Eh tiba2 aja datang p.cica mo rebutan tempat. Ih, kayak anak kecil deh. P.cica kan uda ibu2, ngalah lah ama adik hiks. Akhirnya dy yang ngalah hoho. Kan aku yang duluan! :p
Kurapikan barang2 di kusen itu, asik. Pasang weker obat juga.  Asik! Setelah membenahi daerah kekuasaan, mandi lalu ke mesjid deh! Eh kok mandinya kepalaku masi terasa berputar2, ya kayak di pesawat deh, palagi saat kena air panasnya!
Kami sekeluarga lalu jalan ke mesjid. Wah! Keren banget jalanannya. Bersih banget! Ga ada sampah gentayangan di mana2! Bangunannya keren2 menjulang tinggi (perhotelan). Kayak di negeri impian! Enak diliat sana-sininya. Terus saat nyebrang, mobilnya dengan santunnya ga ngeklakson seenaknya loh, ga kayak di ina suka pip2 sana sini. N jarang lewat mobil juga sih. Mereka pasti tahulah kami mo ke mesjid. Di aspalnya, zebra crossnya hanya ditata dengan bebatuan kuning yang ditempel2, bukan dicat. Beda banget, deh! Gemana cara buatnya, ya?  lalu terus jalan. Duh uda ga ingat jalan pulang, neh hehe. di jalan laen, malah ramai penjual2 di jalanan. Ga kayak sentral di sini. Bersih n ga semrawut. Eh, ada banyak orang item loh jualan, mereka mua pake kudung juga n bahasa negro kayaknya. Tapi ada juga sih yang cadar eh malah ngemis padahal badannya mpul. Rata2 pake baju item berjubah. Pokoke rame, deh! Pas masuk ke suatu tempat, wah! Rupanya MESJID NABAWI! Keren banget! Indah n besar banget! Ada payung2nya juga. Rame banget tentu saja. Pelatarannya luas banget, ada banyak orang solat n tidur di situ. Padahal jalanan tapi njoy bangetlah. Kami lalu masuk ke bagian cewek. Eh teringat kata sepupu, katanya: ada pemeriksa barang sebelum masuk oleh polisi cewek bercadar yang berjubah serba hitam! Ih, deg2an masuknya. Mereka memeriksa barang kami. Muanya pake cadar hingga sulit dikenali. Buka tas. Eh, tiba2 aja ada yang negur tasku yang terbuka daritadi tentunya dalam bahasa arab, mungkin maksudnya hati2 pencuri getuh. Makasih. Duh risih ne dibuka tasnya soalnya di tasku kan selalu ada miyungnya hoho… (pasti orang arabnya bertanya2 sambil pegang miyungku, ne apaan ya?)
Masuk ke dalam kuliat banyak galon2 krem berjejer. Itu apa ya? Rupanya itu air zam2. Wow, banyak banget! Bergalon2! Baru liat. Gratis pastinya. Kami sekeluarga juga ambil dan bawa pulang. So, jangan lupa bawa tempat minum ke arab ya supaya bisa minum2 di kamar hehe…
Tiap solat kami ke mesjid nabawi. Makan siang di restoran, ambil sendiri. Jangan lupa tidur2an istirahat sedikit. Akhirnya hingga isya, baru dikasi tahu begitu tiba di hotel lagi kalau mau raodah jam 10 malam, kata pak pembimbingnya. Kami santai2 di kamar lupa waktu dan buru2 makan. Duh kalau begini jadi malas makannya ah. Tapi disuru mama. Eh, katanya kalau raodah, berdesak2an jadi jangan bawa tas. Artinya ga bawa obat dong, ah mungkin hanya sebentar. Lagian raodah tuh apaan sih dan di mana? Eh, jangan lupa juga kalo raodah bawa buku doa2 yang dibagiin lante. Eh aku masih makan uda buru2 disuru katanya uda mau berangkat. Duh, padahal masih banyak neh. Aku ogah sisainnya! Sayang! Hiks  kalo tahu gene sih aku ga mau makan aja, kue aja aku makan. Tapi karna mama yang suruh. Intinya di sini ya uda jangan lelet! Yang buatku sedih, makanannya tersisa, padahal biasanya sisa piringku selalu licin. Hiks. Maaf… 
Karena takut raodahnya ditutup, makanya harus buruan. Kami kumpul di lobi. Dengar arahan pak pembimbing. katanya akan ada pembimbing cewek yang urus kami nanti, kan raodahnya di bagian cewek. Duh malam2 begini, uda ngantuk pula. Sebenarnya ada rasa malas sih dikit kalo aja ga denger ceramahnya p.cica, kalo raodah, doa bakal terkabul dan pahalanya bagus! Seperti apakah raodah itu?!
Kami pun jalan. Kupikir raodah itu pergi naik bus lage jadi bisa jalan2 hehe. rupanya deket n ternyata tuh di mesjid nabawi juga kok, hehe kampungan. Lalu masuk lagi deh. Eh, kami masuk lebih ke dalam lagi ampe kakiku wow2 saking penasarannya raodah itu kayak apa. Jalan cukup dalam juga hingga mbak pembimbing menyuruh kami stop di suatu tempat ama tim lainnya sesama ina. Asik! Sebelum masuk, baca doa dulu di buku. Eh aku kira bakal solat di sini rupanya di dalam sana loh. Di mana sih? Penasaran! Eh rupanya kami harus antri. Banyak dari Negara lain masuk duluan bertim2 juga sesama negaranya. Duh kelamaan. Malam dah larut neh. Bukan apanya, aku takut kalo dah waktunya minum obat, malah masih lama begini. Aku takut nunggunya ampe berjam2.  terpaksa pulang deh kalo dah jam 3 misalnya hiks  duh plusnya pula malah ngantuk lagi kan seharian bolak balik mesjid. Ga tahan ngantuknya! Tapi si rayna, cucu si pemilik travel, pt.janna, bawel banget cerita2nya. Wah full baterei banget ya dy! Pasti habis dicharge penuh, tuh tadi siang. Duh, ngantuk banget! Malam semakin larut sementara kami menunggu giliran. Duh mataku semakin redup…


Episode kemaren: ingat waktu solat di arab (SUBUH 5:30, LOHOR 12:30, ASAR 16:00, MAGRIB 18:30, ISYA 20:00). N ternyata keputusan yang amat tepat membawa JAKET, soalnya bulan ini katanya sedang MUSIM DINGIN DI ARAB!
saat baru solat pertama kalinya ke mesjid nabawi, kami jalan sekeluarga pagi itu. Eh, p.cica malah hilang lage. Padahal dy kan ga tahu jalan ke hotel tuk lante. Di mesjid nabawi ada juga wanita bercadar memeriksa tas sebelum masuk dan mereka itu hanya sekedar buka sedetik dan pegang isinya hehe (alias acting doang sih agar cepat, kan banyak jemaahnya). Untung pas pulang ke hotel ketemu p.cica sendirian, untung aja dy tahu jalan pulangnya. Katanya, dy ga khusyu solatnya, takut ga bisa pulang2 sementara kami cari2in tuh hihi :p. di ruang makan ketemu keluarga laennya lageh. Padahal kami sekeluarga juga sempat kececer loh di jalan, bingung di mana hotelnya hamper mua kayak sama si bangunannya hoho. Untungnya aja aku sempat foto pemandangannya dari jendelaku waktu pagi. So, lacak aja lewat gambar ini hehe. tapi susah juga ya cari sudut pandang lewat foto ini :p. harus nengok ke atas dong supaya ingat gambarnya. Untunglah kami juga menemukannya. Mama sih ingatnya ada mesjid. Oh, aku bahkan ga merhatiin bahkan nama hotelnya aja ga ingat panjang si namanya. Tapi ne mesjid kasian juga ya imut2 ga ada yang isi, habis dekat nabawi sih...
Pas di kamar mo isi hp, eh hotel pake stop kontak segitiga! Gemana cara isi hpnya neh. Rupanya gene ne hikmah kesasarnya p.cica, dy ketemu temannya dy hubungi agar bisa temani dy pulang n temannya itu kasi dy kombinasi kontak segitiga! \(^0^)/ asik, bisa pinjem punyanya p.cica isi hp. Yes! Mama jadi nyesal cos ditawari ka titi bawa kombinasi segitiga, tapi dy ga mau bawa! So, lain kali bawa kombinasi colokan segitiga ya!! Penting neh tuk isi hape loh…
***

Jumat, 14 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 14

♥ Sabtu, 2 Oktober
Miyung masuk kelas Romantis dengan riang dan kembali bercanda dengan kawanannya. Ia berusaha untuk mood kembali dan menyesal karna kemarin dia BT banget tanpa alasan yang jelas! Miyung berjanji untuk ga BT lagi. Kan seharusnya dia bersukur bisa sekelas ama Buddy, dambaan hatinya. Tiap harinya juga kan Miyung hepi-hepi aja, tuh. Miyung jadi ngerasa manja...
Entah napa seperti kontak batin, Unso juga jadi nice mood hari itu, sama deh Miyung...
Kok si Buddy gak datang-datang, ya? Bolos lagi tuh anak. Padahal hari ini gilirannya ulangan lisan agama kan. Masa ga datang getu aja, masa bodo ah, pikir Miyung yang kesel karna Buddy ga nongol lage. Tapi Miyung merasa mungkin Buddy telat kale...
Di jam pelajaran 3-4, Buddy masih belum nongol. Ah, masa si telat jam segini belum masuk, mungkin dia bener-bener ga bakalan datang, keluh Miyung. Tapi samar-samar Miyung merasa ada yang lewat kelas Romantis, deh! Miyung merasa itu Buddy. Kalau pun dia gak masuk lagi, artinya bolos lage. Dasar...
Pas masuk usai break (tiap break selalu ama geng mainnya), Miyung merasakan di dekat kelas di ujung koridor sana ia melihat bayang-bayang. Miyung kan paling hafal dengan sepatu Buddy. Tanpa harus mendongak, Miyung tinggal menelusuri lantai dan melihat sepatu yang dikenalinya itu. Ternyata benar! Itu Buddy! Buddy lagi duduk santai di kursi ama kawanannya. Miyung menatapnya bingung karena bolosnya tadi, nggak nyangka ternyata dy ada, sedangkan Buddy hanya menatapnya sambil tersenyum nakal. Ih, Miyung langsung masuk kelas Romantis. Buddy pastilah tak ingin melewatkan ulangan agamanya nanti. Dasar deh, mentang-mentang agama di jam terakhir...


Tanggal 4-9 Oktober ini, mid semester I!

♥ Selasa, 5 Oktober
Jam pertama ulangan Fisika. Geng Otaku main di sekitar kelas Miyung n sebelum masuk Miyung ajak mereka ke kelas Romantis n pura-pura ga ngeliat Buddy yang lagi jongkok di depan pintu dengan wajah masam, hehe. Lalu dengan sok cueknya keluar kelas Romantis ama geng. Masuk lagi (nih Buddy di depan pintu, kayak dah mau dilangkahin aja ama Miyung)...
Miyung yang lagi belajar di kelas Romantis sebelum bel itu pura-pura cuek. Miyung tengah asik berdiskusi sambil bercanda dengan teman-temannya. Gak seperti Buddy yang tentu saja gak bakalan menikmati yang namanya belajar, grmh! 
Buddy lalu masuk dan melewati Miyung dan Unso di bangkunya, duduk miring ke samping karena di situ rame. Miyung tetap cuek, sok asik ama yang lainnya. Tapi pada saat ia lewat, Buddy malah jalan membungkuk ala permisinya Bugis, ma'tabe', meski masih berwajah masam. 
"Ih! Ma'tabe'ki!" komen Unso. Itu semua membuat mereka geli. Kok sesama temen, sesopan itu sih. Ga seperti biasanya, biasa aja kale. Kan yang dilewatinya bukan raja-raja bugis.
Meskipun Buddy tampaknya lagi BT habis (mungkin karena mo ujian Fisika), tapi Miyung merasa Buddy pengen menunjukkan sedikit kebaikannya itu. Tapi napa harus sesopan itu. Kan matabbe tuh budaya manner kalo lewat di depan guru ato orang yang disegani lebih tua. Nih diberlakuin sama temen. Tentu saja tuh jadi momen yang gak biasa. Miyung kan memang anggap dia anak nakal. Miyung lalu sadar kalo Buddy pengen carper ama dia, kan daritadi Miyung cuek-cuek aja. Miyung jadi geli mengenangnya dan tamba cute ama Buddy. Ternyata Buddy ga seperti yang disangka Miyung slama ini... suit suit...
Eh, si Buddy tabe' getuh apa karena ada Miyung di sana ataukah tabe' nya tuk buat Miyung, yeah?
Bu Kim pernah menegur Buddy keras saat Buddy lagi dengar walkman di kelas Romantis saat belajar Kimia. Buddy pun melepaskan walkmannya dengan cengar-cengir gak suka.
Tak hanya itu, Bu Ika juga menyuruh Buddy untuk menjauh dari Jason saat ulangan Fisika, supaya tidak nyontek. Tentu saja itu memberatkan Buddy. Tapi Buddy hanya menanggapinya dengan senyum nakal saja, penuh kepedihan di dalamnya.
Bu Ika juga pernah memarahi Buddy karena mengerjakan PR di kelas Romantis saat beliau sedang menjelaskan. Buddy pun cemberut dan tulisannya pun direm mendadak. Ciiiiit...
Sepulang skul, ada pelajaran renang di otel. Miyung gelisah karna besok ulangan Sejarah dan bahannya banyak! Tapi pabolebwt, demi nile olga juga sih...
Miyung bosen neh. Dia keluyuran ke sana-kemari. Tugas renang dikerja (karena ga bisa, ga mo, malu berenang karena dicampur cew-cow) ama ketua kelompoknya saat itu si Ani hoho, sekarang ngapain lagi? Miyung kebingungan. Lagipula beberapa temen sekelasnya gak datang. Dasar, mentang-mentang mid pasti membolos tuk belajar di rumah, hm! Curang!
Miyung juga sebenarnya pengen pulang, tapi gengnya masih mau main-main dulu lebih lama. Miyung BT neh. Miyung uda berada di pintu gerbang, pengen banget pulang karna bosen. Eh gak lama kemudian, gengnya Jason datang. Hanya dengan melihat Jason, jantung Miyung jadi deg-degan. Bukan karena Jason-nya yang iya sih rupawan kayak pangeran berkuda itu, tapi karena si Buddy biasanya nempel di dekatnya selalu. Nempel kayak seolah Jason adalah babysitternya, gurunya, sobatnya, papinya pokoke mua deh! Bergantung amat ama Jason, ga bisa lepas getu. Makanya seneng aja si Miyung liat si Jason datang! Pasti Buddy kayak di kantung kanggurunya getuh dibawa-bawa selalu...
Adakah Buddy? Miyung menanti sambil berharap-harap cemas!


Miyung mengenali betul meskipun dibelakangi. Tas biru satu-satunya itu. Hanya itu yang dikenalinya dari Buddy dari belakang hihi. Akhirnya Buddy datang juga. Ia pake topi bisbol. Tumben.
Tapi, geng-nya uda mo pulang! Yah, Miyung kecewa, kok di saat-saat seperti ini sih n lagi napa Buddy datangnya telat getuh. Bukannya seneng mo pulang, Miyung tetap berwajah bete, habis harus ninggalin momen bersama Buddy lage neh hare. Napa si saat Miyung mo pulang, Buddy baru nongol?! Kayaknya pulang-ga pulang sama betenya deh...
Sebelum pulang, di balik cahaya sore yang mulai memerah itu, Miyung masih sempat melihat Buddy yang samar-samar memandanginya dari balik topinya, seolah tak ingin ditinggalkan dulu, seperti mata yang memekik jangan tinggalkan aku. Siapa suru sih telat. Miyung juga ga mo jadi neh pulangnya karena ada Buddy. Tapi kalo pulang bergantung ama geng, soalnya ga ada ntar yang nemani di jalan. Hiks-hiks...
Bye, Buddy!
Bye, Miyung...

buddy poppies


Kamis, 13 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 13

♥ Rabu, 29 September
Baru deh Miyung masuk setelah 2 hari vakum. Rupanya Buddy juga ga datang kemarin, hehe. Sekarang ia telat seperti biasanya...
Pagi-pagi uda dikumpul tugas bahasa Inggris. Miyung meraih tugas-tugas di tangan Jason, yang juga ketua kelas. Miyung mo lihat apakah tugas Buddy uda nyangkut apa belom.
'Tak ada. Apa dia belum buat, ya? Tapi kan dia uda datang...'
"Udahlah, kumpul aja! Pasti uda mua, kok!" pekik temen-temen memenuhi seisi kelas Romantis.
'Apanya yang lengkap? Punya Buddy kan belom!' pekik Miyung tanpa suara pastinya.
Jason sepertinya tahu Miyung cariin tugasnya Buddy. Kan buat apa Miyung nanyain nope segala kalo gak ada feeling. Jason pun keluar, bertepatan dengan masuknya Buddy. Buddy langsung buru-buru ambil tugasnya yang dalam keadaan kusut wal afiat di laci mejanya dan lari menyusul Jason. Dia  jadi tampak malu ama Miyung yang hampir aja ketabrak...
'Syukurlah, Rupanya dia buat. Tapi tuh anak kok semrawut, ya? Tidak memperlakukan tugasnya dengan rapi, Malah seperti kertas cakaran yang mo dikumpul, gak kayak tugas... wkwkwkwk,' batin Miyung geli.

♥ Kamis, 30 September
Penampilan Buddy jadi agak beda karna rambut landaknya disemer merah dikit, terlihat samar. Kayak anak berandalan, pikir Miyung ngeri meliatnya. Begitulah kesannya. Memang si Buddy suka tampil cool-coolan dan gaya. Padahal kemarin-kemarin rambut Buddy tampil natural. Dah beberapa kali dia tampil polos-polos. Dan Miyung sebenarnya lebih suka Buddy yang tampil natural. Soalnya nurut Miyung, Buddy jadi terlihat baby face kalo getu meskipun hanya sehari. Berikutnya tetep aja rambut landak. Miyung pun berpikir mungkin aja karna saat tampil natural, Miyung ngecuekinnya makanya Buddy merasa ga disuka olehnya tampil alami seperti itu. Mungkin juga ia sedang carper atau telat bangun hingga ga sempet nata rambutnya ke atas. Ato kehabisan? Mungkin karna merasa ga menarik kalau tampil polos, ia kembali berambut landak. Padahal bagaimana pun dia, Miyung tetap menyukainya, meskipun ia sebenarnya lebi suka aja kalo Buddy berambut natural, meskipun dengan begitu ia harus digodain ama temen-temen sekelas karna penampilan alaminya tu...



Siangnya, pulsek, ada telepon dari temen SD-nya Miyung, mengabarkan papanya cinta monyetnya waktu SD meninggal. Miyung lalu terkenang kembali pada cinta monyetnya yang sekarang sekolah di skul yang sama dengannya itu, tepatnya berada di kelas tetangga. Memang sih pernah baku sayang-sayang dari kelas 3 ampe 6, tapi sejak kelas 6 perasaan Miyung dah mulai pudar n dy pun sepertinya begitu hingga jauhi Miyung dulu. N tentu saja sekarang uda ga ada rasa apa-apa lagi. Dy lah cinta monyet Miyung waktu SD...

♥ Jumat, 1 Oktober
Buddy datang dengan penampilan baru yang tidak disangka-sangkanya. Ia malah tampil gundul dengan melenyapkan semua rambut landaknya. Miyung jadi agak kecewa juga si karna dia menyukai rambut landak itu. Tapi kan nanti tumbuh lagi, hehe. Si Buddy jadi dedlen utama di kelas Romantis pagi itu. Soalnya rada aneh juga si liat Buddy jadi gundul getuh. Pasti gara-gara rambutnya dicat merah samar kemarin dan mungkin aja pihak sekolah suru dia hitamin ulang rambutnya, makanya dengan terpaksa dia pangkas. Hehhee, Miyung jadi geli juga. Siapa suru juga pake cat merah. Buddy jadi malu karna temen-temen lainnya ngegodain dia terus...
Pagi itu Buddy malah ga ikut olahraga aerobik. Miyung ogah-ogahan bergerak. Usai Penjas, Miyung masuk ke kelas dan mendapati Buddy sedang bercanda ama gengnya di belakang kelas. Buddy lalu menolehi Miyung seiring langkahnya masuk, tapi Miyung sok cuek-cuek saja. Habis kok rasanya tuk pertama kalinya hari ini Miyung ngerasa BT banget...
Mungkin ini sebabnya datangnya sendu yang ga jelas itu, rasa pengen nangis itu begitu melihat cinta monyetnya dulu tuh di kelas tetangga saat dy masuk ketemu teman. Dy memandang Miyung kecewa n sedih. Miyung lalu merasa terusik, apakah ini karena dy ga datang ya melayat kemarin. Iya sih Miyung kan diundang getuh, tapi Miyung bukan orang yang simpati-simpati banget alias cuek banget. Tapi napa dy mandang Miyung getu? Bukankah dulu dy yang ninggalin Miyung? Bukankah rasa itu sudah tak ada lagi? 
Soalnya Miyung dah nemuin tambatan hati yang baru...


Miyung akhirnya membongkar identitasnya ama Jason lewat sms-an. Cos Jason malah ga tahu si siapa pelakunya karna hari itu yang dibuat teka-teki ada beberapa yang ga masuk. Jadinya Jason geleng-geleng. Ia masi penasaran. Padahal Miyung masi mo buat permainan ama dia, hehe. Iseng. Kok ga nebak si tu anak. Dia kan jenius abis, loh! Ah, jadi ga menarik! 
Akhirnya nekad juga si Miyung ngaku, habis permainan jadi ga menarik si. Lagian Miyung kan kasian juga kalo terus ngerjain Jason. Jason kan uda baik kasi no Buddy. 
Hari ini Miyung mo bolos, soalnya dia malu banget ama Jason setelah ia membongkar identitasnya. Kira-kira Jason marah gak, ya? Ia masi saja terus bertanya tanya. Tapi Miyung kan sudah minta maaf dan meminta agar bersikap seolah tak terjadi apa-apa, hehe. Tapi Miyung gak mau hanya gara-gara itu dia jadi pembolos, masa hanya karena Jason si. Tapi Miyung kok malah merasa sikap cuek si Jason pertanda ia marah padanya. Miyung jadi kepikiran... 

Jason marah ga ya ama aku?

Rabu, 12 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 12

♥ Sabtu, 18 September
Keesokan harinya, jadwal piketnya di hari Sabtu. Buddy menghapus papan tulis dengan lemas karna bermasalah dengan alfa-alfanya di kelas Romantis...
Sementara itu, Miyung cabut lebih awal karena mo ke dokter. Bye, Buddy!

♥ Rabu, 22 September
Miyung lagi kesel. Dia  duduk di depen kelas tetangga tempat Buddy nongkrong biasanya tanpa disadarinya. Miyung lagi pengen ndiri dan lagi ga mood ama gengnya. Saat itu Miyung uda mule curiga Buddy suka padanya. Miyung pun ke kelas Romantis. Buddy uda datang. Miyung memandanginya, Buddy pun demikian.
‘Kok rasanya dia juga mendekatiku si? Tapi gak mungkin ah dia suka ama aku...'
Saat Buddy ke atas, Miyung malah semakin ragu kalo cowok itu juga suka padanya. Ia selalu meragukan perasaannya ndiri...
Miyung lagi marahan ama Unso (meski hanya 1 hari)! Makanya siang itu saat break, dengan sedihnya Miyung stay di kelas aja, gak keluar seperti biasanya. Unso meninggalkannya dengan tega. Miyung mo nangis, tapi air matanya gak ada yang keluar. Biasalah masalah anak-anak...
Si Buddy yang biasanya nongkrong di sekitar kelas aja tiap break, seolah tak mau keluar kelas melihat Miyung tumben-tumbennya di kelas. Ia dan temennya main-main aja di kelas Romantis. Miyung pun merasa Buddy mo deketin dia, karena daritadi mendekat terus dengan duduk di dekat bangku Unso yang kosong. Buddy juga terlihat malu-malu dengan selalu membelakangi Miyung.
Meskipun lagi sedih, hati Miyung jadi terobati berkat kehadiran Buddy di kelas Romantis itu. Miyung jadi gembira meskipun hanya melihat Buddy bermain-main...


Jam berikutnya, celaka, Pak Bule, guru Bahasa Inggris yang ramah itu kehilangan tugas temen-temen di kelas Romantis. Tentu aja anak-anak kelas Romantis protes karna dibilangi belum kumpul. Pak Bule kebingungan dan absen anak-anak kelas Romantis untuk mengatakan dengan jujur apakah sudah kumpul atau tidak.
'Buddy pasti gak kumpul,' seperti itulah yang selalu dipikirkan ama Miyung. Miyung ingat betul hari itu, Buddy cuma mondar-mandir sementara temen-temen di kelas Romantis sibuk bikin tugas.
"Buddy?" absen Pak Bule.
"Udah kumpul, Pak," jawab Buddy dengan logat santainya membuat Miyung tertegun.
Pak Bule, Miyung dan yang lainnya kurang percaya. Mereka terang-terangan memelototinya penuh keraguan. Kasihan Buddy, gak ada yang percaya termasuk Miyung sendiri. Habis, malas getu sih orangnya, Jadi dipikir mana mungkin mau buat tugas?
Keesokan harinya, Buddy kembali menghilang. Padahal ada acara Isra Miraj di skul. Hari ini tetap ngasikin karena Miyung bisa main ama Geng Otaku. Ada ceramah, lagu, nasyid dan lelucon. Pokoke nyenengin deh, meskipun tanpanya...

♥ Jumat, 24 September
Beberapa hari kemudian, Pak Bule uda dapat tugas yang menghilang itu.
'Pasti Buddy bohong. Tugasnya pasti gak ada,' pikir Miyung yang selalu aja negatif tentang kesiswaan Buddy itu. (suudzon mulu)
Lihat aja tampang Buddy yang nakal, sungguh tak bisa dipercaya, hahaha! Tapi ia tampak tenang-tenang aja, padahal Pak Bule lagi ngecek ulang dengan pernyataan kemarin dulu, tuh. Benarkah?
Pak Bule lalu umumin yang uda kumpul. Ga seperti dugaan Miyung, ternyata tugas Buddy ada kok, setelah namanya dibacakan.
Nah, sekarang uda percaya kan? Semalas-malasnya Buddy, rupanya ia bukanlah orang yang terlalu curang soal kejujuran, plok plok plok...

♥ Sabtu, 25 September
Ada ulangan agama lisan dan diskusi Bahasa Indonesia tentang pertelevisian. Miyung grogi banget naik saat Bahasa Indonesia itu. Miyung bingung harus bilang apa. Sebenarnya ia rada demam panggung, palagi ada Buddy. Miyung mendapati Buddy yang tersenyum-senyum geli saat kelompok Miyung naik. Miyung berusaha untuk tidak memperhatikannya dan fokus. Dan akhirnya sepertinya nilai kelompok Miyung agak mengecewakan deh, karna mereka grogi. Ga hanya Miyung yang nervos rupanya di kelompoknya...
Setelah itu, kelompoknya Buddy naik. Tapi dia yang sekelompok ama Jason yang uda mempersiapkannya dengan baik, pasti dapat nilai plus. Kelompok Miyung jadi minder. Karna mereka hanya asbun, tapi Jason uda mempersiapkan konsepnya yang kemudian dibacakan muanya ama Buddy. Mungkin itulah yang bisa dilakukan Buddy. Kan ga mungkin kalo ia yang menjawab pertanyaan, hehe! Jason memang unggul kalo soal ginian...
Miyung protes dalam hati karena Buddy bacainnya dengan suara kecil, ga seperti dia yang tadinya dapat teguran, hiks! Hehe, Buddy jaim ne. Dy pasti nervus, tuh! Dengan lesu Miyung dan Unso memperhatikan mereka. Tapi ne kesempatan Miyung tuk liat-liatin Buddy sepuas-puasnya di panggung hehe. Buddy tentu aja nervos. Miyung terus memandangi Buddy, dan seperti Miyung tadi, Buddy berusaha tuk ga ngeliatin Miyung, sok cuek. Hehe, Miyung balas dendam ne...
Di belakang layar, si Jason malah nyelidikin siapa Miyung itu. Miyung cekikikan. Pasti seru nih buat dia bertanya-tanya dan menyelidiknya sendiri, pikir Miyung...
Malamnya, Miyung sms Jason, kembali berteka-teki, dengan bilang dia ga datang hari Senin nanti. Miyung sengaja tuk kasi petunjuk dengan getu Jason bisa tahu dan menebak siapa yang ga datang itulah si Miyung. Tapi Miyung cemas juga, gemana reaksi Jason nanti kalo tahu. Palagi kalao dia nanyain Buddy mulu. Marahkah Jason dikerjain ama Miyung demi Buddy? Hm, sepertinya bakal menarik ni. Miyung sengaja ne agar menarik, perlahan mo bongkar identitasnya dikit demi dikit kayak kupas apel. Kalau sekaligus kan ga menarik...

Selasa, 11 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 11

♥ Sabtu, 11 September
Buddy mengulang kembali ulangan matematikanya yang jeblok selama 2 jam, hingga Miyung tak bisa bersamanya, meski ga ingin pisah…
Saat pembagian kelompok diskusi Bahasa Indonesia, yang terdiri dari 5 orang itu, Miyung spontan curi pandang ke Buddy. Buddy menanggapinya dengan senyuman misterius. Miyung pun berpikir, jangan-jangan Buddy curiga Miyung menyukainya lagi. Tapi ah sebenarnya itu ga jadi masalah, soalnya Miyung pengen sekelompok ama Buddy. Miyung berkali-kali meliriknya dan saat itu juga pandangan mereka saling bertabrakan. Miyung tersenyum, tapi karena habis bercanda ama temennya, jadi seolah dia tertawa pada Buddy. Buddy lalu menatapnya curiga, menakutkan. Miyung pun kepanikan dan balek lagi. Ia jadi grogi. Gawat! Buddy memandangi Miyung habis-habisan dengan tatapan maut...
Miyung teringat Selasa lalu (31/8), saat pembagian kelompok Kimia, dan Miyung iseng saja berpikiran pengen sekelompok ama Buddy yang lagi alfa. Eh, kebetulan banget saat itu Jason malah menyerahkan Buddy ke tim Miyung karena saking best sellernya yang mau sekelompok ama Jason, memanfaatkan ga datangnya Buddy untuk buka lowongan, haha. Ada juga hikmahnya si dy ga datang, n meski hari-hari selanjutnya Buddy ga datang, bagi Miyung ga masalah karena sudah setim juga makalah olga.
Miyung malah gak kepikiran apa semuanya itu berhubungan dengan telpon gelapnya kemarin malam.
Kan Miyung selalu ngobrol ama teman di belakangnya, sekalian meliatnya mendapatinya menatapnya berkali-kali. Miyung jadi merasa aneh. Napa Buddy memandanginya seperti itu?! Lagi-lagi Buddy tersenyum-senyum sendiri sambil menyembunyikan wajahnya ke buku. Kok jadi heboh sendiri. Miyung jadi bener-bener curiga. Ia senyum-senyum karena Miyung. Miyung merasa GR juga si tapi Miyung mulai merasakan kecurigaan: Kalao Buddy juga jatuh cinta padanya, dan mereka sebenarnya sudah merasakan hal yang sama dari dulu! Hanya aja Miyung baru mulai bisa menerima dan menyadarinya sejak saat itu...


 bilang saja bila kau mau... bilang saja bila kau mau... katakan sesungguhnya kepada dirinya...
(Agnes Monika: Bilang Saja)


♥ Rabu, 15 September
Aa Gym datang ceramah. Miyung dkk ke gubernuran. Banyak sekali yang datang ampe macet. Tapi apa si Buddy datang juga gak, ya? Miyung merasa palingan bolos lagi, orangnya malas getu si. Dia juga palingan bukan tipe cowo yang suka acara keagamaan kayak gene...
Usai ceramah, Miyung dkk balik ke skul jalan kaki karna deket banget. Miyung jadi gak mood masuk kelas Romantis karena merasa yakin Buddy ga datang. Di kelas hanya belajar Matematika. Miyung hanya sekilas berbalik dan mencarinya ke belakang sesaat. Miyung jadi bener-bener merasa yakin Buddy ga datang. Soalnya dia ga menemukannya. 
Tapi kayaknya saat Sensei mengabsen, Miyung merasa Buddy hadir meskipun tanpa suara. Miyung merasa mungkin hanya perasaannya aja karena merindukannya, hanya fatamorgana. Apa iya si Buddy ada di kelas Romantis?
Saat pulang, eh si Buddy malah sudah ada di depannya jalan saat keluar. Miyung ga nyangka rupanya si Buddy datang. Lagi-lagi tampang Buddy agak bete. Btw di mana Buddy duduk tadi, kok Miyung ga menemukannya? Hehe...
Memang si akhir-akhir ini Buddy memprihatinkan karena dipanggil guru BP. Alfa-alfanya kan banyak banget. Lagian salah sendiri kan. Saat Rabu (8 September) dan pengajian kemarin (14 September) dia  juga keliatan bete. Miyung yakin tu anak ga datang pengajian.
Namun keesokan harinya lagi, si Buddy kembali menghilang tanpa jejak tertiup angin nyasar... wuuuussss....

♥ Jumat, 17 September
Banyaknya alfanya Buddy membuat Miyung jadi sering kecewa. Tapi pagi itu di jalan ia melihatnya di angkot seberang, lagi bercanda ama temannya. Miyung memvonis: kalo ia sampai ga hadir di kelas, tuh artinya dia bolos. Tapi kalo memang bolos, bolos ke mana?
Geng Otaku malah ke kelas Miyung tuk ngeliat Buddy lagi (modus), pulsek. Buddy masih ada di sekitar kelas. Inikan hari Jumat, mungkin mau solat di mesjid dulu. Miyung jadi sempat kegeeran. Tapi Buddy benar-benar terasa selalu ingin mendekatinya...
Siangnya ada kelas renang dan dia datang kok ke otel keluarga. Hm, mungkin tuk pertama kalinya dan tuk kali ini pula Miyung bisa melihatnya dengan penampilan yang berbeda. Rambut landaknya jatuh, ga menduri seperti biasanya, hehe. Mungkin lagi layu karena ga kuat menghadapi badai kehidupannya kali. Ia jadi tampak biasa aja kalo begitu, tampak lebi natural. Meskipun begitu si Miyung tetap suka.
Kalo soal have fun, pasti datang. Dasar! Mereka pura-pura saling mencueki. Miyung hanya bisa menontonnya berenang, karena Miyung ga bisa berenang, di sebuah meja berduaan dengan Jason. Hihi, soal Jason. Dy pasti masih belum sadar juga kalau orang yang sms itu ada di sebelahnya! Iseng saja Miyung lalu sms Jason: hepi birthday!
Tanpa curiga sama Miyung yang lagi sms-an di sebelahnya, Jason membalas sms itu, mengintrogasi siapa sih sebenarnya si Miyung itu? Hehe, masa belum curiga juga sih kalau pelakunya ada di sebelahnya?!
Kembali ke Buddy. Tapi Miyung gak bisa cuek aja saat cowo itu berenang-renang ke sana-kemari dengan riangnya, dan lagi-lagi Buddy menatapnya penuh arti. Sorot matanya tetap setajam yang dulu. Wajah Miyung jadi memerah karna malu, kya! Buddy jadi tamba cute kalo rambutnya basah karena air.
Buddy, sebenarnya tatapanmu itulah yang menembak Miyung secara tersirat, meskipun Buddy tak mengatakannya terus terang, tapi tatapan di Sabtu kemarin itu sudah merupakan tanda bahwa Buddy memang merasakan rasa cinta yang sama dengan Miyung... jika Miyung uda menyadari perasaannya sendiri dan juga perasaan Buddy juga, apakah Buddy juga sudah menyadari perasannya sendiri?

Senin, 10 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 10

♥ Jumat, 10 September
Pelajaran pertama, Olahraga. Keliling gedung skul. Asik, tuh! Miyung kan seneng banget lari-lari. Tahu nggak apa yang dilakukannya? Miyung merasa fun banget, saking cintanya ama Buddy, dia nguntititn Buddy lari dengan terus berada di belakangnya. Iseng banget ya si Miyung! Dengan perasaan berbunga-bunga, si Miyung pun berlari di pagi yang cerah itu...
Tapi sedikit-sedikit Buddy mengeluh capek, hingga ia kemudian melangkah dikit-dikit. Sementara Miyung masih berlari dengan ceria di belakangnya. Mungkin Buddy menyadari si Miyung nguntit dia daritadi. Miyung memang sengaja karna ingin selalu berada di dekatnya. Buddy mulai menyadarinya begitu si Ip, memanggil si Miyung. Sejak saat itulah Buddy menoleh dikit-dikit pada Miyung dengan agak curiga.
Sementara lari, Miyung merenung: Aku memang bertepuk sebelah tangan. Soalnya Buddy sama sekali ga pernah meliat aku dengan rasa suka (menurutnya). Sedih juga si. Soalnya aku merasa ga cakep-cakep amat. Aku merasa ga pantas untuk disukainya. Buddy memang lebi pantas bersanding ama cewe yang lebih cute. Aku merasa rendah diri. Tapi gak apa, kan aku juga yang untung. Meskipun ia ga ada rasa ama aku, kan aku tetep hepi meliatnya, meskipun dia kagak. Lagi-lagi ia memandangku biasa aja... hiks...
Miyung merenungi pula minggu lalunya, saat mencarinya di luar kelas usai olga spontan ia dudu n tampak panik begitu Buddy masuk, hehe. Dan saat berpapasan di kantin itu, mereka dekat banget dan Miyung merasa Buddy tuh tampak malu-malu padanya… ataukah itu hanya perasaannya saja?

kita berlari dan teruskan bernyanyi, kita buka lebar pelukan mentari...
bila kuterjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi...
seperti pedih yang telah kita bagi, layaknya luka yang telah terobati...
bila kuterjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi...
bersama kita bagai hijau dan hutan, aku ada karna kau telah tercipta... aaaaaah!
kupetik bintang, untuk kau simpan... cahayanya terang, berikan kau perlindungan...
sebagai pengingat teman, juga sebagai jawaban semua tantangan....
sebelum waktu memisahkan detikmu detikku... sebelum dewasa menua memisahkan kita...
degupan jantung kita akan selalu berirama... bila kau rindu aku... 

(SO7: Melompat Lebih Tinggi) 


Menjelang ulangan Matematika (lagi)...
Miyung dkk belajar di bawah pohon. Tiba-tiba saja si Jason bercerita tentang Buddy, iseng aja tuh ambil topik. Katanya, meskipun Buddy terlihat bandel dari wajahnya, tapi Buddy hafal surah-surah dan jago ngaji, loh! Miyung tertegun, ga nyangka. Benarkah?!
Buddy tiba-tiba datang gabung ama mereka. Dia mo ikut ngobrol juga. Miyung pura-pura ga ngeliat kedatangannya. Dia pura-pura belajar. Buddy membelakanginya. Miyung hanya bisa mendengar suara serak-serak basanya. Miyung jadi ga konsent belajar malah, hehe! Buddy tampak kalem banget pagi itu. Cool!
Miyung lalu pindah karena gilirannya masuk. Miyung tentu saja grogi dan selalu malu melihat Buddy. Tapi firasat Miyung malah berkata: Sepertinya ia mendekatiku... aku yakin ia mendekatiku... tapi ah, rasanya tak mungkin deh...


Malam itu karena lagi kasmaran, iseng-iseng aja Miyung nelpon dia. Tentu aja ke nomor rumahnya yang dikasi ama Jason dulu. Miyung minta bantuan sepupunya tuk omong dengan ubah suaranya jadi cowo. Eh katanya yang angkat si Buddy sendiri. 
Tapi sepupunya malah ember dan to the point bilang bahwa ada cewe yang menyukainya. Tentu aja Miyung malu banget dan sebelum ia membongkar semuanya, Miyung langsung menutup telpon itu. Ia berharap moga si Buddy ga sempat mendengarnya!
Miyung jadi uring-uringan sendiri. Semuanya di luar skenarionya, karena sepupunya yang langsung ember itu. Sepupunya malah langsung menggodainya. Miyung jadi gak tenang, tapi ia berpikir yang penting Buddy ga tahu itu mua dari Miyung.
Arrrghhhhhhhh!!!

Minggu, 09 Maret 2014

Eazy Book

Jalan cempaka Putih No.8 Deresan CT X, gejayan,Yogyakarta 55283
Easy_book@yahoo.com

-    Harus ada synopsis (bukan cuplikan atau petunjuk tentang isinya, tapi benar-benar ringkasan cerita isi, dari awal sampai akhir.
-    Tema novel: romance (teenlit, chicklit, misteri, horror, fiksi ilmiah atau apa pun yang dibalut unsure romance.
-    Tema komedi: up to date, happening, boleh alay, lebay, gaul, gokil, dodol asalkan lucu.
-    Jumlah halaman: 120-150 A4

Tips supaya cerita novelmu tambah kuat:
-    Tokoh karakter dengan kepribadian (sifat dan sikap) yang kuat, yang berbeda satu dengan yang lainnya, dengan background cerita yang juga kuat untuk setiap tokoh.
-    Alur cerita yang nggak monoton, nggak linier. Tambahkan kejadian-kejadian flashback untuk memperjelas dan mempertegas ceritamu.
-    Paparkan dengan detail setting/tempat yang digunakan dalam cerita. Dengan begitu pembaca akan merasa benar-benar masuk ke dalam novel.
-    Tampilkan gaya bahasa yang lugas dan jelas, yang disesuaikan dengan cerita, tokoh dan settingnya. Gunakan teknik menulis yang baik, cari dan lihat dari berbagai referensi (novel-novel lain).

Sabtu, 08 Maret 2014

Umroh (hari - 1)

Senin, 4 maret 2013: KEBERANGKATAN 

Dini hari ga bisa tidur, cos belum beresi barang koper. Akhirnya packing sungguh2 deh, eh sambil nonton jiang hu. Itu kan film yang dah lama pengen kunonton dvdnya hehe. Kebetulan deh jodoh bisa nonton film itu, asik . Bisa liat shawn yu lage. Film itu menemaniku packing yang ntar lage dah berada di arab neh. Habis tuh masi ada film lage kunonton, pokoke ga bisa tidur deh ampe pagi pun aku pergi…
Tapi kepikiran juga ne soalnya pulang baru bisa nulis lage hehe. Bisa kangen ne ama ina. Lama juga ya aku di arab 12 hare, pasti ga terasa deh. Enjoy dulu lah belajar ibadah umroh di sana. Bye2…


Pagi2 di bandara ama keluarga yang mo pergi. Asik. Kami pake seragam batik coklat-putih. Eh, tentu aja mua bawaan bawahannya rok semua, ga pake celana, kecuali tuk tidur doang. Lalu ke dalam deh, eh bandara sultan hasanuddin di dalamnya bagus modern banget deh . Lalu rombongan ke pesawat Jakarta jam 12 siang, 2 jam ampe. Pake id cardnya ya selalu…
Oh iya, ga boleh bawa air loh ke pesawat juga jangan pasang baterei (soalnya aku bawa weker tuk jam obat kb hehe) Lalu terbang pake garuda. Kusuka dekat jendela selalu meski pun ngeri liatnya lage terbang. Hii. Eh, yang suka mabok jangan lupa minum antimo tiap jalan. Pokoke mua obat penting2 taruh di tas! Akhirnya ampe, ketemu keluarga besar laennya, ada yang mo berangkat juga. Terus kami ke dalam, ada kamar2 tuk peserta umrohnya. Eh, btw aku lebi suka bandaraku di Makassar, hehe. Kami solat jamak ama asar di kamar itu, kayak kamar hotel hehe. Lalu ke ruangan ceramah tuk lante, dikasi bimbingan lage. Meskipun di pesawat dah makan, tapi aku masi mau ngemil lage di belakang hehe. Ne travel kan punya keluarga besar hoho. Di ruangan laen masi ada tim laen dengan seragam laen pula diceramahin. Getuh! Eh, ada yang baru neh dipakaikan gelang atribut plastic biru ada kode nomornya n tulisan arabnya, ga boleh dilepas loh selama di arab supaya bisa ditandai kalo hilang…
Duh, dah sore loh. Sebelum pergi, aku n p.cica malah dikasi nama muhrimnya loh. Muhrimnya tuh buat di imigrasi di arab sana (hanya sekedar pelancar masuk getuh). Aku masih bingung2lah, n kenalan ama pria yang ada nama muhammadnya juga sebagai ayahku bede. 
Kami nunggu di ruang tunggu. Duh, saat mau miksi di toilet, aku ga tahu cara make flashnya. Jadi bête  tapi mo pergi neh ga boleh menggerutu. Rupanya di bilik dekat tembok tuh pake shower! Ada lambang jamban jongkoknya.
 masi bête di ruang tunggu. Kurang bersih neh hiks  gemana neh tuk solat? Hiks. Kami di sana cerita2 sekeluarga nungguinnya…
AKHIRNYA, PERGILAH KAMI KE PESAWAT! Sekitar jam 5 sorelah. Pesawat ke arab garuda yang lebih besar lage. Ada 3 deret di situ. Aku di 40g, ternyata di tengah ama 3 orang, pastinya mama n paman bibi. Kami di tengah n terdepan pula, pas di situ ada layar tv nya. Di situ kurajin liat penjelasannya. Habis, perjalanan ke arabnya selama 8 jam loh! DELAPAN JAM!!! 
Duh, mampukah kubertahan selama itu? (jangan lupa antimo, neh masalah serius!). ngapain aja ya?  Selama itu kan waktu boboku. Gubrak! Tentunya mana bisa nikmati perjalanan toh gelap semua diliat di langit sana. Lagian di deret tengah. Akhirnya kuhanya bisa liat tv di mana kita sekarang. Gambar pesawat menuju jalur lurus di Jeddah. Duh masih di ina, baru di Bengkulu, padang, mentawai, nias, aceh neh baru beberapa jam, masi lama hiks . N beberapa lama, tiba di kepulauan di luar negeri nama2 asing, kayak di srilangka, india dsb. Setelah itu ga tahu lage cos dikasi makan. Tayangan diganti ama film perahu kertas, aku ga terlalu ikutin jalan ceritanya, sekedar meliat doang isi waktu. Eh karena semakin ke arab, waktu solatnya juga lebih lambat loh. Harus ikutin waktu di srilangka kayaknya hehe. Lama deh magribnya. Azan baru solat duduk pake tayamum (sebenarnya kurang ngerti solat dengan posisi begini). Terus di wc, lebi baik bawa gelas2 ya tuk ngeflash hehe. oh ya, agar lebi nyaman posisi duduk pesawatnya agak dimiringkan ajah supaya enak bobonya. Entah dah berapa jam bobo. pas jam minum obat kb, jangan ampe ketinggalan ya! Jangan lupa! Soalnya ada temen setim yang obat kb-nya malah ditaruh di koper bagasi. Gawat banget tuh! Ini obat yang penting bagi para cewek! Harus selalu dibawa, jangan ditinggal di rumah kalo di arab sana! Dy mau pinjam obatku, tapi sayangnya ga sama mereknya! Ga boleh juga tuh, ga sesuai mereknya hehe…
Kuliat sisa waktunya, masi 4 jam. Astaga, ga terasa banget yah, kirain dah lama rupanya masi sedemikian. Yang penting uda di luar negerilah. Aku pun bobo2 lage, eh antimo kan efeknya bikin ngantuk ya. Aku bobo ama miyung :p. duh lama banget ya ampenya. Pake selimut coklat n bantal biru. Letak meja makan bangku depen di samping kursi, dikeluarkan meja lipatnya. Kalo mo singkirin angin acnya di atas kursi, diputar aja ke belakang hehe. dingin brrrr… aku dah asik tidur. Ga sadar uda ampe. Alhamdulillah!
Asik dah ampe di arab! Ga sabar mo liat kayak apa sih arab itu! \(^0^)/ kuliat pemandangan jendela banyak lampu2. Uda malam. Oh ya, beda waktu ama Makassar sekitar 5 jam. Di sini waktunya mundur, ina lebih cepet. Sekarang di sini masi jam 11 malam. Kuliat lampu2 di sana. Wah asik ne, uda bisa injak arab. Pesawat mendarat. Kami pun turun dengan lelahnya n melihat inilah Jeddah. Neh bandara khusus haji n umroh. Kuliat orang2 arab di sana, seperti yang ada di ina kok. Masi agak sepi ya. Kami naik bus transit ke dalam bandara. Lalu di dalam sana kami duduk break. Ada banyak penjual kartu arab menawarkan dagangan ke kami. Di satu pesawat rupanya banyak tim ya. Jadi warna warni seragamnya meramaikan bandara hehe. ada juga penjual ina kok. Mama juga belilah, pastinya. Kumo solat isya, liat p.cica solat sih. Masuk wc wudu di wastafel hehe (biasa kepepet, lupain aja soal sopan santun, habis di bilik banyak antrian sih! Cuekin aja, mua getuh sih!). meski wudu, gelang birunya jangan dilepas yah, kan tembus air wudu kok karna dari plastic (aku buka susah, kirain harus lepas tuk wudu hehe).
Aku pun solat. Eh pas selesai, uda waktunya berangkat. Buruan! Aku pun cabut ngejar keluarga. Di sini banyak orang ina juga ya pergi umroh. Eh di bagian imigrasi baru deh harus deketan ama muhrim, bapak yang ga kukenel agar lancer hiks hiks, pisah ama mamaku. Pas dah diperiksa, baru deh keluar ama keluarga. Kuliat suasana di luar sana. Eh ada payung2 besar mengitari gedung loh. Neh uda gayanya arab hehe. katanya arab panas, iya sih ada hawa panasnya juga kurasa n… jangan lupa kering! Makanya siap sedia selalu pelembab kulit n lipglos pelembab bibir di tas tangan! Kuliat sekelilingku, wah bagusnya! Unbelievable. Dah ada di arab neh, Jeddah! Kami lalu bergegas menaiki bus ke madinah. Hm, btw ada sekitar sejaman kami break di bandara tadi duduk, tempatnya kayak bandara ina aja kok hanya bedanya di papan iklannya banyak tulisan arabnya hehe. jadi sekarang dah sekitar jam 12 malam. Kami pun ke madinah, selama 5 jam! LIMA JAM LAGE…

Rabu, 05 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 9

♥ Senin, 6 September
Petang itu, Miyung nekad sms Jason. Tapi tentu aja agar ga ketahuan, ia pake hape kakaknya. Kalo ketahuan pake nomornya kan Miyung jadi malu.
'Jas, nomor hape Buddy berapa sih?' smsnya.
Tapi Jason malah balas tanya, 'Siapa ni?'
Miyung ragu ngejawabnya. Dia ga menduga sama sekali Jason bakal tanya.
Malamnya Jason sms lagi kalo dia ga bakal kasi tahu nope Buddy kalo ga kasi tahu nama. Gubrak! Tapi mana mungkin Miyung jujur? Akhirnya ia membalas (kali ini pake hape mamanya): 'Dari Mew...'
Tentu aja si Jason yang cerdik itu ga percaya getu aja. Tapi akhirnya setelah bersms-an, Jason pun balas sms Miyung nope Buddy, tapi hanya telepon rumahnya karena Buddy ga punya hape. Miyung berpikir ga bisa private dong karena di rumahnya ada banyak orang. Si Jason masi penasaran dan terus mengintrogasi siapa sebenarnya Miyung itu.
"Masa iya si sekeren itu ga punya hape? Kupikir dia tajir. Apa dia orang sederhana? Rumahnya kayak apa?" pikir Miyung setelah nyelesain sms-nya.
♥ Selasa, 7 September
Miyung berpapasan ama Jason di skul. Tampak biasa-biasa aja. Miyung geli juga karena merasa pandai menyembunyikan identitas aslinya dengan bergaul ama Jason seperti biasanya. Miyung pandai membuat Jason ga curiga. Tapi Miyung kasian juga si uda ngerjain Jason, tapi dia merasa berterima kasih. Kapan-kapan Miyung mo hubungi Jason lagi... dan itu semua demi Buddy...
Buddy yang ga ikut ulangan Fisika, terpaksa harus ulangan sendiri di depan. Tepatnya berada di seberang bangku Miyung yang dudu di bangku 2 kala itu. Miyung fokus kerja tugas ama yang lain. Buddy gak henti-hentinya oper kertas ke Jason di belakang lewat temen-temen saat bu guru lengah. Dia minta jawaban. Dia tampak cemas, Tentu saja!
'Duh manja amat sih ini anak,' konsent Miyung langsung buyar. Jujur Miyung ga suka si, soalnya sirik ama Buddy enak dapat jawaban gratis. Tapi saat lihat Buddy lagi, dia jadi adem. Ckckck!
Buddy berkali-kali berbalik. Takut kalo ketahuan bu guru kalo ga cepet-cepet. Tampang nakalnya hilang digantikan tampang gak berdaya. So cute! Tapi Miyung pura-pura ga ngeliat. Padahal kecurangan Buddy kentara banget. Habis mo gemana lagi kalo yang genean mah Buddy gak berdaya...


♥ Kamis, 9 September
Setelah break, saat Kimia, Buddy ga masuk kelas Romantis. Katanya si lagi ngesahin ijazah SMP-nya. Pasti ia langsung pulang, pikir Miyung. Kan memang lebi enaknya getu. Ia kan pemalas.
Tapi saat Matematika, pelajaran terakhir, eh si Buddy malah muncul dan nyerahin ijazahnya. Ternyata Miyung salah, karena rupanya Buddy balik lagi kok. Buddy tampak kecapean, letih abis. Meliat itu Miyung terkikik. Ia geli meliatnya. Sekaligus merasa suka banget liat tampang cute itu kayak habis kerja berat, hehe! Sepertinya uda melalui perjalanan yang panjang, berat dan melelahkan. Mungkin habis dikejar anjing kurang kerjaan, diserempet tanduk kambing yang lagi mangkal di jalan ampe dibelit ular yang lagi puber. Wahaha, Miyung jadi cekikikan sendiri ngkhayalinnya. Habis Buddy tampak capek begitu…
Tawa Miyung segera dibekukkan oleh Sensei yang menagih setoran ijazah SMP-nya, hah!
Pulangnya, Miyung melihat Buddy merayap di depannya. Langkahnya lunglai. Miyung yang masi bugar-bugarnya sengaja mempercepat langkahnya agar bisa melewatinya. Seolah mempertontonkan kakinya yang baru menyentuh jalanan siang terik itu. Tak seperti Buddy yang telah banyak makan garam di jalanan selama Kimia tadi.
Tapi kok Buddy tampak stres ya hari tu. N napa dy sebegitu carenya ama setoran ijazah itu? Miyung aja malas, tuh! Aha! Miyung tahu, Buddy pasti mo hindarin pelajaran kan biar ada alasannya gitu hoho…
Iseng-iseng Miyung sms Jason (kali ini pake hp papanya):

selamat belajar ya, Jason ^^ dan jangan lupa ajarin Buddy juga matematika... 

Selasa, 04 Maret 2014

ROMANTIC CLASS - 8

♥ Jumat, 3 September

kau terbangun dari tidur panjang yang lelahkanmu... sesali wajahmu merenta kisahmu terlupa
kausadari semua yang berjalan tlah tinggalkanmu dan tak dapat merangkai semua dekat di khayalmu
kau harapkan keajaiban datang hadir di pundakmu kau harapkan keajaiban melengkapi khayalmu...
kau biarkan mimpi tetap mimpi yang melengkapi khayalmu
kau terhenyak dan terbangunkan dan harapkan keajaiban datang hadir di pundakmu
kini waktu meninggalkanmu...
(Peter Pan: Tertinggalkan Waktu)

 

Akhirnya! Akhirnya si Buddy datang juga pagi itu dengan tergopoh-gopoh. Wajah cutenya berkerut-kerut karena stres setelah mendengar kabar dari Jason, kalau minggu itu ada ulangan harian 1.
Miyung terkikik melihat ekspresi Buddy. Ternyata dia peduli nile juga ya, pikir Miyung geli. Miyung senyum-senyum sendiri sambil mengintainya, padahal Buddy sedang stres berat dengan otak hanya beberapa giga byte yang sudah seperti kapal pecah mencoba untuk belajar, hehe…
Selamat datang kembali di kelas Romantis, Buddy…

Pelajaran pertama Olahraga. Selesai olga, Miyung mencari-carinya di luar kelas Romantis. Begitu Buddy datang, spontan Miyung berbalik dan duduk ke bangkunya. Ia kepanikan dengan gelagat mencurigakan menunggu seseorang.
Deg-deg! Buddy yang selalu pake puti itu pun masuk. Miyung merasa Buddy agak pemalu orangnya. Lalu Buddy keluar lagi entah berkeliaran ke mana.
Ga lama, Miyung pun ke kantin. Dia lalu berpapasan ama Buddy, hingga Miyung berada dekat banget dengannya. Jantung Miyung deg-degan. Buddy melewatinya begitu saja. Tapi Miyung merasa Buddy sepertinya malu-malu.
Saat mo ke kelas Romantis, eh si Buddy uda ada di depen pintu. Miyung jadi nervos ne harus jalan melewatinya. Deg-deg. Dan dengan buru-buru yang ga bisa disembunyikan, Miyung langsung berlari masuk.
Buddy merasa curiga dengan gelagat aneh Miyung saat di dekatnya. Lagian napa juga ya si Buddy ada di depen pintu dan natapin Miyung tajam. Miyung jadi merasa si Buddy sengaja kayak mo deketin dia. Miyung bisa merasakan tatapan Buddy yang mengikutinya masuk.
Apakah dia juga merasakan hal yang sama... kok rasanya ia mendekatiku... (Lagi-lagi, mana mungkin-mana mungkin…)

Usai ujian Biologi, giliran Buddy dkk yang gantian masuk. Miyung memperhatikan Buddy mengerjakan soal bio dengan wajah stress, sepertinya otaknya memang sudah berantakan kayak kapal pecah karena mikir. Miyung semakin geli melihatnya, mentang-mentang uda kelar ujian, hehe...
Siangnya, Buddy malah disuru ketemu guru BP. Kasian, si. Tapi Miyung pura-pura ga ngeliat. Dengan sendunya Buddy lalu keluar kelas Romantis ke ruang BP...


♥ Sabtu, 4 September
Saat ada kertas hasil ulangan yang mau dibagiin di atas meja terdepan, spontan Miyung cari kertasnya Buddy. Untuk kesekian kalinya, Miyung pengen ngeliat tulisan cowok kesayangannya itu (sekalian mo cek nilenya, hoho!). Agar tak dicurigai, Miyung mengambil beberapa lembar untuk dibagikan ke temen-temen. Tulisan jelek Buddy pun bisa Miyung pandangi berlama-lama ria kayak foto. Habis sejelek apa pun itu tetap tulisan Buddy.
Miyung gak lihat apa isi jawabannya, bahkan angkanya saja gak sempet lihat karena tiba-tiba saja Jason teriak, "Siapa lihat kertas hasil ulangannya Buddy?!"
Deg! Miyung langsung kepanikan. Gawat! Belum juga puas. Kertas yang dicari Jason kan ada di tangan Miyung. Miyung berniat menyimpannya, hiks! Mau dibawa pulang, dibingkai (kidding)…
Dia sama sekali gak nyangka kalo Buddy cariin. Miyung kirain Buddy gak peduli semacam genean, kan cuma kertas palingan hasilnya juga jeblok kok, hehe! Tapi Miyung lihat Buddy gak respon-respon, kok malah Jason yang heboh? Ih, Jason kayak papanya si Buddy neh, peduli amir...
Ya, ga jadi deh niat nakal Miyung. Mau bawa pulang diam-diam, eh tuh kan sama aja dengan mencuri. Iya ga, sih? Tapi kan ga disantet jie…
Lalu dengan berusaha tenang, seolah masih membagikan kertas hasil ulangan (pura-pura hilir-mudik dulu modusnya ke temen-temen lainnya), Miyung melangkah ke meja Jason sambil cengengesan diam-diam dan menyerahkannya: Grmbl!
Jason mah ga curiga apa-apa. Buddy yang lagi nyontek LKS agama di sebelahnya, tak menyadari kedatangan Miyung, apalagi mengetahui niat Miyung yang mo culik kertas hasil ulangannya itu wohohoho... 
Misi iseng Miyung tergagalkan oleh kicauan Jason yang berpakaian selalu rapi banget ala murid teladan itu…
Inilah hari akhir ujian harian 1. Saat pelajaran agama, hanya disuru ngaji. Cowoknya naik duluan. Miyung puas-puasin liat Buddy saat nae ke panggung hehe. Miyung bertanya-tanya, apa Buddy pintar ngaji gak, ya? (kan suasana di kelas Romantis ribut, makanya Miyung gak bisa denger Buddy ngajinya kayak apa).
Tadi sebelum Buddy naik, Miyung spontan menoleh ke belakang dan melihat Buddy lagi duduk di belakang banget sambil tersenyum menyeringai ama Miyung. Miyung jadi deg-degan dan langsung berbalik.
Ah, masa sih? Sepertinya ia mengintaiku dari tadi deh…

Oh, iya!
Miyung kan berencana cari tahu nope Buddy lewat Jason!
Berapa sih nopenya? >.<
Berhasil kah ia mendapatkannya?!

Senin, 03 Maret 2014

selfie

 

Sabtu, 01 Maret 2014

the sisters


Rabu, 11 Desember 2013

purple romance (season 7): dengan bangga kukatakan, aku telah mendua

30 agustus 09, 
menanti menu takjil disajikan
sebenarnya di kafe itu kita sedang duduk berhadapan
seharusnya sih begitu...
seharusnya kau yang sedang duduk di hadapanku kini
seharusnya sekarang ini kita bisa berbincang dan bicara baik-baik
saling jujur akan perasaan kita

tapi waktu dan tempat berkata lain
kita hanya dihubungkan melalui media sms...
dan hanya karena menanti waktu berbuka puasa yang masih lama
aku pun mencoba mencari-cari pembicaraan 
tapi tak pernah terpikirkan olehku apa yang kusampaikan padamu itu sebegitu negatifnya
dan merusak perasaan kita....
aku khilaf!!!

dengan bangga kukatakan padamu,
"My Purple, aku telah mendua...
di posko aku punya gebetan baru dan kami saling mencintai..."
masih dengan lanjutan, 
"bagaimana ini? aku pilih kamu atau sama dia saja ya?"



sebenarnya, aku mengatakan itu karena aku benar-benar serius cinta sama kamu!
sebenarnya itu adalah tanda keseriusanku padamu!
sebenarnya begitulah cara gadis ingusan ini menyatakan cinta...
dan begitu pulalah caranya menembak orang...
tapi kamu salah mengartikannya 
dan terlebih lagi, aku juga salah telah menyampaikannya padamu...

aku... aku hanya ingin kau merebutku darinya...
aku... aku hanya ingin kau panik dan jangan sampai aku diambil olehnya
aku... sebenarnya sih hanya ingin tahu seberapa dalam rasa ingin memilikimu akan diriku :p
aku... aku hanya ingin menguji cintamu, My Purple!!!

okelah aku memang suka dia, aku memang mendua...
tapi kalau aku disuruh memilih...
tentu saja aku akan lebih memilih dirimu, My Purple yang sudah 2 tahun lebih mengisi taman hatiku
oke?!

sudahlah.... capek aku ngomong di sini terus...
nggak ada balasan lagi darimu...
***
usai buka puasa, smsmu kembali bersambut...
kali ini dengan isi yang sama negatifnya,
"aku tuh ga ada perasaan apa-apa sama kamu, kamu tuh bukan orang spesial di hati aku..."

my Purple, aku yakin kau tak berani sms seperti itu di saat berpuasa
kenapa isi sms nya baru dikirim setelah buka puasa?
meskipun semua yang kukatakan itu jujur, haruskah aku berbohong seperti dirimu?
oke... kalau kau ingin dengar kebohongan, kebohongan apa yang ingin kaudengar dariku?
tapi kalau kau ingin dengar kejujuran, kejujuran apa yang ingin kaudengar dariku?
kejujuran kalau aku telah mendua, sekali lagi maumu?

masih untung aku masih mau jujur...
entah apa yang akan kaulakukan jika kita benar-benar duduk saling berhadapan di kafe itu menanti buka puasa...
aku tak berani mengimajinasikannya...
cukup kau saja yang tahu itu, My Purple...

by pass

http://www.penerbitbypass.com/

Senin, 09 Desember 2013

purple romance (season 7): kupikir aku telah kehilangan senyumanmu

kupikir aku telah kehilangan senyumanmu
sejak... sejak cinta itu menjadi racun di dada
sejak kau muncul di dunia maya bersamanya...
dan aku malah kembali teracuni dengan sebatang komentarmu di dunia maya
yang semestinya tak seharusnya aku merasa demikian!
(23 oktober)

GP: President Rep. Of. Indonesia ke-14.....?????
    My Purple: Tdk adami yg ke 14..mw diganti bd jdi kerajaan..
    22 Oktober 2009 pukul 0:59 • Suka
@_@: pengkhianat...
@_@: pembohong...
@_@: pengecut...
    IE: @_@ gak boleh gitu...calm down fren...
@_@: FINE,,, WHATEVER!!!



aku sama sekali tak berpikir panjang untuk menuliskan itu...
aku sama sekali tak peduli si pemilik akunnya berpikir apa...
dan aku sama sekali tak khawatir bakal kehilangan senyummu untuk selama-lamanya!!!
namun ternyata aku salah...

27 oktober...
spontan saja aku menoleh dan mendapatimu tengah tersenyum-senyum padaku!
hah?! setelah kau membuat hatiku berdarah-darah?!
dan setelah... setelah aku memaki-makimu di dunia maya...
kau... kau masih bisa tersenyum-senyum padaku seperti itu?!

tapi kenapa? 
aku kan memakimu, Sayang... bukannya memuji-mujimu...
apakah kau menganggap makian sayang itu sebuah pujian yang patut untuk kaubanggakan?!
owh... kau bangga, ya? jadi kau bangga aku cemburu?!
aaaarrrrrghhhhhh!!!
aku sungguh ga mengerti jalan pikiranmu, Sayang...
bukannya balas makianku,,, tapi kau malah... tersenyum-senyum seperti itu?!
model senyuman yang pertama kalinya kautunjukkan padaku di season 3 dulu...
kala naruto dan serba-serbinya animanga mempersatukan kepala kita...

now... kusadari mungkin itulah senyum terakhirmu untukku...
senyum terakhir yang sungguh berbeda kesannya dengan senyum pertamamu untukku...
senyum terakhir yang menyebalkan, yang membuatku...
arrrrghhhh!!!
 
sekarang... aku telah benar-benar kehilangan senyumanmu...
selamat tinggal,,, My Purple...