THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label tahu gak sih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahu gak sih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

65 Keutamaan Wanita Menurut Ajaran Islam

65 Keutamaan Wanita Menurut Ajaran Islam

1. Doa wanita lebih maqbul (mudah terkabul) dari laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda Rasul, "Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang salehah itu lebih baik dari 1,000 orang laki-laki yang tidak saleh.

3. Seorang wanita salehah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita salehah lebih baik dari 70 laki-laki saleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan terhadap anak laki-laki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haid itu, kecuali haidnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah". Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa."; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam surga.

9. Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

10. Dari 'Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka."

11. Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil kedua ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki tanpa hisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meridainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

15. 'Aisyah berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda Rasul, "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap laki-laki ?" Jawab Rasulullah SAW. "Ibunya".

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan salat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya (kesucian dirinya) serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu dari suaminya (10.000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

19. Dua rakaat salat dari wanita yang hamil (setelah menikah) adalah lebih baik dari 80 rakaat salat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil (setelah menikah, dengan suami yang sah) mendapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil (setelah menikah, dengan suami yang sah) mendapat pahala beribadah pada malam hari.

22. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah SWT.

23. Wanita yang melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun salat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah SWT memberikan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Wanita yang meninggal dalam masa 40 hari sesudah melahirkan akan dianggap mati syahid.

26. Wanita yang menyusui anaknya, mendapatkan satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2,5 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan memberikan kabar gembira bahwa surga adalah balasannya.

28. Jika wanita menyusui anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun salat dan puasa.

29. Wanita yang menghabiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyaman karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampuni Allah seluruh dosanya dan bila dia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala beribadah.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat.

32. Seorang wanita yang salehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak saleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu surga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, menyajikan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridaan Allah, maka wajib baginya akan tiap-tiap kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba.

Pada hari kiamat kelak, Allah karuniakan "nur" (cahayaNya) sehingga tercengang seluruh wanita mukmin atas karunia rahmat itu, dimana tak seorangpun yang sampai ke martabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Takkan putus pahala Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan hati suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayani suami tanpa pernah berkhianat (selalu setia), maka mendapatkan pahala 12 tahun salat.

37. Wanita yang melayani dengan baik kepada suami yang pulang ke rumah dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokan harinya matanya yang buta telah dapat melihat kembali. Allah karuniakan rahmat (kemuliaan pada perempuan itu karena memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Beliau menemukan beberapa orang wanita dalam majelis itu. Rasulullah SAW lalu bertanya, "Apakah kamu menyolatkan jenazah ?" Jawab mereka,"Tidak". Sabda Rasulullah SAW "Sebaiknya kalian semua tidak usah ikut berziarah dan tidak ada pahala bagimu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang laki-laki”.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan "Bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang membuat adonan tepung gandum dengan "Bismillah" , Allah akan berkahkan rejekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah.

45. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti (memasak), Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."

46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat."

47. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menenun kain, Allah telah menentukan satu tempat khusus untuknya di atas tahta di akhirat."

48. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan memberikan pahala sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian
kepada 1000 orang yang tidak berpakaian."

49. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyaki rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan memandikan anaknya, Allah akan memberikan pahala kebaikan sebanyak helai rambut mereka dan menghapus sebanyak itu pula dosa-dosanya dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang melihatnya."

50. Sabda Nabi SAW: "Ya Fatimah, wanita yang meminyaki rambut dan janggut suaminya, memotong kumis dan memotong kukunya, Allah akan memberinya minum dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia saat melintasi titian shirat."

51. Jika suami mengajari isterinya satu hal akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya

akan masuk surga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70.000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam surga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang menjaga auratnya yaitu memakai purdah (cadar/jilbab) di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang salehah.

55. Tanda keberkahan wanita itu ialah cepat/mudah (proses) pernikahannya, cepat pula kehamilannya (tidak mandul), dan ringan pula maharnya (mas kawin).

56. Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

57. Seorang ibu ketika akan melahirkan, untuk setiap 1 sakit yang dideritanya akan diberiNya pahala para mujahid (orang-orang yang berjuang di jalan Allah).

58. Allah SWT akan memberikan pahala 1000 ibadah haji dan umrah dan 1000 malaikat akan memohonkan ampunan bagi ibu hingga hari kiamat karena ia telah melahirkan anaknya dengan sabar dan ikhlas.

59. Bila seorang suami pulang ke rumahnya kemudian bersalaman dengan istri tercinta yang menyambutnya, maka dosa-dosa mereka berdua akan berguguran sebelum kedua tangan itu berpisah.

60. Apabila seorang ibu meninggal saat melahirkan, ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun.

61. Wanita yang tersenyum di hadapan suaminya, Allah memandangnya dengan pandangan kasih dan penuh rahmat.

62. Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita salihah. (HR. Muslim)

63. Mengurus suami, anak dan rumah pahalanya lebih besar dari haji, perang dan ibadah lainnya (Al hadits).

64. Di saat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

65. Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan (suka menolong) tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat minum di telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

Sumber rujukan: kitab Kanzul 'Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dsb.

=======================================================================

Selasa, 27 Januari 2015

8 Cara Menyembuhkan Mata Minus Dengan Mudah dan Alami

Mata minus atau rabun jauh adalah kelainan pada mata yang tidak mampu melihat dengan baik benda atau objek dengan jarak yang jauh. Mungkin saat ini anda juga tengah mengalaminya, dan merasa sangat tidak nyaman serta ingin menyembuhkan mata minus tersebut dengan cara alami. Mengapa mata minus dapat terjadi? 


Penyebab Mata Minus

Banyak penelitian mengatakan bahwa masyarakat kota lebih banyak resiko mengalami kelainan pada mata seperti mata minus dari pada masyarakat pedesaan. Hal ini terjadi karena pada umumnya masyarakat kota banyak menghabiskan waktunya di tempat atau kegiatan dengan jarak pandang yang tidak jauh, seperti membaca buku di ruang yang sempit dan pencahayaan kurang atau berselancar di dunia maya dengan durasi yang lama. Hal ini akan menyebabkan otot mata yang mengatur fokus mata lama-kelamaan akan terbiasa dengan kondisi seperti itu. Nah, pada saat melihat objek yang jauh, mata tidak mendapatkan fokus yang baik karena sudah terbiasa melihat objek dengan jarak yang dekat. Hal lainnya yang dapat dikatakan sebagai penyebabkan mata minus adalah terlalu banyak menonton televisi dengan jarak yang dekat, jarang bersentuan dengan sinar mataari, konsumsi gula yang berlebihan, dan sering bekerja menggunakan komputer dengan monitor
yang buruk. Apakah mata minus dapat diobati? Banyak sumber yang mengatakan bahwa mata minus dapat disembuhkan, bahkan tanpa kacamata pun mata minus dapat disembuhkan. Lalu bagaimana cara menyembuhkan mata minus secara alami?

Menyembuhkan Mata Minus

Sebenarnya ada banyak cara menyembuhkan mata minus , seperti dengan senam mata atau operasi lasik. Berhubung banyak orang yang tidak punya banyak waktu untuk sekedar senam mata, atau orang yang takut untuk operasi, berikut ini beberapa cara mengurangi mata minus secara alami:
* Lepaskan kacamata jika dirasa kurang diperlukan, seperti berada di ruangan yang sempit. Lakukan hal ini jika anda masih dapat melihat dengan jelas walau tanpa kacamata. Latih mata untuk melihat objek yang jauh tanpa memakai kacamata. Sebagai contoh, anda dapat pergi ke sawah atau pantai karena tempat-tempat tersebut memiliki sudut pandang yang jauh dan luas.
* Latih mata untuk melihat benda yang bergerak. Sebagai contoh, saat anda berada di jalan raya, amatilah motor yang berlalu lalang di depan anda. Telusuri dan perhatikan tiap gerakannya, usahakan bayangan yang terbentuk adalah utuh.
* Mengobati mata minus dengan terapi daun sirih. Daun sirih dapat membantu menyembuhkan mata minus dengan cara alami. Caranya juga mudah, bersihkan daun sirih dan tempelkan di kelopak mata saat anda tidur. Lakukan terapi ini secara rutin.
* Apabila anda bekerja menggunakan komputer, pastikan monitor anda bekerja dengan baik. Selain itu, setiap 30 menit melihat monitor komputer yang menyala, anda harus melihat objek lain seperti keyboard, atau memandang ke luar jendela.
* Terapi lilin. Lilin juga memiliki manfaat untuk membantu mengurangi tingkat minus mata anda. Caranya sederhana, nyalakan lilin tersebut dan tatap lilin tersebut tanpa banyak berkedip. Usahakan jangan terlalu sering berkedip sampai banyak air mata yang keluar. Terapi lilin ini sederhana, namun cukup ampuh untuk mengurangi mata minus apabila dilakukan secara rutin.
* Bersihkan mata secara rutin, bisa menggunakan tetes mata. Memakai kacamata saat berkendara. Hal ini bertujuan agar mata anda tidak bersentuhan langsung dengan debu.



=======================================================================

Kamis, 11 Desember 2014

gibah

"DOSA bergunjing lebih berat (minta ampunnya)
dari pada dosa berzina. Sahabat bertannya: "Kenapa demikian ya Rasulullah? Beliau menjawab. Seseorang yang telah terlanjur melakukan perbuatan zina, lalu ia bertaubat kepada Allah. Maka Allah akan mengampuni dosanya. Tetapi orang yang bergunjing tidak akan diampuni dosanya sebelum orang yang mereka pergunjingkan itu memaafkan".
Dari Abu Huraira, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: "Tahukah kalian apa yang disebut dengan ghibah? Jawab para sahabat: 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tau. 'Sabda Rasullah saw: 'Ghibah yaitu memperbincangkan saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai. 'Ditanya beliau: 'Bagaimana kalau yang kami perbincangkan itu ternyata benar? 'Jawab Beliau: 'Jika yang kamu perbincangkan itu benar berarti kamu telah menggunjing. dan jika tidak benar, kamu telah berbuat suatu kebohongan tentang dirinya (fitnah)". (HR. Muslim).
apalagi tanpa tersadari kita suka menggunjingkan teman,kerabat,tetangga yg kita benci / tidak cocok dan saling tidak akur,parahnya lagi kalau sudah sampai tidak saling menyapa sehingga kita gengsi untuk meminta maaf, jangan sampai kita menggunjing seseorang yg tidak bakal ketemu kita lagi,karena tidak mungkin lg ada kesempatan bagi kita untuk meminta maaf.
SILAHKAN DI SHARE / BAGIKAN / COPAS UNTUK SALING MENGINGATKAN SESAMA SAUDARA MUSLIM KITA
semoga bermanfaat aamiin ...
( salam silaturahim By : salza studio. PATI }

=======================================================================

15 LANGKAH EFEKTIF UNTUK MENGHAFAL AL-QURAN

oleh : Ust. Dr. Ahmad Zain, MA

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “()
( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66

Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’am hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain.

Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Sholat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masing-masing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى
“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “()

Adapun riwayat yang menyebutkan doa tertentu dalam sholat hajat adalah riwayat lemah, bahkan riwayat yang mungkar dan tidak bisa dijadikan sandaran. ()

Begitu juga hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang menjelaskan bahwa Rosulullah saw mengajarkan Ali bin Abu Thalib sholat khusus untuk meghafal Al Qur’an yang terdiri dari empat rekaat , rekaat pertama membaca Al Fatihah dan surat Yasin, rekaat kedua membaca surat Al Fatihah dan Ad Dukhan, rekaat ketiga membaca surat Al Fatihah dan Sajdah, dan rekaat keempat membaca surat Al Fatihah dan Al Mulk, itu adalah hadist maudhu’ dan tidak boleh diamalkan. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hadits dhoif . ()

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()
Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdo’a seperti ini :
اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .
“ Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih “.

Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :

Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman- halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal.
Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.

Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.

Metode Kedua : Menghafal per- ayat , yaitu membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . ()

Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bagian ) :

    Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’
    Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah
    Surat Yunus sampai Surat An Nahl
    Surat Al Isra’ sampai Al Furqan
    Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin
    Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat
    Surat Qaf sampai Surat An Nas

Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.



Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan.
Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal, diantaranya :
a/ Memperbaiki Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini :
ثم —— > سم / الذين —- > الزين
b/ Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini :
1/ وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمات ( البقرة : 124 ) —- > )إبراهيمُ ﴾
2/ وَكُنْت ُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ( المائدة : 116 )
وَكُنْت ُ < ——— > كُنْتَ
3/ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى ( ونس : 35 ) —- > أم من لا يَهْدِي
4/ رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ( فصلت :29 ) —– > الَّذِين
5/ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ ﴾ الحشر: 17) —– > خالدِين فيها

Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, kita setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Kadang, ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita tidak pernah menyetorkan hafalan kita kepada orang lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita, dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah, sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut.

Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syekh yang mapan dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Untuk diketahui, akhir-akhir ini - alhamdulillah - banyak telivisi-telelivisi parabola yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra’ . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Qur’an yang dipandu oleh Syekh Aiman Ruysdi seorang qari’ yang mapan dan masyhur, kitapun bisa menyetor bacaan kita kepada syekh ini lewat telpun. Rekaman dari acara tersebut disiarkan ulang setiap pagi. Selain itu, terdapat juga di channel ” Al Majd “, dan channel- channel televisi lainnya. Acara-acara tersebut banyak membantu kita di dalam memperbaiki bacaan Al Qur’an.

Langkah Kedelapan : Untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman, kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo yang lama, hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits yang hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Pada suatu ketika, ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali, mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak, apa sih yang sedang engkau kerjakan ? “ Saya sedang menghafal sebuah buku “ , jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Nggak usah seperti itu, saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu.” . “ Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, tidak ada satupun hafalannya yang lupa. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal banyak orang yang bisa melakukannya dengan cepat, sebagaimana nenek tadi. Bahkan kita sering mendengar seseorang bisa menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan hal itu tidak terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara kontinu.

Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja, akan tetapi dibarengi dengan membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada beberapa teman dari Marokko yang menceritakan bahwa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Marokko adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh masing-masing murid, setelah mereka bisa menghafalnya di luar kepala, baru tulisan tersebut dicuci dengan air.
Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru.

Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang bisa menghafal dengan baik dan benar. Rosulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam.

Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. () Karena mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi, jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya :
العين تحفظ قبل الأذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي .
“ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. “()

Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an, banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an.

Disana ada model lain, seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebagain orang Mesir, ada juga mushaf yang dipakai oleh sebagain orang Pakistan dan India, bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus , Demak.

Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Akan tetapi dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda :
إن الدين يسر ، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه ، فسددوا وقاربوا و أبشروا ، واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة
“ Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan agama ini dengan benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan waktu pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari )

Dalam hadist di atas disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya kita bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. Sebagai contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, bisa kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut, waktu siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya’ atau ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya.

Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan sholat –sholat sunnah, baik di masjid maupun di rumah. Hal ini dikarenakan waktu sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Berbeda ketika di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya akan menengok ketika ada sesuatu yang menarik, atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Berbeda kalau seseorang sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya.

Langkah Ketigabelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya :
- ﴿ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ﴾ البقرة 173 < ———— > ﴿ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ) المائدة 3 ، والأنعام 145، و النحل 115
- ( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير الحق ) البقرة : 61
( إن الذين يكفرون بآيات اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير حق ) آل عمران : 21
( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأنبياء بغير حق ) آل عمرن : 112
Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap bisa dirujuk buku – buku berikut :

    Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi.
    Asrar At Tikrar fi Al Qur’an, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany.
    Mutasyabihat Al Qur’an, Abul Husain bin Al Munady
    ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, karya Abu Dzar Al Qalamuni

Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an, jangan sampai ditinggal begitu saja. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi, atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya, ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar ” hafidh ” atau ” hafidhah “, akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al- Qur’an, maka jawabannya adalah nihil.

Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak orang bisa menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut :

    Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi menjadi dua bagian, sebelum sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid, sebaiknya pergi ke masjid sebelum adzan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu setelah membaca dzikir ba’da sholat atau dzikir pagi pada sholat shubuh dan setelah dzkir sore setelah sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya sebelum sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau bisa istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tanpa menyita waktunya sama sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap hari pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dia bisa menyelesaikan setiap harinya tiga juz, dan bisa menghatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali.
    Ada sebagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja, yaitu ketika ia mengerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut ukuran umum, kalau hafalannya lancar, biasanya ia bisa menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua jam dia bisa menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku.
    Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya kepada temannya lima juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Inipun hanya bisa terlaksana jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu.

( Bersambung pada masalah lain dalam seri ” Sukses Belajar ” volume : 3 )
( ) Hadist riwayat Abu Daud ( no : 1319 ), dishohihkan oleh Syekh Al Bani dalam Shohih Sunan Abu Daud , juz I, hal. 361
( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadits tersebut bisa dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi, Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah, ( Kairo, Maktabah At Tabi’in, 2002 ) Cet Pertama, hal. 97 -120
( ) Ibid, hal.21-39
( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Maktabah Al Islamiyah, 2002 ) Cet. Ke-Tiga, Hal. 13
( ) Ali bin Umar Badhdah, Kaifa Tahfadu Al Qur’an, hal. 6
( ) Ibid. hal 12
( ) Abu Dzar Al Qalamuni, ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Dar Ibnu Al Haitsam, 1998 ) Cet Pertama, hal.16
( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Op. Cit, Hal. 15
( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66

Sumber: ahmadzain.com

====================================================================

TItIk Bekam Sesuai dgn standar operasional bekam

1. Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut
pada bagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk
terapi penakit migrain, vertigo, sakit kepala menahun, darah tinggi,
stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran
darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.

2. Di sekitar urat leher (al akhda'iin), titik ini untuk mengobati
penyakit seperti: sakit kepala, wajah, kedua telinga, mata, polip
(hidung) dan tenggorokan, gigi seri lidah, kanker darah, melancarkan
peredaran darah.

3. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah (tulang
tengkorak paling bawah), bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada
anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala, bintik-bintik di wajah,
jerawat.

4. Daerah antara dua pundak (al kaahil), merupakan titik paling sentral
untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

5. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa 'is), yaitu daging
lembut di pundak yang tegang ketika merasa takut. Bekam pada titik ini
dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan penyakit liver.

6. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini
banyak memiliki keistimewaan dan kahsiatnya.

7. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit
pegal/nyeri di pinggang dan wasir.

8. Pangkal telapak kaki (iltiwa' - di bawah mata kaki) untuk
penyakit nyeri di kaki, asam urat, kaku, dan pegal-pegal.

9. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.

Lebih detail, diterangkan sebagai berikut:

1. AL AKHDA'AIN :
a) Terletak di sekitar otot-otot (urat leher) kanan dan kiri, di
sekitar vena jugularis interna dan di sekitar otot
sternocleidomastoideus.
b) Merupakan pusat kegiatan dan penjalaran dari usus kecil dan besar.
c) Berperan dalam pengobatan gondok, afonia, kaku kuduk/leher, nyeri
tenggorokan, flu, pipi bengkak, tinnitus, mencegah sakit kepala, sakit
wajah, sakit gigi, sakit telinga, hidung, sakit kerongkongan .

2. ILTIWA'
a) Terletak di bawah mata kaki bagian dalam (malleolus medialis),
antara malleolus medialis dengan tulang tumit (calcaneus)
b) Merupakan pusat penjalaran organ ginjal
c) Berperan dalam pengobatan tinnitus, hemoptisis, gangguan haid,
insomnia, ejakulasi dini, asam urat, ginjal, bronkietasis, nyeri
punggung, gangguan kencing dll.

3. AL KAHIL
a) Terletak di sekitar tonjolan tulang leher belakang (processus
spinosus vertebrae VII), antara bahu (acromion) kanan dan kiri,
setinggi pundak.
b) Merupakan titik pertemuan dan penjalaran organ kandung empedu,
lambung, usus halus, usus besar, kandung kemih dan tripemanas.
c) Berperan dalam pengobatan nyeri leher, demam, epilepsi, batuk, flu,
asma, kaku punggung dll.
d) Anas bin Malik berkata: " Rasulullah SAW. pernah dibekam di al
akhda'ain dan al kahil" (HR. At Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim dan Ahmad).

4. HAMMAH ('Alaa Ro'sun)
a) Merupakan titik paling atas kepala, terletak di tulang ubun-ubun
(osparetale) bagian depan, yaitu terletak di titik pertemuan antara
batas rambut bagian belakang dengan batas rambut bagian depan.
b) Berperan dalam pengobatan sakit kepala, pusing, vertigo, mania,
gangguan pengkihatan, menghilangkan pengaruh sihir, stroke dll.

5. YAFUKH
a) Terletak di titik pertemuan tulang tengkorak depan dan belakang,
yaitu antara tulang ubun-ubun (os parietale) dan tulang dahi (os
frontale).
b) Pada anak-anak, saat pembekaman tidak boleh dikeluarkan darahnya,
karena umumnya pertemuan antara kedua tulang tersebut belum menutup
sempurna.
c) Berperan dalam pengobatan epilepsi, pusing, sakit kepala, gangguan
penglihatan, rinorhea, kejang dll.

6. AL KATIFAIN
Kedua bahu. Berfaidah untuk mengobati penyakit di pundak dan penyakit
leher. (Nabi SAW melakukan bekam pada kedua bahu saat diberi makanan
lengan daging kambing yang dibubuhu racun oleh yorang Yahudi.

7. 'ALA WARIK
Berguna untuk sakit pegal-pegal, lower back pain (Dari Jabir RA, bahwa
Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit
pegal-pegal/capek yang dideritanya (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

8. QAMAHDUAH
a) Terletak di tulang kepala belakang di sekitar tonjolan tulang
b) Bagian dimana kalu sesorang tidur terlentang maka qamahduah adalah
bagian kepala yang menempel di tanah.
c) Berperan dalam pengobatan sakit kepala belakang, pening, tuli, kaku
lidah, schizophrenia, epilepsi, leher kaku, pusing, vertigo dll.

9. PELIPIS DAN DAGU
Berguna untuk mengobati pusing/pening pada kepala, mengobati sakit gigi
dan sakit pada bagian wajah, mengobati sakit kerongkongan/batuk. (Dari
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3
kali pada kedua pelipisnya.

10. BAGIAN PUNGGUNG KAKI
Berguna untuk menghilangkan kutil atau borok yang tumbuh di kedua paha,
betis, serta tulang kering. Menghentikan keluarnya darh haidh dan
gatal-gatal pada buah testis (kantung kemaluan laki-laki) dan asam
urat.

11. DI BAWAH DADA DI ATAS PERUT
Berguna untuk menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis dan panu yang ada
di paha, menyembuhkan kaki yang sering nyeri, mengobati wasir,
mengobati penyakit kaki bengkak (elephantiasis), menghilangkan
gatal-gatal pada bagian punggung.

12. 'ALA DZOHRIL QODAMI
Terletak di bagian kaki belakang di bawah lekukan lutut. Berguna untuk
menghilangkan keletihan pada bagian kaki.

13. UMU MUGITS
a) Terletak di tulang tengkorak di bagian atas agak ke belakang.
Tepatnya di tulang ubun-ubun, di 2/3 bagian depan.
b) Apabila kepala dan batas rambut bagian belakang ke batas rambut
bagian depan dibagi menjadi 12 bagian, maka umu mugits terletak di 7
bagian dari garis batas rambut bagian belakang dan 5 bagian dari garis
batas rambut bagian depan.
c) Hati-hati saat pembekaman kepala, sebab dekat dengan pusat sensorik
dan motorik, yang menyebabkan kelumpuhan organ-organ dan alat-alat tubuh lainnya

Semoga bermanfaat
(Aby Aryo)

=====================================================================

Sabtu, 01 November 2014

6 Manfaat Membaca Bagi Bayi

Membacakan buku pada bayi adalah langkah pertama mengenalkannya pada buku untuk membangun kecintaan membaca kelak.Membaca buku pun memiliki banyak manfaat untuk perkembangan bayi Anda. 

Membaca tidak hanya sebagai pengisi aktivitas dengan bayi. Berikut beberapa manfaat membaca yang perlu Anda ketahui, dan menjadikannya alasan mengapa Anda perlu memperkenalkan buku pada bayi sedini mungkin.

    Untuk perkembangan bahasa. Saat Anda membacakan buku pada bayi, dia belajar suara dasar, pola dan ritme suara untuk berbicara, perbendaharaan kata, arti kata dan konteks penggunaannya.
    Melatih memusatkan perhatian khususnya mendengar dan mengingat. Dengan menggunakan macam-macam suara untuk berbagai karakter, Anda membantu bayi belajar aturan dasar komunikasi percakapan, yaitu, bila ada orang berbicara, orang lain mendengarkan. Begitu sebaliknya.
    Perkembangan informasi. Meski awalnya bayi belum bisa mengikuti cerita atau dialog, secara bertahap bayi akan belajar menghubungkan antara gambar, peristiwa, tindakan dan obyek dengan kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikannya.Bayi juga akan belajar obyek, warna, angka, bentuk dan penjelasan yang membantunya memetakan lingkungan, misalnya, bagaimana cara menggunakan obyek tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
    Perkembangan sosial. Kebersamaan yang tercipta saat Anda membacakan cerita pada bayi memberinya rasa aman, dicintai dan diperhatikan. Selain itu, ekspresi dan intonasi suara Anda mengajarkannya rupa-rupa emosi manusia.
    Perkembangan kognitif yang membuat bayi memahami lingkungan dan perannya dalam lingkungan itu.
    Membiasakan bayi pada buku sehingga kelak mencintai aktivitas membaca.


Yuk, mulai biasakan bayi membaca buku mulai dari sekarang! Sudah punya buku untuk dibacakan nanti malam?
kalau belum, yuk cari buku yang cocok untuk anak anda di http://diandrabooks.wordpress.com/ atau http://diandrabook.com/






(http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/psikologi/6.manfaat.membaca.bagi.bayi)

======================================================================

Pacaran Yang Sehat

Beberapa hari ini tema yang menjadi judul tulisan saya kali ini kerap wara-wiri di internet dan menjadi perbincangan yang hangat lagi panas. Ada yang mengatakan bahwa tiga kombinasi kata ‘aneh’ tersebut ada di dalam buku pelajaran Penjaskes adik-adik kita, lalu ada pula yang mengatakan bahwa tema tersebut sudah menjadi berita di televisi nasional. Dengan kata lain, pemerintah dan orang yang mengaku sebagai pengambil keputusan, yang mengaku sebagai pemerhati masa depan pemuda Indonesia, menyetujui satu hal yang menjadi cikal bakal rusaknya moral bangsa kita. Astaghfirullah…



Pacaran Yang Sehat, adakah? Apakah yang dikatakan pacaran yang sehat itu pacaran sambil jogging? Sambil berenang? Sambil belajar bersama? Sambil buka puasa bersama? Sambil minum vitamin bersama? Atau apa?



Mungkin ada yang mencoba menjawab bahwa yang dimaksud dengan Pacaran Yang Sehat adalah satu cara menuangkan atau kasarnya melampiasakan rasa suka kepada lawan jenis dengan cara yang benar tapi tidak melalui jalan menikah (karena memang kebanyakan pelakunya belum cukup umur untuk menikah). Karena (katanya) ketika tidak diekspresikan (rasa suka itu) maka akan menimbulkan penyakit yang entah apa namanya dan menjadikan orang tersebut tidak sehat.



Baiklah, mari kita coba melihat di sekitar kita dan menjawab dengan sejujur-jujurnya. Ada berapa banyak orang yang tidak pacaran yang kalian kenal dan mereka menjadi gila? Ada berapa makhluk jomblo di luar sana yang kalian kenal dan mereka mengidap penyakit karena tidak memiliki pacar? Yah, jawabannya tidak ada satu pun orang yang tidak pacaran lantas karena hal tersebut ia menjadi gila karena tidak mengekspresikan rasa suka di dalam hatinya. Mereka semua sehat-sehat saja dan bahagia.



Lalu, ada berapa orang yang pacaran yang kalian kenal dan tidak punya masalah dalam hubungan mereka? Lalu ada berapa orang yang pacaran yang kalian kenal yang ujung-ujungnya putus karena sakit hati? Lalu ada berapa orang yang pacaran yang kalian kenal berwajah lebam karena kena pukul pacarnya sendiri? Lalu ada berapa orang yang pacaran yang kalian kenal lalu hamil, ditinggal pacarnya, atau malah menggugurkan kandungan dengan rasa sakit yang luar biasa?



Sampai di sini, bisakah kalian menyimpulkan siapa yang lebih sehat di antara yang pacaran atau yang tidak? Ya, jawabannya tidak salah lagi, yang tidak pacaran jauh lebih sehat dibanding yang pacaran. Yang tidak pacaran bukan hanya fisiknya yang sehat tapi juga hatinya. Namun yang pacaran, hati dan fisiknya sama-sama sakit. Bahkan tidak sedikit, sakitnya bisa sampai merenggut nyawa pelakunya.



Pacaran Yang Sehat, sejatinya tidak ada satupun alasan yang membenarkan pemikiran orang-orang yang menyetujui hal tersebut. Satu-satunya pacaran yang sehat adalah pacaran bagi mereka yang telah menikah. Sedang bagi mereka yang belum menikah, apatah lagi yang masih belia maka pacaran hanya akan menjadi beban, menambah masalah, menumpulkan pikiran, membentuk karakter manja dan malas, serta masih banyak hal negatif yang telah kita saksikan bersama sebagai dampak dari proses pacaran.



Lebih dari itu, di atas semua bukti nyata ketidaksehatan proses pacaran, Allah telah memerintahkan sejak dulu, sejak beratus-ratus abad yang lalu bahwa kita, manusia jangan pernah jatuh dalam perkara mendekati zina.



“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’: 32)



Mari kita renungkan sejenak, siapakah yang paling benar perkataannya? Apakah manusia atau Allah, Zat yang menciptakan manusia? Siapakah yang paling benar perkataannya? Apakah manusia yang memiliki akal ataukah Allah, Zat yang memberikan akal? Maka sesungguhnya hanya orang-orang sombonglah yang menjawab ‘manusia’, maka hanya orang-orang sombonglah yang tidak mau menerima dan menjalankan syariat Allah. Ketahuliah, bahwa di balik setiap syariat Allah, di balik setiap perintah dan larangan Allah ada kebaikan untuk manusia. Maka sebagai hamba yang kerap kali salah, kita diharuskan dan sudah seharusnya untuk sami’na wa atha’na; kami dengar, maka kami laksanakan.



Pacaran Yang Sehat, jika memang tidak mendatangkan manfaat lalu mengapa tetap diwacanakan dan disetujui oleh beberapa pihak? Maka, mewaspadai generasi muda dari racun yang sengaja ditanam sejak dini dengan selimut madu adalah sikap yang bijak bagi kita, orang-orang tua, orang-orang yang ingin pemuda bangsa dan agama ini menjadi baik.



_Nurhudayanti Saleh_ (Jogja, 30 Oktober 2014, di tengah rasa penasaran menanti sms)

====================================================================

5 Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan

Kebanyakan orang begitu sibuk dengan kehidupannya sehingga tidak cukup waktu untuk membaca buku, orang lebih senang menonton film, televisi atau bermain komputer. Padahal membaca tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Rajin membaca dapat membuat orang kaya akan wawasan dan informasi. Selain itu, membaca untuk bermanfaat untuk otak dan kesehatan.

Setidaknya ada 5 manfaat membaca untuk kesehatan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (12/3/2011), yaitu:

1. Melatih otak
Salah satu keuntungan membaca buku adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut unutk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang semakin cerdas. Tapi untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.

2. Meringankan stres
Stres adalah faktor risiko dari beberapa penyakit berbahaya. keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagu untuk mengatasi stres.

3. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.

Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.

4. Mengembangkan pola tidur yang sehat
Bila Anda terbiasa membaca buku sebelum tidur, maka itu bertindak sebagai alarm bagi tubuh dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Ini akan membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.

5. Meningkatkan konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.

Jadi jangan hanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton televisi atau bermain game komputer, tetapi juga luangkan waktu untuk membaca buku. Kebiasaan baik itu tidak hanya akan menyegarkan pikiran tetapi juga memberi manfaat untuk kesehatan dan kehidupan.



http://health.detik.com/read/2011/03/12/075450/1590162/766/5-manfaat-membaca-buku-untuk-kesehatan

===================================================================

Minggu, 19 Oktober 2014

merokok membunuhmu!

Setidaknya ada 3 alasan yang sangat kuat, kenapa saya begitu membenci para perokok dan saya membenci para perokok juga sebagai wujud penghargaan saya atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah subhana wa ta'ala ...

1. Para perokok itu sangat merugikan kesehatan orang-orang yang berada disekitarnya, karena apabila hembusan asap beracun yang dikeluarkan oleh para perokok sampai terhirup oleh orang-orang yang berada disekitarnya, maka orang-orang yang menghirup tersebut memiliki resiko mengidap penyakit yang berbahaya dengan perbandingan 2 kali lipat daripada para perokok aktif ... dan ini adalah perkara yang sangat ironis bagi para perokok pasif

2. Para perokok itu adalah contoh dari orang-orang yang tidak tahu diri dan bodoh bahkan sangat keterlaluan bodohnya, karena mereka secara sadar menukar kesehatan yang telah diberikan oleh Allah dengan mengkonsumsi produk yang isinya penyakit ... Tidak ada satupun ahli kesehatan di dunia ini yang mengatakan bahwa ROKOK itu mengandung Vitamin dan mengandung manfaat bagi tubuh ... Dan sungguh bodoh memang para perokok itu, karena menghabiskan hartanya hanya untuk mengkonsumsi penyakit dan memasukkan racun ke dalam tubuhnya ...

3. Para perokok itu adalah contoh dari pembunuh yang kejam, karena mereka membunuh orang lain secara perlahan-lahan dengan hembusan asap rokoknya ... dan ini sungguh keterlaluan dan sangat kurang ajar sekali menurut saya ... Seandainya mereka menelan asap rokoknya sendiri ya tidak masalah, toh mereka yang akan binasa sendiri bersama asap rokoknya, tapi justru mereka menghembuskan asap racun kepada orang lain yang tidak merokok disekitarnya seperti orang yang tidak punya dosa ... begitu enaknya dan santainya mereka memberikan racun kepada orang lain .... Astagfirullohalazhiim ...

Seandainya kezholiman lebih baik dibalas dengan kezholiman, niscaya saya akan menyundut wajah dari para perokok dengan besi panas sebagai pembalasan atas kezholiman mereka ....

Allahu Akbar ...

(Erwan Seti Nugroho)

===================================================================